Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 621 - Zhang En VS Dewa Hantu


__ADS_3

Sayang sekali untuk Leluhur Dewa Hantu ini, saat dia tiba, dia telah menempatkan dirinya di posisi yang salah, memerintahkan Zhang En untuk keluar secara pribadi untuk menyambutnya. Selain itu, menunjukkan kekuatannya, menggunakan teknik suara hantu untuk melukai para penjaga Istana Klan Zhang!


Sudut mulut Zhang En melengkung membentuk senyuman dingin saat dia berjalan keluar dari aula utama. 


Dia memang akan menyambut mereka yang datang untuk bekerja padanya, tetapi mereka yang memiliki kepribadian buruk dan arogan harus diberi pelajaran untuk membuat mereka memahami keadaan.


Zhang En berhenti sebentar dan berkata kepada Nuyan Yao dan kelima orang lainnya yang hadir di aula, "Kalian, segera aktifkan formasi pertahanan istana!"


Beberapa dari mereka dengan hormat mengakui dan segera melakukan tugas.


Zhang En lalu meninggalkan aula itu, langsung muncul di udara di atas istana klannya.


Dia dengan dingin mengamati awan gelap yang terbentuk dari qi hantu di atas.


Ketika awan hantu itu datang dalam jarak tiga puluh meter dari tempat Zhang En berada saat ini, itu ditelan oleh kekuatan hisap yang luar biasa sampai awan hantu itu kehilangan lebih dari setengah ukurannya, seolah-olah ada lubang hitam tanpa dasar di sekitar Zhang En.


Pria kurus yang menyebut dirinya Leluhur Dewa Hantu tidak bisa menahan keterkejutan.


“Kau adalah Zhang En yang dibicarakan semua orang? Hehe, memang sangat berbakat.” Pria kurus itu dengan cepat mengatasi keterkejutannya dan mulai terkekeh dengan suara jelek meskipun melihat bahwa Zhang En tidak takut dengan qi hantunya.


"Tujuanku datang ke sini, kau pasti sudah tahu." Pria tua kurus itu menuntut dengan angkuh, “Aku telah memutuskan untuk melayanimu selama seratus tahun. Ini berarti total pembayarannya berjumlah sepuluh ribu batu roh kelas dewa. Cepat bawa keluar batu roh itu untuk Leluhur ini!”


Nada bicaranya, sikap itu, seolah-olah Zhang En berutang padanya sepuluh ribu batu roh padanya dan datang untuk menagihnya. 


Meskipun pria kurus itu hanya berada di ranah Alam Dewa Emas Bintang Satu, sangat yakin bahwa Zhang En tidak akan dapat menyakitinya.


Melihat sikap pria kurus ini, menuntut sepuluh ribu batu roh darinya, Zhang En tidak bisa menahan tawa mengejek, “Hehehe! Aku memang ingin merekrut sekelompok Dewa Emas, tapi aku bukan tempat penampungan untuk mendapatkan batu roh yang banyak. Tidak sembarang kucing dan anjing liar akan diterima. Kau ingin melayaniku, kan? Tetapi itu tergantung pada apakah aku ingin menerimamu atau tidak!.”


Mendengar Zhang En menyamakannya dengan anjing liar, pria kurus itu yang awalnya tercengang sejenak, segera kemarahannya meletus. 


Matanya melebar dan dua cahaya hitam samar melesat dari kedua matanya, "Zhang En, jangan berpikir bahwa aku tidak akan berani membunuhmu hanya karena kau memiliki Lin Ming dan Master Kun yang selalu mendukungmu!" 

__ADS_1


Matanya dengan sengaja melihat ke bawah di mana istana klan zhang berada, "Jika kau tidak segera membayar dengan jumlah itu sekarang juga, aku akan memusnahkan dan meratakan Klan Zhang ini! Dan tidak ada yang akan selamat dari orang-orangmu!"


Tepat saat suara pria kurus itu berakhir, Zhang En sudah bergerak.


WUSSHHH!!!!


Zhang En menyerang dengan telapak tangannya, dan kekuatan dari serangan telapak tangan itu membawa deru angin topan di udara. Dan juga, bayangan dari patung Buddha emas muncul di udara, memenuhi langit dengan cahaya Buddha.


Sudah lama sekali Zhang En tidak menggunakan Teknik Telapak Buddhanya.


Patung Buddha lalu membentuk seramgan telapak tangan mengikuti gerakan Zhang En dan memotong awan hantu itu hampir tanpa perlawanan, menembusnya.


Dengan jeritan hantu yang marah, awan hantu itu dengan paksa terkoyak, menghilang di udara. Seorang lelaki tua kurus dengan rambut panjang muncul di depan Zhang En, yang tidak lain adalah Leluhur Dewa Hantu.


