
Zhang En terus terbang dengan kecepatan sangat tinggi saat perasaannya semakin gelisah. Dia adalah alasan Hong Xiao pergi meninggalkan Kerjaaan Bintang Selatan dan datang ke Benua Awan Bintang, jika sesuatu benar-benar terjadi padanya, Zhang En akan menyesalinya seumur hidupnya. Bagaimana dia akan menghadapi dan bertangung jawab di depan Kakak Senior nya Raja Hong Bei.
“Xie Dan!” Kilatan sedimit api kemarahan berkedip di mata Zhang En, aura pembunuh di sekitar tubuhnya semakin pekat.
Jika sesuatu terjadi pada Hong Xiao dia akan melakukan pembantaian di Sekte Dewa Bintang. Dia berniat akan mengubah Sekte Dewa Bintang menjadi lautan darah.
Dia tidak punya alasan untuk tidak bertindak pada saat ini? karena Penguasa Sekte Dewa Bintang tidak berada di Sektenya dalam beberapa waktu ke depan, bahkan mungkin sampai bertahun-tahun.
“Xie Jin, kuharap putramu tidak melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, jika tidak…!” Kemarahan di hati Zhang En semakin memuncak, jika Xie Dan itu benar-benar merusak kesucian Hong Xiao, dia dengan senang hati akan mengubah Xie Dan dan semua Tetua Sekte Dewa Bintang menjadi makanan nutrisi untuk Kumbang Mayat Beracun miliknya.
Dua hari kemudian, Zhang En berhenti di sebuah puncak gunung di hutan belantara dan langsung menelan Pil Naga dan memulai kemampuan semangat bela dirinya 'Pemulihan Instan' untuk mengisi kembali energi Qi tubuhnya yang sudah habis. Dia kemudian melanjutkan perjalanannya setelah memulihkan kekuatannya.
Dalam dua hari ini, dia tidak pernah berhenti sama sekali, bahkan di malam hari, dia melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata telanjang
Xie Dan telah memindahkan paksa Hong Xiao dari Kota Treasure beberapa hari yang lalu. Menurut perkiraan Zhang En saat ini, dengan kecepatan penuh terbangnya saat ini, dia seharusnya akan sampai satu hari lagi di wilayah Sekte Dewa Bintang berada.
Satu hari lagi berlalu.
Zhang E saat ini berhenti dan berdiri di atas udara sambil melihat sebuah pulau yang ada di bawah.
Zhang En lalu mengeluarkan peta Benua Awan Bintang dan memeriksa area di sekitarnya dan bergumam pada dirinya sendiri, "Sedikit lagi."
Sekte Dewa Bintang tidak terlalu jauh dari lokasi saat in dan letak Sekte dewa Bintang terletak di Domain Hanguo.
Zhang melihat hari sudah malam.
"Aku harus sudah sampai di sana besok pagi." Gumam Zhang En.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, siluet Zhang En menghilang dari tempatnya.
Domain Hanguo adalah Domain terbesar di Benua Awan Bintang dan juga wilayah yang paling makmur dari antara semua Diamian yang ada di Benua itu, karenanya, itu Domain Hanguo adalah wilayah yang paling terkenal. Terutama karena di Domain Hanguo itulah Sekte Dewa Bintang berada.
Di sisi Timur Domain Hanguao, ada dataran luas bernama Dataran Suci. Ada legenda lama yang berhubungan dengan Dataran Suci ini, pada zaman kuno, Dewa pernah turun di tempat itu. Ketika Dewa itu turun, dia melihat perang besar antara dua negara di dataran tinggi ini, darah membasahi bumi menjadi lautan darah, sehingga, Dewa itu turun dan bertindak mengakhiri perang.
Sejak saat itu, tidak ada pasukan yang berani melakukan pembantaian di dataran itu dan tempat itu disebut Tanah Suci.
Sekte Dewa Bintang dibangun tepat di Dataran Suci dan di dalam Kota yang memiliki bangunan megah serta menjulang tinggi bernama Kota Dewa Bintang.
Kota Dewa Bintang selalu ramai dan banyak pengunjung.
•••
Di dalam Istana Kota Dewa Bintang, tawa gembira terdengar dari dalam aula.
