
"Sekarang. Aku ingin kalian memberitahuku apa itu Binatang Api yang kalian bicarakan sebelumnya?" Seolah-olah dia tidak memperhatikan ekspresi terkejut yang masih diarahkan padanya, Zhang En bertanya tentang Binatang Api yang memiliki inti binatang dan hal bagus yang bisa meningkatkan kejernihan jiwa seseorang.
Ketika keempatnya mendengar Zhang En bertanya tentang binatang iblis api, mereka mengungkapkan semua yang mereka tahu, tidak berani menyembunyikan apa pun.
Ternyata, mereka berempat mendengar tentang Binatang Api dari murid klan tertentu di Gunung Awan Berapi. Di suatu tempat di Dunia Kematian, di dalam sebuah gua, dikatakan hidup seekor Binatang Api. Kekuatan Binatang Api itu dikatakan berada sekitar tahap menengah Alam Dewa Surgawi hingga tahap akhir. Binatang iblis Alam Dewa itu juga memiliki kecerdasan dan bisa berbicara seperti Klan Phoenix yang bisa berbicara seperti manusia dan memiliki kecerdasan.
"Gunung Awan Berapi." Zhang En mengulangi pada dirinya sendiri.
Gunung ini adalah salah satu area berbahaya di Dunia Kematian, tempat di mana binatang iblis elemen api berkuasa, tidak jauh setelah menyeberangi Sungai Makam Dewa.
...
Keesokan harinya.
Ketika matahari pagi telah terbit, kelompok Zhang En dan Lang Song berangkat, meninggalkan hutan dan tiba di tepi Sungai Makam Dewa.
Walauoun hari sudah terang hari dan racun makam yang dikeluarkan oleh sungai jauh lebih lemah daripada di malam hari, Zhang En, Lang Song Long, dan tiga orang lainnya tidak berani melepaskan kewaspadaan mereka dengan sembarangan. Kelompok Lang Song memakai armor besi khusus yang telah mereka persiapkan sebelumnya, untuk melindungi tubuh mereka, sedangkan Zhang En membentuk penghalang di sekelilingnya dengan kekuatan apinya.
Terbang di atas sungai, Zhang En melihat ke bawah ke permukaan sungai yang tampaknya tenang di bawah. Kadang-kadang, aliran energi merah yang samar terlihat melayang ke udara. Aliran energi merah samar ini memiliki suhu yang sangat tinggi. Untuk mengujinya, Zhang En melemparkan batu roh ke dalam sungai.
__ADS_1
Saat batu roh itu bersentuhan dengan aliran energi merah dibawah, itu menguap menjadi kumpulan energi spiritual.
Meskipun kekerasan batu roh itu tidak bisa dibandingkan dengan batu roh tingkat dewa, kekerasannya tidak kurang dari besi berumur sepuluh ribu tahun. Namun, itu menguap dalam sekejap.
Kelompok Lang Song menghirup udara dingin menyaksikan hasil ini. Setiap dari mereka meningkatkan kewaspadaan mereka.
Setengah jalan di seberang sungai, Zhang En tiba-tiba mendengar suara gerinda lembut di dekat tubuhnya. Memeriksa sekelilingnya, dia melihat segerombolan serangga merah menyala sebesar ibu jari orang dewasa jatuh ke sungai dari udara.
Masing-masing serangga merah menyala itu memiliki taring yang tajam dan memikiki ciri-ciri bentuk yang jelek. Menemukan segerombolan serangga ini, mereka semua sedikit tegang, segera menyadari bahwa ini adalah belatung api yang bisa menyelinap ke dalam aliran darah seseorang tanpa tanda-tanda, menghisap esensi darah, sumsum tulang, dan jiwa korban mereka.
Zhang En bahkan berkeringat dingin tanpa keempat orang itu menyadarinya.
Tidak lama kemudian, mereka diserang oleh segerombolan belatung api lainnya.
Sebelum memasuki Dunia Kematian, armor yang disiapkan kelompok Lang Song secara khusus digunakan untuk menghadapi belatung api ini. Jadi, meskipun serangan berturut-turut dari belatung api, kelompok empat mereka tidak dalam bahaya.
