Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 509 - Aura Tajam Zhang En


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Zhang En menekan kegembiraan di hatinya, melihat Batu Dewa di depannya. Setelah hampir dua dekade, dia telah menyerap hampir semua energi yang ada di batu dewa sepenuhnya.


Dia lalu mengarahkan jarinya dan kekuatan isap melahap sejumlah besar energi spiritual seperti gelombang tsunami. Di bawah kekuatan hukum ruan waktunya, energi spiritualnya diubah menjadi batu roh kelas menengah, menjadi hujan batu dari dalam ruamg hampa.


Mengamati bukit kecil batu roh kelas menengah di depannya, Zhang En mengangguk puas. Pada saat dia akan menerobos lagi ke Alam Dewa Surgawi, dia akan dapat memadatkan batu roh keas dewa.


Pada saat itu, kekayaannya tidak akan tertandingi di seluruh galaksi.


Keluar dari Pagoda Dewa Emasnya, Zhang En lalu segera memasuki aula utama Istana Dewa, di mana semua anggota Klan Zhang hadir disana.


“Apa yang kalian semua bicarakan? Suasana aula ini begitu sangat hidup .” Zhang En bertanya dengan bercanda


“Ener, aku sedang berdiskusi dengan suamiku ayah Lie Hue. Kami telah pergi dari Alam Bawah begitu lama, kami hanya berpikir untuk bisa kembali untuk melihat Dunia dimana kita berasal. Bagaimana menurutmu?" Ibu Lie Hue bertanya.


"Kembali ke Alam Bawah?" Permintaan ini sangat mengejutkan Zhang En. Dia tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, tetapi setelah berpikir sejenak, sudah hampir seratus tahun sejak mereka meninggalkan dunia asal mereka ingin mengunjungi tanah kelahiran dan asal mereka tidak ada yang salah.


Zhang En membuat keputusan cepat, mengangguk sambil tersenyum, “Ide yang bagus. Semuanya, buat persiapan, kita akan kembali bersama!” 


Menyebut dunia diamana mereka semua berasal, Zhang En tiba-tiba merasa bahwa dia ingin kembali dan melihat dunia dimana dia dilahirkan juga.


Tidak diragukan lagi, motivasi terbesar Zhang En untuk kembali juga adalah ingin mencari Api Ilahi, Ancient God Flame.


Setelah bertahun-tahun menyisir catatan lama, dia yakin bahwa Ancient God Flame berada di sekitar perbatasan dunia galaksi Alam Bawah dan Alam Atas.


Semua orang tertawa terbahak-bahak ketika mereka mendengar Zhang En mengatakan bahwa mereka semua akan pulang bersama.


Meskipun Dunia Harimau Suci tempat mereka berada saat ini, bahkan seribu kali lebih baik daripada Dunia asal mereka, bagi mereka semua, Dunia Asal mereka adalah akar mereka, rumah dan tanah air yang selalu ada di hati mereka.

__ADS_1


Menyaksikan wajah semua orang bersorak gembira, serta wajah-wajah bahagia di sekitarnya, senyum mengembang di wajah Zhang En.


Semua orang sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing sambil bersiul dan bernyanyi gembira.


Dalam perjalanan kali ini, tidak semua orang di Puncak Dewa akan perjalanan kembali Alam Bawah. Zhang En memutuskan untuk membawa tidak lebih dari dua puluh orang saja dan membawa tunggangan bintang iblis mereka masing-masing yang bisa tebang.


Dalam enam tahun terakhir, mereka yang akan bersamanya kali ini rata-rata sudah memasuki ranah Alam Dewa, menjadi penguasa Alam Kaisar Dewa Bintang Satu. Lie Hue, di sisi lain, sekarang berada di ranah Alam Dewa Sejati Bintang Satu.


Sama seperti terakhir kali Zhang En menjemput mereka semua bersama kedua kakak seperguannya, kelompok mereka menggunakan beberapa gerbang teleportasi dan melewati belasan dunia.


Perjalanan mereka kali ini berjalan dengan santai dan tanpa hambatan. Sepanjang perjalanan, mereka akan berhenti di setiap Dunia yang mereka singgahi selama beberapa hari untuk beristirahat, bermain dan berbelanja.


