
Saat memasuki Kota itu, Zhang En bisa merasakan qi iblis padat di mana-mana.
Saat dia terus berjalan di kerumunan banyak iblis, dia diam-diam memurnikan qi iblis dan menyerapnya. Penampipan Zhang En dalam bentuk iblis bisa di katakan sangat tampan dan seperti berasal dari Klan bangsawan.
Di dalam kota ini, iblis berkeliaran di jalanan seperti orang biasa, sementara toko berjejer di kedua sisi jalan. Sama seperti ras manusia, ras iblis juga memiliki klan.
Iblis yang melewati Zhang En secara tidak sadar mundur agak jauh karena kagum dan ketakutan, memberi jalan kepadanya terlebih dahulu.
Zhang En memancarkan sikap tidak peduli dan tidak menaruh semua iblis ini di matanya saat dia terus berjalan ke istana pemimpin kota itu.
Tentu saja, Zhang En akan melakukan perjalanan di setiap kota dan pembantaian untuk mendapatkan setiap kunci lantai menara.
Singkatnya, satu tahun berlalu.
CRAAASSSSSSHHH!!!
Sekarang, Zhang En telah berada di lantai 11, pedang iblis yang terbentuk di tangannya membelah salah satu iblis yang mempin kota yang di datangi Zhang En di ranah Dewa Emas Bintang 9 tahap awal, menjadi dua dari kepala ke bawah.
HOOONGGGGG!!
Kekuatan iblis pelahap di tubuh Zhang En menyerap energi iblis itu.
Segel emas berkilau jatuh dari ruang hampa. Segel itu adalah kunci untuk bisa naik ke lantai selanjutnya..
Menggenggam segel di tangannya, Zhang En menarik nafas dan ada kegembiraan di matanya. Dengan mengumpulkan sepuluh kunci yang dibutuhkan, dia bisa membuka pintu masuk ke lantai 12.
Selama beberapa ratus tahun yang tak terhitung lamanya sejak menara itu berdiri, hanya Dewa Iblis atau Leluhur Klan Iblis yang pernah melewati lantai 11, memasuki lantai 12.
"Aku ingin tahu, tantangan apa yang ada di lantai 12." Zhang En bertanya pada dirinya sendiri.
Di masa lalu, meskipun Dewa Iblis waktu itu berhasil memasuki lantai 12, dia gagal melewatinya dan tidak pernah menyebutkan detail apapun tentang tantangannya ke dunia luar.
Zhang En baru saja menyimpan segel yang dia dapat ketika, tiba-tiba, robekan ruang yang sangat besar muncul di atasnya, memperlihatkan pohon raksasa turun melalui robekan ruang tersebut.
Qi Iblis yang padat berdentum di sekitarnya.
Ketika pohon raksasa itu telah turun ke tanah, Zhang En merasakan kekutan iblis di dalam jiwanya memberikan sedikit reaksi, gemetar dengan kuat, membuat dia terkejut.
Selain itu, ada sepuluh buah merah darah yang tergantung di pohon itu, yang setiap buahnya berukiran anak kecil dan berbentuk seperti iblis.
__ADS_1
Melihat buah ini, dada Zhang En berdegup kencang.
Hadiah yang di dapat kali ini di lantai 11 adalah Buah Darah.
Zhang En menarik napas dalam-dalam. Dalam sekejap, dia mendekati pohon raksasa itu, menciptakan kekuatan penarik yang menarik kesepuluh buah itu dari cabangnya.
Setelah itu, pohon raksasa itu kemudian bersinar, menghilang dari pandangan matanya.
Zhang En dengan cepat mendarat di atas tanah, lalu memasang pose meditasi untuk menyerap semua buah darah itu.
HOOONNGGGGG!!!
Energi menakutkan dari sepuluh buah itu, mengalir ke tubuhnya seperti banjir bandang yang menghantam pembuluh darah dan meridiannya, yang seolah-olah akan merobek bagian tubuh Zhang En dari dalam.
Dalam satu tahun ini, Zhang En telah melewati lantai 8, 9 dan 10. Dalam kurun waktu satu tahun, kultivasinya telah meningkat sampai ranah Dewa Emas Bintang 6, sementara kekuatan tubuh dan jiwanya meningkat secara drastis juga.
Proses ini berlangsung selama 1 bulan penuh.
Zhang En akhirnya beradaptasi dengan energi buah darah yang mengalir di dalam tubuhnya.
Di atas lautan jiwanya, ketiga inti Naga, Buddha dan Iblis memancarkan cahaya berbagai elemen..
Lima bulan berlalu.
Beberapa saat kemudian, dia membuka matanya dan berdiri. Baru pada saat itulah indera Zhang En mulai memeriksa kondisi tubuhnya sambil mengeluarkan segel untuk menuju lantai kedua belas.
