
Sebelumnya, Zhang En tidak ingin mengungkapkan kekuatan dan identitasnya, untuk mengambil tindakan pencegahan, dia telah mengubah penampilannya. Dengan demikian, dia tidak perlu khawatir wajahnya dikenali oleh murid Klan Hu ini..
Kelompok murid Klan Hu menyaksikan dengan bingung ketika Musang Ekor Sembilan jatuh ke tanah, dan satu napas kemudian, mata mereka beralih melihat Zhang En, Binatang Naga Batu Api dibelakangnya, lalu dua monyet yang memiliki kekuatan lengan yang sangat kuat. Kebingungan mereka berubah menjadi keheranan.
Zhang En lalu menghilang dan muncul tepat di atas kepala Musang itu. Kemudian, tanpa mengatakan apa-apa, pukulan kuat lainnya mendarat di badan Musang Ekor Sembilan itu mengeluarkan suara ledakan..
Dari samping, dapat dilihat bahwa Musang Ekor Sembilan sedang dipukuli oleh Zhang En.
Murid klan Hu hanya bisa menghirup udara dingin. Mereka tahu betul kekuatan Musang Ekor Sembilan itu, tetapi sekarang setengah badannya terkubur ke dalam tanah terkena tinju pemuda itu. Apa yang benar-benar membuat mereka terdiam adalah kenyataan bahwa pemuda itu tampaknya hanya seorang kultivator Alam Dewa Sejati Bintang Satu tahap awal.
Ketidakpercayaan terlihat jelas disemua wajah mereka.
Setelah mengirim Musang Ekor Sembilan itu jatuh lagi ke bawah, Zhang En terbang kebawah mengejarnya, menyerang dengan memberi lebih dari puluhan bersarang ke tubuhmya. Tanah retak dan bergetar saat pukulan itu terus menghujani sampai Musang Ekor Sembilan kehilangan semua keinginannya untuk melawan sebelum Zhang En berhenti menyarangkan pukulannya terus menerus ke tubuhnya.
Melihat setiap pukulan Zhang En, para murid Keluarga Hu merasakan hati mereka menegang. Melihat Musang Ekor Sembilan itu hampir mati, wajah para murid ini menjadi pucat dan merinding ketika menatap Zhang En.
Musang Ekor Sembilan dipukul di mana ia hampir tidak bisa melawan, membuat kekuatan jiwa Zhang En untuk menembus penghalang laut jiwanya dan meninggalkan tanda jiwa di dalamnya.
Kemudian, para murid Klan Hu menyaksikan dengan bodoh ketika Musang Ekor Sembilan yang hampir mati itu menelan beberapa pil yang tidak diketahui yang diberikan oleh Zhang En, dan pada saat berikutnya, vitalitas tubuh musang itu kembali, menjadi hidup dan energik seolah-olah tidak pernah terluka.
Namun, saat Zhang En hendak pergi dengan empat binatang iblis yang sudah dia jinakkan, Hu Ruo dari Keluarga Hu tidak bisa menahan diri untuk berteriak, "Hei.. Berhenti!"
__ADS_1
Zhang En menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Hanya ada sedikit keraguan saat Hu Ruo menunjuk ke arah Musang Ekor Sembilan, dan berkata, "Musang Ekor Sembilan ini adalah milik kami, kau tidak dapat mengambilnya."
Tujuan utama mereka ke Dunia Hitam ini adalah untuk mencari Musang Ekor Sembilan. Mereka telah mencari selama lebih dari sebulan, dan menemukan target mereka dengan banyak kesulitan. Secara alami, mereka tidak bisa membiarkan pemuda ini mengambilnya begitu saja.
Memperhatikan ekspresi Zhang En, Hu Rou sedikit mengerutkan kening karena merasa tidak puas, “Kau berasal dari klan mana? Kami adalah murid dari Klan Hu dari Dunia Suzaku. Berikan Musang Ekor Sembilan, aku bisa memberimu 20 juta koin bintang. ”
Zhang En tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya.. Ketika Zhang En akhirnya berhenti tertawa, dia berkata, “Jika kita menggunakan harga pasaran, 20 juta koin bintang hanya akan bisa membeli binatang iblis Alam Kaisar Dewa. Binatang iblis kuno yang ganas dari Alam Dewa Sejati Bintang Dua seperti Musang Ekor Sembilan ini bernilai beberapa ratus juta, apakah kau menganggap saya bodoh?”
