
Karena jarak tempuh ke pusat kota dekat, Zhang En memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke desa Penyu yang berada di bawah Kota Xinyu untuk mengunjungi sahabat kecilnya Yan Xun. Dia tidak melihat Yan Xun selama bertahun-tahun.
Sinar matahari bersinar terang.
Di kota kecil, seperti Kota Xinyu pendekar Tahap Suci menengah, bahkan ranah pendekar Dewa sulit ditemukan.
Di sebuah halaman kecil, pohon yang sama masih ada disana dan di sebelah sudut halaman ada sebuah batu besar yang telah hancur. Melihat sebuah jejak tangan kecil di atasnya, Zhang En tidak bisa menahan senyum mengingat bagaimana dia menguji kekuatannya menggunakan batu besar itu setiap kali dia melakukan latihan dalam kultivasi. Jejak tangan itu ditinggalkannya pada tahun-tahun itu.
"Yah, waktunya menyewa beberapa orang untuk memperbaiki kediaman Klan Zhang" Pikir Zhang En.
Di masa depan, setelah dia membalas dendam, dia akan mengirim seseorang untuk memperbaiki kediaman Klan kecil Zhang. Dia tahi tahu bahwa orang tuanya selalu merindukan tempat ini. Dia tidak melihat sahabatnya Yan Xun ada di sini dan menebak kalau Yan Xun pasti sudah di Kota Xinyu setelah mereka kepergiannya waktu itu.
Lebih dari satu jam kemudian, setelah berkunjung di Desa Penyu, keduanya melesat terbang menuju Kota Xinyu satu kilo meter dari desa kelahirannya.
Berdiri di depan gerbang pusat Kota Xinyu, menyaksikan orang-orang biasa datang dan pergi, gelombang nostalgia lain menyapu pikirannya. Berhenti hanya untuk sesaat, dia memasuki kota dengan hantu raksasa Feng Yang.
Namun, hantu raksasa Feng Yang setinggi empat meter, bahkan dengan aura hantunya yang tersembunyi dengan baik masih membuat takut orang-orang yang ada disekitarnya, semua orang bergegas pergi atau menghindar, memberi jalan kepada Zhang En dan hantu raksasa Feng Yang.
Zhang En tidak keberatan dengan sikap setiap orang yang melihat mereka, dia berjalan tanpa tujuan di sepanjang jalan, ketika dia tiba-tiba berhenti. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat sebuah Restoran yang menjual makanan Lezat.
Oleh karena itu, Zhang En dan Feng Yang menuju ke sana dan masuk ke dalam restoran. Zhang En dan hantu raksasa Feng Yang naik ke lantai pertama, saat memasuki restoran, dia tidak menyangka akan bertemu dengan bos restoran saat dia menginjak lantai dua. Melihat Zhang En, mata bos itu melebar seukuran kepalan tangan, dia sangat bersemangat sehingga ada getaran dalam suaranya, "Selamat datang Tuan Muda?!"
Selain itu, bos restoran itu sangat menyadari bahwa tampang Zhang En yang terlihat seperti seseorang Tuan Muda yang berasal dari dari salah satu keluarga bangsawan besar. Beberapa saat kemudian, bos itu minta undur diri dengan hormat dari hadapan Zhang En.
Sambil menunggu hidangan tiba, keributan keras yang tiba-tiba di jalanan menarik perhatian Huang Zhang En. Zhang En melihat keluar melalui jendela restoran dan melihat banyak orang bergerak dalam kelompok kecil dan besar menuju satu arah.
Pada saat ini, diskusi di meja di dekatnya mencapai telinganya.
“Cepat makan, setelah kita selesai makan kita bergegas ke alun-alun di seberang pintu istana Kota untuk menonton pertunjukan yang bagus!” Kata salah satu pelanggan.
“Hidup ini sangat aneh, ah, siapa sangka, hidup Yan Xun akan berakhir dengan sangat tragis.” Orang lain berkomentar.
__ADS_1
"Yan Xun?!" Zhang En terkejut mendengar nama Yan Xun disebutkan.
"Apa yang terjadi?"
“Tuan Muda, pesananmu sudah di sini.” Bos restoran kembali secara pribadi membawa pesanan Zhang En.
Saat dia meletakkan piring satu per satu di atas meja Zhang En, Zhang En bertanya, "Aku menanyakan tentang Yan Xun, mengapa semua orang menyebutkan namanya?"
Tindakan bos restoran itu terhenti sedetik, tidak tahu harus berkata apa.
"Bicaralah!" Wajah Zhang En tenggelam, memancarkan tekanan kuat yang menyelimuti seluruh restoran. Restoran yang berisik itu langsung menjadi sunyi senyap, pelanggan di sekitar dipenuhi dengan ketakutan.
Sementara bos restoran sangat takut sampai dia berlutut, "T-tuan Muda ..." Wajah pucat dan keringat dingin menghantui dirinya, dia memandang Zhang En dengan ketakutan.
