
Rencana selanjutnya adalah mengantar Putri Hong Xiao dan kedua pelayannya kembali ke Kerajaan Bintang Selatan.
"Aku ingin tahu berapa banyak batang Rumput Dewa Naga yang ada di dalam ruang harta Kerajaan Bintang Selatan!" Zhang En merenung sejenak pada dirinya sendiri, jika ada enam belas batang, dia bisa memperbaiki dua kristal Naga ilahi primordial lainnya ...
Pada saat itu, kekuatan Zhang En akan semakinnmeningkat dan berlipat ganda, bahkan tiga kali lipat. Jika dia bertemu lawan yang kuat bahkan kembali Xie Dan, dia merasa bisa dengan mudah meratakan bajingan itu tanpa menghabiskan banyak Qi nya.
Meskipun Rumput Dewa Naga sangat berharga, jika Zhang En memintanya kepada Raja Hong Bei, kakak seniornya itu pasti akan memberikannya dengan senang hati, Zhang En sama sekali tidak khawatir tentang hal ini.
Semua orang senang ketika melihat Zhang En sudah keluar dari latihan pintu tertutup.
Saat Xiao Tian melihat Zhang En, dia berlari dan melilitkan tubuh kecilnya di sekitar lutut kaki Zhang En, berkata, "Kakak, aku sudah berlatih dengan sangat keras dalam satu tahun ini." Si kecil lalu segera melepaskan auranya setelah mengatakan itu.
Hasilnya sedikit mengejutkan Zhang En. Sebelum dia menutup diri kedalam praktik pintu tertutup, kultivasi Xiao Tian berada di puncak ranah Pertapa Dewa tingkat menengah, dan sekarang dia sudah berada di awal ranah Pertapa Dewa tingkat Puncak. Baru sekarang Zhang En menyadari bahwa bakat kultivasi Xiao Tian sama menakutkannya dengan dirinya.
“Bagus, malam ini aku akan memanggang seratus Tyrant Boars hanya untukmu!” Zhang En tertawa senang. Bagaimana mungkin dia tidak mengerti bahwa bocah kecil itu memamerkan auranya untuk mengingatkannya akan janjinya sebelum memasuki praktik tertutup, yaitu memanggang seratus Tyrant Boars panggang hanya untuknya.
Seperti yang diharapkan, wajah Xuao Tian menjadi cerah setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang En dengan melompat-lompat kegirangan.
Melihat kejenakaannya yang kekanak-kanakan, Putri Hong Xiao dan yang lainnya tertawa, semuanya dipengaruhi oleh suasana hati si kecil yang sedang bahagia.
Malam itu berlalu dengan riang, dipenuhi dengan aroma daging yang enak, anggur yang enak, dan mereka semua yang sedang menikmati kebersamaan malam itu.
Ke esokan harinya, Zhao Shu, Zhang Fu, dan sekelompok ahli Pemimpin Domain beserta Tetua Sekte Gerbang Naga mengucapkan selamat tinggal kepada Zhang En yang akan pergi mengantar Hong Xiao dan kedua pelayannya kembali ke Kerajaan Bintang Selatan.
__ADS_1
Sedangkan Xiao Tian sedang tertidur pulas di dalam kamar khusus untuknya dan tidak mengetahui kepergian Zhang En. Jika tidak, si kecil itu akan meminta dan merengek ikut menemani Zhang En.
Tujuan Zhang En tidak membawanya adalah supaya si kecil terus berlatih di Sekte Gerbang Naga. Sebelum pergi, tidak lupa juga Zhang En memberikan pil roh dan berbagai ramuan kepada bawahannya satu persatu agar dapat meningkatkan kekuatan mereka selama kepergiannya, dan juga menitipkan puluhan pil roh untuk si kecil Xiao Tian kepada Zhang Fu.
•••
Sudah setengah bulan lamanya saat kelompok Zhang En meninggalkan Sekte, mereka akhirnya mencapai bagian luar Hutan Binatang Iblis.
Melewati Hutan Binatang Iblis akan menghemat banyak waktu perjalanan mereka untuk sampai ke Kerajaan Bintang Selatan. Namun, saat melintasi Hutan Binatang Iblis, mereka mengalami beberapa masalah kecil.
Untungnya, kawanan binatang iblis itu adalah binatang iblis yang kebanyakan dari mereka hanya memiliki kekuatan level Pendekar Dewa dan beberapa yang sudah selevelndemgannkemuatannpendekar Pertapa Dewa tingkat menengah. Meskipun jumlah mereka sangat banyak, itu tidak menimbulkan masalah besar bagi Zhang En.
Hanya saja pertempuran kecil itu menunda perjalanan mereka sementara waktu. Untuk melintasi Hutan Binatang Iblis, keempatnya benar-benar menghabiskan waktu lebih dari sebulan, sedangkan terakhir kali Zhang En bersama Zhao Shu dan Zhang Fu, itu hanya membutuhkan waktu dua puluh hari atau lebih.
