Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 60. Raja Hong Bei


__ADS_3

Perasaan nyaman yang hangat memenuhi Zhang En, Ia merasa sangat nyaman. Energi yang menenangkan meresap ke dalam meridian Zhang En, Laut Qi melewati seluruh ke dalam organ-organ dalamnya, menempa tubuhnya sehingga berkali-kali lipat meningkatkan fisik Zhang En.


Dalam proses itu, Zhang En tidak merasakan sakit, kebalikannya justru dia merasa sangat nyaman sehingga dia tidak merasa mengeluh sedikitpun.


"Ini adalah energi cahaya Buddhisme!"


Di Alun-alun Seribu Keberuntungan, suasana terlihat sangat tenang dan sunyi. Orang-orang menahan napas mereka menyaksikan Zhang En diselimuti oleh kekuatan Buddha, menjalani ritual pengudusan yang hanya mereka impikan membuat mereka menatap prmuda itu dengan iri, cemburu, dan takjub.


Luo Yuan merasa kesal karena cemburu menyaksikan Zhang En menerima ritual pengudusan. Tanpa sadar, jarum biru beracun muncul di tangan kanannya dan menjentikkan saat tidak ada yang menyadarinya, menembak lurus Laut Qi Zhang En.


Melihat jarum racun hendak menembus ke Laut Qi Zhang En, cahaya yang menyilaukan menyala, mengusir jarum racun dari lintasannya saat meluncur ke arah Zhang En.


Melihat hal ini, niat membunuh di mata Luo Yuan semakin tampak, dan jarum racun biru lainnya muncul di tangan kanannya. Namun, kali ini, sebelum dia menjentikkannya, sebuah suara yang tak terlihat terdengar di telinganya. Mendengarkan bisikan itu, Luo Yuan kembali menyimpan jarum biru beracun dengan enggan dan mengurungkan niatnya..


Sementara Zhang En tenggelam dalam ritual pengudusan, para ahli dari seluruh penjuru Kerajaan Bintang berdatangan, bergegas dari segala arah, membuat tempat itu semakin ramai.


Alun-alun seribu keberuntungan menjadi semakin semarak dan ramai dengan kerumunan yang semakin besar.


Ditempat tersembunyi di salah ruangan hampa yang letaknya tidak terlihat di atas Gua Kehidupan, duduklah delapan lelaki tua berjubah kasaya yang disulam dengan benang emas. Aura agung memenuhi seluruh ruangan, sementara delapan orang tua mengamati Zhang En menjalani ritual pengudusan kekuatan Buddha.


"Saudara Lau, menurutmu, bagaimana pria muda ini dibandingkan dengan Fan Chen yang terakhir kali terpilih?" Salah satu orang tua bertanya kepada orang yang duduk di paling tengah di antara delapan orang, seorang pria tua yang rambutnya terbagi rata, setengah putih bersih dan setengahnya gelap.


Yang ditakdirkan dipilih oleh Buddha di Altar Suci lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, seorang jenius bernama Fan Chen. Fan Chen saat ini sudah menjadi ahli Pertapa Dewa!


Setelah hening sejenak, lelaki tua di tengah berbicara: “Prestasi anak ini di masa depan akan jauh melampaui Fan Chen!”


"Apa?!" Jawaban ini mengejutkan tujuh lelaki tua lainnya.

__ADS_1


Murid jenius Keluarga Fan, Fan Chen, memiliki semangat bela diri tinggi, Orang-orang dengan bakat seperti itu dapat dihitung dengan jari. Fan Chen sudah menjadi sosok legendaris di Altar Suci, sehingga ada banyak orang yang membandingkan Fan Chen dengan Raja mereka, Hong Bei.


Apa dia bilang anak di depan mereka sekarang lebih berbakat dari Fan Chen !? Secara tidak langsung menyiratkan bahwa bakat anak ini lebih tinggi daripada bakat Raja Hong Bei!


Tujuh pria tua lainnya terkejut. Lagipula, kata-kata ini keluar dari mulut Saudara Lau yang memimpin mereka!


“Karena Altar Suci telah memilih yang ditakdirkan, kita harus menyampaikan pesan ini kepada Kaisar!” Tetua Lau berbicara lagi.


Baru saat itulah ketujuh orang lainnya pulih dari keterkejutan mereka, menganggukkan kepala mereka setuju.


Pada saat ini, di dalam istana besar di sisi selatan Kota Kerajaan Bintang Selatan, seorang pria paruh baya mengenakan jubah kasaya berulir emas sedang bermeditasi di udara, memancarkan kekuatan Buddha, dengan pancaran cahaya Buddha berkumpul di sekelilingnya disekitar patung Buddha kuno.