Awalnya, jika serangan itu adalah serangan telapak tangan biasa, itu tidak bisa memotong awannya yang terbentuk dari qi hantu dengan begitu mudah, namun, apa yang digunakan Zhang En sebelumnya adalah salah satu Teknik Serangan rahasianya, Teknik Buddha.


Qi emas yang terkandung di dalam serangan Buddha adalah kutukan dari semua makhluk jahat seperti hantu dan iblis. 


BOOMMMM!!!


Di mana pun telapak tangan Zhang En mendarat, asap hitam melayang keluar dari tubuh Leluhur Dewa Hantu. 


Kekuatan Buddha sedang memurnikan tubuhnya, dan merusaknya.


"Qi dewamu sebenarnya mengandung kekuatan Buddha!" Beberapa saat kemudian, pria kurus itu berhasil mengusir kekuatan Buddha yang melukai tubuhnya, melotot marah pada Zhang En.


Zhang En tidak menanggapi perkataan pria kurus itu. Dengan lambaian tangannya, sepuluh ribu batu roh krlas dewa aepertinya menghujani keluar dari ruang hampa, jatuh ke tanah di bawah dengan suara dentuman keras.


"Sepuluh ribu batu roh kelas dewa ini, itu akan menjadi milikmu jika kau memiliki kemampuan untuk mengambilnya." Suara Zhang En terdengar, cahaya dingin berkilauan di matanya, "Tetapi jika kau gagal, harganya adalah kematian!"


Ketika pria tua itu mengancam membinasakan anggota klannya dengan menghancurkan istana Klan Zhang di bawah, pria kurus itu telah menyentuh garis bawah Zhang En dan membangkitkan niat membunuh dan gila pertempuran setelah sekian lama.

__ADS_1


Di mata Zhang En, pria kurus dan arogan ini sudah menjadi orang mati.


Dengan ini, membunuh satu dari mereka yang akan datang menemuinya, akan menjadi peringatan bagi mereka yang lain. Zhang En sudah tahu akan ada orang-orang seperti Leluhur Dewa Hantu seperti ini yang datang, berpikir mereka bisa memanfaatkannya.


Karena memang seperti itu, dia tidak keberatan membunuh beberapa lagi dari mereka untuk menghilangkan niat jahat Dewa Emas lainnyam


Pria kurus itu menatap dengan mata panas ke tumpukan sepuluh ribu batu roh di bawah, tertawa terbahak-bahak. “HaHaHa. Zhang En, aku sudah memutuskan! Bukan hanya aku akan mengambil semua batu roh dibawah, aku juga akan menangkap setiap anggota klanmu dan membuatmu menyerahkan harta itu!”


Sebelum kata terakhirnya terdengar, siluet pria kurus itu menjadi kabur, tiba di atas tumpukan batu roh di bawah dalam sekejap. Kemudian, tangannya terulur, ingin mengambil semuanya.


Tapi Zhang En lebih cepat darinya. Sama seperti pria kurus itu muncul di atas tumpukan batu roh di atas tanah, Zhang En sudah berada di belakangnya, menyerang punggungnya.


SWOOSSHHH


Wajah pria kurus itu langsung memucat. Dia lalu dengan cepat mengeksekusi teknik pemisah tubuhnya. Seluruh tubuhnya terpisah menjadi lebih dari seratus bola energi hitam.


Serangan Zhang En jatuh di ruang kosong.


Jauh di kejauhan, seratus bola hitam energi digabungkan lagi membentuk tubuh asli pria kurus itu.


Berhasil menghindari serangan Zhang En, dia mengungkapkan tawa puas, "Hahaha! Bocah, kau akan menjadi kelinci percobaanku hari ini, jadi semua orang akan tahu seberapa kuat tubuh Dewa Hantu ini." 


Cahaya hitam berputar di sekelilingnya. Dari ruang kekosongan di atas, qi raja hantu yang melimpah memasuki tubuhnya.


Setelah qi Raja Hantu bergabung dengannya, tubuhnya tiba-tiba membesar. Pada saat yang sama, Tubuh Hantunya bergeser.


SWWOOSSHHH!!


Dalam sekejap mata, pria kurus itu sekarang menjadi raksasa setinggi seratus meter. Setiap inci tubuhnya ditutupi dengan baju besi bersisik hitam, dan matanya bersinar hijau.


Dia lalu menyebarkan Qi hantunya dan menyapu ke segala arah.

__ADS_1


Dipengaruhi oleh qi hantu yang luar biasa, angin kencang menderu dan menyebat beberapa puluh ribu meter dari tempat dia berada, menyebarkan energi dingin yang ekstrim ke mana-mana.


__ADS_2