Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 136. Memberi Kesempatan


__ADS_3

Namun, di saat berikutnya dia menyadari ada sesuatu yang tidak benar, karena… Rasanya seolah-olah tangannya menghantam sebuah dinding besi, rasa sakit kesemutan terasa berdenyut dari telapak tangannya.


Du Huagang mengangkat kepalanya untuk melihat Zhang En yang menghadap wajahnya dengan ekspresi dingin. Zhang En tidak bergerak sedikitpun dan masih berdiri di tempat yang sama. Sebelum dia bisa pulih dari keterkejutan, sebuah gelombang energi yang membuat jantungnya bergetar saat merasakan ledakan dari tubuh Zhang En. 


Du Huagang cepat-cepat melompat mundur kebelakang, tapi dia masih satu langkah terlambat untuk menghindar. Bayangan tombak Zhang En menembus udara dan menembus sebelah bahunya.


Suara kesakitan keluar dari tenggorokan Du Huagang saat dia mendekat ke sampaing Li Li sambil menatap Zhang En dengan amarah dan penuh kewaspadaan. Untungnya dia mengelak tepat waktu, atau bukan bahunya yang tertusuk, melainkan jantungnya.


Mendengar dengusan kesakitan yang berasal dari mulut Du Huagang, Li Li, yang sedang menonton pertempuran Peng Feng dan Sun Haoran, mau tidak mau melihat ke arah Du Huagang dan ketika melihat luka besar di bahu Du Huagang, dia merasa terkejut.


Bahkan Peng Feng dan Sun Haoran mau tidak mau mengambil risiko melirik sekilas ke arah Zhang En, mereka berdua terperangah saat melihat Du Huagang.


“Dasar sampah, kau bahkan tidak bisa menangani bocah itu!” Saat keterkejutannya mereda, Li Li membentak Du Huagang.


Wajah Du Huagang memerah, tapi dia tidak berani melawan Li Li, karena itu dia hanya bisa beralasan, "Bocah itu sangat kuat."


Li Li mendengus dingin, menoleh Zhang En, "Bocah, sepertinya kami telah meremehkanmu sebelumnya, tanpa diduga, kau memang memiliki beberapa keterampilan hebat." Menurutnya, meski Du Huagang terluka karena kecerobohannya, dimatanya kemampuan Zhang En masih dianggap cukup hebat.


“Aku akan memberimu kesempatan, selama kau bekerja sama dengan kami, dan membantu untuk membunuh Peng Feng dan Sun Haoran dan menyerahkan ke dua orang itu kepada kami. Setelah itu, kau ikut bersama kami Kota Naga Salju, aku akan merekomendasikanmu kepada Guruku. Jika bakatmu benar-benar bagus, siapa bilang Guruku tidak akan menerimamu sebagai muridnya.” ucap Li Li. Dia dengan sombong percaya umpan ini akan cukup menggoda Zhang En.


Sekarang dia menawarkan untuk memperkenalkan Zhang En kepada Gurunya, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi banyak orang.


"Sepertinya kau menguji kesetiaanku dengan mengajakku bergabung ke Kota Naga Salju?" ucap Zhang En, tampaknya mereka benar-benar menganggapnya sebagai bawahan Sun Haoran.


Li Li mengangguk sambil tersenyum puas, "Benar." Kemudian dia menambahkan kalimat lain, "Kesempatan seperti ini hanya datang sekali, aku harap kau dapat mempertimbangkannya dengan cermat."


Zhang En menggelengkan kepalanya, dalam benaknya, "Kesempatan seperti ini datang hanya sekali?" 


"Jadi, apakah kau sudah memikirkannya?" Melihat Zhang En terdiam beberapa saat, Li Li kembali bertanya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku juga akan memberi kalian kesempatan untuk mempertimbangkan dengan hati-hati," Zhang En membalikkan pertanyaan Li Li, "Kesempatan semacam ini hanya datang sekali, aku harap kau akan memikirkannya baik-baik."


Li Li dan Du Huagang tercengang sesaat, mereka tidak mengerti apa maksud dari perkataan Zhang En.


Zhang En melanjutkan, "Aku menolak menerima tawaranmu, kalian tinggalkan Kota Naga Salju, dan tunduk padaku sebagai bawahanku dan aku bisa mempertimbangkan untuk menyelamatkan hidup kalian."


Semua orang yang mendengar ucapan Zhang En merasa seperti disambar petir, Peng Feng bahkan menatap Zhang En dengan ekspresi aneh di wajahnya. "Apakah bocah ini sudah gila?" ucapnya saat menoleh ke arah Sun Haoran, sorot matanya jelas menanyakan apakah ada yang salah dengan otak bocah ini.


Sedangkan kemarahan meletus dari Li Li dan Du Huagang mirip gunung berapi, berkobar ke langit dari lubuk hati mereka, terutama Li Li. Niat membunuh yang mengerikan meledak darinya, badai kepingan salju berwarna hitam tiba-tiba mulai turun di sekitarnya.


