Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 285. Kembali Berlatih Di Kuil Gunung Dewa


__ADS_3

Sementara Zhang En dan Semua kompok Suku Harimau sudah kembali ke Kota Harimau Suci, mereka menggantung kepala itu di sepanjang tembok Kota Harimau, sehingga kabar itu menjadi gempar di seluruh penjuru Benua.


"Apa?! Tongkat Dewa Binatang telah muncul kembali! Zhang En memiliki Tongkat Dewa Binatang dan menjadi Dewa Binatang dari suku beastmen!"


“SekarangbZhang En memerintah atas Ras Beastmen!”


“Gě Gě dan enam puluh Tetua Sekte Gagak Hitam semuanya dibunuh oleh Zhang En! Kepala mereka tergantung di atas tembok Kota Harimau Suci saat ini !"


Mirip dengan meteor besar yang menabrak bumi, seluruh Dunia Bela Diri terguncang, kekuatan besar dan kecil merasa sulit untuk mempercayainya, mereka terkejut dan tercengang oleh berita itu.


Kegelisahan secara bertahap menyebar di antara para ahli dan murid dari Sekte Dewa Bintang, setiap keluarga dan kekuatan yang berselisih dengan Zhang En jatuh ke dalam malapetaka.


Ketika Zhao Shu, Zhang Fu, dan para ahli dan murid Gerbang Naga mendengar berita itu, sorakan gembira terdengar di setiap sudut wilayah Kota Gerbang Naga.


Di Benua Angin Salju, di dalam tembok istana Kerajaan Bintang Selatan, tawa hangat Raja Hong Bei bergema di dalam ruangan saat mendengar berita itu. 


“Aku tidak menyangka, ah, Adik Junior menyatukan seluruh suku beastmen! Lain kali aku harus pergi melihatnya, sepertinya aku juga perlu menyapanya dengan hormat sebagai Raja Dewa Binatang..!"


Sebenarnya, bisa di bayangkan betapa kuatnya jika seluruh suku beastmen bersatu, siapa pun bisa membayangkannya bahkan menggunakan jari kaki mereka. 


Tanpa diragukan lagi, di seluruh dunia Bela Diri, mereka adalah kekuatan terkuat jika bersatu. Di hadapan suku beastmen yang telah bersatu, Sekte Dewa Bintang dan Sekte Gagak Hitam hanya bisa menjadi mangsa Ras Beastmen.


Putri Hong Xiao yang sedang berkultivasi di halaman rumahnya ketika pelayannya, Rou, berlari dengan wajah berseri-seri karena kegembiraan. 


Karena bingung melihat Rou bertindak seperti ini, sebelum Hong Xiao sempat bertanya, Rou berkata tanpa pikir panjang, "Putri, Tuan Muda Zhang, dia, dia sekarang adalah Dewa Binatang dari seluruh suku beastmen!"


Mata Hong Xiao terbuka lebar, ekspresi kaget di wajahnya tetap terlihat untuk waktu yang lama.


***


Di suatu tempat di dekat Ngarai Laut Mati, di pulau terapung tempat Sekte Gagak Hitam berada, Ketua Sekte Mong Tian, ​sedang ​duduk diselimuti kabut hitam bergulung yang benar-benar mengaburkan ruang di sekitarnya, seolah-olah seluruh dirinya memyatu dengan ruang sekitarnya.

__ADS_1


Di bawah lantai aula besar, banyak Tetua Sekte Gagak Hitam sedang berlutut, mereka takut untuk bergerak sedikit pun, bahkan napas mereka tertahan di tenggorokan mereka masung-masing.


Keheningan yang berat menyelimuti seluruh aula, dan hanya suara butiran keringat sesekali yang jatuh ke lantai yang dapat didengar.


Di aula yang terlihat sepi itu, tawa pelan tiba-tiba terdengar dari dalam kabut hitam. Tawa pelan Mong Tian semakin keras terdengarndi telinga mereka.


Mereka yang akrab dengan Mong Tian tahu bahwa pada saat ini, dia sangat marah.


Enam puluh Tetua anggota Sektenya telah mati. Selain itu, mayoritas dari mereka adalah ahli alam Pertapa Dewa keatas dan memiliki tingkat kultivasi tinggi dan semuanya mati! 


Bahkan untuk kekuatan raksasa seperti Sekte Gagak Hitam kerugian besar seperti ini membuat kekuatan mereka menurun drastis.


Selainitu, kepala Gě Gě dan enam puluh tetua lainnya masih tergantung di atas gerbang Kota Harimau Suci, membuat Mong Tian dalam kebimbangan 'haruskah dia mengirim orang untuk mengambil kepala mereka atau tidak?'


Seluruh kekuatan yang ada di penjuru Benua memandang Sekte Gagak Hitam saat ini seperti lelucon.


