
Di atas awan, saat Tetua Su dan Ling menyaksikan poin Zhang En mendekati poin antara dia dengan peringkat kedelapan Yang Shiqi, keduanya enggan menerima hal ini.
Di Dunia Kayu, Zhang En kembali menarik pedangnya saat dia melihat sekawanan singa iblis di kejauhan yang akan menyerang kearahnya dengan cakar tajam.
"Teknik Pedang Dewa Naga - Pembunuh Dewa!"
Qi naga murni keluar dari tubuh Zhang En dan mengalir ke pedangnya dan berubah menjadi ilusi naga dan dapat memberi serangan dengan elemen yang berbeda-beda.
GROARHHH.!
Raungan naga bergema di langit, awan bergulung-bergulung bersamaan terpaan angin yang menderu.
Kawanan singa itu meledak ketika belasan naga ilusi berkelok-kelok melesat dari langit dan menghancurkan mereka semua menjadi kabut darag yang hanya meninggalkan inti binatang mereka masing-masing yang mengambang di udara satu demi satu. Kemudian, Kristal Naga Emas milik Kaisar Naga Azure Long Xioba bersinar dalam cahaya yang cemerlang saat dia membuka mulutnya dan menghirup semua inti binatang ke dalam tubuhnya.
BSSSSTTT!!!!
Untaian energi esensi dari inti binatang iblis mereka merembes keluar dari tubuhnya dan ditransfer ke tubuh Zhang En untuk diserap dan dimurnikan di dalam tubuhnya.
Sekarang, kekuatan Naga Zhang En telah tumbuh cukup kuat untuk menyerap energi dari beberapa ratus inti binatang yang di ubah menjadi kabut darah itu hanya dalam waktu beberapa napas. Oleh karena itu, dia tidak perlu lagi masuk ke dalam pengasingan secara tertutup untuk menyerap setiap inti ratusan binatang itu.
Setelah lebih dari tiga hari, jumlah binatang iblis ranah Kaisar Dewa tahap awal yang di bunuh Zhang En mencapai seratus lima puluh. Sampai sekarang, dia belum bertemu dengan binatang iblis ranah Kaisar Dewa tahap puncak Bintang 1.
Saat Zhang En membunuh binatang singa itu, perubahan terjadi di daftar poin di depan Aula Roh sekali lagi dan di sana semua orang dapat melihat.
《Peringkat kedelapan, Zhang En, Poin - 690 juta》
Dengan hasil itu, peserta yang berada di peringkat kedelapan sebelumnya diturunkan ke peringkat kesembilan.
“Sekarang aku telah berada diperingkat kedelapan.” Zhang En bergumam pada dirinya sendiri.
Saat ini, tempat ketujuh He Xiu baru saja melewati 700 juta poin, hanya sedikit lebih tinggi dari poin Zhang En.
Setelah berpikir sebentar, Zhang En lalu mengeluarkan ratusan inti binatang dari cincin spasialnya. Inti binatang ini memiliki berbagai warna, mengambang di sekitar Zhang En di udara yang memancarkan cahaya. Dia mencoba mengendalikan inti binatang buas ini dengan kekuatan jiwanya, membuat inti binatang iblis itu berputar dengan kecepatan tinggi, menimbulkan badai topan yang menakutkan.
SWOSHHH...!!!
Badai topan itu terus melebar dan memanjang menjulang tinggi dan tumbuh lebih besar. Semua binatang iblis di wilayah itu ditarik ke dalam topan angin. Di dalam angin topan, tubuh binatang iblis yang disedot dilubangi oleh inti binatang buas yang berputar membentuk topan dahsyat, membunuh beberapa puluhan sekaligus.
Dengan cara ini, Zhang En lalu terbang ke depan sambil mendorong badai topan itu bersamanya.
__ADS_1
Inti binatang terus berputar di sekitar Zhang En dengan kecepatan tinggi, serta ukurannya yang berkembang memjadi lebih besar. Semua binatang iblis diarea yang di lalui oleh Zhang En tertelan ke dalam badai.
"Astaga.. Apa itu?!"
Di di atas sebuah pegunungan yang dekat dengan lokasi yang di lalui Zhang En, beberapa murid dari klan membentuk kelompok badai topan itu dengan tercengang dan melihat badai raksasa bergerak ke arah mereka. Melihat badai topan menelan binatang iblis ke dalamnya satu demi satu dari kejauhan, wajah para murid ini menjadi pucat.
Pulih dari keterkejutan mereka, para murid ini dengan cepat turun ke permukaan tanah, bersembunyi di dalam sebuah gua. Setelah memasuki gua, seluruh gua bergetar hebat seolah-olah dunia akan runtuh.
20 nafas kemudian, badai topan itu berlalu dan melewati mereka sebelum mereka berani keluar dari gua, tetapi itu tidak membuat mereka merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa semua binatang iblis di wilayah itu telah menghilang.
"Benar-benar mengerikan, bagaimana bisa ada orang seperti itu dalam penilaian kali ini ?!"
