Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 241. Menyelamatkan Putri Hong Xiao (1)


__ADS_3

Sementara itu, setelah kabar kematian Tuan Mida Hu Guang sampai di telinga Pemimpin Kota Treasure, Hu Shan, sedang memikirkan cara menyampaikan berita kematian muridnya itu kepada kepada Hu Peng.


Zhang En yang saat ini telah memasuki Kota Treasure dan berbailur dengan orang banyak, dia sedang mencari tahu tentang kediaman Klan Ling dan menuju ke tujuannya tanpa membuang waktu lebih lama.


Klan Ling dapat dianggap sebagai salah satu keluarga yang lebih terkenal di dalam Kota Treasure, oleh karena itu mudah Zhang En dengan mudah menemukan lokasi tempat kediaman mereka. Beberapa saat kemudian, Zhang muncul di depan pintu Keluarga Qin dan memberi tahu para murid yang berjaga di pintu masuk tujuan kunjungannya.


“Kau ingin menemuk Patriark kami?” Murid Keluarga Ling mengamat Zhang En dari atas ke bawah dengan ragu-ragu sebelum berkata, "Baiklah, harap tunggu sebentar, aku akan melapor ke dalam." Penjaga itu berbalik dan lari ke dalam.


Di Aula utama Klan Ling.


Ling Guo dan Tetua Keluarga Ling berkumpul di aula utama dalam suasana yang tidak baik. Jelas, Klan Ling sedang menghadapi beberapa masalah yang merepotkan saat ini.


Dari luar, seorang murid Keluarga Ling memasuki aula, melapor, "Patriark, ada seorang pemuda di luar meminta untuk bertemu dengan Patriark."


"Apakah dia seorang murid dari keluarga kota ini?"


Murid Keluarga Ling itu menggelengkan kepalanya, "Bukan, pakaiannya sama seperti pakaiannya yang di pakai oleh orang lainnya"


"Suruh dia masuk!"


Beberapa saat kemudian, murid itu kembali untuk memimpin jalan kepada Zhang En langsung ke aula utama Kediaman Ling.


Pada akhirnya, Zhang En menukar Sembilan ramuan hanya untuk mendapatkan lima ramuan Rumput Dewa Naga dari Patriak Klan Ling, Ling Guo. Patriak Ling Guo mengatakan bahwa Rumput Dewa Naga miliknya telah di beli oleh Pavilium Bunga Anggrek beberapa hari yang lalu, Zhang En sedikit merasa kecewa, tetapi saat ini dia harus mendapatkan ramuan yang tersisa.


Tetapi sebelum mengunjungi Paviliun Anggrek Putih, Zhang En terlebih dahulu mencari keberadaan Putri Hong Xiao dari kerajaan Bintang Selatan.


Putri Hong Xiao tidak ada kabar sejak sampai di Kota ini, Dengan kekuatannya, satu-satunya orang yang cukup kuat untuk melukai dirinya hanyalah kultivator ranah Pertapa Dewa. Zhang En menduga bahwa hilangnya Putri Xiao pasti ada kaitannya dengan orang-orang dari Pemimpin Kota Treasure, Hu Shan.

__ADS_1


•••


Di sebuah taman belakang Istana Kota.


Dua orang pria paruh baya bernama Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong sedang bersantai di halaman yang ada di taman sambil menikmati anggur yang telah ada di atas meja.


"Aku ingin mengetahui apa hal penting sampai-sampai Ketua Sekte Dewa Bintang kita pergi meninnggalkan Sekte untuk sementara waktu dan tidak pulang kembali untuk beberapa waktu ." Tetua Shi Shui berkata sambil jari-jarinya mengetuk cangkir anggur dengan meneguk anggur ke dalam mulutnya.


Tetua Sun Kong menggelengkan kepalanya, "Urusan Penguasa bukanlah sesuatu hal yang perlu kita ketahui oleh bawahan seperti kita ini." 


"Kalau begitu, Zhang En bisa menjalani hidup beberapa tahun lagi." Sambung Tetua Shi Shui, lalu berkata, “Wanita itu, apakah dia benar-benar Putri Hong Xiaoi, Putri Kerajaan Bintang Selatan?"


Tetua Su Kong mengangguk, “Benar. Putri Hong Xiao adalah seorang wanita cantik Kerajaan Bintang Selatan, Tuan Muda tidak bisa disalahkan karena telah jatuh cinta padanya. "


Tepat pada saat itu, Siluet seorang pemuda terlihat keluar dari ruang hampa.


