Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 572 - Zhang En Sadar Kembali


__ADS_3

Karena merasa perasaan gembira, kecepatan terbang Zhang En meningkat saat ia terbang menuju sumber energi itu.


WUSHHHH!!!!


Segera, bola api merah terang yang melayang di atas magma yang mendidih mulai terlihat, dan di dalamnya ada seekor burung phoenix yang sedang terbang!


"Huahhhh!!! Itu benar-benar Api Phoenix!"


Kali ini, Zhang En hampir tidak bisa mengendalikan kegembiaraanya. Tanpa sadar, napasnya menjadi berat saat dia dengan hati-hati dan perlahan mendekati bola api merah itu.


Tubuh phoenix api itu berkilauan, memancarkan cahaya terang dari sembilan warna yang memancarkan aura suci. Seolah-olah phoenix itu merasakan kehadiran Zhang En, dia berhenti terbang. Kemudian, tiba-tiba mengepakkan sayapnya lagi ke arah Zhang En.


Bola api merah raksasa itu mengikuti gerakan phoenix di dalam, terbang ke arah Zhang En juga.


Sebelum bola api itu dan phoenix itu tiba, Zhang En pertama kali merasakan kekuatan elemen api yang kuat melonjak ke arahnya.


Dia merasa terkejut sejenak, lalu wajahnya menegang ketakutan saat berikutnya.


Saat dia bersiap untuk mengaktifkan Tekniknya untuk menghindari bola api raksasa itu, Lambang Roh Api dan ular di armornya terbang keluar, melilit tubuh Zhang En. Lalu meluncur lurus ke arah phoenix itu.


Mata Zhang En terbelalak karena terkejut.


Sementara tubuhnya sedang terperangkap dalam keterkejutannya, Roh api bersama dengan ekor ular itu melepaskan cahaya putih seperti kepingan salju yang bertabrakan dengan bola api merah raksasa itu.


Tabrakan yang menghancurkan bumi yang dibayangkan Zhang En tidak terjadi, sebaliknya, kedua kekuatan api itu bergabung bersama.

__ADS_1


Kepingan es dari Ancient God Flame bergabung dengan api merah itu, tumbuh lebih besar. Warna putih dan merah bergabung menjadi satu..


Pada akhirnya, bola api merah dan kepingan api salju putih semuanya hilang, berubah menjadi bola biru keemasan.


Bola biru emas besar itu lalu membungkus tubuh Zhang En di dalam seperti kepompong. Roh Api Dewa Kuno dan seekor Burung Phoenix Api melayang di atasnya, melepaskan kekuatan aneh yang memasuki jiwanya, membuat lautan kesdaran Zhang En tersentak, lalu kehilangan kesadrannya.


Di saat-saat terakhir sebelum dia kehilangan kesadaran, Zhang En mengingat terakhir kali dia menyatu dengan Ancient God Flame dan bergumam, "Apakah aku akan tidur selama beberapa tahun juga kali ini?"


Kedua jenis api itu terus berputar satu sama lain bahkan setelah Zhang En kehilangan kesadarannya. Saat dua api itu bergabung, energi berdesir melalui ruang magma, mengisi ruang bawah tanah gunung berapi itu dengan kedipan cahaya putih dan merah.


WOSHHH!! WOSHHH!!!


Bola cahaya biru keemasan tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu, dan cahaya merkea sangat menyilaukan mata.


Kekuatan Naga dari dalam tubuh Zhang En membentuk totem diluar tubuh Zhang En yang muncul dengan sendirinya, dengan rakus melahap kekuatan aneh api itu, terus meningkatkan kekuatan Tubuh Naga Zhang En.


...


Suatu hari, satu bulan dan dalam sekejap mata, sudah tiga bulan berlalu.


Di dunia luar, di aula utama Klan Phoenix.


Nuyan Tian bertanya kepada tetua Klannya, Nuyan Yuan, "Apakah kau yakin bocah manusia itu tidak pernah keluar sekalipun dalam tiga bulan ini setelah dia memasuki bagian dalam Gunung Suci kita ?"


"Iya, Patriark." Tetua Nuyan Yuan menjawab, "Tiga bulan yang lalu, dia memang telah masuk ke dalam Gunung Suci klan kita, dan tidak muncul lagi sejak saat itu!"

__ADS_1


Di sekitar Gunung Suci mereka, terdapat formasi kuno yang dipasang oleh leluhur terdahulu Klan mereka, yang biaa mendeteksi Zhang En memang telah memasuki Gunung Suci mereka.


"Patriark, anak itu belum keluar selama tiga bulan ini, kemungkinan besar, dia mungkin telah berubah menjadi abu oleh kekuatan elemen api penghancur dalam gunung!" Salah satu tetua berkata lalu tertawa.


"Mmm!" Nuyan Tian mengangguk setuju.


"Patriark, kelompok binatang iblis itu masih menjaga di luar area gunung, haruskah kita meluncurkan penyergapan untuk melenyapkan mereka?" Salah satu tetua lainnya menyarankan pemikirannya.


Nuyan Tian menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak perlu, biarkan mereka tinggal di sana sesuka mereka. Selama mereka tidak mengambil inisiatif untuk menyerang kita terlebih dahulu, tidak perlu repot dengan keberadaan mereka.”


“Tapi, hal apa yang ingin ditemukan bocah manusia itu di dalam Gunung Suci kita.  Apakah ada harta karun didalam dasar Gunung Suci kita?” Seorang tetua bersuara lagi saat berpikir dengan keras.


Nuyan Tian mengangguk, masalah ini juga merupakan sesuatu yang telah dia pikirkan beberapa bulan terakhir ini. Karena itu, dia memutuskan bahwa begitu Gunung Suci klan mereka itu sudah tenang, dia akan masuk dan menyelidiki apakah ada sesuatu di dalam gunung suci mereka.


Akan tetapi, apa yang membuat Nuyan Tian merasa sangat tertekan adalah kenyataan bahwa gunung yang menembakkan magma di sekitar Gunung Suci mereka terua berlanjut selama lima tahun. Tidak tenang atau berhenti.


Dalam lima tahun ini, di dalam ruang bawah tanah yang dipenuhi magma, Zhang En tetap tidak sadarkan diri, dia masih tertidur di dalam bola cahaya biru keemasan yang membungkusnya. 


DUAAARRRR!!!


Tiba-tiba, penggabungan Roh Api Dewa Kuno dan Roh Api Phoenix yang melepaskan kekuatan mereka meledak dalam cahaya yang menyilaukan. Cahaya yang menyilaukan itu kemudian terpisah menjadi satu berwarna putih dan satu berwarna merah, mengebor ke dalam tubuh Zhang En.


Cahaya putih dan merah di sekitar tempat itu berangsur-angsur menghilang. Bola api biru keemasan raksasa itu perlahan menyusut, semakin kecil, dan berhenti ketika mencapai diameter sekitar sepuluh meter.


Kesadaran Zhang En akhirnya perlahan kembali, dan tidak lama setelah itu membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2