Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 520 - Kemunculan Zhang En


__ADS_3

Di dalam aula besar kediaman utama Klan Ye, Patriark Klan Ye, Ye Nong, dan semua Tetua klan Ye sedang berdiakusi ketika tiba-tiba, seorang Tetua yang panik masuk ke aula, melaporkan bahwa Pemimpin salah satu dari Kota He mereka, Ye Gu, dibunuh serta beberapa ribu penjaga di dalam Istana Kota He juga tewas.


Ye Nong dan semua Tetua yang hadir di aula terkejut.


"Apakah kau sudah menemukan siapa yang melakukannya?" Wajah Ye Nong menjadi gelap.


Tetua itu menggelengkan kepalanya, “Belum, pada saat murid klan Ye lainnya tiba di Kota He, pelaku sudah pergi. Menurut beberapa murid di Kota He, mereka melihat topan besar yang mengerikan muncul di kediaman istana pemimpin kota!”


“Topan besar yang mengerikan ?!” Tetua lainnya bertukar pandang dengan wajah bingung.


"Mungkinkah itu Angin Badai Api Hitam dari Sekte Lou ?!" Ye Mai memberanikan diri menebak.


Di seluruh Dunia Wuyan, hanya ada segelintir orang yang cukup kuat untuk membunuh Pemimpi Kota He, Ye Gu, merupakan kultivator puncak Alam Dewa Sejati Bintang Dua. Kemudian, Klan Ye mereka tidak memiliki dendam dengan Klan Mu dan Istana Api.


“Bukan, dari deskripsi murid di Kota He, angin topan itu berbeda dari Badai Api Hitam Sekte Lou yang memancarkan aura gelap, tetapi angin topan yang membunuh Ye Gu mengeluarkan aura putih cemerlang!” Tetua itu menjawab.


Wen Nong dan kelompok Tetua di aula itu mengerutkan kening mendengar ini.


Karena jarak antara Dunia Asal Zhang En dan Dunia Wu Yan agak sedikit jauh walaupun bisa di bilang dekat, tidak pernah terpikir oleh Ye Nong bahwa kemungkinan pelaku adalah Zhang En. Sejauh yang dia ketahui dan menurut tebakannya tentang kekuatan Zhang En, bahkan jika Zhang En bergegas ke Dunia Wuyan mereka, itu akan memakan waktu setidaknya tujuh hari atau lebih.

__ADS_1


Ye Nong lalu meneriakkan perintah, “Cepat selidiki siapa oelakunya! Gunakan semua kekuatan klan kita ! Tidak peduli siapa itu, kematian bagi mereka yang berani membunuh Tetua dan ribuan murid Klan Ye kita harus mati !”


"Baik, Patriark!" Tetua itu lalu dengan hormat mematuhi.


"Tidak perlu." 


Sebuah suara yang memiliki aura dingin tiba-tiba terdengar di aula besar itu saat siluet hitam muncul di atas langit. Kemudian, sebelum ada di antara mereka yang bisa bereaksi, cahaya menyilaukan memenuhi aula itu, datang dari seorang pemuda yang sekarang telah berdiri di depan mereka semua.


“Zhang En?!” 


Melihat wajah pemuda yang muncul ini, salah satu Tetua berteriak keras.


Zhang En telihat tenang setelah dikenali saat matanya mengamati aula besar itu, “Sepertinya semua Tetua Klan Ye yang tersisa ada di sini. Aku tidak bisa meminta semua hadir disini sejak awal, karena semua sudah berada di sini, ini sangat membantuku untuk tidak perlu repot mencari kalian satu per satu.”


Emua Tetua di aula itu juga tertawa mengejek, hanya empat tetua yang melarikan diri sebelumnya yang tidak tertawa pada saat ini


Zhang En memandang Ye Nong, "Aku hanya perlu satu serangan untuk membunuhmu."


Ye Nong kembali tertawa lagi sampai seluruh tubuhnya gemetar dan wajahnya memerah, "HAHAHAHAAAA, apakah kau yakin bisa membunuhku dalam satu serangan?"

__ADS_1


Mereka mengganggap Zhang En ini sangat lucu karena membuat lelucon.


Meskipun kelompok Ye Mai dan tiga rekannya telah melaporkan bahwa Zhang En.membunuh Mo Chan dalam dua serangan, mereka hanya mendengar cerita itu daripada menyaksikannya dengan mata kepala sendiri.


Menurut pemahaman Ye Nong, Zhang En ini pasti meminjam kekuatan seseorang untuk membunuh Mo Chan. Dia tidak percaya sedetik pun bahwa Mo Chan yang dan tetua Klan Mo lainnya, serta tetua Klan Ye mereka di Dunia Asal Zhang En, semuanya dibunuh oleh Zhang En.


Zhang En memperhatikan Ye Nong yang wajahnya sudah memerah karena tertawa terlalu keras. Zhang En berdiri di tempatnya dengan sanyai, tidak terburu-buru untuk bertindak.


"Zhang En, ayo, biarkan orang tua ini bermain denganmu sebentar." Pada saat ini, salah satu tetua mendekati Zhang En, berbicara dengan nada mengejek, “Sampai sekarang, kau hanya berkultivasi selama sekitar beberapa dekade lamanya, kan? Jangan bilang aku akan menindas generasi muda sepertimu. Aku, Ye Lu, akan memberi kau kau kesempatan untuk menyerang lima puluh gerakan, aku akan mulai menyerang setelah itu.”


Tetua bernama Ye Lu tertawa terbahak-bahak lagi, menambahkan, "Apakah limapuluh gerakan sudah cukup, kan?"


Ini membuat tawa keras semua tetua lainnya kecuali tiga tetua lainnya.


Sementara semua orang sedang tertawa, siluet Zhang En telah pindah dan sudah berada tepat di depan Ye Lu. Tawa Ye Lu berhenti tiba-tiba dan mencoba mundur, tetapi dia ditarik ke depan oleh kekuatan hisap yang kuat dari tangan Zhang En.


WUSHHHHH!!!


Untuk sesaat, Ye Lu merasa bahwa jari-jari Zhang En seperti gunung berjari lima telah menekannya. Yang paling mengejutkan, dia menemukan bahwa tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali!

__ADS_1


'Ini...?!'


Sebelum pikirannya bisa mengetahui alasannya, lima jari Zhang En dengan mudah merobek tengkoraknya


__ADS_2