Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 238. Amarah Zhang En (4)


__ADS_3

Suara Zhang En sedingin biasanya, "Kau akan dihukum setelah semua ini selesai!" Kemudian dia menoleh ke penjaga istana yang datang yang datang tadj, "Suruh mereka masuk."


"Baik!!" Penjaga istana itu segera pergi keluar dari aula untuk menemui orang-orang dari Klan Qing. Sedangkan Zhang En akhirnya menyuruh Die Buji dan semua murid penjaga istana lainnya untuk berdiri. Dia memerintahkan murid penjaga istana untuk keluar dan Die Buji tinggal bersamanya di aula utama.


“Kau, duduklah di kursi.” Zhang En menunjuk ke salah satu kursi yang ada di depannya.


Setelah Die Buji duduk, Tetua Klan Qing, Qing Meng berjalan memasuki aula dengan wajah sombong bersama sekelompok ahli dari Keluarga Qing yang mengukutinya dari bealakang. Namun, ketika mereka sudah masukke dalam aual, mereka sedikit terkejut melihat potongan-potongan pintu yang tepah rusak tergeletak di sekitar lantai Aula itu, sepertinya sebuah pertempuran barusan saja terjadi beberapa saat sebelum mereka tiba.


Seiring dengan keterkejutannya, Qing Meng memindai sekeliling ruangan aula itu. Dia melihat seirang pemuda yang sedang duduk di dalam aula bersama dengan Die Buji.


Berdasarkan ciri-ciri yang dikatakan oleh murid Klan Qing, pemuda yang duduk sedang duduk itu kemungkinan besar adalah pelaku yang menghajar murid Sekte Dewa Bintang. Tapi yang membuatnya bingung adalah Pemuda itu duduk di kursi utama pemimpin Kota, sedangkan Die buji duduk di kursi bawah.


Setelah itu, Qing Meng terus berjalan sampai berada tepat di depan Die Buji dan menangkupkan tangannya untuk menyapa, "Pimimpin Die." Terlepas dari pengaruh kuat Keluarga Qing, Die Buji ini serang pemimpin Kota Naga dan di depan Die Buji, dia tidak berani bertindak tidak sopan.


Die Buji memasang wajah dingin dan hanyamengangguk sedikit, "Ada urusan apa kalian menemuiku?"


Mendengar Die Buji berbicara langsung ke intinya, Qing Meng juga langsung mengungkapkan kedatangan mereka sambil menunjuk ke arah Zhang En, “Pemimpin Kota, pemuda ini telah melukai murid sekte Dewa Bintang. Tidak hanya itu saja, dia telah menghancurkan Dantian Tuan Muda Hu, dia juga memotong kedua lengannya. Aku harap Pemimpin Kota untuk menyerahkan pemuda ini kepadaku, jadi aku bisa membawanya ke kediaman Qing untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya."


Die Buji melirik Zhang En, namun dia tidak bisa mengambil kesimpulan ketika melihat wajah tenang Zhang En.


​​"Bagaimana jika aku menolak permintaanmu?"


Wajah Qing Meng menjadi gelap, dan tidak lagi repot-repot untuk berpura-pura sopan. Sebuah ejekan terdengar saat nadanya dicampur dengan ancaman terselubung, "Pemimpin Kota Die, apakah kau sudah memikirkan konsekuensinya?


Die Buji menggerutu dengan amarah di dalam hatinya, dia tiba-tiba mengeluarkan serangan dari telapak tangannya.


Meskipun Qing Meng menyandang status Tetua di dalam Klan Qing, basis kultivasinya masih dibawah Die Buji, bagaimana bisa Qing Meng menahan serangan Die Buji. 

__ADS_1


Hanya dalam satu kedipan mata, tubuhnya dikirim terbang dan jatuh dilantai.


“Tetua Qing Meng !” Para ahli yang datang bersama Qing Meng berteriak karena kaget, bergegas ke sisinya.


Qing Meng mencoba berdiri dan menatap tajam ke arah Die Buji. Qing Meng tahu kalau dia bukan lawan Die Buji, dan karena hal itulah dia berusaha untuk tetap menahan amarahnya.


Qing Meng memelototi Die Buji, berkata, "Die Buji, aku harap kau tidak akan menyesali apa yang barusan kau lakukan!" 


Qing Meng kemudian memberi tanda kepada para ahli di sekitarnya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Siapa yang menyuruh kalian pergi dari tempat ini?" 


Ketika Qing Meng dan para ahli keluarga Qing nya yang ada disekitarnya melangkahkan kaki untuk pergi, Zhang En, yang dari tadi hanya duduk diam dan menonton akhirnya angkat bicara.


