Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 603 - Dua Anak Kecil Yang Naif


__ADS_3

Mata Fu Huan menyipit, tetapi dalam hati, dia terkejut. 


Dia telah mendengar bahwa begitu teknik serangan syair seseorang mencapai tingkat tinggi, mereka akan mampu mengumpulkan kekuatan gelombang suara dan tak terkalahkan di antara para kultivator dengan alam kultivasi yang sama.


'Cahaya keemasan itu, apakah itu kekuatan gelombang suara tingkat tinggi? Apakah itu berarti Yu Cang sudah menguasai sampai ke tahap tingkat tinggi ?!'


Para penonton juga mendiskusikan hal yang sama yang terlintas di benak Fu Huan.


"Rumor mengatakan bahwa siapa pun yang mampu menguasai teknik itu dengan sempurna akan tidak terkalahkan di bawah ranah Dewa Emas!"


Yu Cang tersenyum cerah ketika diskusi dari para penonton memasuki telinganya. 


Melihat Fu Huan, dia berkata, “Meskipun Teknik Es Hitam milikmu tidak lemah, kultivasimu belum mencapai tingkat tahap akhir dari Alam Dewa Surgawi, jadi kau bukan lawanku. Sekarang, masih ada waktu jika kau keluar dari dari atas panggung pertempuran ini sekarang.”


Ekspresi wajah Fu Huan berubah jelek, berteriak marah. 


WUUUSSHHHH!!!


Awan hitam pekat di sekelilingnya bergetar saat dia langsung mendekati Yu Cang, mengayunkan tinjunya untuk memberikan serangan membunuh.


Awan hitam pekat terbang ke depan saat kekuatan mengerikan dari tinju Fu Huan mendarat di dada Yu Cang. Pada saat yang bersamaaan, orang bisa mendengar tangisan hantu yang samar dari tinjunya.


“Itu adalah Tinju Hantu dari Sekte Hantu Kuno!” Seseorang berseru dengan keras mengenali ledakan kekuatan dari tinju Fu Huan.


“Tinju Hantu ?! Dalam catatan kuno, setiap kultivator di bawah Alam Dewa Emas yang terkena Tinju Hantu akan disiksa oleh ribuan hantu yang menempel di tubuh mereka sementara hantu itu juga melahap jiwa mereka, mati dalam kesakitan yang menyiksa!” Salah satu dari penonton lainnya menjerit.


Semua orang yang mendengar ini merasa merinding di leher mereka.


Bahkan Long Qin tercengang melihat Fu Huan menampilkan teknik serangan itu.


Saat Yu Cang menyaksikan awan hitam pekat bergulir ke arahnya, dia tidak berani gegabah. Cahaya keemasan yang menyilaukan keluar dari tubuhnya, lalu dia membuka mulutnya dan meludahkan banyak simbol kuno yang misterius.


Setiap simbol kuno seperti gunung emas kecil, memancarkan cahaya keemasan yang mempesona.


Simbol emas misterius bentrok dengan kekuatan awan hitam itu. Gelombang kejut menyebabkan panggung pertempuran bergoyang dan bergetar saat ledakan bergema terdengar.

__ADS_1


DUARRR!!!


DUARRR!!!


DUARRR!!!


Ledakan dari simbol emas dan awan hitam itu lalu kabur dan menghilang.


Yu Cang terhuyung mundur beberapa langkah kebelakang, sedangkan Fu Huan terhuyung-huyung mundut lebih dari sepuluh langkah dengan wajah yang sudah memucat.


WUSSHHH!!!


Begitu Yu Cang memantapkan tubunya, dia membuka mulutnya sekali lagi. 


Kali ini, simbol emas yang terbang keluar tidak lagi terpisah satu per satu, melainkan membentuk bola emas cerah yang melesat ke arah Fu Huan. 


Retakan garis seperti rambut muncul di ruang di sekitar panggung pertempuran.


Wajah Fu Huan menegang. Awan hitam pekat di sekelilingnya menyatu dan kembali memadat sekali lagi, berubah menjadi atmor hitam menutupi tubuhnya.


Di luar panggung pertempuran, tidak ada riak ketertarikan atau yang lainnya yang muncul di wajahnya saat dia menyaksikan pertempuran kedua orang ini.


Kekuatan mereka jauh lebih buruk dibandingkan dengan milik Lang Song yang pernah dia hadapi dan dia kalahkan sebelumnya di Dunia Kematian.


Pertempuran Fu Huan dan Yu Cang terus berlanjut, tetapi semakin lama Zhang En menonton, semakin dia merasa bosan.


Pada akhirnya, Fu Huan kalah dengan di jatuh dari atas panggung.


Setelah keluar dari atas panggung, Fu Huan memelototi Yu Cang yang masih berdiri di atas panggung. 