Mengingat badai topan raksasa sebelumnya, jantung mereka berdebar kencang.
Samar-samar mereka juva bisa melihat bayangan seseorang di dalam badai topan itu.
...
Saat semua orang terus memperhatikan Tiang Ralsasa Daftar peringkat di halaman Aula Roh, langit berangsur-angsur menjadi gelap.
Saat hari sudah mulai gelap, Zhang En kembali naik ke posisi ketujuh, dan He Xiu turun ke peringkat delapan.
Di atas puncak, Zhang En membuat api unggun dan meletakkan daging binatang iblis yang dia tangkap dan memanggang binatang itu di atas api. Kemudian, dia lalu mengeluarkan salah satu anggur dari dalam cincin spasialnya dari Alam Bawah dan meneguknya.
Glukk.. Glukk.. Glukk....
"Ahhh, anggur yang sangat enak."
Dalam sekejap mata, sudah dua tahun sejak dia meninggalkan Dunia Alam Bawah. Dia sepertinya merindukan hari-hari yang dia lalui saat berada di sana.
Lalu, dia meraih beberapa potongan daging yang telah matang dan aromanya yang telah memenuhi udara, lalu memakannya sambil meneguk anggur.
Tiba-tiba....
"Wah.... Aroma daging yang sangat harum.. Itu, sesorang sedang mencicipi daging panggang dan menminum anggur?" Nada suara yamg terdengar bingung terdengar dari dalam kegelapan malam dari kejauhan.
Setelah itu, sekelompok besar murid bergegas ke arah Zhang En, dan jumlah mereka kurang lebih ada 180 orang.
“Haha, apakah mataku salah melihat? Seseorang benar-benar memanggang daging dan minum anggur di sini?”
__ADS_1
Ketika sekelompok ratusan murid itu melihat Zhang En, mereka tidak bisa menahan tawa. Kemudian salah satu dari mereka berkata, "Murid dari klan mana pemuda ini, jika orang tuanya tahu apa yang dilakukan anaknya sekarang dalam oenilaian penerimaan murid baru Sekte Roh Api, mereka pasti akan mati dalam keterkejutan!"
Zhang En mengabaikan kehadiran sekelompok murid itu setelah memberi pandangan sepintas, lalu dengan santai terua menyantap daging panggang dan anggur di dekatnya.
Para murid itu kemudian berjalan ke atas puncak tempat Zhang En berada, mendekatinya.
"Hanya seorang pembudidaya ranah Semi Kaisar?" Setelah mengamati lebih dekat, salah satu murid tertawa merasakan alam kultivasi Zhang En lalu melontarkan hal lainnya, “Dengan kekuatan seperti itu, masih berani membuat api unggun di sini sendirian dan memanggang daging binatang iblis? Sepertinya dia ini adalah pemuda dia bodoh?”
Kata-katanya mengundang tawa keras dari teman-temannya.
Zhang En masih menyesap anggurnya, melirik orang yang baru saja berbicara dengan ekspresi wajah yang masih tenang, lalu dia berkata, "Karena aku masih dalam suasana hati yang baik pada saat ini, kau masih bisa pergi dengan selamat dari tempat ini dan kamu enyah dari hadapanku."
Murid itu lalu tertawa memasang wajah bertentangan dengan kemarahannya, "Nak, apakah kau sudah memikirkan konsekuensi dari kata-kata yang baru saja kau ucapkan kepadaku?"
"Tidak?" Jawab Zhang En datar.
"Bajing4n!” Kemarahan murid itu mendidih melihat Zhang En tidak menempatkannya di matanya.
Dengan suara marah, dia lalu melompat diudara hendak memukul Zhang En dengan tinjunya.
Kekuatan dari tinjunya bersiul dan menimbulkan riak energi yang dahsyat. Qi yang sangat kuat bisa dirasakan dari serangannya.
Zhang En lalu sedikit memutar kepalanya melihat kearah orang yang akan menyerangnya, lalu meniup yang mengeluarkan hembusan angin dari mulutnya.
Energi yang terbentuk dari riak gerakan tinju murid itu menghilang dan menuyebar seperti kentut, dan murid itu lalu berteriak tragis saat tubuhnya dikirim terbang kembali dan meledak berkeping-keping.
DUARRR!!!
Area itu menjadi sunyi senyap. Ratusan murid lainnya dalam keadaan tubuh membeku, terdiam sejenak dan wajah mereka pucat pasi seperti kendondong.
Rekan murid yang baru saja di ledakkan itu berada di ranah Semi Kaisar Dewa tahap puncak, yang sangat dekat dengan terobosan ke ranah Kaisar Dewa. Dia juga adalah murid terkuat yang ada di antara mereka semua, tapi dia mati dengan satu hembusan sederhana dari mulut pemuda yang terlihat santai itu sambil menyesap anggur ke dalam mulutnya.
Ketika mereka kembali sadar dalam keadaan terkejut, mereka semua secara tidak sadar mundur selangkah.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa likenya..!