Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 611 - Semi Alam Dewa Emas


__ADS_3

Sementara dia merasa semakin bersemangat, qi iblis di dalam gua itu tiba-tiba bergemuruh, berputar-putar dan mengembun untuk membentuk tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa yang lengkap. 


Tubuh yang mengembun menjadi ilusi yang lengkap ini berkali-kali lebih kuat dari yang sebelumnya, benar-benar melampaui aura dari seorang ahli Dewa Emas Bintang Satu.


Zhang En akhirnya terkejut.


Begitu tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa benar-benar telah terbentuk seperti tubuh aslinya, raksasa itu mengayunkan lengannya yang kuat ke arah Zhang En.


WUUUSSSSHHHH!!!


Melihat ini, Zhang En dengan cepat menghentakkan kakinya ke permukaan tanah dan melompat mundur. Pada saat yang sama, kedua tangannya menampar ke atas.


Kedua kekuatan Api Ilahinya ditembakkan bersama dengan kekuatan telapak tangannya.


Kekuatan besar dari telapak tangan besar itu dibakar dalam sekejap setelah bertemu dengan kekuatan api Zhang En.


Kedua api ilahi itu lalu menembus ke arah tubuh Raja Seribu Jiwa, menyebabkannya bergetar karena kaget dan mundur ketakutan.


Melihat ini, Zhang En merasa lega.


Meskipun Raja Seribu Jiwa di depannya lebih kuat daripada yang pertama dia temukan, itu masih jauh dari kekuatan sejatinya, karena tubuh aslinya tidak lengkap. 


Dalam pertukaran serangan barusan, Zhang En dapat menentukan bahwa kekuatan nyata dari tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa ini sedikit lebih lemah dari Dewa Emas Bintang Satu tahap menengah.



Beberapa jam kemudian.


Terjerat dan diburu oleh kedua roh-api ilahi milik Zhang En, Raja Binatang Seribu Jiwa melolong tanpa henti dan menghilang. Sisa-sisa warisannya di dalam batang tubuhnya dibakar oleh dua kekuatan api Zhang En..

__ADS_1


Zhang En lalu terbang, melayang di atas altar raksasa, mengintip ke bawah pada tubuh raksasa Raja Binatang Seribu Jiwa dengan kegembiraan. Langkah selanjutnya adalah menyerap kekuatan batang tubuh yang besar ini.


Tiba-tiba, qi iblis yang luar biasa melonjak keluar dari tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa, menelannya di dalam. Tapi tidak ada tanda bahaya di wajah Zhang En, Ancient God Flame melingkari tangan kirinya, dan di sebelah kanan adalah Ancient Phoenix Flame. 


Melambaikan tangannya, dua api ilahi itu segera menguapkan setiap helai terakhir dari qi iblis yang menelannya. Pada saat yang bersamaan, dia mengaktifkan kekuatan penyegelan altar untuk menghubungkan dan mengeluarkan semua qi iblis dari tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa.


...


Satu bulan kemudian.


Setelah memastikan bahwa semua qi iblis di dalam tubuh Raja Seribu Jiwa telah hilang dan menjadi murni, Zhang En duduk bersila di udara dan mulai memperbaiki dan menyerap energi di dalamnya.


Segera, untaian energi berwarna merah murni tanpa Qi iblis mengalir dari tubuh Raja Seribu Jiwa yang ada di bawah, mengebor ke dalam tubuh Zhang En.


Tubuhnya Zhang En dengan rakus melahap esensi darah yang masuk ke dalam tubuhnya.


Namun, energi yang terkandung di dalam esensi darah Raja Binatang Seribu Jiwa jauh lebih dari yang bisa dibayangkan, setiap tetes dipenuhi dengan jumlah energi yang sangat banyak. Bahkan untuk Zhang En, dengan dua roh api ilahinya mengambil sebagian dari energi esensi darah itu, untaian kecil esensi darah yang telah memasuki tubuh Zhang En masih bocor keluar.


Seiring waktu berlalu, kabut berdarah berkumpul di sekitar Zhang En di udara. 


Di atas genangan kabut darah itu melayang bayangan samar dari berbagai raja binatang iblis yang kuat pada zaman kuno.


...


1 Tahun berlalu begitu saja


Kabut darah di sekitar Zhang En erubah menjadi lautan darah, dengan gelombang seperti tsunami bergulir tanpa henti.


Tiga tahun lagi berlalu.

__ADS_1


Lautan darah yang tenang tiba-tiba bergulung dengan hebat dan pusaran air besar muncul di tengahnya. Ketika pusaran air mencapai permukaan, satu per satu, ilusi raja binatang iblis berwarna merah darah tersedot ke dalam pusaran air.


Tidak lama kemudia, lautam berwarna merah darah itu tersedot ke dalam pusaran air dan lautan darah mulai menyusut hingga sosok Zhang En muncul kembali.


Ketika untaian terakhir kabut darah diserap olehnya, cahaya hitam kemerahan meledak dari tubuhnya, hingga melonjak ke atas. Itu memancarkan aura yang kuat dan menyesakkan.


BOOOMMM!!!


Ledakan bergema bergema di dalam gua itu.


Zhang En, yang telah duduk di sana selama lebih tiga tahun lamanya, tiba-tiba membuka matanya. Kedua cahaya dari Roh Api Iahi terpancar dan keluar dari matanya, menembus ruang dan membuka dua lubang hitam besar.


Saat Zhang En turun dari udara dan kakinya menyentuh altar, seluruh altar itu bergetar dan bergoyang. Altar raksasa yang digunakan untuk menyegel tubuh Raja Binatang Seribu Jiwa hampir terbelah dua hanya dengan mendaratkan kakinya di atas altar.


"Akhirnya, aku telah menerobos ke ranah Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir! Bisa di bilang, kekuatanku sekarang berada di Semi Alam Dewa Emas" 


Tidak dapat menahan kegembiraanya, Zhang En berteriak keras. Napasnya berubah menjadi tornado kecil, berputar ke depan, melanjutkan,"Satu langkah lagi, aku akan menerobos ke ranah Alam Dewa Emas! Ha ha ha!"


Zhang En mengangkat lengannya, mengarahkan jarinya ke depan. 


DUARRRRR!!!


Gua di depannya langsung ditembus, mirip dengan menembus kertas basah. 


Sebuah lubang hitam membentang panjang yang tidak diketahui karena di tembus oleh kekuatan dari jarinya.


Zhang En mengamati hasil dari kekuatan jarinya dan mengangguk dengan senyum puas. 


Kekuatan dari jarinya hampir sama dengan seorang Ahli Dewa Emas Bintang Satu tahap puncak, ini berarti dia sudah bisa bertarung melawan seorang Dewa Emas Bintang Dua tahap menengah, bahkan tahap puncak jika dia mengunakan kekuatan api ilahinya.

__ADS_1


__ADS_2