Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 446 - Aku Merindukanmu


__ADS_3

Menyaksikan dua sosok yang babak belur dan ketakutan saat melarikan diri dengan canggung, Zhang En mendengus dingin sebelum berjalan kembali ke aula utama. 


Mengenai perihal apakah Patriark Klan Han akan datang untuk membalas atas tindakannya, itu adalah hal yang tidak penting baginya. Dalam hati, dia menantikan kedatangan orang-orang dari Klan Han, dia bahkan tidak keberatan jika membalikkan dunia ini.


Dia akan membiarkan orang-orang yang memiliki niat buruk padanya, yang juga akan memburu harta Dunia Esnya mengerti bahwa dia bukan ikan diatas talenan yang bisa mereka anggap remeh.


....


Tidak lama setelah Zhang En kembali ke aula utama, dia melihat Lie Hue berlari keluar dari dalam aula lainnya, wajahnya yang halus dan indah bersinar dengan kebahagiaan yang tak terucapkan.


Zhang En juga merasa sangat senang melihat Lie Hie lagi. Dia baru saja berdiri dari kursi, tetapi Lie Hie melintasi ruang di antara mereka dalam beberapa langkah cepat, memeluknya dengan erat.


Pelayan yang berdiri di samping dibuat tercengang.


Di matanya, Nona Lie Hue mereka adalah seorang wanita dingin. Banyak murid keluarga yang berbeda-beda telah datang menemuinya kesini dalam beberapa tahun terakhir, tetapi mereka belum pernah melihat Nona Lir Hue ini tersenyum pada salah satu dari mereka, apalagi mengambil inisiatif untuk memeluk mereka, yang melewati batas kesopanan.


Menghirup dalam-dalam aroma alami yang masuk ke hidungnya, Zhang En melingkarkan lengannya di pinggang ramping Lie Hue yang lentur, tersenyum kecut padanya, "Tenanglah, ada orang lain yang menonton kita."


Baru saat itulah Lie Hue menyadari kesalahannya dan rona merah membara mewarnai pipinya saat dia dengan cepat mengirim pelayannya pergi.


Setelah pelayan itu pergi, tangan Zhang En terulur, dengan lembut menyapu helaian rambut dari dahi Lie Hue dan bertanya, "Apakah kau dapat beradaptasi dengan kehidupan yang ada di Dunia Barat Musim Dingin ini?"


Lie Hue dengan ringan menganggukkan kepalanya, “Guru sangat baik padaku. Aku sangat suka salju di sini di dunia ini, dunia ini sebenarnya indah, terutama benua cahaya ini. Bulan di malam hari sangat memesona setiap kali air laut pasang surut.”


Zhang En tersenyum, menggoda dalam suaranya, "Lalu, apakah kau merindukanku?"

__ADS_1


Sebuah cahaya nakal berkedip di mata bersemangat Lie Hue, bertanya dengan nada kecil sebagai balasannya, "Bagaimana denganmu?"


Zhang En merasa linglung sejenak, tertawa kecil ketika dia menjawab, "Aku merindukanmu lebih dari siapapun."


Mendengar ini, perasaan bahagia memenuhi hati Lie Hue.


Dia menarik Lie Hue lebih dalam ke pelukannya, "Bagaimana kemajuan Teknik Pemanggil Bulanmu?"


“Sudah di akhir tingkat pertama, mendekati puncak akhir tahap pertama, aku pikir dalam tiga tahun lagi, aku bisa memulai ke.tahap kedua.” Lie Hue menjawab dengan lembut, "Tapi, untuk menerobos ke tahap ketiga, setidaknya diperlukan dua puluh tahun lagi." Dia mengangkat wajahnya ke arah Zhang En, khawatir membayangi ekspresinya, "Aku mendengar bahwa Han Jiu dari Keluarga Han ada di sini dan kau telah memukulinya?"


