
Zhang Ena akhirnya kembali ke kediamannya. Ketua Xin Long tersenyum ketika dia melihat Zhang En dan dia membelai janggutnya dengan tangan kanannya.
"Sangat bagus nak, aku sudah hampir setahun tidak melihatmu, dan auramu bahkan lebih halus. Kamu bisa pergi ke balai tugas sekte untuk mengambil sebuah misi.”
Ketua Xin Long tidak mengatakan apa-apa, tapi diam-diam dia sedikit senang melihat peningkatan Zhang En selama setahun belakangan ini.
Zhang En kemudian masuk kedalam kamarnya dan membersihkan diri lalu beristirahat.
Saat dia terbangun, hari sudah hampir gelap dan dia beranjak dari tidurnya dan membasuh wajahnya. Tidak lama setelah itu, Zhang En keluar dari rumah kecilnya menuju ruang makan untuk mengisi perutnya.
Selesai makan, Zhang En berniat untuk jalan-jalan sebentar sekalian menemui Su Fai dan teman-temannya untuk menanyakan kabar mereka.
Saat Zhang En hendak mencari mereka, dia mendengar langkah kaki yang terdengar mendekat dari kejauhan. Tidak kurang dari 30an orang, pria dan wanita dengan berbagai ekspresi datang ke arahnya.
Shu Fai yang memimpin kelompok mempercepat langkahnya. Ketika dia melihat wajah Zhang En, Shu Fai tertawa dan menyapanya. “Saudara Zhang, kau kembali pada waktu yang tepat. Beberapa hari yang lalu, akh menghabiskan 100 kontribusi sekte dari mengumpulkan herbal untuk anggur dan sekarang kau sudah kembali."
Meskipun dia berbicara seperti ini, senyum hangat di wajahnya mengkhianati pikiran batinnya. Dia sangat senang melihat Zhang En kembali. Sulit menemukan teman baik dalam hidupnya.
Zhang En melangkah maju dan memeluk Shu Fai. Seorang teman yang baik sulit didapat, belum lagi bagaimana mereka ketika mereka bertemu.
“Haha, karena kau memilikinya, maka kita akan minum anggurnya malam ini!” Zhang En telah menghabiskan sebagian besar waktunya berkultivasi ketika dia menjalani hukuman.
Saat itu hanya Ying Chin yang kadang-kadang datang untuk berbicara dengannya, tapi dia sering sendirian. Sekarang dia melihat begitu banyak kenalan, bagaimana mungkin dia tidak merasa bahagia?
"Baik! Kami tidak akan kembali sampai kami mabuk! ” Shu Fai tersenyum dan menepuk bahu Zhang En.
__ADS_1
Dibandingkan satu tahun yang lalu, temperamen Zhang En semakin terlihat berwibawa dan badannya terlihat semakin kokoh. Shu Fai mengamati Zhang En dan dia melihat Zhang En tidak diam selama setahun ini dan kemajuannya terlihat sangat luar biasa.
Ada sekelompok murid disekitar mereka, kebanyakan dari mereka adalah murid dari keluarga berpengaruh atau kelas atas seperti keluarga bangsawan dan pedagang kaya, dan para gadis, yang memandang dengan penuh rasa ingin tahu pada Zhang En. Ketika mereka menyadari bahwa aura Zhang En sekarang lebih tersembunyi, mereka semua diam-diam merasakan ketakutan.
Kemudian Zhang En memimpin kelompok itu kembali ke rumahnya dan mereka semua duduk bersama. Adapun yang lain, mereka secara alami tidak berpartisipasi dan mereka juga tidak bisa bergabung dengan kelompok mereka.
Ketika Shu Fai mengeluarkan beberapa toples anggur, Zhang En dengan bersemangat mengambil sebuah toples. Dia membuka toples dan semburan aroma anggur memenuhi ruangan. Semua orang bisa mencium baunya dengan jelas.
Saat ini, mereka mulai mengobrol dan minum anggur hampir pagi hari.
Shu Fai sudah tidak sadarkan diri karena mabuk dan bersandar pada Zhang En. Dari waktu ke waktu, dia akan menggumamkan beberapa kata ngawur. Melihat keadaan mabuk Shu Fai, ketika dia biasanya sangat tenang membuat Zhang En tersenyum dari dalam hatinya.
Zhang En kemudian mengangkat toples di tangannya dan meminum sedikit anggur terakhir di dalamnya. Zhang En merasa bahwa dia juga mabuk dan tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Dia berbaring di sana sambil mengamati bintang-bintang di langit.