Di kursi utama duduk seorang pria muda berjubah yang terbuat dari benang emas putih. Ada tanda misterius samar di dahi pemuda itu, sedikit mirip dengan simbol 'Naga' Zhang En yang muncul karena menyerap Mutiara Naga. Pemuda ini adalah Tuan Muda Sekte Dewa Bintang, Xie Dan, Putra Penguasa Sekte Dewa Bintang.
Xie Dan sedaang duduk di kursi utama sambil mendengarkan sanjungan yang datang dari mulut setiap Tetua Sekte Dewa Bintang. Dia tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sambil mengangkat cangkir anggurnya dengan gerakan bersulang. Malam ini, para Tetua dan Pemimpin Domain Sekte Dewa Bibtang hadir disana memberi selamat kepada Xie Dan karena akan menikahi Putri Hong Xiao.
Satu jam kemudian, pesta mereka pun bubar. Xie Dan juga kembali ke tempat kediamannya.
Di halaman kediamannya, cahaya lampion terang benderang meskipun sudah malam, memancarkan suasana kediaman yang terlihat megah. Di tengah ruangan kediamannya, ada sebuah kamar dengan tempat tidur di mana seorang wanita muda yang cantik duduk dalam posisi menunggun,dia adalah Hong Xiao.
Melihat Xie Dan masuk, Hong Xiao berdiri dengan mata memelototi Xie Dan.
“Apa yang kau lakukan kepada dua pelayanku?” Hong Xiao bertanya.
__ADS_1
Kedua pelayan yang dia maksud adalah dua pelayan yang menemaninya dari Kerajaan Bintang Selatan. Kedua gadis itu telah bersama dengan Hong Xiao sejak masa mereka masih kecil, sehingga hubungan mereka seperti saudara sendiri.
Menghadapi Hing Xiao yang tampak marah, Xie Dan mempertahankan penampilan ramah nya, “Jangan khawatir, mereka baik-baik saja. Namun, jika kau tidak bekerja sama denganku pada acara pernikahan kita besok, aku tidak dapat menjamin apa yang akan terjadi pada mereka besok malam. "
“Dasar manusiaaa… hina!” Hong Xiao meneriaki Xie Dan dengan gigi terkatup.
Xie Dan tersenyum kecil dan berkata, “Terima kasih banyak atas pujianmu. Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa aku bisa menjadi orang hinna seperti yang kau katakan.
Hong Xiao dipenuhi amarah mendengar jawaban Xie Dan, nafasnya tidak teratur membuat dada montoknya bergerak naik turun. Xie Dan tidak menyembunyikan pandangan matanya saat dia menatap dada montok Hong Xiao.
Melihat matanya, tangan Hong Xiao terangkat untuk menutupi dadanya, "Xie Dan, jangan bermimpi untuk bisa menyentuh sehelai rambutku!"
Xie Dan membalas, "Apakah kau pikir kau memiliki harapan untuk melawanku?"
Wajah Hong Xiao memerah karena marah. Sejak dia ditangkap, mereka telah melakukan sesuatu yang tidak dia ketahui kepadanya yang mengunci Qi miliknya dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk melakukan perlawanan.
Saat ini dia tidak berdaya untuk melawan Xie Dan.
Hong Xiao menatap tajam ke arah Xie Dan dengan tatapan dingin, "Sejujurnya, aku sudah memiliki seseorang yang aku kusukai."
Hal ini menarik kerutan dahi Xie Dan.
“Dibandingkan dia, kau bahkan tidak memenuhi syarat untuk membawa sepatunya!” Hong Xiao menambahkan kalimatnya secara spontan.
“Aku benar-benar penasaran, siapakah orang yang telah merebut hatimu?!”
"Dia pasti akan datang menyelamatkanku, kau akan bertemu dengannya saat itu."
__ADS_1
"Baiklah!!! Aku akan menunggu dan melihat siapa orang yang kau maksud" Niat membunuh melintas di mata Xie Dan, "Besok, jika dia benar-benar akan datang, aku akan melawannya secara pribadi tepat di depanmu dan membunuhnya!"
“Tapi, aku tidak akan membiarkan dia mati begitu saja. Besok malam, aku akan membuatnya berlutut di ruangan ini, agar dia dapat melihat secara langsung saat kita sedang melakukan olahraga diranjang ini. Aku ingin dia mendengar rintihan kenikmatan yang kau keluarkan dari mulutmu, dan dia juga dapat melihat tubuh telanjangmu sebelum kematiannya."