RUMBLEEEEE!!!
Cahaya menyilaukan meledak dari tangannya, perlahan membuka lubang hitam tidak jauh di depannya.
Setelah ragu sejenak, sosoknya menghilang, menuju ke lantai dua belas.
Ketika Zhang En memasuki lantai dua belas, dinding menara di luar mengeluarkan cahaya yang bersinar, meluas lebih jauh hingga mencapai ujung kota iblis.
Pada saat ini, kerumunan di tempat itu telah meningkat berkali-kali lipat, semuanya berseru kagum.
"Mu Hawk benar-benar telah menyelesaikan tantangan di lantai sebelas, menjadi orang kedua yang telah memasukinya!"
“Dari lantai pertama hingga sebelas, Mu Hawk hanya menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun saja!"
__ADS_1
Patriark Klan Tian yang juga telah datang belum lama ini menangkupkan tinjunya, memberi selamat kepada Mu Jing, “Selamat, Saudara Jing! Bakat Mu Hawk adalah yang nomor 1, dan pasti akan bisa menantang lantai dua belas, menjadi orang pertama yang melakukannya!"
Mu Jing tertawa membalas, “Aku sangat senang dengan perkataanmu Pariark Tang, bahkan aku tidak menyangka Mu Hawk akan bisa naik ke lantai dua belas dengan begitu cepat!” Dalam kata-kata dan suaranya yang berirama seperti musik dangdut, ada rasa puas diri, rasa puas diri yang tidak bisa di tutupi.
Banyak patriark lain dan pemimpin sekte yang hadir di sekitar juga bergegas untuk mengucapkan selamat mereka kepada Mu Jing dengan perkataan mereka yang di penuhi sanjungan yang jelas dalam suara mereka.
Mendengarkan ucapan selamat dari semua patriark dan ketua sekte ini, Mu Jing tertawa bahagia sambil mengucapkan beberapa kata asal-asalan.
Sementara kerumunan di luar dipenuhi keributan, Mu Hawk baru saja melewati lantai tujuh, memasuki lantai delapan.
Sedangkan Tian Fu dan Yang Xue baru saja memasuki lantai enam, sedangkan Wei Song baru saja memasuki lantai lima.
Saat memasuki lantai ke dua belas, Zhang En mendapati dirinya telah berada di ruang kacau yang sangat luas. Jauh di kejauhan, tampak sosok raksasa menujulang tinggi.
Zhang En bahkan tidak dapat memperkirakan seberapa tinggi raksasa ini.
Berdiri di kejauhan, raksasa itu memegang tombak besar di tangannya, menghancurkan seluruh alam semesta di ruang kekecauan itu hanya dalam sekali serang.
BOOOOMMMMM!!!
Di bawah serangannya, alam semesta yang kacau tempat dimana Zhang En berada saat ini bergetar hebat, menimbulkan banyak badai luar angkasa yang menarik segalanya ke dalam pusaran spiral, serta menghancurkan semua planet yang ada di sana>
Melihat adegan ini dengan mata kepala sendiri, Zhang En terkejut, dengan cepat menjadi naga untuk mencari tempat yang aman.
Meski reaksinya cepat, Zhang En masih tertimpa sebongkah batu besar. Sisik naganya pecah karena benturan keras, menyebabkan darah menyembur dari tubuh naganya..
Entah bagaimana, Zhang En telah menerima cedera berat, tetapi dengan cepat, sisik naganya yang rusak digantikan oleh sisik naga baru.
Pada saat ini, Zhang En tidak fokus untuk memeriksa lukanya, sepenuhnya memusatkan perhatiannya pada setiap tindakan raksasa itu.
Serangan tunggal dari raksasa itu sebelumnya tampak tidak teratur dan berantakan, tetapi sebenarnya mengandung dao dan petunjuk yang mendalam.
Namun, gerakan raksasa itu begitu cepat sehingga Zhang En tidak punya waktu untuk melihat dengan cermat.
Sementara dia memfokuskan seluruh perhatiannya pada raksasa itu, raksasa itu sekali lagi mengayunkan tombak di tangannya ke alam semesta yang terlihat kacau, menyebabkan hukum ruang berguncang hebat.
BOOOMMMMMM!!!
Zhang En lalu memasang pelindung di sekelilingnya untuk melindungi dirinya.
__ADS_1
Meskipun gelombang kejut dan batu beterbangan melewatinya di angkasa, Zhang En tetap fokus sepenuhnya pada gerakan raksasa itu mengayunkan tombaknya.
Akan tetapi, gerakan raksasa itu terlalu cepat untuk Zhang En. Meskipun menggunakan setiap untaian inderanya untuk mengamati, dia hanya bisamenangkap beberapa gerakan buram yang samar dari raksasa itu.