
Rasa haus darah yang kuat menyembur keluar dari tebasan pedang Zhang En, melesat langsung ke arah Gě Gě.
Karena sudah bingung dan merasa khawatir,Gě Gě melambaikan pedang panjang di tangannya dan beberapa sinar pedang terbang keluar, membentuk penghalang pelindung yang besar.
Duaarrr!
Ledakan gemuruh terdengar di udara, riak gelombang kejut membelokkan ruang saat tebasan pedang Zhang En menabrak penghalang pelindung Gě Gě.
“Hari ini, kau harus mati!” Ucap Zhang En.
Bahkan jika semua Sekte Gagak Hitam ada di sini hari ini, Zhang En bertekad untuk mengambil nyawa Gě Gě saat itu juga! Tidak hanya Gě Gě, dia bertekad untuk membantai semua orang yang berasal dari Sekte Gagak Hitam.
Setengah jam berlalu. Di dalam Formasi array Setan dan Hantu, satu-satunya Gě Gě yang masih hidup, tubuhnya diselimuti aura kematian yang sangat kental.
"Zhang En, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang bahkan jika aku berubah menjadi hantu!" mengetahui bahwa hidupnya akan berakhir di sini, Gě Gě menjerit, wajahnya berubah karena kebencian.
"Sekte Gagak Hitam akan datang membunuhmu untuk membalaskan dendamku! Mereka akan membantai seluruh orang yang bersamamu!”
Gě Gě berteriak seperti orang yang kerasukan setan bahkan seperti orang gila, matanya terlihat gelap kerena di hantui rasa takut.
Patriark Suku Harimau Hu Fan melakukan serangan telapak tangan di punggung Gě Gě pada saat itu membuat tubuh Gě Gě terhuyung-huyung ke depan, tepat di tengah kerumunan Kumbang Mayat Beracun.
Kumbang Mayat Beracun menyerbu ke arahnya, beberapa dari serangga kecil itu memulai aksi dari mata Gě Gě.
Namun Zhang En tidak mengizinkan serangga kecil itu untuk menyentuh Gě Gě, sebagai gantinya, dia menarik mereka dan menghilangkan formasi array. Saat dia mendekati Gě Gě, Pedang Naga muncul di tangannya.
“Zhang En, kau ...!”
Ingin mengatakan sesuatu kepada Zhang En, Bilah Pedang Naga di tangan Zhang En sudah terayun, dan kepala Gě Gě terbang ke langit. Suaranya tiba-tiba terputus.
Darah menghujani tempat Gě Gě berada.
Melihat mayat Gě Gě dengan ekspresi dingin, Zhang En lalu memindahkan tubuh tanpa kepala itu ke Pagoda Gunung Dewa Emas sebagai makanan untuk serangga kuno miliknya.
Zhang En mengumpulkan cincin spasial semua orang-orang dari Sekte Gagak Hitam dan memasukkannya ke dalam cincin miliknya.
Melihat ribuan ahli beastmen di sekitarnya, Zhang En mengangkat tangannya untuk menenangkan kerumunan yang bersemangat saat suaranya yang kuat bergema, "Mari kita mulai Ritual Pengorbanan Dewa Binatang!"
__ADS_1
"Baik Yang Mulia..!"
Balasan nyaring lainnya datang dari para ahli beastmen itu, sesuai dengan perintah Zhang En dan mengumpulkan semua kepala Tetua Sekte Gagak Hitam yang sudah mati.
Ada enam puluh kepala manusia ditempatkan di altar pengorbanan.
Ketika Zhang En memerintahkan semua beastmen untuk membunuh mereka semua, dia menyuruh mereka membiarkan kepala mereka tetap utuh.
Ketika semua kepala itu dibariskan di atas altar pengorbanan, Zhang En melanjutkan langkah demi langkah sesuai dengan ritual pengorbanan beastmen, ritual itu berlangsung lebih dari satu jam sebelum upacara selesai.
"Hormat kepada Yang Mulia Penguasa, Raja Dewa Binatang!"
Patriark Suku Harimau Hu Fan mewakili semua Ras Beastmen mengucapkan selamat.
Ritual Pengorbanan Dewa Binatang telah selesai, oleh karena itu Zhang En saat ini adalah Dewa Binatang dari suku beastmen yang baru.
Dalam sekejap, ribuan beastmen berlutut dalam penyembahan, masing-masing menunjukkan rasa hormat, penyembahan, dan bersemangat di depan Dewa mereka yang baru.
Zhang En mengamati sekilas lautan beastmen yang bersujud di depannya sebelum menyuruh mereka bangkit.
“Baiklah, kalian semua berdiri dan bawa Lion Zi ke hadapanku!” Zhang En memerintahkan.
Dua Tetua Suku Singa menyeret Lion Zi di depan Zhang En.
