
Kedua tetua Klan Chu ini adalah Chu Lou dan Chu Hua.
Chu Hua mengejek pria tua yang mengelus jenggot disampingnya, sambil tersenyum cerah, “Kenapa ? Apa kau tidak berani?”
Chu Lou merasa ingin protes, tetapi hanya bisa mengertakkan gigi dan setuju, menjawab"Baiklah, kita akan bertaruh!"
....
Beberapa jam berlalu dengan cepat, dan semua orang di depan Zhang En yang antrian dan telah mendaftar telah pergi. Akhirnya, sekarang adalah gilirannya.
Zhang En berjalan ke murid Klan Chu yang bertanggung jawab atas pendaftaran dan menguji usianya berdasarkan tingkat kerangka atau usia tulang setiap peserta. Murid itu meminta beberapa informasi dasar kepada Zhang En, asal, nama, dan sebagainya. Zhang En menjawab semua yang dia tanyakan.
"Sekarang, kau berdiri di depan tugu giok itu untuk menilai usia tulangmu." Murid itu menunjuk ke tugu di samping. Hanya dengan berdiri di depan tugu ini, itu bisa secara akurat membaca usia serta kerangka seseorang sejak dia lahir.
Menurut aturan, selama peserta otu tidak melebihi usia tiga ribu tahun dan telah mencapai kultivasi ranah Dewa Surgawi tahap akhir dan ke ranah atasnya, mereka dapat mendaftar.
Zhang En pergi untuk berdiri di depan tugu setinggi tiga meter seperti yang diinstruksikan. Kemudian, permukaan tugu itu memancarkan cahaya terang yang menyelimuti dirinya, menyebabkan energi hangat perlahan mengalir melalui kepala hingga ke dalam tulang Zhang En.
....
__ADS_1
Di kejauhan, di dalam gedung, Chu Lou dan Chu Hua melihat Zhang En, tidak berkedip sama sekali. Mereka menunggu hasilnya dengan napas tertahan.
Melihat ekspresi gugup Chu Lou, Chu Hua, terkekeh berkata, "Sepertinya aku akan menang, aku yakin pemuda itu lebih dari tiga ratus tahun."
Pada saat ini, Chu Lou merasa penyesalan. Saat ini, dia berpikir bahwa dia akan kalah, karena bahkan di antara murid inti Klan Chu mereka yang berkultivasi selama tiga ratus tahun ke atas, hanya segelintir murid saja yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan ranah yang lebih tinggi dari kultivasi mereka.
Di alun-alun pendaftaran, cahaya dari tugu berkedip, menghilang untuk mengungkapkan sebaris kalimat.
Murid Klan Chu yang bertanggung jawab atas pendaftaran Zhang En menatap dengan bodoh barisan kalimat di tugu. Sudah hampir beberapa bulan sejak pendaftaran dimulai.
Dalam waktu beberapa bulan ini, jumlah murid yang mendaftarkan diri mencapai setidaknya sepuluh ribu orang lebih. Namun, murid-murid yang datang dari berbagai dunia itu rata-rata di atas usia tujuh ratus sampai seribu tahun. Yang terendah paling mentok di usia lima ratus tahun.
Beberapa murid di sekitar juga memperhatikan Zhang En. Ketika mereka melihat hasilnya, mereka semua tercengang, termasuk dua saudara perempuan yang diam-diam membahas tentang Zhang En sebelumnya.
Murid-murid di sekitarnya yang berbaris untuk mendaftar semuanya adalah talenta terbaik dari keluarga atau sekte dunia yang berbeda-beda, tetapi ketika mereka membandingkan diri mereka dengan Zhang En, mereka seakan dianggap sampah.
Di dalam gedung, Chu Lou yang sebelumnya merasa sangat menyesal karena setuju untuk bertaruh dengan Chu Hua tercengang melihat hasil itu. Beberapa helaan napas berlalu sebelum dia sadar kembali, lalu seketika melompat berdiri. Itu bukan karena kegembiraan memenangkan taruhan, tetapi karena keterkejutan yang luar biasa.
Chu Hua juga sama terkejutnya, bergumam dengan suara yang nyaris tak terdengar, "Seorang jenius tiada tara telah muncul di tahun ini!" Dia kemudian berbalik ke arah Chu Lou, tersenyum kecut, "Penilaianmu tidak salah teman, kau menang."
__ADS_1
Chu Lou mengangguk tanpa sadar, tatapannya tertuju pada sosok Zhang En. Sebuah cahaya berkedip di matanya saat dia merenung tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Ada apa kawan? Apakah kau ingin menerima seorang murid?” Ucap Chu Hua lagi sambil bercanda.
Chu Lou dengan berat menggelengkan kepalanya menjawab, "Pemuda mengerikan dengan umur ini tidak bisa diajarkan tetua seperti kita ini.."
Chu Hua mengangguk setuju, “Sayangnya, meskipun pemuda ini memiliki bakat yang mengerikan, waktu kultivasinya terlalu singkat, jadi dia tidak akan bisa mencapai hasil yang baik nanti saat kompetisi. Belum lagi kekuatannya saat ini, kemungkinan dia kehilangan nyawanya di Dunia Dewa Kuno. ”
Chu Lou juga mengganggap seperti itu, menjawab, “Ada banyak pemuda berbakat dan jemius yang tak terhitung jumlahnya di alam yang luas ini, sayang sekali tidak banyak dari mereka yang bisa mencapai kejayaan puncak mereka. Tidak masalah seberapa hebat bakat yang mereka miliki jika mereka mati lebih awal. ”
...
Di alun-alun, para murid yang melihat hasil Zhang En menjadi shok.
Zhang En yang telah berdiri di depan tugu dan cukup lama akhirnya bertanya kepada murid Klan Chu yang masih shok dan yang bertanggung jawab atas pendaftarannya, "Apakah sudah selesai kawan?"
Baru pada saat itulah murid itu mendapatkan kembali kesadarannya, meskipun dia terdengar bingung ketika dia buru-buru menjawab, "S-sudah, selesai."
Dia dengan cepat mengeluarkan sebuh token giok yang didalamnya berisi semua informasi tentang kompetisi, menuliskan nama dan asal Zhang En sebagai identitas dipermukaan, lalu menyuruh Zhang En untuk membwri sedikit beberapa tetes darahnya di token untuk mengaktifkannya di tempat.
__ADS_1
Zhang En meninggalkan alun-alun dengan banyak tatapan penasaran mengikutinya. Dia kemudian menemuu Lin Ming serta kakak seniornya di tempat menunggu para pendamping peserta.