“Apa yang baru saja kau katakan?!” Mata Li Li setajam silet, setiap suku kata mendesis kel melalui bibirnya.


Dia adalah murid yang paling disukai oleh Penguasa Naga Perak Ao Gu, memiliki status terhormat di Kota Naga Salju. Begitu banyak murid sekte jenius yang tak terhitung jumlahnya datang merayunya, menghujaninya dengan pujian, yang dia dengar hanyalah kata-kata indah. 


Di Kota Naga Salju, dia bisa memanggil angin dan hujan dengan satu kata, tapi sekarang, keberadaannya sekarang dianggap seperti semut. Seorang pria tak dikenal berani menyuruhnya untuk meninggalkan Kota Naga Salju dan mengatakan untuk tunduk padanya!


“Apa kau tidak mendengar perkataanku dengan cukup jelas?” Zhang En mengabaikan niat membunuh yang dimuntahkan dari mata pihak lain, "Hanya ada satu kesempatan, apakah kau sudah memikirkannya dengan hati-hati?"


Zhang En tetap tenang menyaksikan serangan gila itu, dia dia bersiap untuk bertempur. Aura pembantaian yang tebal dan padat berkumpul di sekelilingnya, dengan dua sayap hitam raksasa menjulur dari punggung Zhang En sementara Tombak Emas yang ada di tangannya menusuk dengan cepat.


***Gunung Mengguncang!


Laut Membalik***!


Bayangan tombak berjumlah jutaan terbentuk di udara dan badai dahsyat berkumpul seperti tsunami saat bertabrakan dengan badai angin yang membentuk angin topan yang di buat Li Li. 


BOOOMMMM!


Angin topan menghilang dan tubuh ramping Li Li berputar dengan ringan di udara seperti naga yang terbang di lautan yang luas, dia mempersempit jarak di antara Zhang En, bersamaan dengan telapak tangannya yang lurus seperti ujung bilah, menusuk ke arah dada Zhang En.

__ADS_1


Sun Haoran merasa tegang menyaksikan gerakan Li Li, berkata dengan cemas, "Saudara Zhang, hati-hati! Itu adalah jurus mematikan tingkat tinggi, Cakar Naga Menutup Langit."


Mata Zhang En menjadi sedingin es, tangannya berbentuk cakar, merobek ke arah lawan.


Cakar Naga Menutup Langit!


Cakar Naga Dewa Iblis!


Saat Aura Qi Naga Iblis muncul, iblis dan hantu yang melayang di atas kuil merasakan ditarik terbang menuju Cakar Naga Dewa Iblis Zhang En dan meningkatkan kekuatan serangannya.


Melihat cakar hitam menjulang di atas kepalanya, wajah Li Li langsung memucat. Dia mundur dengan cepat seperti naga kecil yang ketakutan, sedangkan Zhang En melesat ke depan, mengayunkan Tombak Emas di tangannya.


Tombak Galaxy!


Bayangan tombak yang tak terhitung jumlahnya melesat bersinar terang seperti meteor yang jatuh dari langit merobek udara.


Melihat bayangan tombak yang tak terhitung jumlahnya menghujani seperti meteor, ketakutan menyelimuti mata Li Li. Kedua tangannya memukul kedepan dengan jurus Cakar Naga Menutup Langit tanpa henti.


Jurus Cakar Naga Menutup Langit miliknya biasanya bisa menghentikan serangan apapun di tengah jalan dan itu adalah Teknik yang paling dibanggakan oleh Penguasa Kota Naga Salju, Ao Gu. Setiap kali Li Li menggunakan teknik itu melawan lawan-lawannya, itu berhasil seratus persen, tapi kali ini, teknik itu tampaknya telah kehilangan kehebatannya. Matanya membelalak karena sudah dipenuhi ketakutan dan keterkejutan, saat bayangan tombak menembus penghalang dinding dari Cakar Naga Menutup Langit miliknya seperti meteor di langit, tombak yang tak terhitung jumlahnya muncul lebih besar di depan matanya dalam sekejap.


Bayangan tombak jatuh menghujani tubuhnya seperti hujan lebat.


Tubuhnya terlempar ke belakang setelah dihantam ribuan ombak tombak yang datang tanpa henti membuat tubuhnya terhempas dengan keras ke lantai. Semua kebisingan dan suara di sekitarnya hening saat ribuan tombak menghujani tanah disertai ledakan keras.


Peng Feng, Du Huagang, Sun Haoran dan ke dua pria lainnya memandang Li Li dengan mulut tergangga. Debu mengendap ke udara dan mengungkapkan penampilannya yang tragis, tubuhnya dipenuhi dengan luka yang sangat dalam, dengan darah mengalir terus-menerus keluar dari luka-luka yang ada di tubuhnya.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2