"Siapa kau?!" Kedua pria itu melompat dan beranjak berdiri dari kursi mereka masing-masing.


Sorot mata Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong menjadi dingin saat melihat seorang mendekat ke arah mereka. Mereka merasa tekanan yang di keluarkan oleh pemuda itu sangat kuat dan kekuatannya berada di atas mereka berdua.


"Anak muda, ada apa kau masuk tanpa izin ke Istana Pemimpin Kota selarut ini?" Tetua Shi Shui bertanya, nadanya mengandung sedikit permusuhan.


Pemuda tampan itu tidak lain adalah Zhang En.


"Ada apa?" Zhang En mencibir, "Di mana Putri Xiao?"


Pada awalnya, Zhang En hanya memiliki firasat bahwa bahwa hilangnya Putri Hong Xiao pasti ada kaitannya dengan orang-orang ini, tetapi dia tidak menduga kalau dia mendengar secara langsung percakapan Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong dari tadi. Ternyata dugaan nya benar bahwa Putri Hong Xiao ada di tangan tangan Sekte Dewa Bintang.

__ADS_1


Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong terkejut saat mendengar pertanyaan Zhang En.


Tetua Su Kong tertawa, berkata “Oh... Jadi kau ini adalah seorang pemuda dari Kerajaan Bintang Selatan! kalau begitu, aku akan dengan senang hati mengatakannya padamu. Tuan Muda Sekte kami dan Putri Hong Xiao memiliki perasaan yang sama terhadap satu sama lain dan sudah bertunangan. Pernikahan mereka akan segera dilaksanakan dan pada saat itu, kami akan mengirim seseorang untuk memberi tahu Kerajaan Bintang Selatan kalau Putri Hong Xiao telah menikah dengan Tuan Muda kami."


Zhang En memandang kedua pria itu, tawa dingin keluar dari mulutnya.


Orang-oranng dari Sekte Dewa Bintang ini memutuskan pernikahan secara sepihak, dia merasa pernikahan yang dipaksakan oleh mereka adalah hal konyol yang membuat Zhang En tidak habis pikir.


Dapat dikatakan bahwa Kerajaan Bintang Selatan tidak ada apa-apanya di mata orang-orang Sekte Dewa Bintang.


“Sepertinya, kalian berdua akan mati ditanganku?” Tatapan mata Zhang En semakin tajam.


Salah satu percakapan mereka yang Zhang En dengar dari percakapan orang-orang ini adalah bahwa Penguasa Sekte Dewa Bintang pergi untuk sementara waktu, dan karena itu, Zhang En tidak perlu ragu untuk berurusan dengan mereka saat ini.


Tetua Shi Shui mencibir, “Aku pikir kau sedang megatakan hal konyol! Apakah kau pikir dirimu itu adalah Zhang En?!”


Saat dia menyelesaikan pertanyaannya, segerombolan kumbang hitam terbang ke arah mereka yang tiba-tiba saja muncul dari atas langit.


Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong terkejut dan mengatakan kalimat yang sama, "I-itu adalah… Kumbang Mayat Beracun ?!"


Hal itu terlintas di benak mereka pada saat yang hampir bersamaan dengan wajah yang kehilangan semua warna dalam sekejap.


Meskipun tak satu pun dari mereka benar-benar pernah melihat Kumbang Mayat Beracun, kumbang hitam yang terbang tepat ke arah mereka ini tampak persis seperti rumor yang di ceritakan oleh semua orang yang baru-baru ini


"Kau Zhang En itu...?!"


Dua pasang mata tertuju kepada Zhang En, tepat saat nama itu terlintas di benak mereka, keduanya berteriak dan mengarahkan pukulan telapak tangan mereka ke arah Kumbang Mayat Beracun dengan mengeluarkan semua kekuatan mereka.

__ADS_1


Berhadapan langsung dengan segerombolan Kumbang Mayat Beracun, mereka kehilangan harapan hidup, ketika mereka menyerang untuk mengusir Kumbang berwarna hitam yang sedang menyerbu mereka, sebuah lingkaran emas muncul di atas kepala mereka, menyinari kegelapan malam di area tempat mereka saat ini berada


Tetua Shi Shui dan Tetua Sun Kong merasa seolah-olah ruang gerak disekitar mereka menjadi beku dan tubuh mereka tidak dapat bergerak dari posisi masing-masing


__ADS_2