Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 68. Permintaan Maaf


__ADS_3

Kemarahan Yao Qing telah meletus dari kejauhan saat dia melihat penampilan putranya yang terluka, “Siapa yang melukai Xiao'er-ku !? Aku akan menggali semua tulang di tubuhnya satu per satu!”


Ketika kata-kata ini terdengar ke telinga Yao Wen dan Yao Yuan, wajah mereka berubah dari pucat menjadi putih mengerikan.


"Ibu!" Di bawah bantuan Pengawal Keluarga Guo, Guo Xiao berhasil memanggil ibunya, Yao Qing, dan datang ke sisinya. “Itu dia, bajingan ini pelakunya! Ibu, setelah menangkap bajingan ini, aku juga ingin menggali setiap tulang di tubuhnya dengan tanganku sendiri! "


Yao Qing memandang Zhang En dengan tatapan dingin terlihat menghina, "Jangan khawatir, dia tidak punya cara untuk lari!" Matanya menandai salah satu penngawal yang mengikutinya. Saat penjaga itu akan mengambil tindakan, Yao Wen dan Yao Yuan bersuara.


"Berhenti!!" Keduanya berteriak pada saat bersamaan. Perintah mereka begitu tiba-tiba sehingga semua orang tertegun sejenak, berbalik ke arah mereka.


Sebelum Guo Xiao, Yao Qing, Duan Yong, dan kerumunan yang berada di sana terlihat kebingungan, Yao Wen dan Yao Yuan mendekati Zhang En tampak seperti anak-anak yang ketakutan, wajah penuh rasa bersalah dan ketakutan.


"Tuan Muda Zhang!"


Sikap Yao Wen dan Yao Yuan dipenuhi dengan rasa takut, gentar, dan rasa hormat yang tinggi. Benar-benar mengejutkan semua orang di sekitar.


Terlebih lagi Guo Xiao, matanya membulat lebar, begitu pula mata ibunya di sampingnya, dan Duan Yong berdiri di depan Zhang En.


Pandangan Duan Yong tertuju pada Zhang En. Dipanggil dengan hormat sebagai Tuan Muda oleh kedua orang itu membuatnya terperanjat setengah mati.


" Tuan Muda Zhang!"


"Dia adalah Zhang En? Pendekar jenius Kekaisaran dan Tuan Muda dari Sekte Naga Merah penerus Ketua Sekte Xin Long?" Pikiran itu melintas dalam pikiran Duan Yong dan napasnya bertambah cepat. 


Astaga! Dia benar-benar berbicara dengan Tuan Muda Zhang En?! Tunggu, tunggu, tunggu, apa panggilan Zhang En kepadanya barusan, saudara ?! Ya, itu 'saudara'. Zhang En bahkan mengundangnya untuk minum beberapa cangkir anggur. Duan Yong hampir tidak bisa menentukan arah utara, selatan, timur, atau barat saat ini dan larut dalam pikirannya sendiri.


Duan Yong telah menebak identitas Zhang En melihat reaksi serta sikap Yao wen dan Yao Yuan.


Tiba-tiba, tubuh Guo Xiao mulai bergetar tak terkendali. Kaki pengawal Keluarga Guo juga gemetar dengan hebat, keringat dingin membasahi tubuh mereka semua.


Wajah cantik Yao Qing juga kehilangan warna menjadi pusat pasi. Apa yang dia katakan kepada Zhang En barusan? Menggali setiap tulang dari tubuhnya satu per satu?


Akhirnya Zhang En melihat ke arah Yao Wen dan Yao Yuan yang ketakutan sebelum melirik Guo Xiao yang gemetar dan Yao Qing yang pucat.

__ADS_1


"Aku Yao Wen kepala keluarga atau Patriak Klan Yao memberi hormat kepada Tuan Muda Zhang."


"Kepala Keluarga Yao." Zhang En menyapa Yao Wen dengan acuh tak acuh.


Mata Zhang En kemudian menyapu lebih dari seratus ahli yang berdiri di belakang Yao Wen, suaranya yang acuh tak acuh kemudian terdengar "Kepala keluarga Yao membawa begitu banyak orang sehingga Kau bisa menggali tulang ku satu per satu?"


Butir-butir keringat mengalir di dahi dan wajah Yao Wen saat dia mendengarkan pertanyaan itu. Dia buru-buru menyangkal, “Tuan Muda Zhang, ini kesalahpahaman, benar-benar kesalahpahaman. Kami benar-benar tidak tahu itu kau, sungguh!”


Jika dia tahu sejak awal, dia pasti tidak akan berani melakukan hal seperti itu. Pada saat ini, Yao Wen bahkan memilih mati tanpa harus menjawab pertanyaan Zhang En!


“Guo Xiao, kenapa kau tidak berlutut dan memohon pengampunan dari Tuan Muda Zhang?!” Yao Yuan tiba-tiba berbalik dan membentak dengan marah pada Guo Xiao.


Guo Xiao entah bagaimana berhasil berjalan dan jatuh berlutut, "Tuan Muda Zhang, A-aku tidak tahu itu adalah anda”  ucapnya terbata-bata.