Melihat reaksi bos restoran, Zhang En mengumpulkan Qi mengerikan yang dia lepaskan, sedikit menyesuaikan ekspresinya saat dia berkata, "Pertama, berdiri."
Tidak berani menunda, bos restoran bergegas berdiri, dengan hormat menceritakan masalah itu dari awal kepada Zhang En dengan suara gemetar.
Hingga akhirnya, bos restoran tersebut memperhatikan hidangan panas yang baru saja dia sajikan beberapa saat yang lalu dengan uap yang masih mengepul kini tertutup lapisan es putih.
Selesai menceritakan hal tersebut, bos restoran tersebut merasa tenggorokannya terasa kering dan gatal saat dia berdiri di sana, tidak berani bergerak.
Dengan cerita yang dia dengarkan, adik sepupu laki-laki Yan Xun yang ada dikota ini, Lu Jing berencana untuk merebut kekuasaan untuk menjadi pemimpin Kota, bergabung dengan sekte yang menyebut diri mereka Sekte Dewa Angin, Pemimpin Sekte Dewa Angin adalah Guru mereka dan bekerja bahu membahu dalam membangun sebuah konspirasi.
Li Jing dikenal sebagai seorang pria arogan dan hanya memikirkan kekuasaan. Sedangkan Yan Xun, sejak dia diangkat anak oleh raja kota, Yan Xun dikenal sebagai pemuda yang baik dan terkadang dia juga sering membantu mereka yang kesusahan.
Setelah berhasil mengontrol Raja kota Lu Zhe, mereka memaksanya untuk melepaskan status Yan Xun yang sebagai penerusnya dan melemparkannya ke penjara bawah tanah.
Sejak mereka berpisah, Yan Xun juga pergi meninggalkan Desa Penyu. Karena Raja Kota Xinyu adalah adik laki-laki ibunya, Yan Xun pergi ke keluarga dekat ibunya dan selama ini, Raja Kota Lu Zhe telah mengangkatnya sebagai anaknya sendiri.
Singkat cerita, Kelompok Sekte Dewa Angin mengumumkan bahwa Yan Xun akan dibawa ke alun-alun pintu masuk Kota Xinyu untuk dipenggal di depan umum karena ditudh berkhianat.
__ADS_1
"Kapan waktu eksekusi? Sesaat hening kemudian, Zhang En memandangi bos restoran itu.
Bos restoran melihat ke langit di luar, menjawab, "Sekitar satu jam."
"Satu jam!"
Zhang En berdiri, bersiap untuk pergi dengan hantu raksasa Feng Yang menuju alun-alun Kota.
Menebak apa yang ingin dilakukan Zhang En, bos restoran itu dengan berani melangkah dan berkata untuk menahnnya, "Tuan Muda, aku tahu kau ingin menyelamatkan Tuan Muda Yan Xun, tetapi hanya dengan kalian berdua, tidak mungkin untuk mengatasi puluhan ribu penjaga istana Kota. . Pada saat itu, kau tidak hanya akan gagal menyelamatkan Tuan Muda Yan Xun, kau bahkan mungkin kehilangan nyawa dalam pertaruhan ini."
Jika dia berencana untuk menyelamatkan Yan Xun hanya dengan dua orang saja, menurut pendapat bos restoran, itu adalah langkah yang sia-sia.
Zhang En memandang bos restoran dan tersenyum, "Kehilangan nyawaku?" gumam Zhang En. Dia tidak marah, karena dia mengerti bahwa bos restoran itu mengingatkannya pada niat baik.
Melihat bahwa Zhang En masih cuek tentang masalah ini, dia menjadi serius, menekankan kalimatnya "Benar, aku tahu bahwa Tuan Muda adalah seorang Kultivator, tetapi selain banyak penjaga istana Kota, aku pernah mendengar bahwa orang yang bertanggung jawab menjaga Tuan Muda Yan Xun agar tidak bisa lepas atau melarikan diri adalah seorang Pendekar Suci tingkat menengah."
“Pendekar Suci tingkat menengah?” Zhang En tercengang. Kota kecil seperti Kota Xinyu memiliki kultivator pendekar suci tingkat menengah.
Bos restoran itu mengangguk dengan wajah muram, “Itu benar. Seorang ahli dari Sekte Dewa Angin, juga Kakak Tertua Lu Jing, bernama He Hui. "
Seseorang ahli dari Sekte Dewa Angin." Zhang En merenung sejenak, "Tetapi dari mana Sekte Dewa Angin ini muncul?" Zhang En bertanya.
Bahkan bos restoran menjawab kalau dia tidak tahu sekilas beluk Sekte Dewa Angin.
"Tidak peduli dari lubang mana mereka keluar, Karena sudah membuat masalah kepada satunya-satunya sahabat dalam hidupku, sudah ditakdirkan bahwa Sekte Dewa Angin akan aku hancurkan sampai rata!" Ucap Zhang En dengan mengepalkan kedua tangannya.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote!