Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 677 - Akhir Pertempuran Dan Memulai Terobosan


__ADS_3

Duarrr!!!


Setelah itu, tubuh Long Zhi yang masih utuh menabrak dinding lembah, terkubur di bawah bebatuan, tidak bisa bergerak untuk waktu yang lama.


Zhang En mengangkat tangannya ke depan saat kekuatan hisap yang kuat dari tangan Zhang En menarik tubuh Long Zhi keluar dari bawah bebatuan tebing lembah, lalu jatuh di depan Zhang En.


Long Zhi mencoba mengangkat kepalanya dengan susah payah, menatap gunung besar di depannya dengan ketakutan, bertanya pada diri sendiri, "Artefak apa itu?!"


Pada saat ini, tidak terpikir oleh Long Zhi bahwa itu adalah Gunung Harimau yang diambil oleh Zhang En di Dunia Harimau.


“Saatnya untuk mengakhiri pertarungan kita, kawan!.” Zhang En berkata kepada Long Zhi yang sudah sekarat.


...


Di dunia luar.


Pada saat ini, kelompok Sekte Naga Langit sedang menatap nama Long Zhi yang telah berada tidak lama ini di peringkat 50 dengan senyum berseri-seri.


Setelah membunuh empat orang murid sebelumnya dan mendapatkan poin mereka, Long Zhi membuat lompatan besar pada peringkatnya saat itu.


Semua pemimpin Klan dan sekte lain di dekatnya dengan cepat memberi selamat kepada Long Qin dengan sedikit sanjungan ketika mereka melihat peringkat Long Zhi.


Tidak jauh dari dari kelompok Long Qin berada, Lin Ming benar-benar terkejut melihat daftar peringkat, Long Zhi.


Mata Lin Ming kemudian jatuh ke urutan nama muridnya sendiri, yang naik peringkat beberapa lompatan kecil, dari peringkat 899 ke peringkat 800.


Lin Ming hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, sepertinya kekuatan muridnya tidak bisa dibandingkan dengan Long Zhi saat ini.


Akan tetapi, tiba-tiba, Dong Fang di sampingnya menjerit, menunjuk kembali ke arah daftar peringkat, "Guru, lihat peringkat Long Zhi !!"


Karena bingung dan masih memikirkan Zhang En, Lin Ming mengalihkan pandangannya dari nama Zhang En untuk melihat nama Long Zhi.


Tapi yang dilihatnya sekarang adalah nama Long Zhi yang perlahan semakin meredup.


Tidak jauh dari mereka, Long Qin dan semua anggota Sekte Naga Langit juga melihat nama Long Zhi yang awalnya bersinar perlahan meredup.

__ADS_1


Pada saat ini, semua kegembiraan dan kebanggaan yang baru saja mereka perlihatkan karena menerima sanjungan dari banyak orang terhapus sekektika, terlebih lagi pada wajah Long Qin, yang telah tampak pucat.


Menyaksikan nama muridnya perlahan memudar di daftar peringkat, Long Qin berteriak histeris dengan marah, "T-tidak, tidak, tidak mungkin, jangan bunuh muridku!!!"


Tapi, bahkan saat dia berteriak, nama Long Zhi terus meredup, dan akhirnya meledak di udara dan benar-benar terhapus dari daftar peringkat.


Semakin tinggi peringkat seorang murid, semakin keras ledakan ketika mereka mati. Jadi, ketika nama Long Zhi menghilang dari daftar peringkat, ledakan yang memancarkan sinar terang meledak dengan keras di udara, terdengar seperti petir. 


DUAAARRRRR!!!!


Cahaya terang menyebar gelombang demi gelombang seperti air yang beriak. Tidak hanya mereka yang berada di alun pusat Kota Ashura, tetapi bahkan orang-orang di jalan-jalan dan di seluruh Kota Ashura melihat cahaya terang dengan jelas saat ledakan.


Seruan kasihan dan keterkejutan bisa terdengar di semua tempat.


Saat ini, Kelompok Lin Ming juga melihat lompatan peringkat Zhang En dari peringkat 800 ke peringkat 85. Begitu juga Long Qin dan yang lainnya.


Nama : Zhang En.


Peringkat : 85.


Long Qin dipenuhi dengan kesedihan, mata merahnya dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian yang memelototi kelompok Lin Ming. Tetap saja, dia mengendalikan dirinya untuk tidak bertindak sembarangan di Kota Ashura.