Meskipun dia tidak mau dan menerima kekalahan, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain menghapus noda darah dari mulutnya dan kembali berdiri di belakang kursi Patriark Fu Muan berada.


Yu Cang masih tetap berdiri tegak di atas panggung, tidak repot-repot mengurangi auranya, dia telihat tenang namun mendominasi, dan berkata, "Siapa lagi yang ingin merasakan kekuatan dari Teknik Syairku?"


Tetapi tidak ada murid dari sekte atau klan manapun yang berani memasuki panggung pertempuran. Siapa yang bisa mengatakan mereka masih hidup seperti Fu Huan ketika mereka akan ditendang keluar dari atas panggung pertempuran saat melawan Yu Cang.

__ADS_1


Melihat tidak ada yang berani naik ke atas panggung, kepala Yu Cang sedikit miring ke arah Zhang En, suaranya terdengar mendominasi, “Mungkinkah tidak ada seorang pun dari Sekte Roh api yang berani melawanku? Jika demikian, aku benar-benar ingin mengucapkan terima kasih karena telah memberi hadiah batu roh yang banyak kepada sekte kami dengan begitu mudah.”


“Setelah menyaksikan betapa kuatnya kekuatan dari Kakak Senior Yu Cang, aku pikir keempat murid dari Sekte Roh Api itu sudah mengencingi celana mereka. Sekarang, siapa yang berani bertempur dengan Kakak Senior Yu kita?" 


Pada saat ini, salah satu dari kelompok Long Qin bersuara.


"Benar. Aku tidak berharap bahwa Zhang En itu akan menjadi bodoh sejauh ini, memberikan tiga puluh ribu batu roh kelas tinggi kepada sekte kita secara gratis.” Yang lainnya juga menimpali.


Kedua orang ini mengobrol di antara mereka sendiri seolah-olah tidak ada yang bisa mendengar mereka, tetapi para tamu yang hadir setidaknya adalah Dewa Surgawi, tidak ada sepatah kata pun yang bisa lolos dari telinga mereka.


Mendengar ini, Dong Fang sangat marah, tapi saat dia akan terbang ke atas panggung, lengan Zhang En menghentikannya dan berkata, “Ini hanya Yu Cang belaka, tidak perlu bagi kakak Dong untuk naik ke atas panggung itu untuk melawannya. Cukup aku saja yang menghadapinya.”


Lin Ming, Dong Fang, Huan Rong, dan bahkan Bai Yunfei tercengang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Zhang En.


Lin Ming lalu memandang Zhang En, beberapa saat kemudian dia perlahan mengangguk, "Baiklah. tolong berhati-hati saat menghadapinya."


"Hehee. Guru! Kau duduk dan menonton saja, juga percayalah padaku." Zhang En dengan hormat menjawab dan kemudian berbalik. 


SWWOOSSHHHH!!


Dalam sekejap, dia sudah berada di atas panggung.


Ketika semua orang melihat bahwa orang yang dikirim Lin Ming untuk melawan Yu Cang sebenarnya adalah Zhang En, mereka terkejut.


Mata indah dan menawan Dewi Hao Shie menyala ketika dia melihat Zhang En muncul di atas panggung, beberapa pikiran terlintas di benaknya.


Sedangkan Long Qin hanya mencibir diam-diam.


Di atas panggung, Yu Cang tersenyum pada Zhang En sambil menggelengkan kepalanya, “Zhang En, aku sangat mengagumi keberanianmu, berani naik ke panggung ini meski tahu kalau kau bukan lawanku.”


Orang-orang dari Sekte Naga Langit yang berada tepat di bawah panggung lalu tertawa terbahak-bahak.


Zhang En tetap tenang, menjawab, "Awalnya, aku ingin membiarkan kau bisa hidup dalam penyesalan, tetapi sekarang, sepertinya kau membuang kesempatan ini."


Yu Cang dan semua orang yang mendengar ini bingung mendengar kata-kata arogan Zhang En.

__ADS_1


Yu Cang bahkan tertawa saat menatap Zhang En, matanya dipenuhi rasa kasihan karena menganggap Zhang En adalah orang yang sudah mati.


"Zhang En, terkadang sangat sulit bagiku untuk tidak mengakui bahwa kau benar-benar memiliki bakat untuk membuat sesuatu hal yang lucu." Yu Cang lalu tertawa sebentar dan kembali menatap Zhang En, melanjutkan, “Perkataanmu itu sangat lucu bagiku, bahkan Liu Fang yang sekarang telah menerobos ke Alam Emas tidak berani mengatakan bahwa dia bisa membunuhku, apakah kau pikir kau lebih kuat darinya?”


__ADS_2