
Waktu terus berlalu dan tahun berganti tahun berlalu dalam sekejap mata.
Bahkan setelah beberapa tahun ini, berbagai Klan dan Sekte masih mencari keberadaan harta Gunung Harimau dan menghabiskan banyak sumber daya mereka.
Zhang En juga secara bertahap melepaskan monster dan semua binatang iblis yang terperangkap di harta Gunung Harimau dan mulai menyebar mencari lokasi habitat baru mereka. Untuk manusia atau kultivator, mereka dibebaskan setelah Zhang En menandai jiwa mereka dan dikirim untuk menjaga setiap kota-kota kerajaan di dunianya dan dikirim juga untuk menjaga setiap jegkal perbatasan dunia.
Karena kehabisan pilihan, Zhang En memimpin para bawahannya dan memberi tugas kepada anggota Klannya yang semakin bertambah banyak tahun demi tahun untuk menaklukkan planet yang berpenghuni di sekitar dunia atau realm bawah sehingga dia bisa melepaskan semua binatang iblis disana untuk tempat tinggal.
Anggota Klan Zhang hanya menggunakan setengah tahun untuk mengambil alih belasan planet di luar sana yang dekat dengan Dunia asal mereka. Di mana pun mereka muncul, setiap kekuatan lokal di planet itu lagsunh menyerah.
Setelah tugas penaklukkan selesai, mereka semua berkumpul. Zhang En menempatkan dua Kultivator Alam Dewa di setiap planet-planet itu untuk mengelolanya, sementara yang lainnya kembali untuk melindungi Dunia asalanya dan Klan Zhang.
Zhang En juga tidak lupa untuk membangun setiap jalur teleportasi antar dunia di setiap planet dan memasang formasi besar.
Dengan ini, akan jauh lebih cepat dan tidak menyusahkan baginya untuk mengendalikan semua pkanet itu.
Zhang En juga terus berlatih dan menyerap kekuatan alam saat berkultivasi, dan juga membunuh semua monster aneh yang terperangkap di dalam Formasi Iblis yang ada di harta Gunung Harimau .
Beberapa tahun kemudian, Master Kun akhirnya kembali.
Ketika dia melihat Raja Naga Langit dan Leluhur Fang, Master Kun langsung terbang meminta pertarungan. Pada akhirnya, mereka bertiga langsung bertarung. Saat itu, Raja Naga Langit dan Leluhur Fang pernah menyerang dan melukai dia.
Ketika Master Kun mengetahui bahwa Raja Naga Langit dan Leluhur Fang telah tunduk pada Zhang En, dan kedua pria tua itu menyebut Zhang En sebagai Tuan mereka, Master Kun langsung tercengang di tempat, gagal bereaksi untuk waktu yang sangat lama.
Cukup lama berlalu sebelum Master Kun dengan kaku bertanya pada Zhang En, "Apa telingaku tidak salah mendengar mereka memanggilmu tuan?"
__ADS_1
Zhang En mengangguk "Tidak, itu memang benar!."
Setelah lebih banyak waktu berlalu, Master Kun bertanya lagi, "M-Mereka benar-benar telah menjadi bawahanmu?"
Zhang En mengangguk dengan serius, "Iya."
"Aku tidak sedang bermimpikan?"
Zhang En lalu menarik napas dan mengabaikan pertanyaan Master Kun karena bosan.
Hingga akhirnya, dengan rasa masih tidak percaya, Master Kun hanya bisa menerima kenyataan itu, tetapi cara dia memandang Zhang En sangat aneh, membuat Zhang En tidak nyaman.
Master Kun masih tidak bisa berpikir jernih dan tidak bisa mengerti mengapa kedua orang itu, yang merupakan ahli yang terkenal, akan tunduk pada seorang bocah.
"Pak tua, jangan gunakan tatapan seperti itu untuk menatapku, aku bukan seorang penyuka sesama pria dan tidak tertarik pada pak tua sepertimu." Ucap Zhang En sambil melemparkan beberapa bagian potongan peninggalan dewa.
Orang tua itu menangkap potongan-potongan itu, dan ketika dia melihat apa itu, dia menatap Zhang En dengan bingung, "Ini ... !!"
Apa yang dilemparkan Zhang En kepadanya adalah pecahan kristal dewa kuno yang dia dapat pas pelelangan.
Zhang En lalu berkata, “Itu adalah pecahan kristal dewa kuno. Pak tua, kau harus mengembalikannya kepadaku di saat aku memintanya. ”
"UHHHHHHAAAAAAAA!!!! URRAAAA!" Master Kun tiba-tiba berteriak. Dia memeluk Zhang En, berputar-putar saat dia tertawa kegirangan, "Hahaha, aku tahu aku tidak menerima bocah sepertimu menjadi muridku dengan sia-sia!"
"Umaah!" Master Kun lalu menanamkan kecupan air liur dengan bibir yang masih basah di wajah Zhang En dan menghilang dalam sekejap, ingin mempelajari pecahan kristal itu.
__ADS_1
Zhang En hanya bisa menyeka air liur di wajahnya, gemetar ketakutan dan merasa merinding di sekujur tubuhnya dan berteriak ke arah Master Kun, "Pak Tua sialan, aku bukan homo!"
....
Tidak terasa, sudah puluhan tahun berlalu.
Dalam puluhan tahun ini, perkembangan Dunia Zhang En berkembang sangat pesat, kota-kotanya semakin makmur dan ramai.
Pembudidaya yang tak terhitung jumlahnya dari berbagai planet datang untuk menetap atau berdagang di Dunia itu, menjadikannya pusat perdagangan antar dunia.
Ini juga di pengaruhi karena energi spiritual di Dunia Zhang En yang sangat berlimpah.
Semakin maju dan ramainya Dunia Zhang En karena me jadi pusat perdagangan antar dunia, tentu saja, harga toko dan tempat tinggal di kota-kota utama dan kekaisaran besar sangat mahal.
Dengan keberadaan Zhang En dan pasukan dari Klan Zhang yang bertindak sebagai pencegahan, tidak ada yang benar-benar berani menyebabkan masalah besar di setiap kota.
Zhang En terus berkultivasi selama puluhan tahun ini sambil meramu beberapa pil dan mengajari anggota Klan Utama dalam kultivasi mereka.
Semua hari-hari yang sederhana di Klan Zhang sangat bahagia.
Selama waktu ini, kultivasi Naga Azure Long Xioba juga telah meningkat. Tidak perlu di ragukan lagi, Long Xioba adalah orang terdekat Zhang En selain Lie Hue.
Sebagai anggota Klan Dewa Naga Azure, pertahanan fisik Long Xioba berada ditingkat atas dibandingkan dengan binatang iblis lainnya. Namun, Fisik Naga Zhang En bahkan lebih kuat dari tubuh Naga Azure pada saat ini.
Setiap kali Long Xioba dan Zhang En bertanding, Long Xioba selalu terkena pukulan dan kalah telak dari tahun ke tahun, hingga ketika Long Xioba tidak tahan lagi menanggung semua pukulan Zhang En. Setiap kali dia latih tanding dengan Zhang En setelah itu, dia akan menyeret Leluhur Fang dan Raja Binatang Naga Langit juga untuk di jadikan samsak tinju Zhang En.
__ADS_1