Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 56. Menyelesaikan Misi


__ADS_3

Sesampainya di pintu gerbang Sekte Tapak Kilat, Zhang En kemudian mengumpulkan sebagian Qi pada tinjunya lalu menghancurkan pintu gerbang yang ada di depannya.


BOOOMMMMM!


Sebuah ledakan meruntuhkan pintu gerbang Sekte Tapak Kilat. Semua murid Sekte Tapak Kilat yang mendengar suara ledakan merasa terkejut dan langsung keluar menuju pintu gerbang Sekte mereka.


Salah satu Tetua langsung terbang menghampiri Zhang En setelah melihat pemuda itu sedang berdiri disana dan menatap ke arahnya.


"Siapa kau? beraninya membuat keributan dengan menghancurkan pintu gerbang sekte kami?" Tanya Tetua itu.


"Kau tak perlu tau aku siapa? Suruh Patriak kalian untuk keluar dan segera datang ke sini,"


"Lancang! Bocah sepertimu ingin menyuruh Patriak kami untuk menemuimu? Kau tidak layak" ucap nya lalu menyerang Zhang En.


Duarrr!


Hanya dengan satu serangan tunggal, Tetua itu di ubah Zhang En menjadi kabut darah.


"Semut sepertimu tidak layak menjadi lawanku" gumam Zhang En.


Tiba-tiba seorang pria tua melesat keluar dari dalam dan mendarat tepat dihadapan Zhang En.


Ketika semua murid yang berada disitu dan melihat pakaian pria tua yang ada dihadapan Zhang En, mereka langsung memberi salam dan wajah mereka langsung cerah lalu menatap Zhang En dengan niat membunuh yang besar.


Pria tua itu memakai jubah berwarna putih dengan simbol petir ada di jubahnya. Saat disinari oleh sinar matahari, ia bahkan berkilauan samar. Mungkin orang luar tidak dapat mengenali pakaian istimewa seperti itu, tetapi mereka tahu yang memakai pakaian itu adalah Patriak mereka.


"Aku Cheng Dao pemimpin Sekte Tapak Kilat. Aku ingin tahu maksud kedatanganmu mencari diriku? Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?” Tanya Patriak Sekte Tapak Kilat kepada Zhang En.


"Ohh. Kau adalah pemimpin dari Sekte Tapak Kilat. Aku tidak memiliki sesuatu untuk dibicarakan. Pertama, saya datang ke sini hari ini untuk menemui keluarga Qin. Kedua, karena aku di sini, sebaiknya aku memusnahkan Sektemu."


Zhang En dengan santai tersenyum, dan setelah mengucapkan perkataannya, Zhang En melambaikan telapak tangannya ke arah murid Sekte Tapak Kilat.

__ADS_1


BOOMMMM-!


Sebuah bola cahaya keluar dari telapak tangan Zhang En dan meledakkan sasarannya. Partriak Sekte Tapak Kilat yang melihat hal itu, menyuruh murid sekte untuk menyerang Zhang En. Dia melambaikan lengan bajunya yang besar dan berkata,


"Serang!!"


Setelah Pria tua itu berbicara, para murid itu lalu mengelilingi Zhang En. Mereka lalu menyerangnya secara bersamaan.


"Heheheh... Kalian jangan terburu-buru. Hari ini, kalian semua akan mati!" ucap Zhang En.


Sebuah cahaya dengan kekuatan besar keluar dari badan Zhang En. Dia mengeluarkan aura yang sangat mengerikan sehingga beberapa dari murid Sekte Tapak Kilat langsung terjatuh dan pingsan karena tidak bisa menahan tekanan yang dikeluarkan oleh Zhang En.


Zhang En lalu mengeluarkan Pedang miliknya dan mengangkat tangannya kemudian melesat menebas ke arah kerumunan lawannya. 


"Jurus Pedang Amarah Dewa Naga"


Dengan sekali tebas, hampir setengah murid Sekte Tapak Kilat terluka dan terbunuh tanpa perlawanan.


“Pemuda ini sangat kuat!” ucap Patriak Cheng Dao.


Boom-Boom-Boom!


Setelah itu, Zhang En juga mendaratkan beberapa pukulan dengan menggunakan tinju mengubah mereka satu persatu menjadi kabut darah. Setiap serangan Zhang En sangat menakutkan dan membunuh murid Sekte Tapak Kilat di sertai dengan suara rintihan kesakitan lalu terkapar tak bernyawa.


