
Setelah Zhang En masuk ke dalam rumah miliknya, dia lalu membersihkan diri dan beristirahat selama satu hari penuh. Setelah dia bangun, Zhang En merasa tenaganya telah pulih seratus persen.
Dia lalu memasuki Gunung dewa dan masuk ke dalam Kuil Dewa yang ada di tengah gunung itu. Setelah masuk ke aula samping Kuil Dewa tempat kolam cairan Buddha Kehidpan berada, Zhang En menelan setetes cairan dari kolam itu dan kemudian memasuki pusat Formasi Sepuluh Buddha untuk berlatih Warisan Seni Dewa Buddha Kebenaran.
Semenjak Zhang En berlatih Seni Dewa Buddha Kebenaran, secara internal kekuatan nya semakin meningkat dan Lautan Qi di dalam Dantian miliknya semakin murni. Semua ini terjadi ketika roh bela diri naga kembar Zhang En melayang di dalam Dantian nya, Roh Naga itu terus melahap dan menyerap energi yang mengalir dari energi cahaya Buddha, Qi naga sejati, dan energi spiritualnya terus di murnikan.
Di atas lautan Qi ruang Dantian Qi Zhang En, Patung Buddha emas dan kedua naga juga berubah menjadi Naga Emas saat menyerap energi yang terpancar dari Patung Buddha emas.
Tidak terasa satu minggu berlalu Zhang En berlatih di dalam Kuil Gunung Dewa.
Setelah berkultivasi, dia lalu membuka matanya, Zhang En menghembuskan nafas pelan-pelan keluar dari mulutnya, dia Merasakan Qi sejati mengalir di dalam tubuhnya, Zhang En diam-diam senang dan puas.
Ketika Zhang En ingin keluar dari Kuil Dewa, tanpa sengaja dia memasuki sebuah ruangan lain yang ada di Kuil Gunung Dewa. Di dalam ruangan itu dia melihat sebuah Altar Kuno ada di tengah ruangan itu. Hanya Dalam satu lompatan, dia mendarat tepat di tengah altar.
Di atas altar pengorbanan ada sembilan belas boneka raksasa yang memancarkan cahaya gemerlap seperti kristal. Semua sembilan belas boneka raksasa itu memancarkan tekanan yang mencekam. Tidak ada yang lain di ruang itu selain altar dan sembilan belas boneka di atasnya.
“Ini adalah… boneka?” Zhang En berhenti sejenak melihat kesembilan belas boneka raksasa itu. Dia pernah mendengar tentang boneka, Boneka adalah sesuatu yang disempurnakan orang-orang tertentu menggunakan beberapa metode rahasia, dari benda mati dan tidak diragukan lagi boneka itu jika bisa di kendalikan. Namun, ada perbedaan antara boneka kelas rendah dan tinggi.
Boneka kelas rendah tidak memiliki kecerdasan dan gerakan nya lambat saat mengikuti perintah tuannya, tetapi beberapa boneka kelas tinggi dikatakan memiliki pemikiran sederhana dan mempunyai kelebihan, boneka kelas tinggi bisa memiliki pikiran dan bertindak sendiri sampai batas tertentu.
Dari jarak dekat, Zhang En memperhatikan di dahi boneka raksasa ini, ada pola rahasia kecil, tampak seperti jenis huruf khusus dari beberapa suku kuno.
“Bagaimana cara mengontrol boneka ini?” Zhang En bertanya-tanya saat dia terbang di sekeliling altar pengorbanan sebelum mendarat di sudut kiri.
__ADS_1
Didinding ruangan itu Zhang En Membaca teks kuno dan tanpa dia sadari tulisan itu masuk ke dalam ingatannya, dia lalu duduk bersila dan mulai berlatih, mengikuti metode yang ditampilkan oleh ingatan yang masuk ke dalam pikirannya.
Teknik Pengendalian Boneka Kuno
Kata-kata ini terlontar dari mulut Zhang En. Setelah tulisan itu masuk ke dalam pikirannya, tulisan itu menyatakan bahwa mengolah Teknik Pengendalian Boneka Kuno dapat terus menerus meredam dan memperkuat kekuatan dan kemauan spiritual seseorang. Semakin kuat dan lebih kuat kekuatan dan kemauan spiritual seseorang, semakin tinggi kemungkinan mereka memurnikan boneka bermutu tinggi menjadi lebih kuat.