Pria ini tidak lain adalah Raja Kerajaan Bintang Selatan, Hong Bei.


Hong Bei yang bermeditasi tiba-tiba membuka matanya, dan dengan jentikan ringan dengan telunjuknya, jimat transmisi suara muncul di telapak tangannya.


“Eh ?! Altar Suci telah memilih seorang yang ditakdirkan?!” Cahaya terang bersinar di mata Hong Bei, “Apa? Penatua Lau sebenarnya mengatakan prestasi anak ini akan lebih tinggi dari Fan Chen!"


Ketika Hong Bei menerima pesan tersebut, Zhang En masih berada di bawah Altar Suci menerima ritual pengudusan dari kekuatan Buddha yang mengalir ke tubuhnya. Empat jam telah berlalu, dihitung dari waktu Zhang En memicu lukisan Buddha empat sisi di Altar Suci.


Empat jam telah berlalu.


Dalam empat jam ritual pengudusan ini, tubuh Zhang En tampak seperti dilukis dengan lapisan cat emas, membuatnya terlihat seperti patung emas dari jauh.


Dari permukaan, seolah-olah Zhang En tidak mengalami perubahan, tetapi hanya Zhang En sendiri yang tahu tentang perubahan besar yang terjadi di dalam dirinya. Terlepas dari apakah itu meridiannya, Laut Qi, organ dalam, daging, kulit, bahkan rambutnya dua kali lebih kuat!


Qi pertempuran Zhang En dan kekuatan internal meningkat dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Setengah hari terus berlalu ketika tubuh Zhang En tiba-tiba bergetar, kilatan cahaya ungu keunguan meledak, atmosfer yang memancar darinya berubah dengan tiba-tiba.


BOOOMMMM


Tingkat Pendekar Dewa Bintang satu!


Kultivasinya, yang berada di puncak Tahap Suci Akhir, akhirnya naik ke tingkat Dewa Bintang Satu.


Mereka tidak tahu dalam jangka satu tahun lebih sejak Zhang En berpartisipasi pada Turnament Kekaisaran dalam periode waktu itu, Zhang En baru saja menerobos ke ranah Pendekat Suci.


Semakin banyak orang berdatangan di Alun-alun Seribu Keberuntungan. Menunggu serta menonton terobosan Zhang En membuat mata iri yang tak ada habisnya menatapnya terus menerus.


Sedangkan kecemburuan di mata Luo Yuan menjadi semakin tidak menentu membuat hatinya bertambah marah bercampur kesal.


Bahkan setelah Zhang En berhasil menerobos, kekuatan Buddhisme yang berasal dari Altar Suci terus menyelimuti dia, merembes ke dalam tubuhnya, diserap dan disempurnakan, yang selanjutnya meningkatkan qi pertempuran dan kekuatan internalnya.


Hanya setelah satu hari kemudian, Altar Suci yang mengeluarkan Energi Cahaya Buddha berhenti bercahaya, dan segera setelah itu, menghilang dari pandangan mata menembus udara. 


Sepanjang waktu, Zhang En tidak menyia-nyiakan hal itu dan telah menyerap dan menyempurnakan kekuatan Buddhisme, dia bahkan berhasil menerobos ke Tahap Pendekar Dewa Bintang Satu dan akan segera menerobos lagi ke Tahap Dewa Bintang 2. Tetapi itu berhenti karena Altar Suci tiba-tiba berhenti dan lenyap seketika.


Kerumunan itu kembali Heboh menyaksikan Altar Suci telah menghilang dan Zhang En terbangun dari posisinya.


Sukacita dan kebahagiaan terlihat di wajah Zhang En saat dia membuka matanya dan mencoba merasakan perubahan di dalam tubuhnya menggunakan indra Spritualnya.


Hasil dari ritual pengudusan Altar Suci jauh melebihi imajinasinya, Zhang En mengamati sekeliling tempat itu dan pada akhirnya, pandangannya tertuju pada Luo Yuan.


Saat dia menerima ritual pengudusan, serangan jarum racun Luo Yuan, Zhang En mengetahui hal itu. Melihat Zhang En menatap ke arahnya, Luo Yuan mencibir dengan gelagat yang sangat arogan saat tatapan mereka berdua bertabrakkan.

__ADS_1


"Kau akan tau apa akibatnya menyerangku diam-diam" gumam Zhang En.


Jangan lupa like, vote dan koment nya. See you next chaprer!


__ADS_2