Melihat Guo Xiao yang masih terlihat sedikit angkuh, Zhang En hanya mengerutkan kening. Menyadari kerutan kecil di alis Zhang En, hati Yao Yuan tiba-tiba berdetak lebih kencang lagi, dan pada saat itu beberapa sosok datang dengan hembusan angin menerpa mereka dalam sekejap mata dan berdiri di di depan mereka.


“Tetua Yao Chen , Tetua Yao Shu, Tetua Yao Fu!” ucap semua orang dari Keluarga Yao.


Beberapa orang yang baru saja datang itu adalah Leluhur Keluarga Yao serta ayah dari Yao Wen, Yao Yuan dan yao Qing.


"Tuan Muda!" Yao Chen, Yao Shu dan Yao Fu berjalan ke arah Zhang En dan menyapa dengan hormat.


Zhang En hanya mengangguk sebagai balasannya.


"Ayah!" Yao Wen, Yao yuan, dan Yao Qing bergegas ke sisi Yao Chen, tetapi sebelum mereka bisa mengucapkan perkataan mereka selanjutnya, Yao Chen berkata "Kalian bertiga berlutut!" Ketiga orang itu menggigil ketakutan atas perintah Yao Chen. Namun, ketiganya berlutut dengan patuh.


Mengabaikan anak-anaknya, Yao Chen datang ke samping Zhang En, tersenyum: "Tuan Muda Zhang, aku sudah mendengar apa yang terjadi di sini, yakinlah bahwa aku akan menghukum mereka dan memberi Anda penjelasan yang memuaskan." Dia menempatkan dirinya pada posisi yang lebih rendah, penuh kesopanan dan rasa hormat. Bagaimana tidak, Pemuda yang ada di depannya saat ini adalah sosok yang tidak seharusnya di provokasi. Kekuatan Sekte Naga Merah dan Klan Xin dapat menghancurkan Klan mereka dalam beberapa jam saja.


Zhang En menggelengkan kepalanya, “Aku akan memaafkan mereka dan masalah ini sampai di sini saja. Namun, aku tidak ingin melihat hal serupa di masa mendatang kembali terulang, karena aku tidak akan berbelas kasih saat kejadian serupa terulang kembali!”


Zhang En masih akan memberinya Yao Chen wajah. Dia tidak ingin masalah menjadi lebih besar tepat ketika anggota keluarga dari keluarga Xin akan mengadakan acara pernikahan dan merusak kebahagiaan mereka bahkan perasaan gurunya Ketua Xin Long.


“Baik Tuan Muda Zhang! Yakinlah, itu tidak akan pernah terjadi lagi, kejadian seperti ini." Yao Chen menghela nafas lega dalam hati saat dia mendengar perkataan Zhang En.

__ADS_1


Zhang En mengangguk, dia lalu berbalik ke arah Duan Yang berada di sampingnya, "Ayo kita pergi minum?"


"Pergi minum-minum?!" Duan Yong memandang Zhang En dengan bingung. Setelah itu, darah mudanya juga mendidih mengalir melalui pembuluh darahnya karena kegembiraan dan detak jantungnya berputar-putar di dadanya. Namun, di permukaan dia hanya mengangguk setuju dengan gerakan kaku dan gugup.


•••


Beberapa jam kemudian, Zhang En meninggalkan Duan Yuan dan kembali ke Sekte.


Setelah melewati beberapa gedung Sekte dan terus berjalan menuju tempat kediamannya, Zhang En bertemu dengan Ketua Xin Long.


"Guru" ucap Zhang En sambil memberi hormat.


"Nak.. Ternyata kau sudah pulang"


"Aku baru saja pulang Guru"


"Bagus, apakah kau berhasil memasuki Gua Kehudupan yang ada di ke Kerajaan Bintang Selatan?" Ketua Xin Long melirik Zhang En.


Sambil tersenyum sedikit, Zhang En mengangguk, “Ya, aku telah memasuki Gua Kehidupan dan menemukan Gunung Dewa dan juga telah mengendalikannya."


"Kerja bagus Nak. Itu adalah Gunung Dewa yang legendaris. Sebuah harta karun yang dikabarkan memiliki kekuatan paling luar biasa di dunia ini selama beberapa ribu tahun. Aku senang mendengar kau mendapatkan Gunung Dewa, Berlatihlah dengan giat karena kedepan kau akan melampaui Gurumu ini"


"Terimakasih Guru!" balas Zhang En.


Saat hendak meninggalkan Zhang En, Ketua Xin Long melirik ke arah Zhang En lagi.


"Ada apa Guru? Apa ada yang salah dengan diriku?" tanya Zhang En kebingungan saat Ketua Xin Long menatapnya erat.


"Ternyata kau sudah berkembang dengan pesat dan ranah Kultivasi mu saat ini sudah berada di ranah pendekar Dewa Bintang dua."


"Ah. Soal itu aku hanya mendapat keberuntungan saja Guru" balas Zhang En malu-malu.


Ketua Xin Long menyungging kan senyum melihat tingkah muridnya itu kemudian meninggalkan Zhang En. Zhang En juga memasuki rumah kecilnya setelah Gurunya menghilang di pintu kediaman mereka.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan berikan koment nya. See you next chapter!


__ADS_2