Jika bukan karena ada aturan yang menyatakan bahwa pertempuran di Kota Ashura tidak diperbolehkan, dia akan langsung menyerang Lin Ming, mencabik-cabiknya tanpa utuh.


Di sisi lain, Lin Ming malah bertindak seolah-olah dia tidak memperhatikan niat membunuh Long Qin, dia asik melihat nama Zhang En di daftar peringkat dengan takjub, gembira, dan bersemangat.


Ada perasaan melakonis di hatinya, seolah-olah dia sedang berjalan dalam mimpi. Dia tidak pernah berani membayangkan dan berharap, bahwa Zhang En bisa memasuki peringkat seratus besar. 


...


Di dalam Alam Rahasia.


Pada saat ini, di dalam lembah terdalam, Zhang En melihat mayat Long Zhi yang tak bernyawa tergeletak di tanah dengan sebagian tubuhnya telah hancur total.


Zhang En lalu membakar mayat Long Zhi, menghilang dari dunia ini selamanya.

__ADS_1


Dia juga mengumpulkan semua harta benda milik Long Zhi dan mengambil Bunga Pelangi di tengah danau dan menyimpannya. Lalu, mengalihkan perhatiannya ke arah Roh Api Naga yang sedang melayang.


Setelah kematian pemiliknya, Roh Api Naga tidak memiliki tuan, membuatnya mudah bagi Zhang En untuk menjadikan Roh Api Naga menjadi miliknya.


“Selanjutnya, aku berkultivasi sementara untuk terobosan ke Alam Dewa Emas!”


Zhang En lalu menarik semua Roh Api yang melayang, serta Roh Api milik Long Zhi ke dalam tubuhnya.


Setelah itu, Gunung Harimau yang tadinya sangat besar, kembali menyusut dan terbang di tempat tersembunyi di dalam lembah. Zhang En tidak langsung menyimpan artefak itu, karena dia akan memasukinya untuk berkultivasi dengan aman.


Dia juga tidak lupa mengaktifkan formasi Gunung Harimau untuk berjaga-jaga.


Setelah memasuki Artefak Gunung Harimau, Zhang En mulai mengedarkan semua keempat roh api di hadapannya..


Saat Zhang En menyedot energi mereka ke dalam tubuhnya secara bersamaan, totem naga yang biasanya tersembunyi di tubuh Zhang En kembali muncul, sambil menyerap semua kekuatan dari Roh Api Naga yang baru dengan kecepatan tinggi.


Energi besar Roh Api Naga menjalar ke tubuh Zhang En dan memenuhi dantiannya sampai penuh dalam sekejap mata.


Pada saat yang sama, jiwa Zhang En menyala dengan cahaya yang tak habis-habisnya, bercahaya dan cemerlang. Saat energi dari Roh Api Naga terus memurnikan tubuh dan jiwanya, kekuatan jiwa Zhang En mencapai titik puncak.


Badai besar muncul di lautan jiwa Zhang En satu demi satu. Ini adalah tanda pembentukan dari kristal jiwa dewa miliknya..


Tubuh Zhang En sekarang bermandikan lautan cahaya api yang tumbuh lebih kuat seiring berjalannya waktu. Qi Naga Dewa dan Qi Budha di dalam tubuhnya bergegas keluar, berubah menjadi bentuk bayangan Naga bermahkota dan Dewa Buddha Emas yang sedang bermeditasi di atas langit.


Dentumm!!!


Gemuruh dahsyat bergema ke langit.


Tubuh Zhang En sekarang memancarkan kekuatan naga dewa yang agung. Selanjutnya, cahaya Buddha Emas menerangi sebagian langit, mengalir tanpa henti menuju lautan jiwa Zhang En. 


Dipengaruhi oleh energi luar biasa dari dari seluruh lembah, dalam radius beberapa ribu meter, menjadi tidak stabil dan intens. Selanjutnya, petir surgawi juga berkumpul di atas langit dengan ganas menuju lembah.


Pada awalnya, hanya lembah di sekitar beberapa ribu meter yang terpengaruh, tetapi akhirnya menarik perhatian banyak murid di lokasi terdekat yang ada di Alam Rahasia, serta ada keterkejutan di wajah mereka melihat fenomena ini.


Fenomena di sekitar lembah telah berlanjut selama beberapa hari dan berita mulai menyebar, menarik lebih banyak murid datang ke lembah berkabut dimana Zhang En berada.

__ADS_1


__ADS_2