Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 588 - AAHH!! SIALAN!!!


__ADS_3

Mata Master Kun menjadi menyipit bulat. Satu detik kemudian, dia tertawa terbahak-bahak, sedangkan kelompok Zhang En yang lain masih terdiam.


Melihat Master Kun tertawa sangat bahagia, Zhang En memutuskan untuk memberi orang tua itu kabar baik lagi. Bagaimanapun, lelaki tua itu pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat. "Orang tua, selain Ancient Phoenix Flame, aku juga telah memiliki Ancient God Flame.."


Master Kun yang sedang tertawa gembira tiba-tiba tersedak dan mulai batuk tanpa henti. Sedangkan kelompok Zhang En yang ada di belakangnya, hampir terjatuh. Ekspresi di wajah mereka tampak seperti disambar petir hitam.


Hanya satu orang yang tetap tenang dan tidak terpengaruh, Sang Kaisar Naga Azure, Long Xioba.


Tidak lama kemudian, Master Kun berhenti batuk, ekspresi rumit di wajahnya terlihat jelas saat dia melihat kembali Zhang En. 


Master Kun lalu perlahan berbicara, "Sialan, brengsek, kau memang murid nakal, kau tahu hati lelaki tua ini tidak sehat, aku hampir ketakutan setengah mati karenamu!"


Zhang En lalu terkekeh geli menjawab, "Pak tua, jika kau benar-benar bisa ketakutan setengah mati, maka kau tidak akan menjadi Master Kun yang tampan."


"Ah. Benar juga! Ahahaha!!" Sahut Master Kun dengan percaya diri.


Master Kun lalu tersenyum malu-malu karena masih merasakan pujian Zhang En, “Bukankah aku sudah mengatakannya dulu, kau bisa mendapatkan kekuatan Api Ilahi lainnya? Aku benar, kan!?" Saat mengatakan ini, Master Kun hanya bisa menghela nafas dengan iri, "Bocah biadab, keberuntunganmu sangat bagus sehingga bahkan lelaki tua ini merasa sangat iri dan tidak berguna. SIAL!"


Kemudian perhatian Master Kun sekali lagi jatuh pada 7 orang yang bersama dengan Zhang En.


"Tujuh Dewa Emas?" Hanya dengan pandangan sekilas, Master Kun dapat melihat melalui tingkat kultivasi semua orang ini.


Dia lalu terlihat bingung, lalu melihat muridnya Zhang En, berkata, “Bocah, bagaimana ceritanya dengan ketujuh Dewa Emas ini? Apakah mereka temanmu?” 


Sebelum Zhang En bisa menjelaskan, Master Kun sudah menggelengkan kepalanya, menyangkal, “Keberuntunganmu tidak sebaik ini, kan? Bahkan Dewa Emas ingin menjadi temanmu? Apakah kau tidak tahu, semua Dewa Surgawi ke bawah adalah semut di mata para penguasa Dewa Emas!"


Pada akhirnya, Master Kun setengah bercanda dan setengah serius saat mengucapkan itu.


Zhang En tersenyum misterius saat dia menoleh ke enam orang dibelakangnya, selain Long Xioba, "Kalian berenam, datang ke sini dan menyapa Guruku."


Nuyan Yao dan lima lainnya dengan hormat mematuhi, "Baik, Tuan." 


Kemudian, tepat di depan Master Kun yang kembali terkejut, mereka menyapa.


“Aku Nuyan Yao!"


"Aku Nuyan Yao!"


"Aku Peng Dofei, Peng Erfei, Peng Xiaofei!"

__ADS_1


"Aku Lang Xiaohua!"


"Kami menyapa Senior Kun!” Ucap mereka serempak.


Ketika mereka berenam memberi hormat, mereka semua menyebutkan nama asli mereka dan tidak berani menggunakan gelar mereka.


Isi kepala, lebih tepatnya otak Master Kun berdengung, menatap tergganga pada enam Dewa Emas ini.


“K-kalian, apa yang kalian semua katakan? Apa gelar Tuan yang kalian sebut pada bocah kecil ini? Tuan? Aku, aku salah dengar, kan?” 


Master Kun memulai memberi pertanyaan yang terus-menerus dan menjengkelkan, kadang-kadang sambil mengorek telinganya sambil bergumam, "Ini buruk, apakah aku sudah benar-benar sudah tua, sampai pendengaranku telah memburuk ke tingkat ini?"


Zhang En terdiam melihat adegan ini, jadi dia hanya bisa membuat mereka berenam kembali menyapa Master Kun lagi untuk membuktikan bahwa tidak ada yang salah dengan telinganya.


Master Kun lalu berdiri terdiam sesaat sebelum berteriak, "Ahhh. SIALAN!!! Jadi, bukan telinga orang tua ini yang bermasalah, tapi otak kalian yang bermasalah!"


Menyaksikan reaksi Master Kun ini, Zhang En benar-benar mengabaikannya, tidak tertarik untuk menjelaskan sama sekali. 