Begitu kelompok mereka mencapai perbatasan luar Pusat Galaksi Bintang , mereka membutuhkan waktu kurang dari satu minggu untuk bisa sampai ke Dunia Asal mereka. Kecepatan terbang mereka meningkat saat menunggangi Binatang Iblis mereka masing-masing.


"Kita akhirnya kembali!" Setelah lebih satu minggu, mereka semua berdiri di ruang hampa yang samgat luas, melihat Dunia asal mereka dari jarak jauh yang terlihat menggantung di angkasa yang luas tepat di depan mereka, kegembiraan menyebar di wajah mereka semua.


Lie Hue tertawa senang melihat adik laki-lainya. Sedangkan Zhang En hanya bisa menggelengkan kepalanya, tertawa kecil.


"Mari kita memasuki Dunia asal kita juga." Zhang En berkata kepada orang yang ada di belakngnya.


"SWOSHHHH!!"


Mereka semua terjun satu demi saru ke lapisan ruang dunia di bagian terluar dari penghalang dunia.


Sementara semua orang merasa memikirkan saat mereka masih berada didunia ini dulunya, pemandangan di sekitarnya berubah saat mereka keluar dari penghalang ruang hampa yang kacau, muncul di atas cakrawala yang sangat tinggi dengan wajah bahagia.


Di lain hal, Zhang En,, mengerutkan kening saat dia memasuki dunia asalnya. Meskipun yang lainnya tidak merasakan sesuatu yang aneh, Zhang En dengan tajam memperhatikan perbedaan yang jelas dibandingkan dengan terakhir kali dia memasuki dunia mereka.

__ADS_1


Saat ini, dia jelas merasa bahwa aliran energi spiritual dunia merrka telah menjadi kacau. Sebuah cahaya keganasan berkedip di mata Zhang En.


"Zhang En, ada apa?" Lie Hue bertanya. Berdiri di samping Zhang En, dia segera merasakan aura tajam dari tubuh Zhang En untuk sesaat.


Tidak ingin membuat siapa pun khawatir, Zhang En menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa, hanya masalah kecil."


Mendengar jawaban Zhang En, Lie Hue menahan diri untuk tidak mengajukan pertanyaan lebih lanjut tetapi mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan kekasihnya. Pada saat ini, dia juga merasakan perubahan aliran energi disekitarnya.


Sedangkan yang lainnya masih tertawa riang saat mereka terbang ke bawah menuju tanah kelahiran mereka.


Tidak lama kemudian, mereka semua melihat daratan yang sangat luas.


Tetapi ketika mereka semua orang mencapai tepi wilayah Kekaisaran Zhu mereka, yang mereka lihat hanyalah area dan bangunan yang telah hancur lebur. Tanah itu sendiri memancarkan aura keputusasaan. Pemandangan ini membuat semua orang mengerutkan kening dalam-dalam.


"Apa yang terjadi?! Aku ingat lokasi ini, mengapa berubah menjadi seperti ini? ” Seru salah satu dari kelompok Zhang En tidak percaya.


Yang mereka lihat sekarang hanyalah tanah tandus dan tidak memiliki kehidupan. Bahkan tidak ada satu pun rumput liar yang terlihat di bawah sana.


Desa-desa kecil yang dulunya berada di sekitarnya telah ditinggalkan, tidak ada satu pun bayangan manusia yang terlihat, itu lebih seperti sebidang tanah mati.


Wajah Zhang En berubah muram, berbicara kepada semua orang, "Ayo pergi ke Kota Kekaisaran!" 


WUSHHHH!!! Zhang En melesat seperti panah ke depan, dan yang lain dengan cepat mengikuti di belakangnya.


Pada saat ini, mereka semua melihat bahwa ada sesuatu yang salah dan sesuatu telah terjadi. Suasana ceria mereka sebelumnya terkubur di bawah kekhawatiran, tidak ada yang berminat untuk berbicara dan bercanda lagi.


Ketika Kaisar Zhu pergi bersama Zhang En pada waktu itu, dia menyerahkan tahta kepada putra salah satu selirnya.

__ADS_1


__ADS_2