Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 664 - Pertemuan dengan Yu Feng


__ADS_3

Tinggal sebulan lagi sampai hari konpetisi, maka mereka perlu mencari tempat tinggal.


Namun, mencari penginapan membuat Zhang En merasa sakit kepala. Banyak murid dan para tetuandari bebagai belahan planet lain yang datang dan tak terhitung, dan meskipun ada cukup banyak penginapan di Kota Ashura, semuanya sangat ramai, kemungkinan akan kesulitan mendapatkan tempat kosong.


"Guru, apakah kita pergi mencari tempat tinggal saja di kota terdekat?" Dong Fang bertanya.


Lin Ming menggelengkan kepalanya, "Kemungkinan situasi disini juga sama di kota-kota terdekat."


Zhang En berkata, "Guru, kita bisa pergi ke paviliun dagang."


"Paviliun Dagang?" Lin Ming dan yang lainnya bingung. Sebuah pikiran melintas di benak mereka.


Itu benar, Zhang En berencana untuk membeli tempat tinggal saja dari pada menyewanya.


Meskipun membeli sebuah tempat tinggal di Kota Ashura akan sangat mahal sekarang, itu tidak masalah bagi Zhang En.


Setelah menanyakan dimana tempat paviliun dagang di Kota Ashura, kelompok Zhang En, langsung menuju ke sana.


Pavilin dagang Kota Ashura sangat besar, banyak toko milik mereka berjejer di kiri dan kanan di sepanjang Paviloun. Zhang En memilih salah satu bangunan terbesar dan mewah dan masuk bersama.


Ketika mereka melangkah ke depan toko, seorang pelayan mendekati mereka dengan senyum ramah, dengan sopan bertanya, “Bolehkah aku bertanya apa yang ingin dibeli oleh kalian tuan muda? ”

__ADS_1


Zhang En langsung ke tujuan utamanya, “Kami ingin membeli sebuah rumah. Akan lebih baik jika itu terletak di pusat Kota Ashura.”


Pelayan itu menatap Zhang En dengan bingung dan tidak percaya karena berpikir apakah Zhang En punya uang yang sangat banyak dan mampu membeli rumah di pusat kota yang harganya sangat-snagat mahal.


Kata-kata Zhang En membuat murid-murid yang kebetulan ada di sekitar dari berbagai dunia di depan toko menoleh untuk melihatnya.


Seorang murid kekar mencibir mengejek, “Huh, kau datang ke sini dari planet lain untuk kompetisi Dewa, kan? Apakah kau yakin mampu membeli tempat tinggal yang terletak di pusat Kota Ashura kami?” Dia kemudian menoleh ke pelayannya yang ada di belakang, "Duer, beri tahu orang ini berapa biaya rumah dipusat kota kita ini."


Pelayan itu dengan hormat mematuhinya, lalu mengangkat dagunya ke arah Zhang En saat dia berbicara, “Dengarkan baik-baik perkataanku! Di Kota Ashura ini, bahkan rumah kotor dan lecil di lokasi paling terpencil pun menelan biaya lebih dari tiga ratus miliar. Untuk rumah sedang yang terletak di pusat kota, yang paling murah sekitar tujuh ratus miliar, dan yang lebih bagus dan sangat mewah di atas sembilan ratus miliar ke atas!”


Mendengarkan harga yang pelayan pria kekar itu katakan barusan, membuat Lin Ming terkejut.


Zhang En tidak memperhatikan pelayan dari pria kekar itu, berbicara langsung kepada karyawan paviliun, "Di mana rumah mewah paling terbaik di pusat Kota Ashura?"


Pelayan paviliun itu memiliki ekspresi kosong di wajahnya saat dia melihat Zhang En tanpa bergerak, diam-diam berpikir, 'Apakah orang ini datang ke sini untuk main-main? Seorang murid yang datang ke sini mendaftar untuk kompetisi ingin membeli rumah mewah di pusat kota, dan terlebih lagi, ingin yang paling mewah?!'


Lebih jauh lagi, melihat ranah kultivasi Zhang En yang masih di ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir berbikir tidak percaya kalau Zhang En mampunmembeli rumah kecil sekalipun.di pusat kota, apa lagi yang paling mewah.


"Hahaha, bocah kismin sepertimu sengaja datang ke sini untuk bermain-main, kan? Apakah kau tahu konsekuensi berat dari mempermainkan dengan berpura-pura membeli di Paviliun dagang? Tempat ini adalah Dunia Dewa, bukan tempat pedesaan seperti tempat asalmu.” Pemuda kekar berjubah itu mencibir.


Krak krak...

__ADS_1


Tepat pada saat ini, pintu paviliun dagang terbuka saat sekelompok orang hendak masuk.


Mendengar beberapa suara itu, Zhang En menoleh sedikit untuk melihat. Kelompok ini tidak lain adalah Keluarga Yu dari Dunia Leluhur.


Salah satu saudara Yu Chang yang pernah Zhang En hajar masuk dan matanya secara kebetulan bertemu dengan mata Zhang En. Setelah kejutan singkat, kebenciannya langsung memuncak saat dia menunjuk Zhang En dan berkata kepada seorang pria muda dengan sikap yang mengesankan di sampingnya, "Kakak, bajingan itu adalah Zhang En!"


Pemuda ini bernama Yu Feng dan semua tatapan murid Klan Yu juga jatuh pada Zhang En.


Seorang murid bernama Yu Lu Klan Yu berjalan keluar dari kelompok mereka.


“Zhang En, kebetulan sekali, siapa sangka kita akan bertemu denganmu di sini.” Niat membunuh berkedip di matanya, ingin melakukan serangan diam-diam.


Yu Feng mengangkat tangan, menghentikan Yu Lu, nada acuh tak acuh, “Tidak perlu terburu-buru, biarkan dia hidup sementara waktu. Bergerak di saat kompetisi adalah saat yang tepat!".


Yu Lu dengan enggan berhenti, menatap tajam ke arah Zhang En.


Yu Feng menatap Zhang En sekali lagi, menggelengkan kepalanya, “Zhang En, aku tahu dan sangat mendengar kalau kau sangat berbakat, tapi sayang. Kau akan mati.”


Zhang En juga acuh tak acuh, menjawab “Ohhh ya? Itu juga yang ingin aku katakan kepadamu. ”


Semua murid Klan Yu marah dengan jawaban Zhang En.

__ADS_1


Aura Lin Ming juga segera mengunci Yi Feng dan semua murid dari Klan Yu, mencegah mereka adanya serangan secara tiba-tiba.


Yu Deng dengan santai melambaikan tangannya pada murid-murid Klannya, memberi tanda agar mereka untuk mundur, dengan tenang ketika dia berkata kepada Zhang En, “Jika ranahmu mencapai Alam Dewa Emas, kau hampir tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi lawanku. Namun, saat ini kau masih di ranah Dewa Surgawi tingkat akhir dan sangat lemah sehingga aku tidak tertarik sama sekali bermain denganmu” Kemudian dia menoleh ke pelayan paviliun, bertanya, "Dia di sini untuk membeli sebuah rumah, kan?"


__ADS_2