Ketika kelompok itu meninggalkan Hutan Binatang Iblis, Pelayan rou menepuk dadanya saat dia menarik napas lega, “Binatang iblis itu, mengapa mereka tiba-tiba menjadi gila? Aku ingin tahu apa alasannya."
Dalam perjalanan ini, mereka benar-benar bertemu dengan binatang iblis kuat tingkat Pertapa Dewa sebanyak tiga kali, apalagi, yang terkuat setara dengan ahli ranah Pertapa Dewa menengah.
Putei Hong Xiao membayangkan akhir yang tidak manusiawi dan brutal jika mereka ditangkap oleh binatang iblis itu jika bukan karena adanya Zhang En, ketakutan menghantui hatinya.
Di masa lalu, Hong Xiao tidak pernah keluar dari Kerajaan Bintang Selatan. Dia merasa bangga dengan kekuatannya, percaya bahwa kekuatannya dapat dianggap berada di tingkat atas bahkan di antara para ahli jenius muda di seluruh Benua. Namun, pengalaman baru-baru ini yang dia alami membuktikan betapa piciknya pemikirannya, mirip dengan katak yang melihat langit luas dari dasar sumur.
Saat melintasi Hutan Binatang Iblis kali ini memperkuat tekadnya untuk meningkatkan kekuatannya dengan menghabiskan lebih banyak latihan dalam budidayanya.
__ADS_1
•••
Tiga hari kemudian, keempat orang itu akhirnya tiba di kota Kerajaan Bintang Selatan.
Saat memasuki Kota Kerajaannya, Ke tiga wanita itu seperri melihat kembali lingkungan yang akrab di sekitar mereka, wajah indah Hong Xiao tersenyum lebar membuat semua orang yang lewat menjadi linglung.
Putri Hing Xiao jarang keluar dari dalam istana pada hari-hari biasa, dan meskipun dia akan keluar saat oergi ke Wihara Buddha setiap tahun, tidak banyak orang yang tahu seperti apa rupa putri Kerajaan mereka.
Kecantikan Putri Hong Xiaofei secara alami memicu hati penuh nafsu dari banyak murid keluarga besar yang ada di kerumunan pejalan kaki.
“Nona, perkenalkan namaku Tang Wu..! Seorang anggota dari murid keturunan utama Keluarga Tang di Kota Kerajaan Bintang Selatan ini." Seorang pria muda dengan ketampanan yang lumayan mendekati Putri Hong Xiao dengan dua pengawal mengikuti di belakangnya. Dia lalu menutup kipas giok yang ada tangannya dengan gerakan yang dramatis ingin terlihat elegan saat dia memperkenalkan dirinya kepada Putri Hong Xiao.
"Tang Wu.." Putri Hong Xiao langsung tertawa terbahak-bahak melihat cara pemuda itu memperkenalkan diri dan menyebut nama pemuda itu dengan nada menggoda.
Nama pemuda itu mengingatkan Zhang En pada Ketua Paviliun Bunga Anggrek, Tang Li. Hanya ada satu perbedaan karakter antara nama kedua orang ini.
Zhang En dan murid-murid di dekatnya tampak seperti kehilangan jiwa menyaksikan Putri Hong Xiao tertawa dengan wajah yang penuh godaan.
“Jadi, ini Tuan Muda Tang, bolehkah aku mengetahui masalah apa yang Tuan Muda Tang dengan mendatangi diriku ini?” Putri Hong Xiaoberhenti tertawa dan bertanya.
Dia telah mendengar tentang Keluarga Tang, mereka dapat dianggap sebagai salah satu keluarga yang mapan dan terkenal di kota Kerajaan Bintang Selatan.
Mendengar suara Putri Hong Xiao, Tang Wu kembali sadar saat memandang wajah Putri Hong Xiao dan memasang wajah tersenyum ramah, dia bertanya, “Bolehkah aku bertanya kemana tujuan Nona? Apakah nona cantik ini mungkin akan pergi makan? Tuan Muda ini tahu tempat yang bagus bernama Restaurant Mimpi, anggur dan hidangannya sangat enak dan ingin mengundang tiga orang nona ini untuk makan bersamaku.”
__ADS_1
Menyebut kata tiga nona ini secara langsung mengesampingkan Zhang En dan tidak mengikut sertakan nya. Makna dan niat Tang Wu sangat jelas, dia hanya mengundang ketiga wanita itu.
Tapi bibir Putri Hongi Xiao melengkung menjadi senyuman, sebuah jari putih mulusnya menunjuk ke arah Zhang En, “Tuan Muda Tang, sungguh disayangkan. Tuan Muda Zhang ini telah menyampaikan undangannya kepada kami sebelumnya dan kami akan pergi ke Buddha House." Ucap Putri Hong Xiao asal.