•••
Zhabg En sedang duduk di sana, menyerap energi spiritual yang ada disekitarnya sambil berkultivasi
Ketika dia berada ditempat terlarang sekte tempat dia dihukum, dia hanya fokus pada pemahaman seni pedang dan tidak terburu-buru untuk meningkatkan kultivasinya.
Hari ini dia tenang untuk terus berkultivasi. Dia merasa bahwa dia hampir menerobos ke tahap akhir dari tingkat suci menengah menerobos ketahap suci akhir. Setelah itu, akan menjadi waktu baginya untuk pergi ke Balai Tugas Sekte untuk mengambil misi untuk mendapatkan kontribusi sekte.
Dia hanya duduk di tempat tidur sambil menyerap energi spiritual. Akhirnya, setelah lebih dari satu jam, terdengar suara ledakan dan aura Qi di sekitar Dantiannya menjadi semakin terang.
Pada saat ini, Zhang En telah menerobos ke tahap pendekar suci tingkat akhir. Ketika dia melihat warna cerah dari aura yang dipancarkan tubuhnya, dia merasa sangat senang. Dia tahu bahwa dia hanya selangkah lagi untuk mencapai memasuki ranah tingkat dewa bintang 1.
__ADS_1
Zhang En kemudian membersihkan dirinya dan setelah itu menuju balai tugas sekte untuk memgambil misi.
•••
Sesampainya disana, dia melihat semakin banyak murid yang memasuki tempat itu dan ada juga yang baru keluar dari sana untuk mengambil misi mereka masing-masing.
Zhang En tidak terburu-buru untuk memasuki tempat itu. Sebaliknya, dia melihat kearah lain dan memandang iri pada murid-murid yang terbang di langit dengan pedang terbang mereka atau menaiki berbagai tunggangan hewan mereka.
Zhang En melebarkan kedua matanya karena baru melihat hal yang seperti ini. Diam-diam dia juga berniat bisa seperti mereka. Walaupun Zhang En memiliki pedang pemberian Tetua Chao, tapi pedang itu bukan pedang yang di khususkan untuk dipakai untuk terbang.
Setelah memasuki gedung balai tugas. Zhang En melihat suasana didalmnya sangat mewah dan sangat bagus. Selain tetua berjubah hitam ada disitu, ada juga para murid muda yang membantu membagikan misi.
Zhang En hanya bisa tercengang. Ini adalah pertama kalinya dia di sini, jadi dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa melihat sekeliling dan melihat bagaimana orang lain menerima misi. Setelah melihat beberapa saat, Zhang En akhirnya mengerti cara mengambil sebuah misi.
Zhang En lalu menghampiri salah satu petugas yang ada di situ dan bertanya bagaimana cara untuk mendapatkan sebuah misi. Pemuda itu lalu meminta token milik Zhang En dan kemuadian Zhang En mengeluarkan Token Emas miliknya.
Saat melihat token milik Zhang En, pemuda itu kemudian memberi hormat karena token milik Zhang En adalah token emas yang hanya dimiliki oleh murid ketua sekte itu dan kemudian mengambil tabung giok putih. Lalu dia melirik token emas milik Zhang En. Nama Zhang En dan semua informasinya tercatat dengan jelas di sana. Dia juga melihat sudah ada 200 kontribusi sekte di sana, yang membuat pemuda itu memandang Zhang En dengan sedikit keterkejutan.
Setelah dia selesai, pemuda itu melihat ke dalam tabung giok sekali lagi. Kemudian dia melambaikan tangannya dan seberkas cahaya putih keluar dari tabung giok dan memasuki token emas Zhang En.
Kemudian dia tersenyum setelah cahayanya menghilang dan menyerahkan kembali token emas itu kepada Zhang En.
"Baiklah, misinya adalah pergi ke suatu tempat tepatnya di kota Tianjin. Pergilah temui salah satu keluarga klan terbesar di sana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Misi ini ditambahkan baru-baru ini. Sepertinya ada semacam kejadian yang terjadi di sana. Adapun masalah lainnya, kau harus menghadapinya sendiri. Detail situasi dan lokasi telah dicatat dalam token milikmu. "
Zhang En menerima tokennya dan tersenyum pada pemuda itu, "Terima kasih, Kakak Senior," ucap Zhang En sebelum berbalik lalu pergi keluar dari tempat itu.
__ADS_1