Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 628 - Melatih Fisik Dan Mengasah Kekuatan


__ADS_3

Hanya sesaat kemudian, keterkejutan Raja Kuno Seribu Jiwa berubah menjadi kegembiraan. Semakin dia memikirkannya, semakin yakin dia bahwa kekuatan api yang membentuk penghalang itu adalah api kuno yang legendaris.


Kepala Raja Seribu Jiwa meledak dalam tawa, bergema di dalam gua itu.


“Ahahaha, ternyata surga sekarang mendukungku!” Kepala raksasa itu tertawa dengan sentuhan kegilaan, melanjutkan, “Bocah manusia, dua kekuatan api ilahi kuno di tubuhmu itu adalah Ancient God Flame dan Ancient God Phoenix, kan? Hanya salah satu dari api ilahi kuno yang dapat menahan qi iblis milikku. Aku tidak menyangka, sama seperti aku ingin keluar dari segel ini, bahwa aku akan menyaksikan api ilahi kuno yang legendaris, apalagi, dua sekaligus!”


“Selama aku membunuhmu dan menjadikan kedua dua api itu menjadi milikku, aku akan bisa mendapatkan kembali kekuatan puncakku, bahkan melampaui kekuatanku yang dulu! Siapa selain aku yang mampu mendominasi seluruh Alam Dewa ini ?!”


"Aku, Raja Seribu Jiwa terkuat, akan menjadi penguasa sejati seluruh Alam Dewa ini!"


Tawa dari kepala Raja Seribu Jiwa ini terdengar di telinga Zhang En. Dia menjadi tenang saat dia fokus pada kepala Raja Seribu Jiwa di altar. Sebuah cahaya lembut melintas di sekitar tangannya dan Pil Dewa Kehidupan muncul di telapak tangannya. 


Glup! Menelan pil, dia segera memulai Pemulihan Instan untuk menyembuhkan tubuhnya.


SWOOSSHHHH!!!


Luka-luka di tubuhnya pulih dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.


“Eh? itu Pil Dewa Kehidupan?!” Dalam sekejap, Raja Seibu Jiwa langsung mengenali pil yang baru saja dikonsumsi Zhang En yang juga pil kelas dewa yang legendaris.


“Hehe, bocah manusia, sepertinya kau memiliki beberapa hal baik pada dirimu. Namun, aku ingin melihat berapa banyak pil itu yang mau miliki!”


Raja Seribu Jiwa membuka mulutnya lebar-lebar, mengeluarkan suara lain. Raungannya membawa kekuatan penghancur.


GROOOAAAHHHH!!!


Gelombang suara yang mengerikan menghantam setiap inci ruang di dalam gua, menutupi segala sesuatu dalam badai raksasa. Menghadapi badai qi iblis ini, bahkan tubuh kuat dari rata-rata Dewa Emas Bintang Satu tahap awal dan menengah akan tercabik-cabik dalam waktu singkat.


Sejumlah besar badai qi iblis raksasa berputar ke arah Zhang En mirip dengan bilah angin yang tajam, akan mencabik daging dari tulangnya. Ada juga gelombang suara menakutkan yang menusuk jiwanya seperti jarum tajam yang tak terlihat.


Serangan gelombang suara kali ini bahkan lebih kuat dari yang pertama.


Wajah Zhang En memucat, tetapi kekuatan dari Qi dewanya dan qi Naga Dewa Iblis mengalir deras ke seluruh tubuhnya, juga roh kedua api ilahinya terbang keluar dari tubuhnya, masing-masing mengaum untuk melawan gelombang suara yang menyerang.

__ADS_1


Pada saat yang sama, Zhang En melompat ke udara dan seluruh tubuhnya berputar di udara.


SWOOSSSHHH!!!!


Qi naga dewa iblis berkumpul menjadi badai besar dengan tubuhnya sebagai mata badai, semakin meluas, berubah menjadi badai berbentuk naga hitam.


Meskipun kepala Raja Seribu Jiwa lebih menakutkan dari yang dia duga, dia tidak akan hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.


Badai qi iblis Raja Seribu Jiwa telah mendekati Zhang En, bertabrakan dengan miliknya.


RUMBLEEE!!!


Seluruh gua itu bergetar hebat, seolah-olah akan hancur di saat berikutnya.


