Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 426 - Pertarungan I


__ADS_3

Pada akhirnya, karena provokasi Zhang En yang terus menerus menekan Ming Zhi, dia terpaksa mengeluarkan semua harta kuno miliknya satu demi satu. Hatinya seakan berdarah saat setiap harta yang dia keluarkan dijadikan taruhan. Harta kuno itu semuanya adalah seluruh kekayaannya.


Secara keseluruhan, dia mengeluarkan dua puluh lima harta miliknya.


"Apa ada lagi? Kalau ada, keluarkan semuanya..?"


Ming Zhi berada di ambang kehilangan kesabaran saat dia mengeluarkan harta terakhirnya ketika suara dingin Zhang En terdengar di telinganya.


Ming Zhi membentak dan berteriak marah pada Zhang En, “Aku sudah mengeluarkan semua harta milikku..!Zhang En bajingan, Aku menantangmu sekarang. Apakah kau bertarung sekarang atau tidak? Jika tidak, maka enyahlah dari pandanganku sekarang juga!”


Ekspresi marah Ming Zhi bukanlah suatu tindakan yang dibuat-buat, ini meyakinkan Zhang En bahwa dua puluh lima harta kuno yang ini benar-benar seluruh barang kekayaannya.


Zhang En lalu berbicara dengan wajah tanpa ekspresi, “Karena seperti itu, demi memberi wajah Master Sekte Naga Langit, aku akan menerima tantanganmu. Adapun dua puluh lima harta milimu, aku akan membuat pengecualian dan dengan berat hati menganggap nilainya setara dengan Harta Dunia Es milikku.”


Ming Zhi hampir marah sampai dia muntah darah medengar kembali perkataan Zhang En. Dia berharap dia bisa mencabik-cabik Zhang En saat itu juga.


“Sekarang aku akan memberitahumu, dalam pertarungan, kecelakaan tidak bisa dihindari di atas arena pertempuran. Aku khawatir jika aku secara tidak sengaja membunuhmu, Gurumu, Master Sekte Api Roh akan mempersulit aku setelahnya.” Ucap Ming Zhi sambil menekan niat membunuhnya yang terlihat meresap ke dalam suaranya. Lalu dia berkata lagi, “Selain itu, Aku juga khawatir bahwa setelah aku menang, orang-orang sekte kalian akan menolak untuk menyerahkan Harta Dunia Es milikmu, oleh karena itu, sebelum kita bertarung, aku ingin menandatangani kontrak hidup dan mati serta kontrak pertaruhan harta kita.!”


Ming Zhi tidak menyembunyikan niat membunuhnya terhadap Zhang En dan menginginkan menandatangani kontrak hidup dan mati di depan begitu banyak orang, dia tidak perlu khawatir tentang konsekuensi apa pun setelah membunuh Zhang En.


Setiap ahli diluar arena mengarahkan pandangan mereka ke Lin Ming membuat alis Lin Ming berkerut secara bersama, dan sebelum dia sempat berpikir…


"Baiklah...!" Suara Zhang En terdengar dari atas panggung arena.


Segera, Lin Ming mengangkat kepalanya untuk melihat Zhang En. Melihat tatapan Gurunya, Zhang En hanya sedikit menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Lin Ming, mengetahui bahwa Gurunya mengkhawatirkan keselamatannya.

__ADS_1


Melihat anggukan dan tatapan percaya diri dari Zhang En, Lin Ming terlihat ragu sejenak sebelum mengangguk setuju. Oleh karena itu, dengan banyaknya ahli dan semua orang yang hadir menjadi saksi, Zhang En dan Ming Zhi menandatangani kontrak hidup dan mati dan kontrak taruhan milik mereka di tempat.


Saat kontrak hidup dan mati ditandatangani, Ming Zhi tidak lagi repot-repot menekan atau menyembunyikan niat membunuhnya yang mengerikan terhadap Zhang En. Dia menatap tajam pada Zhang En saat dia mencibir, “Zhang En, aku benar-benar tidak menyangka kau benar-benar berani menandatangani kontrak hidup dan mati denganku. Ini sama saja kalau kau akan menuju kematian! Karena kau menyetujuinya, mau tidak bisa menyalahkan aku nanti! Hahaha, sebentar lagi Harta Dunia Es akan menjadi milikku!”


Sudut mulut Zhang En terangkat dengan senyum samar, menandatangani kontrak hidup dan mati dan kontrak harta yang mereka pertaruhkan persis seperti yang dia inginkan.


"Tidak bisa menyalahkanku? Seperti yang kau katakan, kau juga tidak bisa menyalahkan aku setelah ini...."


Dalam satu helaan napas, tiba-tiba sosok Ming Zhi menghilang dari tempatnya. Sebelum Zhang En bisa bereaksi, tinjunya menggelegar saat meluncur di udara, terlalu cepat untuk diikuti oleh Zhang En.


Merasakan sedikit bahaya, lengan Zhang En terangkat dan juga melayangkan tinju secara refleks.


DUAAARRRR!!!


Ledakan ledakan dahsyat bergema di udara, gelombang kejut yang kuat menyebar dari atas arena. Tabrakan tinju mereka benar-benar menyebabkan panggung arena yang kokoh bergetar hebat.


Di tengah keterkejutan semua orang, siluet Zhang En terlihat membuat lengkungan di udara, lalu menabrak permukaan panggung arena dan menghancurkannya.


Keheningan yang tidak normal terjadi, dipecahkan oleh tawa Ming Zhi dan tawa yang tak terkendali, menyebabkan seluruh tubuhnya bergetar. Wajah semua orang dari Sekte Naga Langit diliputi kegembiraan melihat Zhang En terlempar keudara.


Sedaangkan Wang Nio dibelakang Lin Ming dengan cepat mengejek, "Hanya satu serangan saja? Hehe, amu tidak berharap prediksiku sebelumnya menjadi kenyataan begitu cepat, Zhang En hanyalah lawan yang mudah dikalahkan Ming Zhi. Tentu saja, pemenangnya sudah bisa dilihat jelas sekarang.”


Lin Ming dan semua tetua yang berada dalam faksinya, wajah mereka terlihat tampak muram.


Di panggung arena, Ming Zhi berdiri tegak dengan tangan disilangkan di belakang punggungnya seperti sedang mengintip ke bawah pada keberadaan yang lebih rendah saat dia melihat ke arah tempat di mana Zhang En jatuh, dia masih tertawa terbahak-bahak, “Zhang En, apakah ini kekuatanmu yang sebenarnya? Aku sudah mengatakan sejak awal, kau dan semua murid dalam sektemu hanyalah sampah dihadapanku...!"

__ADS_1


"Oh.....!" Tiba-tiba, suara dingin memotong tawa Ming Zhi.


Ming Zhi bingung ketika dia melihat Zhang En perlahan berdiri, mengayunkan tangannya sedikit, bahkan dengan santai menepuk debu di tubuhnya.


“Kenapa kau masih baik-baik saja.. ?!” Tawa asik Ming Zhi langsung tertahan, tetapi sorot matanya menajam saat dia melihat Zhang En


“Maaf.... Aku telah mengecewakanmu.” Zhang En mengangkat bahunya, lalu melanjutkan perkataannya, "Jika kekuatan seperti ini yang kau miliki, kau benar-benar tidak akan bisa menyakitiku." 


SWOSSSHHHH...!


Kemudian, Zhang En sepenuhnya melepaskan auranya yang tertahan selama ini, dan menekan panggung arena.


"Apa!! Ini adalah kekuatan Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal ?! T-tunggu, ini kekuatan sudah berada di puncak dari Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal!”


"Bukankah rumor mengatakan bahwa kekuatan Zhang En hanya berada di ranah Kaisar Dewa Bintang Dua beberapa tahun yang lalu? Bagaimana dia bisa menerobos ke Alam Dewa Sejati Bintang Dua hanya dalam lima tahun!”


Ketika Zhang En mengekspos kekuatannya, seluruh arena dibuat tercengang karena kaget, dan dipenuhi dengan ketidakpercayaan yang tidak bisa mereka pahami dengan kekuatan Zhang En sekarang. Hanya kata 'mengerikan' yang bisa menjelaskan kecepatan kultivasi Zhang En.


Lin Ming, yang baru saja terlihat muram beberapa saat sebelumnya setelah Zhang En dikirim terbang oleh satu pukulan dari Ming Zhi, sekarang melompat berdiri, berulang kali mengulangi perkataannya... “Hebat...! Hebat..! Hebatttt, bocah bangsat....!" Ucap Lin Ming dengan wajah berseri-seri memasuki telinga semua orang.


Ketika kekuatan Zhang En naik ke puncaknya, jubahnya terkoyak dan hancur berkeping-keping, memperlihatkan otot-ototnya yang kokoh dan berbentuk. Tidak membuang waktu lagi, Zhang En lalu menyatukan jiwanya dengan kekuatan Roh Naga Dewa di dalam tubuhnya dan Kekuatan Kaisar Naga Azure Long Xioba.


Membuat dua ekor naga berwarna gitam gelap yang mengeluarakan aura naga iblis dan seekor naga keemasan muncul seperti tato di punggungnya, memancarkan kekuatan naga yang sangat kuat...


Wajah Ming Zhi menjadi hitam seperti pot sekarang. Dia juga terkejut melihat dan merasakan kekuatan Zhang En dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2