"Kau benar-benar sangat keterlaluan . Aku tidak peduli kau siapa. Hari ini, aku tidak akan memaafkanmu."


Saat dia melihat murid-murid dari sektenya dibantai habis oleh Zhang En tanpa ampun, Cheng Dao sangat marah. Dia mengeluarkan aura pendekar tahap suci awal dan melesat menuju Zhang En.


Serangan Cheng Dao sangat ganas, dia mengeluarkan jurus-jurus hebat miliknya yang memiliki kekuatan menakutkan. Setiap serangan Cheng Dao dapat menciptakan serangan yang menghancurkan sekelilingnya.


Zhang En menghindari semua serangan Patriak Cheng Dao dengan mudah dan terlihat seperti bermain-main. Sambil menghindar, Zhang En juga menyerang murid Sekte Tapak Kilat yang datang ke arahnya.

__ADS_1


Satu persatu murid Sekte Tapak Kilat dibantai Zhang En. Cheng Dao menjadi sangat marah. Dia mulai frustasi karena tidak berhasil mendaratkan satupun serangan kepada Zhang En.


Patriak Cheng Dao mengarahkan pandangannya melihat sekeliling-nya dan melihat mayat murid-murid sekte yang tergeletak kaku di dalam genangan darah, ketakutan di dalam hatinya mulai muncul.


"Keparat! Aku akan membunuhmu!"


Melihat Murid-murid sektenya sendiri mati begitu saja, Cheng Dao langsung berteriak. Saat dia dengan marah berteriak, dia kembali menyerang Zhang En dengan ganas.


"Haishhh."


Zhang En hanya mendengus saja saat menghadapi serangan Patriak Cheng Dao. Dia lalu mengangkat pedangnya dan menggerakan tangannya. 


Sebuah bayangan pedang melesat di udara kemudian menembus tubuh Parriak Cheng Dao. Pria tua itu kemudian muntah darah lalu memaksanya untuk berbaring tanpa daya di tanah.


"Aku tidak percaya kalah dari seorang pemuda. Ini tidak mungkin!” ucapnya terbata-bata.


"Kau siapa? Sekte Tapak Kilat tidak memiliki masalah terhadap mu. Mengapa kau datang ke sini dan membantai seluruh anggota sekteku??! ” 


Patriak Cheng Dao berteriak keras bertanya kepada Zhang En. Dia ingin tahu alasan pemuda itu memusnahkan sekte-nya.


"Aku adalah Zhang En. Aku tidak memiliki masalah ataupun kebencian terhadap Sektemu. Namun, aku datang kesini untuk menuntaskan masalah yang berhubungan dengan keluarga Klan Qin. Dengan membantai dan menghancurkan Sektemu, segala sesuatu yang terjadi hari ini untuk menyelamatkan Klan Qin dari pembalasan dendam kalian dimasa depan karena aku telah membantai kedua muridmu."


Setelah berbicara, Zhang En menebas Patriak Cheng Dao. Teknik Pedang Seni Naga yang memiliki kekuatan menyerang yang tak tertandingi merobek udara dan melesat dengan cepat sebelum mengambil nyawa Patriak Cheng Dao.


Setelah membunuh Patriak Cheng Dao serta membantai seluruh anggota sektenya, Zhang En tidak lupa untuk mengambil harta simpanan Sekte Tapak Kilat kemudian memasukkanya ke dalam cincin penyimpanannya lalu meninggalkan tempat itu.


•••


Keesokan harinya,Kepala keluarga Klan Qin akhirnya mendengar berita kehancuran Sekte Tapak Kilat. Dia juga merasa terkejut bercampur bahagia. Saat ini, kekhawatiran dari hatinya langsung menghilang mendengar berita itu.


Mulai hari ini, kekuatan Sekte yang sangat di takuti dan menindas di kota kecil Tianjin, Sekte Tapak Kilat sudah tidak ada lagi dan hanya tinggal nama. Sekte terkuat dan paling di segani di kota Tianjin dihancurkan hanya satu orang saja dan dia adalah seorang pemuda bernama Zhang En sehingga namanya mulai dikenal luas oleh seluruh penduduk Kota itu.

__ADS_1


•••


Setelah menyelesaikan misi, Zhang En melanjutkan perjalanannya meninggalkan Kota Tianjin untuk segera pulang menuju ibu kota kekaisaran dan kembali ke sekte.


__ADS_2