Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 577 - Kemunculan Nuyan Yao


__ADS_3

Pedang kayu lalu muncul di tangan Zhang En dengan putaran pergelangan tangannya, menebas ke arah tetua itu. 


WUUSHHH!


WUSHHHH!


Cahaya dari tebasan pedang kayu Zhang En yang tak terhitung banyaknya melesat ke udara, melukai semua tetua itu.


Saat itu juga, tiba-tiba dari jauh terdengar suara pria tua.


"Junior dari klan mana yang berani membuat keributan di Klan Phoenixku ?!" Suara marah dan terdengar bermartabat bergema seperti gelombang suara tanpa akhir saat kekuatan api menelan Zhang En pada saat yang bersaman saat gelombang suara itu terdengar dari jarak jauh.


Zhang En terkejut sesaat, tetapi dia dengan cepat mengaktifkan teknik hukum ruang dan teknik hantunya secara bersamaan, menghindari serangan api mematikan itu.


Kegembiraan langsung terlihat di wajah Nuyan Tian yang sudah babak belur itu dan semua tetua klannya mendengar suara marah ini.


Sedangkan Zhang En, wajahnya terlihat biasa saja tetap acuh tak acuh seperti biasa berkata dalam hati, 'Sepertinya orang ini adalah ahli Alam Emas lainnya, Leluhur dari Klan Phoenix ini.'


Sebuah lubang hitam raksasa muncul di kehampaan saat dua cakar burung raksasa dengan cakarnya yang tajam muncul di atas langut. Cakarnya berkilau berbahaya terkena cahaya bawah sinar matahari, dengan api keemasan berputar-putar di sekelilingnya.

__ADS_1


Sedangan cakar api mematikan ini hampir dua kali lebih besar dari wujud phoenix sejati Nuyan Tian, yang terbang keluar dari lubang hitam itu. Bulu dari bayangan cakar phoenix yang muncul ini juga sangat indah dan berwarna sangat menakjubkan. Selain itu, kekuatan apinya lebih padat dan lebih hidup.


Phoenix yang baru muncul ini adalah Leluhur dari Klan Phoenix, Nuyan Yao. Dia adalah ahli ranah Alam Emas Bintang Satu tahap akhir. Kekuatannya bisa dibilang mendekati tahap akhir puncak dan setelah itu baru akan menerobos bintang selanjutnya.


Gelombang kejut dari pertempuran Zhang En dan Nuyan Tian sebelumnya akhirnya dirasakan Nuyan Yao, yang sebenarnya sedang berada di pengasingan.


Ketika dia muncul, api warna merah keemasan menari-nari di kedalaman pupil matanya saat dia melihat sekeliling. Dia melihat Nuyan Tian yang terbaring di tanah dalam keadaan menyesal, serta semua tetua klannya. Kemarahan meletus di mata Nuyan Yao, dan sorot matanya terasa dingin, niat membunuhnya langsung membubung tinggi ke langit melihat pemandangan yang memasuki matanya.


Kekuatan Qi dewanya mengalir drastis keluar dari tubuhnya, tampak meluas dan tidak terbatas.


"Bocah manusia, berlututlah dengan patuh untuk menerima kematian, atau kau akan mati dalam siksaan dengan dibakar selama satu bulan hari oleh apiku!" Tatapan amarah dan niat membunuh Nuyan Yao tertuju pada Zhang En saat dia berbicara.


Tepat saat suaranya berakhir, raungan naga yang tak terduga bergema dari jauh.


Mendengar rauangan ini, Nuyan Tian terkejut. Memutar kepalanya di arah raungan itu berasal, dia melihat cakar naga emas yang sangat besar menukik dari atas langit melesat kearahnya.


Di detik terakhir, Nuyan Yao juga mengulurkan cakar phoenix raksasanya untuk bertahan.


DUUAARRRR!

__ADS_1


Energi langit dan bumi berguncang dan api phoenix dari cakar Nuyan Yao berhamburan seperti hujan dan kekuatan dari serangan cakar naga emas itu mengenai tubuhnya.


Tubuh Nuyan Yao lalu terpental sampai kebawah dan menabrak permukaan tanah, tubuhnya yang besar menancap ke tanah.


RUMBLEEEE!!!!


Lubang besar terbentuk jauh ke dalam bumi dan gunung-gunung disekitar runtuh, hanya menyisakan bagian pantat besar Nuyan Yao yang menghadap ke langit.


Nuyan Tian dann semua tetua klannya menatap dengan bingung ke bagian pantat besar Leluhur mereka yang menonjol. Untuk pertama kalinya dalam puluhan ribu tahun yang tak terhitung jumlahnya, mereka memperhatikan bahwa ternyata ada tahi lalat di bagian pantat Leluhur mereka.


Tidak butuh waktu lama, Nuyan Yao berjuang untuk terbang keluar dari tanah, bulunya telah kehilangan semua kecemerlangan, terlihat redup dan tak bernyawa. Belum lagi api di sekujur tubuhnya, mereka berkedip-kedip masuk dan keluar dengan lemah seperti akan benar-benar menghilang dari permukaan tubuhnya.


Momentum Sang Leluhur Phoenix Agung yang ditunjukkan Nuyan Yao sebelumnya ketika dia memberi Zhang En dua ancaman tanpa penolakan telah hilang sia-sia, digantikan oleh ketakutan dan kebingungan. Dia lalu memandang Long Xioba dan tau kalau pria ini berasal dari Klan Naga Kuno yang legendaris, dia lalu berbicara tergagap dalam kata-katanya, "K-kau pasti dari Klan Naga, ranah Alam Dewa Emas Bintang Dua!"


Mendengar ini, Nuyan Tian dan semua tetua itu menjadi hening dan diam membisu, dengan hati-hati mengalihkan pandangan mereka yang dipenuhi ketakutan ke arah pria paruh baya yang juga terlihat tampan yang tidak lain adalah Long Xioba. 


Pria paruh baya di samping Zhang En yang mereka lihat dari awal sebenarnya adalah seorang Ahli dari Klan Naga kuno,ranah Alam Dewa Emas Bintang Dua. Selanjutnya, pria paruh baya yang mereka tidak mereka anggap ini adalah makhluk naga yang berdiri di puncak tertinggi dalam Klan Naga, Naga Azure bercakar lima.


Tidak mau membuat banyak omong kosong dan menanggapi pertanyaan Nuyan Yao, Cakar emas Long Xioba kembali menukik dari atas langit melesat ke bawah, membanting tubuh Nuyan Yao.

__ADS_1


DUARRRR!!!!


Tubuh Nuyan Tian dalam wujud phoenixnya sekarang nyaris tidak bisa mengeluarkan dirinya dari puing-puing reruntuhan ledakan permukaan tanah dan bongkahan gunung yang sekali lagi menutupinya.


__ADS_2