Di atas pemukaan tanah, air dari Danau Iblis yang awalnya tenang sekarang naik dalam gelombang besar yang mencapai ketinggian seribu meter, berceceran di mana-mana setelah dipengaruhi oleh gelombang kejut pertempuran di bawah. Bahkan lingkungan area Danau Iblis bergetar karena fluktuasi energi yang kuat yang datang dari bawah.


Di dalam gua, badai Naga hitam yang mengalir di sekitar terus-menerus terkikis oleh badai qi iblis raksasa milik Raja Seribu Jiwa. 


Ketika lapisan badai terakhir tersapu, badai qi iblis yang tersisa menerjang Zhang En.


Sama seperti sebelumnya, Zhang En dikirim terbang seperti layang-layang yang rusak, jatuh ke tanah dari udara tinggi, menyemburkan darah. Sekali lagi, seperti sebelumnya, dia kembali angkit dalam waktu singkat, mengeluarkan dan menelan pil. Kemampuan Pemulihan Instannya segera mengisi kembali qinya..


"Kau?! Tiidak mungkin !!" Kepala Raja Seribu Jiwa berteriak. Terlepas dari serangannya yang habis-habisan barusam, manusia yang dia lawan masih bisa berdiri dengan sangat cepat. Dalam hati, dia merasa tercengang.


"Raja Seribu Jiwa, apakah ini semua kekuatan yang bisa kau gunakan saat ini?" Zhang En menatap dingin ke arah kepala raksasa berambut emas di altar, mencibir, "Jika demikian, kau tidak akan bisa membunuhku."


Meskipun dia adalah orang yang menderita luka berat pada saat ini, Zhang En masih sangat terlihat tenang saat ini.


Pada saat ini, kepala Raja Seribu Jiwa mengeluarkan teriakan marah. Cahaya berkumpul di mata merahnya, semakin terang setiap detik, lalu melesat ke arah Zhang En.


WUUUSSSHHHH!!!


Gelombang berdarah Qi iblis membanjiri semua ruangan gua. Dua lautan gelombang besar Qi darah mengebor seperti panah runcing ke arah Zhang En dengan kecepatan yang tidak memungkinkannya untuk menghindar.

__ADS_1


Namun, Zhang En sudah siap kali ini.


Dia sekali lagi menghunakan kekuatan qi dewa miliknya dan Qi Naga Dewa Iblis, sedangkan roh dari kedua Api Ilahi di tubuhnya kembali memancarkan cahaya menyilaukan di sekitar tubuhnya.


Pada saat yang sama, armor hitam muncul di tubuh Zhang En.


Armor ini adalah Armor yang yang diberikan oleh Dewi Hao Shie kepadamya, Armor Dewa Air.


Tepat pada saat ini, serangan Raja Seribu Jiwa telah tiba.


Kedua lautan Qi darah menghantam gelombang armor pada armor Dewa air. Gelombang dari kedua serangan yang menyatu melonjak hebat dan terpisah, tetapi qi darah itu terus menyerang pelindung yang menutupi tubuh Zhang En.


DUARRRR!!!!


Zhang En kembali terlempar ke udara.


Kali ini, dia segera bangkit kembali, memasukkan pil ke dalam mulutnya dan memulai Pemulihan Instan. Tapi kali ini dia tidak batuk darah.


Melihat hasil ini, Raja Seribu jiwa menjadi marah, menyerang lagi.


Raja Seribu Jiwa menyerang berkali-kali, dan Zhang En bbangkit kembali berkali-kali seperti sebelumnya.


Pertempuran mereka berlanhsung seperti ini, matahari di atas permukaan danau terbenam dan telah gelap menjadi malam hari.


Pada hari pertama, setiap kali Raja Seribu Jiwa menyerang, Zhang En akan terlempar ke udara, terluka namun tidak dapat membalas sekali pun.


Pada hari kedua, Zhang En sesekali bisa menghindari serangan Raja Seribu Jiwa.


Pada hari ketiga, dia berhasil menyelinap dalam beberapa serangannya sambil menghindar.


Seiring berlalunya waktu, konsumsi energi Raja Seribu Jiwa meningkat secara signifikan. Saat dia semakin lemah, formasi penyegelan altar memperoleh keuntungan, sedangkan Zhang En semakin kuat setiap harinya. 


Setengah bulan kemudian, Zhang En mampu bertarung imbang melawan Raja Seribu Jiwa.

__ADS_1


Ini sekaligus melatih fisik dan mengasah kekuatan Zhang En dalam pertempuran nyata.


__ADS_2