Inti dari teknik ini adalah terus bemeditasi, Bermeditasilah untuk merasakan segala sesuatu di dunia, biarkan rohnya menyatu dengan ruang sekitarnya, rasakan setiap embusan angin, setiap tetes air, setiap percikan api di ruang sekitarnya, biarkan mereka meredam kekuatan spiritualnya.
Dua hari penuh Zhang En berada di dalam ruangan itu. Zhang En dapat merasakan peningkatan yang signifikan dalam kekuatan spiritualnya.
"Sepertinya aku harus berlatih setidaknya beberapa bulan di tempat ini agar aku bisa mengontrol boneka-boneka ini." Zhang En menatap sembilan belas boneka raksasa itu.
Dia memperkirakan bahwa dengan latihannya, dia membutuhkan tiga bulan untuk menyelesaikan tahap pertama Teknik pengendalian Boneka Kuno, memasuki level pertama untuk menandai tanda jiwa. Hanya setelah dia bisa menandai boneka dengan tanda jiwa, barulah dianggap mengendalikan sembilan belas boneka raksasa itu.
Zhang En berhasil menguasai tahap pertama dari Teknok pengendalian Boneka Kuno. Dia juga tidak lupa untuk menghabiskan waktu tiga bulan terakhir untuk menyempurnakan keterampilan jurus Seni Telapak Buddha Kebenaran.
Dengan begitu, mempraktikkan Teknik Pengendalian Boneka Kuno sangat meningkatkan kekuatan serangan Zhang En saat melatih Jurus Telapak Buddha Kebenaran.
"Sepertinya aku harus pergi melakukan perjalanan dan mengembara untuk mencari pengalaman di luar Sekte."
Zhang En keluar dari aula Kuil Dewa dan membersihkan serta menganti pakaian. Saat dia melihat Ketua Xin Long sedang duduk disalah satu gazebo halaman tempat tinggal mereka, Zhang En sedikit ragu sejenak sebelum memberi tahu keinginan tentang rencananya untuk pergi mengembara.
Setelah berpikir sejenak, kemudian Zhang En memberanikan diri untuk menyampaikan niatnya kepada Ketua Xin Long.
__ADS_1
"Apa kau benar-benar memutuskan untuk pergi mengembara di luar Sekte?” Tanya Ketua Xin Long.
Melihat ekspresi biasa dari wajah Ketua Xin Long, Zhang En merasakan lega dan dia mengangguk: "Ya, Guru." Perjalanan ke kali ini adalah sesuatu yang harus dia lakukan, untuk melatih diri dan mencari pengalaman di luar.
Dengan tingkat Kultivasi yang sudah berada di ranah pendekar Dewa Bintang dua, sudah dipastikan Zhang En dapat menjaga diri bahkan kekuatan nya saat ini dapat mengimbangi pendekar yang ada di atas nya.
Ketua Xin Long menyetujui dan mengabulkan permintaan Zhang En untuk pergi mengembara dan memberikan beberapa nasehat kepada muridnya itu.
"Terimakasih Guru." ucap Zhang En lalu pergi meninggalkan Ketua Xin Long.
•••
Zhang En terus berlatih dan berada di dalam Kuil Gunung Dewa selama beberapa hari
"Sudah waktunya untuk pergi.” Pada hari ini, Zhang En keluar dari Kuil Gunung Dewa dan bergumam pada dirinya sendiri.
Beberapa jam kemudian setelah mempersiapkan bekal perjalananan, Zhang En menemui Ketua Xin Long. Zhang En meninggalkan Kota Kekaisaran dengan berjalan kaki untuk memulai perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan selama satu hari penuh, karena hari sudah gelap, Zhang En memilih tempat untuk beristirahat saat di tepi hutan yang sedang dia lewati dan membuat api unggun. Cuaca musim dingin saat ini membuat tubuhnya merasa kedinginan dan dengan nyala api unggun kecil yang menyala itu dengan cepat menghangatkan tubuhnya.
Pagi harinya Zhang En melompat melewati pohon dan terbang di udara melanjutkan perjalanan.
Jangan lupa like, vote dan berikan komen nya. See you next chapter!
__ADS_1