Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 263. Wilayah Ngarai Petir


__ADS_3

Kuurcaci muda, Jepe dan Zhang En saling memperkenalkan diri dan terlihat seperti sudah berteman lama. Ketika Zhang En pergi, Jepe bersikeras mengatakan agar Zhang En mencarinya saat dia kembali mengunjungi Kota itu, dia berjanji untuk mentraktir Zhang En dengan anggur yang diseduh khusus untuk ras kurcaci.


Zhang En menjawab dan memgatakan bahwa dia pasti akan melakukannya saat dia datang ke Kota Dwarven.


Meninggalkan Kota itu, Zhang En melanjutkan perjalanan dengan melewati Wilayah Ngarai Petir setelah itu, dia baru akan mencapai lingkup pengaruh suku beastmen setelah melewati wilayah Ngarai Petir.


Berbeda dari Hutan Peri dan Kota Kurcaci, wilayah Ngarai Petir adalah salah satu wilayah yang sangat berbahaya yang ada di Benua Mata Angin yang luasnya membentang lebih dari seratus meter.


Saat malam tiba, udara di atas ngarai akan dipenuhi dengan petir yang terbentuk secara alami. Bahkan ahli Pertapa Dewa tidak bisa lolos dan terluka parah saat bersentuhan dengan petir yang ada di dalam ngarai.


Kadang-kadang, bahkan pada siang hari, sambaran petir menyambar wilayah itu.


Tidak diragukan lagi, ada rute lain yang memungkinkan para pengunjung untuk memutar menjauh dari ngarai untuk memasuki wilayah Ras binatang, namun, itu akan menambah setidaknya perjalanan selama setengah bulan.


Matahari yang terik bersinar cerah saat Zhang En tiba di tempat itu.


Walaupun begitu, di perjalanan yang sangat berbahaya kali ini, Zhang En mengunakan tubuh Fisik Naga dan memunculkan Sayap Iblis di punggungnya, dia bahkan melakukan transformasi jiwa dengan tujuan untuk mempercepat kecepatan terbangnya serta waspada terhadap petir yang menyambar-nyambar di depannya.


Zhang En lalu melompat ke udara dan melesat, siluetnya langsung berubah menjadi seberkas cahaya, meluncur seperti panah.


Angin menderu sangat kencang melewati telinganya, semak pohon dan bunga menjadi kabur di depan matanya.


Dalam waktu singkat, Zhang En sudah berada di tengah ngarai dan mencapai pusat wilayah Ngarai petir.


Saat ini, perubahan mendadak terjadi. Awan gelap bergemuruh yang membentang dari ketinggian seribu meter tiba-tiba muncul di langit yang cerah, suara ledakan terdengar saat sambaran petir yang menakutkan berliku-liku muncur di ngarai Petir seperti ular yang mengamuk.


Tekanan yang luar biasa dari kekuatan penghancur terjun dari atas ngarai.


Menatap dengan bodohnya perubahan cuaca yang datang tiba-tiba, Zhang En tidak bisa menahan diri untuk menggerutu "Petir sialan ...!"


Kekuatan dan tekanan yang mengerikan terus menekan ngarai, membuat Zhang En tergantung di tengah ngarai petir, dia melihat tidak ada jalan untuk menerobos ke depan dan tidak bisa mundur ke belakang.


Tertekan oleh tekanan petir yang tiba-tiba, Zhang En berteriak dan terbang lurus ke atas. Saat kakinya menyentuh bagian atas ngarai, beberapa sambaran petir yang mengandung kekuatan penghancur yang sangat besar meluncur deras ke arah Zhang En.


Mengepalkan tinjunya, Zhang Eb meninju garis petir yang terarah kepadanya.


DUAAARRRR!!!

__ADS_1


Ledakan terdengar dari atas ngarai.


Zhang En terlempar ke bawah, perasaan nyeri dan mati rasa menyebar ke seluruh tubuhnya sementara batu-batu besar dan pepohonan di sekitarnya hancur menjadi debu.


Zhang En merasakan keterkejutan dan melihat jika kekuatan alam benar-benar sangat menakutkan. 


Jika dia tidak memiliki kekuatan Fisik Naga saat tabrakan dengan petir barusan, dia mungkin akan menderita luka parah bahkan mati.


Terlepas dari situasi yang dia hadapi saat ini, itu malah menyalakan hasrat pertempuran dalam dirinya.


Kali ini, beberapa petir menuju ke arah Zhang En sekaligus. Dengan mengepalkan tinjunya dengan erat, dia meninju seperti yang dia lakukan sebelumnya.


DUAARRR!!!


Cahaya yang menyilaukan meledak saat suhu udara panas sekitanya berputar menjadi tornado.


Mirip seperti dewa perang, Zhang En mengusir gelombang demi gelombang petir bahkan saat petir itu semakin kuat, itu hanya mendorong tekad Zhang En lebih keras.


