
...
Satu minggu kembali berlalu.
Di dalam ruangan kultivasi, Zhang En saat ini kembali menerobos ke ranah Dewa Emas Bintang 3 tahap akhir. Kelopak mata Zhang En bergetar ringan, lalu matanya terbuka. Pada saat yang sama, dia menenggelamkan seutas inderanya ke dalam tubuhnya dan segera menemukan bahwa tubuh fisiknya sekali lagi ditempa, meningkatkan ketangguhan dan kekuatan serangan tubuhnya.
Namun, satu-satunya hal yang menekan perasaan Zhang En saat ini adalah terobosannya. Setelah menyerap kristal dewa itu, kultivasinya hanya maju ke tahap akhir, masih ada jarak yang jauh untuk menerobos Dewa Emas Bintang 4.
Ini karena jumlah energi yang dibutuhkan oleh kekutan jiwa Zhang En benar-benar terlalu menakutkan dan tanpa batas.
Zhang En kali ini tidak melanjutkan kultivasinya, dan malah keluar dari Mansion miliknya.
Dia segera pergi ke aula utama Klan dan menyuruh semua orang berkumpul sebentar, lalu mengeluarkan berbagai pil yang sangat berharga, berbagai ramuan, dan batu roh untuk mereka semua.
Setelahnya, Zhang membimbing mereka dalam kultivasi. Setelah itu, Zhang En kembali ke Mansionnya untuk melanjutkan kultivasi tertutup.
Karena dia sekarang akan menyerap mayat Dewa Iblis, Zhang En lalu memasuki artefak Gunung Harimau, dan duduk bersila di depan mayat Dewa Iblis, yang juga masih tetap dalam posisi meditasi saat dia ambil, serta masih melayang di udara di depan Zhang En.
Meskipun Zhang En tidak tahu sudah berapa lama Dewa Iblis ini sudah mati, mayat itu masih memiliki vitalitas seolah-olah bisa bangkit kembali.
Tiga kekuatan jiwa Zhang En mulai berputar, dengan ganas menyerap energi dari mayat Dewa Iblis.
Segera, sejumlah besar esensi darah dan kekuatan Dewa Iblis bergegas keluar dari mayat itu, membanjiri tubuh Zhang En.
Dia merasakan kulitnya meregang kencang saat tubuhnya membesar, merasa seolah-olah dagingnya akan hancur berkeping-keping. Efek samping ini mengejutkan Zhang En.
Zhang En dengan cepat menenangkan diri, fokus dengan sejumlah besar energi yang masuk ke tubuhnya.
Dalam sekejap, hampir setengah bulan berlalu.
Kultivasi Zhang En sekarang hampir menembus ke Ranah Alam Dewa Emas Bintang 4 kapan saja.
Bzzzzzz!!!
Sehari setelah itu, tubuh Zhang En tiba-tiba bergetar, ketiga kekuatan jiwanya meraung marah saat mengeluarkan cahaya menerangi seluruh lautan jiwanya.
__ADS_1
BOOOMMMMM!!!!
Akhirnya, Zhang En melangkah ke Ranah Dewa Emas Bintang 4.
Kekuaatan Dewa Iblis sepenuhnya disempurnakan dan diserap oleh Zhang En, yang menyebabkan mayat itu berubah menjadi abu, berhamburan tertiup angin.
Begitu dia membuka matanya, energi hitam mengembun di kedalamannya.
Zhang En akhirnya menyelesaikan pengasingannya dan pergi keluar meninggalkan Mansion miliknya.
Saat ini, Kediaman Klan Zhang sangat ramai seperti sarang lebah dari atas ke bawah.
Setiap sudut kediaman Klan Zhang didekorasi meriah dengan warna merah.
Mempertimbangkan jumlah tamu yang akan datang, mereka bahkan membangun ulang dan memperluas halaman, serta aula besar beberapa kali lipat dari besar sebelumnya.
Zhang En lalu memanggil Long Xioaba, Leluhur Fang, Nuyan Yao, Raja Naga Laut dan bawahannya lainnya, menanyakan situasi saat ini di seluruh Alam Menengah.
Mereka semua dengan cepat memberi tahu Zhang En tentang situasi saat ini.