Semua Tetua Sekte Gagak Hitam yang ada di aula menundukkan kepala mereka, tidak berani mengangkat mereka.


“Siapa di antara kalian yang akan pergi ke Kota Harimau Suci?” Mong Tian berbicara.


Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang mengatakan apapun.


Cahaya berwarna hitam dengan hawa jahat meledak di mata Mong Tian, ​​aura pembunuhan yang intens mengubah atmosfer aula menjadi rawa mati.


Mereka semua gemetar dari hanya bisa berlutut.


Tepat ketika mereka semua merasakan kematian semakin dekat dengan mereka, niat membunuh yang mencekik lenyap seolah-olah tidak pernah ada.


“Kalian semua, pergi dari aula ini.” Mong Tian berbicara, suaranya dipenuhi dengan niat membunuh, ketidakberdayaan, kemarahan, dan kebencian menyelimuti nada suaranya.


Semua Tetua itu dengan cepat mematuhinya dan melarikan diri dari aula. Begitu berada di luar, masing-masing seperti dibasuh dengan perasaan untuk bertahan hidup.

__ADS_1


***


Satu bulan kemudian....


Pada akhirnya, Sekte Gagak Hitam tidak mengirim siapa pun untuk mengambil kepala yang tergantung di atas tembok Kota Harimau, menjadikan Sekte Gagak Hitam menjadi bahan lelucon. 


Setelah pertempuran Ras Beastmen, reputasi menakutkan Sekte Gagak Hitam telah hancur. Bahkan pasukan dan keluarga di kerajaan kecil di bawah mereka yang tunduk di bawah Sekte Mereka memberontak satu per satu.


Tunduk di bawah kekuasaan Sekte Gagak Hitam berarti menyinggung keberadaan Zhang En.


Kekuatan manapun saat ini yang ada di seluruh Benua tidak ada yang berani menyinggung Zhang En.


Selama satu bulan ini, Zhang En selalu menunggu kedatangan orang-orang Sekte Gagak Hitam di Kota Harimau Suci sambil berlatih Seni Tapak Buddha, Teknik Naga, Keterampilan Pedang yang di ajari oleh Tetua Chao dan beberapa jurus lainnya, untuk memaksimalkan keterampilan bertarungnya.


Saat di reruntuhan Klan Naga Kuno, suku beastmen berhasil merebut dua mayat naga dewa primordial, keduanya jatuh ke tangan Suku Singa, yang menjelaskan mengapa Tuan Muda Suku Singa Lion Se mencari Rumput Dewa Naga di Lembah Naga Bercun saat bertemu dengan Zhang En pada waktu itu.


Dengan dia memegang kendali atas mereka semua, Suku Singa dengan patuh memberikan kepada Zhang En kedua mayat naga dewa primordial dengan mudahnya dan tanpa di minta.


Setelah memurnikan empat naga ilahi sebelumnya, Zhang En memiliki sembilan tubuh naga yang tersisa yang belum dia murnikan, dengan bertambahnya dua lagi, berarti menjadi sebelas.


Jika dia dapat menemukan cukup banyak Rumput Dewa Naga, itu pasti bisa membantu terobosan Zhang En ke ranah Alam Dewa Surgawi Puncak tingkat tinggi, bahkan mencapai setengah langkah God Emperor.


Belum lagi, penambahan dua naga dewa primordial akan meningkatkan keterampilan yang diciptakan oleh dirinya sendiri menjadi Lima Belas Gerakan Dewa Naga.


Mempelajari naga ilahi primordial satu lagi selama satu bulan, memungkinkan Zhang En mendapatkan wawasan baru, dengan lancar menggabungkan mereka ke dalam Tiga Belas Gerakan Dewa Naga.


Satu bulan berlalu, namun Sekte Gagak Hitam tidak mengirim siapa pun untuk mengambil kepala Gě Gě dan kepala Tetua Sekte Gagak Hitam yang lain. 


Karena meras bosan menunggu, Zhang En tidak perlu repot-repot menunggu lagi. Semua kepala itu di ambil dan di jadikannya menjadi makanan untuk Kumbang Mayat Beracun. 


Zhang En juga mengingatkan Patriark Suku Harimau Hu Fan untuk mengawasi dan mencari tau gerak gerik Sekte Gagak Hitam, sehingga Zhang En bisa menutup dirinya kembali untuk memasuki latihan tertutup dan memurnikan Mayat Naga di dalam Kuil Gunung Dewa.

__ADS_1


Sebelumnya, Zhang En telah memurnikan Naga Air dan Naga Api. Sekarang dia ingin memurnikan lima naga yang memiliki lima elemen. Dengan memahami lima elemen itu, dia bisa meningkatkan kekuatannya ke tingkat lebih tinggi.


__ADS_2