Satu jam kemudian, mereka berlima menyeberangi Sungai Makam Dewa yang menakutkan tanpa kecelakaan.
Mencapai sisi lain sungai, kelegaan yang jelas terlihat di wajah Lang Song dan tiga orang lainnya saat mereka menyeka keringat dingin di dahi mereka. Tidak ingin tinggal di dekat sungai lebih lama lagi, mereka semua dengan cepat pergi, terbang ke arah Gunung Awan Berapi.
__ADS_1
Saat mereka terbang lebih dekat ke Gunung Awan Berapi, jumlah binatang iblis elemen api yang mereka temui semakin meningkat jumlahnga. Sekali atau dua kali, kelompok itu diserang oleh binatang iblis ranah Alam Dewa Surgawi, tetapi hanya memiliki kekuatan Alam Dewa Surgawi tahap awal. Zhang En bahkan tidak perlu turun tangan, semua serangan dengan mudah ditangani oleh Lang Song.
Satu jam lagi berlalu ketika Zhang En berhenti di depan gunung yang sangat besar.
Gunung besar ini memiliki banyak awan api yang mengambang di sekitarnya mulai dari ketinggian. Oleh karena itu, Gunung itu di sebut Gunung Awan Berapi. Bahkan dari tempat mereka berada, raungan binatang iblis yang tak ada habisnya bisa terdengar.
"Tuan, kami tidak tahu lokasi pasti dari gua Binatang Api itu, menemukannya dalam situasi ini akan sangat merepotkan." Lang Song berbicara dengan hormat kepada Zhang En.
Zhang En mengangguk sebagai balasan. Cukup merepotkan memang dalam keadaan mereka saat ini.
Area Gunung Awan Berapi terlalu besar, dan siapa yang tahu seberapa tinggi puncaknya, menyisir area sebesar itu akan memakan waktu beberapa hari. Lebih jauh lagi, jika mereka memperingatkan semua binatang iblis yang tinggal di daerah Gunung ini, memicu kemarahan mereka, sepercaya diri apapun Zhang En dengan kekuatannya sendiri, itu tidak dapat disangkal juga membuatnya sakit kepala jika menghadapi binatang iblis elemen api di area itu sekaligus.
Meskipun mereka tidak tahu berapa banyak binatang iblis yang tinggal di situ, mereka memperkirakan jumlah binatang iblis di area itu mungkin sekitar sepuluh ribu. Binatang iblis yang mampu memenangkan wilayah untuk diri mereka sendiri di sini di Gunung Awan Berapi, kekuatan mereka tidak akan lebih rendah dari Alam Dewa Surgawi.
Dengan mayoritas binatang iblis ini memiliki kekuatan level Alam Dewa Surgawi ke atas, mungkin juga ada binatang iblis Alam Dewa Surgawi Tingkat Tinggi atau bahkan Alam Emas di antara mereka.
Sebuah ide melintas di benak Zhang En dan matanya menjadi terang. Mereka mungkin tidak tahu di mana gua Binatang Api itu, tetapi binatang iblis yang tinggal di sini di Gunung Awan Berapi mungkin tahu sesuatu. Zhang En bisa menangkap beberapa binatang iblis ini dan menjelajahi jiwa mereka, mungkin dia bisa mempelajari beberapa informasi yang berguna.
Merenungkan hal itu sejenak, Zhang En tidak memerintahkan kelompok Lang Song untuk masuk ke area gunung. Ssbaliknya, dia menyuruh mereka untuk tetap di tempat mereka dan menunggunya. Di antara keempatnya, dua di antaranya memiliki alam kultivasi dari Alam Dewa Leluhur Bintang Tiga, jauh lebih lemah dari yang dibayangkan, dan Zhang En mungkin tidak bisa menjaga keselamatan mereka jika terjadi kecelakaan pada mereka.
__ADS_1
Atas perintah Zhang En, mereka berempat tidak berani menyuarakan keberatan. Karena itu, mereka dengan patuh menunggu Zhang En di bagian terluar Gunung Awan Berapi dibawah kaki gunung.