Zhang En tahu apa yang Lie Hue khawatirkan, dan berbicara untuk meredakan kekhawatirannya, “Jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa. Apakah kau lupa siapa Guruku? ”


Tetap saja, Lie Hue meradlsa kurang yakin, “Asal kau tau, Han Jiu itu adalah tipe orang yang tidak pernah melupakan dendamnya, dia pasti tidak akan membiarkan masalah ini berakhir seperti ini. Meskipun kau adalah murid Master Lin Ming, Dunia ini jauh dari Dunia Harimau Suci, tempat dimana sekte berada, lebih baik berhati-hatilah mulai sekarang. ”


Zhang En tersenyum tipis, tidak ingin melanjutkan membahas masalah ini, sehingga mengubah topik pembicaraan, "Di mana Gurumu...?"


"Iya, aku punya beberapa hal yang ingin aku tanyakan padanya." Jawab Zhang En. 


Meskipun Long Xioba tahu bahwa orang yang mereka cari setelah ini dulu pernah berkultivasi di dunia ini, dia tidak tahu di mana tempat kultivasi orang itu berada. Mungkin, Guru Lie Hue mungkin memiliki beberapa petunjuk.


"Guru sedang bertemu dengan tamu, aku akan membawamu menemuinya sekarang." Jawab Lie Hue.


"Tamu?" Zhang En menemukan hal yang mengejutkannya.


Lie Hue mengangguk, "Iya, sepertinya seseorang dari Galaksi Phoenix, tapi identitas orang itu sebenarnya aku tidak tahu."

__ADS_1


"Galaksi Phoenix.!" Informasi itu merupakan kejutan lain bagi Zhang En. Sebenarnya ada orang yang bepergian lebih dari seratus ribu kilo meter ke Dunia Barat Musim Dingin ini untuk mengunjungi Wanita Iblis, Yi Yang. 


Ini tidak diragukan lagi membangkitkan rasa ingin tahu Zhang En. Dengan keraguan di benaknya, Zhang En mengikuti Lie Hue.


Ketika mereka berdua mencapai sebuah aula, Nona Tetua Yi Yang yang tidak lain adalah Wanita Iblis dan juga Guru Lie Hue sedang duduk di kursi tuan rumah, dan di kursi bawah adalah seorang pria muda yang mengenakan jubah merah, dengan ketampanan yang elegan, memancarkan aura bangsawan berstatus tinggi.


Namun, yang menarik perhatian Zhang En adalah lambang phoenix api di dada pemuda itu.


'Pemuda ini dari Sekte Phoenix?' Zhang En menyimpulkan. Selain itu, jubah yang dia kenakan adalah jubah yang dipakai oleh tetua!


Dalam waktu singkat pikiran-pikiran ini terlintas di benak Zhang En, dia dan Lie Hue sudah tiba di depan Yi Yang, lalu memberi hormat.


Melihat bahwa yang bersama Lie Hue adalah Zhang En, terlepas dari keterkejutannya, ada senyum tipis di wajahnya, "Muridku ini telah merindukanmu setiap hari selama beberapa tahun ini, tapi aku tidak menyangka kekuatanmu telah tumbuh sejauh ini hanya dalam beberapa tahun saja."


Mendengar kata-kata Gurunya, rona merah menjalar di pipi Lie Hue sambil memandang Zhang En.


Zhang En menjawab, "Terima kasih banyak atas pujiannya senior...."


Setelah Zhang En dan Lie Hue duduk, Yi Yang berkata kepada Lie Hue, "Lie Hue, ayo sambut Kakak Seniormu." Yi Yang berkata, menunjuk pemuda yang berasal dari Sekte Phoenix.


Zhang En dibuat terkejut mendengar perkataan Yi Yang.


"Kakak senior ?" Lie Hue lambat bereaksi, dia belum pernah mendengar apa pun tentang Gurunya yang telah menerima murid lain sebelumnya.


Melihat kebingungannya, Yi Yang menjelaskan, "Aku dan Master Sekte Phoenix adalah saudara seperguruan, dan ini adalah Liu Fang, murid tertua paman Seniormu Tetua Guo."

__ADS_1


Sepotong berita ini seperti petir bagi Zhang En. Yi Yang ini sebenarnya adalah saudara junior seperguruan dari Master Sekte Phoenix. Lie Hue juga tidak menyadari bahwa Gurunya memiliki hubungan dengan Master Sekte Phoenix, dan itu terlihat di wajahnya. Butuh beberapa saat sebelum dia mendapatkan kembali sopan santunnya, menyapa pria muda itu seperti yang diperintahkan Gurunya.


__ADS_2