Qing Meng berhenti di tengah jalan dan berbalik, menatap tajam ke arah Zhang En, "Bajingan, apa maksudmu? apakah aku perlu izin padamu jika aku pergi dari tempat ini ?!”


Cakar itu adalah jurus Cakar Naga iblis dan bayangan cakar itu tak terhitung jumlahnya membawa kekuatan penghancur yang luar biasa menakutkan menenggelamkan Qing Meng dan kelompok ahli Keluarga Qing lainnya. Wajah mereka menjadi pucat menghadapi serangan mendadak yang muncul entah dari mana itu.


Pada saat Qing Meng berusaha untuk menghindar, yang membuatnya merasa ngeri adalah ketika dia merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak satu inci pun dari tempatnya.


Raungan Naga iblis menembus gendang telinga mereka seolah-olah mereka berada di neraka.


BOOMMM!! BOOMMM!! BOOMMM!


Pada saat ledakan itu, banyak jeritan kesakitan terdengar serempak dan semua ahli dari keluarga Qing nya terlempar ke udara serta darah berceceran di lantai dan di setiap sudut aula besar itu.


Tidak lama setelah itu, tangisan dan jeritan mereka berhenti.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Qing Meng berjuang untuk memutar kepalanya dan melihat sekelilingnya, dia melihat bahwa semua ahli yang mengikutinya dari kediaman Qing, semuanya sudah mati. Para ahli yang menemaninya ini semuanya adalah anggota keluarga inti dan juga ahli tingkat tinggi dari Keluarga Qing mereka. Dengan kata lain, orang-orang ini adalah kekuatan inti Klan Qing, tetapi sekarang, lebih dari seratus anggota inti Keluarga Qing dan para ahli tingkat tinggi keluarga Qing semuanya mati mengenaskan tanpa perlawanan.


Memikirkan kerugian besar ini, Qing Meng tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada di hatinya saat ini adalah hati yang dipenuhi dengan amarah, kesedihan, dan ketakutan yang belum pernah dia alami dan temui dalam hidupnya.


Namun, dia tahu kenapa dia masih belum mati karena orang yang menyerang mereka barusan, sengaja untuk membiarkannya hidup.


Qing Meng menatap Zhang En dengan mata penuh kebencian dan berteriak, “Bajingan...!! Tidak peduli dari keluarga bamgsawan mana kau berasal, kau telah berani membunuh begitu semua dari Klan Qing kami, kau pasi akan mati! karena telah mencari masalah dengan Klan Qing!" 


Die Buji menoleh ke arah Zhang En, dengan hormat berkata, "Penguasa Muda, bawahan ini memiliki seratus cara untuk menyiksa Qing Meng ini !"


Mendengar kalimat Penguasa Muda yang di ucapkan Die buji kepada Zhang En, Qing Meng seperti disambar petir dan kemudian matanya melebar karena terkejut.


"P-Penguasa Mudaaa... ?!"


Qing Meng mengatakan kalimat itu dengan mulut tergagap, kesombongan dan niat membunuhnya sebelumnya terhadap Zhang En,semua menghilang dalam sekejap dan menyisakan rasa takut.


Zhang En menatap Qing Meng sambil menjawab pertanyaan Die Buji, “Tidak perlu... Sudah beberapa bulan ini, kebetulan sekali Kumbang Mayat Beracun milikku sudah lama tidak makan enak."


Mendengar nama Kumbang Mayat Beracun disebutkan oleh Zhang En, lutut Qing Meng menjadi lemas dan pingsan ditempat saat itu juga.


Zhang En melambaikan tangannya, melepaskan segerombolan besar Kumbang hitam Kuno miliknya. Kumbang hitam kuno itu terbang dengan cepat menyerbu ratusan tubuh Keluarga Qing yang tergeletak di bawah lantai. 


Beberapa saat kemudian, koloni Kumbang Hitam Kuno itu telah menggerogoti dan memakan semua mayat di lantai, termasuk tubuh Qing Meng yang telah pingsan sebelumnya.


Zhang En kemudian menarik semua koloni kumbang Hitam Kuno itu kedalam Pagoda Kuil Gunung Dewa dan berkata kepada Die Buji, "Sepertinya Klan Qing sangat ingin bertemu denganku, kalau begitu aku harus pergi menemui mereka."


Tenggorokan Die Buji terasa kering dan menelan ludahnya sendiri dengan paksa ketika mendengar perkataan Zhang En barusan, dia mendeteksi adanya niat membunuh yang jelas di mata Zhang En. 

__ADS_1


Didalam benaknya, dia sudah bisa membayangkan berita yang akan tersebar beberapa jam kemudian dan Klan Qing selamanya akan terhapus keberadaannya di Benua Awan Bintang ini. Die Buji merasa merinding memikirkan apa yang akan terjadi nanti.


__ADS_2