Wajah Hu Ruo memerah, namun, murid Klan Hu lainnya melangkah maju, menyela dengan berkata kasar, “Kami bertemu Musang Ekor Sembilan ini terlebih dahulu, jika kau ingin mengambilnya, aku harap kau akan mempertimbangkan konsekuensinya terlebih dahulu. Apapun itu yang telah menjadi milik Klan Hu kami tidak mudah diambil oleh orang luar.... ”
Zhang En tertawa sedikit. Dia merasa murid Klan Hu ini benar-benar memiliki kulit yang lebih tebal daripada orang kebanyakan yang pernah dia temui dalam hidupnya.
Jika bukan karena auranya, serta tiga binatang iblisnya yang memperingatkan Musang Ekor Sembilan, mereka semua kemungkinan besar sudah mati sekarang. Dia, menaklukkan Musang Ekor Sembilan ini, dapat dianggap sebagai setengah dermawan mereka, namun mereka benar-benar menuduh bahwa Zhang En ini mengambil binatang iblis milik mereka.
Kata-kata ini langsung membuat marah kelompok murid Klan Hu. Secara kebetulan, pada saat ini, suara deru angin terdengar di udara saat lebih dari belasan orang terbang menuju lokasi mereka dengan kecepatan tinggi.
Ketika para murid Keluarga Hu melihat wajah para pendatang baru ini, wajah mereka berseri-seri dengan gembira.
"Kakak Hu Yui, kalian semua di sini!" Hu Ruo melangkah maju, berkata dengan gembira.
Seorang pria muda berambut keemasan mengangguk pada Hu Ruo dan bertanya, "Apa yang terjadi...?"
__ADS_1
Hu Ruo lalu menunjuk Zhang En, menjelaskan, “Kami bertemu dengan Musang Ekor Sembilan itu, tetapi siapa yang tahu bahwa bocah ini tiba-tiba datang entah dari mana, mengambilnya dari kami. Dia tidak hanya melukai beberapa murid Keluarga Hu kita, dia bahkan membunuh beberapa murid lainnya.”
Bahkan Zhang En tidak mengharapkan tingkat tidak tahu malu dari Hu Ruo ini, menyemburkan kebohongan di tempat terbuka. Kemudian, dia tersenyum sederhana. Dia tidak ingin membunuh murid-murid Keluarga Hu ini, tapi karena memang sudah seperti ini, dia akan membantai mereka semua.
Tatapan mata Zhang En lalu menyapu semua murid pendatang baru ini. Di antara mereka, ada dua kultivator Alam Dewa Sejati Bintang Tiga tahap awal, sementara pemuda berambut keemasan bernama Hu Yui adalah yang terkuat, dikelompok mereka mendekati puncak Alam Dewa Bintang Tiga Tahap Awal.
Sepertinya, dengan banyak murid kuat ini datang barusan, semua murid Keluarga Hu tadi berpikir bahwa dia adalah seekor ikan diatas talenan.
Hu Yui lalu memandang Zhang En, lalu matanya bergeser melihat empat binatang iblis di belakangnya. Kerutan kecil muncul dahinya saat dia berpikir sejenak sebelum berkata kepada Zhang En, “Merebut binatang iblis milik Klan Hu kami dan membunuh anggota klan kami, aku tidak akan mempersulitmu. Selama kau menyerahkan keempat binatang iblis dibelakangmu, aku dapat memberimu kebebasan untuk pergi dari sini.”
Mendengar perkataan Hu Yui ini, Zhang En menggelengkan kepalanya sambil tertawa sinis.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, Zhang En sudah bergerak dari tempatnya. Pedang Kayu kuno di tangannya mengeluarkan panah energi pedang yang menyelimuti area seluas ratusan meter disekitarnya. Niat membunuh yang menembus tulang mereka pada saat ini sangat mengkhawatirkan para murid Keluarga Hu.
Ribuan bilah dari cahaya pedang berkilauan dan belasan murid Keluarga Hu mencengkeram leher mereka, menatap Zhang En dengan ketakutan sebelum jatuh ke tanah tak bernyawa.
"Bajingan, kau mencari kematian!" Hu Yui tidak menyangka Zhang En tiba-tiba menyerang mereka, apalagi membunuh hampir belasan murid Keluarga Hu di depan matanya, dia berteriak marah pada Zhang En.
Tetapi, tepat saat dia akan membalas serangan Zhang En, energi pedang yang luar biasa telah melesat kearahnya. Merasa terkejut, Hu Yui dengan cepat mengubah langkahnya untuk bertahan..
Duaarrr....!
__ADS_1
Sebuah ledakan bergema di udara dan tubuh Hu Yui bergetar, lalu dia mundur beberapa langkah.
Sedangkan keempat binatang iblis yang sudah dia jinakkan juga mulai menyerang murid Klan Hu.