Tatapan Zhang En menjadi dingin, “Apakah mereka begitu yakin aku akan kalah di tangan Yu Fei dan Patriark Klan Tang yang pasti akan balas dendam? Mereka tidak ingin mati bersamaku, oleh karena itu mereka lebih suka mengakhiri perjanjian kami, benar kan?"
Long Xioba mengangguk mengiyakan dengan kata-kata Zhang En.
Sekarang, kebanyakan orang berpikir tidak mungkin bagi Zhang En untuk menghadapi kedua Klan itu, apa lagi di tambah dengan Long Qin, yang juga akan melakukan balas dendam. Mereka yakin, Zhang En akan melarikan diri, atau di pastikan mati.
"Beri tahu mereka untuk datang menemuiku sekarang.” Zhang En menoleh ke arah Nuyan Yao.
Nuyan Yao dengan hormat menurut dan meninggalkan aula itu dalam sekejap.
Tak lama kemudian, dia kembali dengan lebih dari belasan orang di belakangnya.
Ada keraguan di wajah orang-orang itu saat mereka memasuki aula. Meskipun mereka masih menyapa Zhang En seperti sebelumnya, rasa hormat itu sudah tidak ada lagi.
Melihat tatapan acuh tak acuh Zhang En, tidak ada dari mereka yang bisa menebak apa yang dia pikirkan, "Kalian semua ingin mengakhiri perjanjin kita?"
__ADS_1
Mereka semua mengangguk serempak.
“Zhang En, kau tidak bisa menyalahkan kami. Siapa yang menyuruhmu menyinggung Klan Yu dan Klan Tang?” Salah satu dari mereka bersuara..
Zhang En lalu berbicara. "Baiklah, kalau begitu kalian bebas mulai sekarang."
SWOOSSSSHHH!!!
Pada saat ini, beberapa semburan cahaya melintas di udara saat muncul di atas kepala mereka masing-masing. Kemudian, Zhang En menjentikkan bola api kecil dari jarinya, yang terpisah menjadi bola api kecil, membakar semua tanda jiwa di dalam lautan jiwa mereka masing-masing darah.
“Baiklah, sekarang kalian semua bisa pergi.” Zhang En menyatakan dengan nada datar.
Melihat ini, kegembiraan mereka semua terlihat jelas. Tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada Zhang En, mereka semua berbalik dan meninggalkan Aula itu.
"Nak, orang-orang ini adalah pengkhianat, kau benar-benar akan membiarkan mereka pergi seperti ini?" Long Xioba bertanya.
Zhang En dengan acuh tak acuh melambaikan tangannya, suaranya datar, “Tidak apa-apa, mereka akan kembali memohon berlutut agar aku menerima mereka lagi. Aku akan membuat mereka semua memahami konsekuensi mengkhianatiku.!"
Zhang En juga mendiskusikan situasi di dunia mereka saat ini.
Mendengar bahwa semua kultivator yang sebelumnya menetap di Dunia mereka, sekarang melarikan diri dan menjual murah semua rumah, toko, dan harta benda mereka, Zhang En memerintahkan, “Harap mencantumkan setiap nama mereka di setiap kota yang melarikan diri itu. Di masa depan, mereka tidak diizinkan mengambil sejengkal tanah atau memasuki Dunia ini lagi, jika mereka berani datang lagi, mereka akan dibunuh tanpa ampun!”
Niat membunuh yang luar biasa meledak dari tubuh Zhang En seperti badai dan menghilang tiba-tiba.
"Baik Tuan!" Semua bawahan Zhang En menjawab dengan keras.
Zhang En memberi beberapa perintah lagi kepada mereka semua lalu kembali melakukan kultivasi tertutup.
Tanpa menunda waktu, Zhang En langsung memasuki Artefak Gunung Harimau dan muncul di ruang bawah tanah, duduk bersila di atas vena spiritual yang di ambil dari istana Dewa Iblis.
Seketika, energi yang mengerikan dari Vena spiritual melonjak ke tubuh Zhang En.
Dalam waktu singkat, tubuhnya tenggelam di bawah arus kekuatan Vena spritual, berkumpul, meluas, membentuk lautan energi mengelilingi Zhang En.
Energi dari Vena itu sedang dilahap oleh kekuatan jiwa Zhang En, dan diubah menjadi kekuatannya sendiri, membuat kekuatan Zhang En terus meningkat setiap detik, menit dan setiap jam saat proses itu berlangsung.
__ADS_1