Puluhan tahun telah berlalu, dapat dikatakan bahwa dia memahami kepribadian Master Kun yang bawel ini dengan cukup baik. Semakin dia menemani pria tua itu untuk bertukar omong kosong, semakin banyak juga kekonyolan yang akan keluar dari mulut lelaki tua itu.


SWOSHHHH!!!


"Bocah sialan, di mana kau mengambil beberapa Dewa Emas ini dengan masalah penyakit di otak mereka yang memanggilmu, Tuan?" Master Kun dengan cepat menyusul Zhang En dan melesat mengejar di udara seperti cacing kepanasan, bertanya, "Cepat beri tahu, aku akan pergi mencari beberapa dari Dewa Emas juga untuk memanggilku Tuan!"


Mendengar ini, Nuyan Yao dan yang lainnya hampir jatuh ke bawah saat terbang, tidak tahu harus tertawa atau marah. 


Mereka tahu dan sudah melegenda bahwa pria tua kurus ini adalah orang yang memegang posisi paling terhormat dan nomor satu di Daftar Peringkat Dewa Tingkat Tinggi beberapa puluh ribu tahun yang lalu,


Sesuai dengan cerita rumor legenda yang mereka dengar saat mereka masih kecil, pria tua yang menyandang nama Master Kun sedikit gila, sedikit tidak tahu malu, sedikit nakal, dan rumor mengatakan dia juga sedikit bejat.


Setelah memikirkan legenda tentang Master Kun yang bejat, tidak tahu malu dan nakal, Lang Xiaohua diam-diam menutup gunung kembarnya yang besar, yang telihat menggairahkan.


"Pak tua, tanyakan sendiri pada mereka." Melihat Master Kun itu tidak akan menyerah dan ingin tau semuanya, Zhang En langsung menunjuk ke arah Nuyan Yao dan kelima lainnya, melemparkan ratusan pertanyaan mengebu-gebu pria tua itu kepada mereka.


Seperti yang diharapkan, Master Kun melemparkan banyak pertanyaan kepada mereka berenam. Korban pertama adalah Nuyan Yao.


Nuyan Yao tidak berani menyembunyikan apa pun, dia hanya bisa menggertakkan giginya dan menjawab semua pertanyaan Master Kun sedetail dan seringkas mungkin.


"Kalian dari Dunia Kematian.?" Master Kun sejenak terdiam, lalu bergumam pelan, "Sudah puluhan ribu tahun sejak aku terakhir kali pergi ke Dunia Kematian, jika seperti itu, aku juga akan berkunjung ke sana!"

__ADS_1


...


Beberapa saat kemudian, mereka mencapai Istana Kediaman Klan Zhang.


"Kakak!"


“Paman Hebat!”


Saat Zhang En muncul, dua suara pemuda memanggilnya. Beralih untuk melihat, siapa lagi mereka kalau bukan Xiao Tian dan anak dari adik laki-laki Lie Hue, Xiao Hue bernama Xiao Fan. 


Senyum cerah mengembang di wajah Zhang En.


Setiap kali dia kembali, selalu dua orang ini yang pertama kali memperhatikan dan meneriakinya.


Zhang En diam-diam mengangguk. Kembali kali ini, dia memperhatikan bahwa kultivasi keduanya telah meningkat satu peringkat.


Di dalam istana, semua orang mendengar suara kedua pemuda itu memanggil nama Zhang En, mereka semua juga lalu bergegas keluar dengan wajah gembira.


Lie Hue berada di samping ibunya. Ketika matanya yang indah jatuh pada Zhang En, kedua matanya bersinar dengan kelembutan.


Semua orang berteriak dalam kegembiraan.


Zhang En lalu tersemyum dan mengangguk pada mereka saat dia berjalan menuju ke arah semua orang, menyapa mereka semua.


"Kakak Zhang, apakah kau membawa sesuatu untuk kami kali ini?" Salah satu dari pemuda bertanya, tersenyum cerah.


"Paman hebat, apakah kau mrmbawa kami hadiah besar juga?" Yang lainnya juga bertanya.


Zhang En lalu tertawa kecil menjawab, "Ada, kalian semua akan memdapatkannya."


Zhang En lalu mengeluarkan semua binatang iblis serta anggota Klan Phoenix keluar dari dalam Pagoda Emasnya.


Segera, aura burung phoenix yang agung melonjak keluar dan aura binatang iblis level Alam Dewa Surgawi membumbung ke langit.


Semua anggota Klan Zhang terperangah pada pemandangan di depan mereka, ada dua belas ribu ribu binatang iblis Alam Dewa Surgawi di depan mereka.


"Pilih yang kalian suka untuk dijadikan sebagai tunggangan dan teman bermain yang menjaga kalian. Tapi ingat, anggap mereka semua keluarga sendiri, karena mereka akan menjadi penjaga kalian." Zhang En tertawa pelan saat mengatakan ini dan mengingatkan mereka.


Semua orang bersorak sekuat-kuatnya dan juga yang bergegas ke kawanan binatang iblis itu, mencari binatang iblis yang mereka sukai, sambil berteriak kegirangan.

__ADS_1


__ADS_2