Pada saat tertentu, Zhang En menemukan bahwa setiap kali dia menangkis gelombang petir, itu benar-benar membantu menempa fisiknya dan membuat tubuhnya lebih kuat.


Beberapa ratus meter jauhnya di luar wilayah Ngarai Petir, sekelompok Ras beastmen berwujud manusia yang jumlahnya melebihi ratusan berdiri di atas puncak. Melihat pita petir yang dahsyat berderak di atas Ngarai Petir, masing-masing wajah mereka menjadi pucat


“Hei, semuanya lihat !!” Salah satu beastmen lainnya berteriak, menunjuk ke suatu tempat di atas ngarai.


Semua beastmen melihat ke arah yang ditunjuk rekan mereka. 


Petir di sana jauh lebih padat dibandingkan dengan tempat lain di dalam ngarai. Terlebih lagi, mereka sepertinya melihat sosok yang terlihat buram bergerak… bertarung melawan petir.


“Ini, ini tidak mungkin nyata, kan ?!” 


“Jelas tidak, bagaimana mungkin? Itu tidak mungkin nyata, bagaimana manusia bisa menahan petir di sini! ” Salah satu dari mereka menggelengkan kepalanya, "Kita terlalu jauh dari Ngarai Petir, tidak ada yang bisa mengatakan kebenarannya."


Semua beastmen itu mengangguk setuju.


Selain itu, bahkan beberapa Tetua Agung dari suku beastmen mereka tidak berani menggunakan tubuh fisik mereka untuk bergulat dengan petir yang beradal dari ngarai itu.


Setelah menonton sedikit lebih lama, kelompok itu lalu pergi, menggelengkan kepala dan melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Di atas Ngarai Petir, Zhang En berteriak keras setelah menghancurkan semua sambaran petir. 


Pada awalnya, tubuhnya mati rasa total setelah disambar petir ini, rasa sakit menembus sarafnya, tetapi sekarang, rasa sakit dan mati rasa itu hilang, hanya menyisakan sensasi yang sangat nyaman.


Sambaran petir itu terasa seolah-olah mereka sedang memijat tubuhnya dan memurnikan Qi miliknya


Kira-kira satu jam kemudian, awan petir menghilang. Langit di atas ngarak kembali cerah dan tenang seperti sebelumnya.


Menyaksikan awan petir sudah lenyap, ada kekecewaan di mata Zhang En. Dia tidak menyangka fenomena petir yang muncul berakhir begitu cepat.


Waktu terus mengalir dan Awan Petir kembali muncul 5 menit sesudah itu. Zhang En memanfaatkan keadaan saat ini untuk menempa tubuhnya.


Zhang En telah beberapa berapa kali telah menghancurkan sambaran petir yang menargetkannya, dia tahu bahwa setiap kali petir menghilang, awan petir yang baru kembali berkumpul terus menerus dan menargetkan nya lagi dan lagi.


Saat malam tiba, guntur dan kilat petir yang menggelegar dan berkelebat di ngarai beberapa kali lebih kuat daripada pada siang hari, pita petir sekarang menebal seperti ular piton, memancarkan penindasan dan kematian. 


Aura mematikan yang mengancam bisa dirasakan setial saat bahkan di luar ngarai, memberikan tekanan yang kuat kepada para ahli yang lewat saat mereka dengan cepat memutar menjauh dari ngarai.


Malam berlalu dengan cepat, dan matahari terbit segera mengintip dari atas cakrawala.


Setelah bentrok dengan petir selama satu malam dan satu hari, Zhang En tidak merasakan lelah, pada kenyataannya, tubuhnya saat ini di penuhi dengan energi yang sangat banyak.


Setelah sepanjang hari dan malam melawan petir, Zhang En memperhatikan bahwa ada energi benang kecil yang memiliki energi murni di dalam Dantiannya yang terus menerus membentuk fisik naga nya.


Tiba-tiba, Zhang En merasakan Mutiara Naga di alisnya sedikit bergetar.


"ini ... ?!"


Beberapa sambaran petir muncul dari atas mengarah Zhang En pada saat ini, tetapi semua petir itu diserap oleh Mutiara Naga, yang kemudian disempurnakan menjadi energi petir murni yang terintegrasi ke dalam tubuh naga Zhang En.


Zhang En benar-benar terkejut.


'Apa yang terjadi ?!'


Dalam keadaan masih linglung, gelombang lain dari puluhan sambaran petir kemabli datang padanya, dan seperti sebelumnya, semua petir ditelan oleh Mutiara Naga, diubah menjadi energi petir murni dan di salurkan ke dalam tubuh Zhang En.


Karena terkejut, Zhang En menjadi tercengang.

__ADS_1


Namun, dia segera menyadari bahwa energi petir yang mengalir ke dalam tubuhnya jauh lebih murni setelah diubah oleh Mutiara Naga, dan membuat dirinya lebih mudah untuk menyerap petir itu dan efek yang dia dapatkan beberapa kali lebih baik.


__ADS_2