Mereka semua menyaksikan dengan tenang, menunggu Zhang En berbicara.
"Lion Zi, kau bersekongkol dengan Sekte Gagak Hitam dan berencana mengikat suku beastmen untuk tunduk di bawah perintah mereka, menurut hukum suku beastmen, apa hukumannya ?!"
"Hukuman Kematian dengan siksaan seribu tebasan pedang di bagian jantung !"
Patriark Suku Harimau Hu Fan melangkah maju memberi jawaban.
Zhang En mengangguk, Qi miliknya berkumpul di sekitar telapak tangannya, membentuk energi bilah pedang tajam. Dengan satu jentikan jarinya, energi pedang menembus jantung Lion Zi.
Lion Zi mengeluarkan jeritan parau, darah kental berhamburan keluar dari tubuhnya saat energi pedang menembus dadanya, keluar dari punggungnya.
Sama seperti ini, energi pedang berulang kali menembus jantung Lion Zi seribu kali sebelum Zhang En berhenti.
__ADS_1
Jantung adalah organ tubuh yang paling penting, terlepas dari apakah seseorang itu memiliki kekuatan tingkat tinggi, jantung masih dianggap sebagai kelemahan mereka.
Seribu kali tertusuk pedang, orang hampir tidak bisa membayangkan siksaan itu.
Setelah hukuman di laksanakan, Zhang En mengeluarkan Bendera Hantu untuk menelan jiwa Lion Zi.
Para ahli beastmen merasakan hawa dingin di hati mereka menyaksikan hukuman kejam yang dijatuhkan kepada Lion Zi, dan pada akhirnya, bahkan jiwanya pun tidak terselamatkan.
Saat ini, di antara beastmen yang merasakan kengerian melihat kematian Lion Zi, She Nee merasakan perasaan lebih buruk dari siapa pun yang hadir di tempat itu.
Beberapa hari sebelumnya, dia benar-benar mengatakan bahwa dia akan menyiksa Zhang En sampai mati! Bahkan memgatakan bahwa dia akan membiarkan tubuh Zhang En merasakan nikmatnya digigit oleh sepuluh ribu ular.
“She Nee!”
Suara Zhang En menggelegar seperti petir mengenai kepala She Nee.
Keringat dingin menjalar di punggung She Nee saat dia berjalan maju beberapa langkah sebelum berlutut, “Yang Mulia, ampuni nyawaku, bawahan ini tidak mengetahui identitas penguasa, tolong, tolong selamatkan hidupku!"
“Jangan khawatir, aku tidak akan membunuhmu.” Ucap Zhang En tidak menunjukkan emosi apapun di wajahnya, "Setelah kau kembali wilayah Suku Ular, kau haris masuki Gua Seribu Ular. Kau baru keluar dari sana setelah kau digigit sebanyak sepuluh ribu kali!”
Perkataan Shee Nee terucap setelah dia pergi malam itu dari hadapan Zhang En. Zhang En mendengar setiap perkataannya dengan jelas dengan indra spiritualnya.
She Nee menjadi pucat pasi, namun dia tidak berani mengajukan keberatan sedikit pun, dia bersujud dengan rasa terima kasih kepada Zhang En karena telah menyelamatkan hidupnya.
Selanjutnya, Zhang En mengadakan diskusi kecil dan menetapkan kembali aturan tertentu serta menugaskan beberapa tugas ke banyak Patriak setiap masing-masing suku beastmen.
Beberapa jam kemudian, Zhang En membubarkan pertemuan itu dan menyuruh merke semua kembali ke wilayah mereka.
Salah satu tugas yang diberikan Zhang En kepada mereka adalah menyebarkan berita tentang apa yang terjadi di pertemuan Ras Beastmen untuk di sebarkan. Zhang En ingin memberi kejutan kepada Sekte Gagak Hitam dan Sekte Dewa Bintang.
Setelah Ritual sudah selesai, Zhang En melihat barisan kepala yang masih berada di atas altar. Setelah berpikir sejenak, Zhang En kembali mengeluarkan Kepala Gě Gě dan memutuskan untuk menggantung kepala semua Tetua Sekte Gagak Hitam di gerbang Kota Harimau Suci.
Dia penasaran untuk melihat apakah Sekte Gagak Hitam akan mengirim orang untuk datang mengambil kepala mereka.
Jika mereka tidak berani, maka Sekte Gagak Hitam hanya akan menjadi bahan lelucon di seluruh penjuru Benua.
"Jika Sekte Gagak Hitam benar-benar mengirim seseorang untuk mengambil kepala itu ..." Zhang En bergumam, "Aku akan memastikan bahwa kepala orang yang datang itu akan menambah menghiasi tembok Kota Harimau Suci."
__ADS_1
Zhang kembali ke Kota Harimau Suci bersama Tetua-tetua Suku Harimau, membawa kepala itu bersama mereka.