
Zhang En dan para kelompok beastmen telah melakukan perjalanan selama setengah jam dan masuk ke dalam atmosfer hutan yang terlihat tidak wajar.
Saat mereka mencapai sisi dalam Hutan Jiwa, udara di sekitarmenjadi semakin dingin, dengan gema suara samar teriakan melengking yang bergelombang dari makhluk tak dikenal yang mamasuki indera pendengaran mereka.
Meskipun Huo Wing dan sekelompok besar beastmen itu tetap dekat dengan Zhang En, tangisan roh menakutkan itu membuat mereka merinding.
"Roh jahat..!"
"Itu adalah roh-roh jahat penghuni Hutan Jiwa..!"
Tiba-tiba, salah satu beastmen berteriak ketakutan.
Semua orang dengan cepat melihat sekeliling dan melihat beberapa makhluk aneh yang bagian tubuh mereka terlihat transparan dan buram seperti jiwa manusia dengan mata merah menerkam kelompok dari mereka dengan mulut dan taring yang terbuka.
Tepat ketika Tng Li dan para beastmen lainnya hendak menyerang karena panik, Zhang En selangkah lebih duluan dari mereka telah melakukan gerakan. Dengan gerakan sederhana menggunakan tangannya, nyala api yang terang muncul di udara dan dalam sekejap, roh-roh mengerikan itu dibakar menjadi gumpalan kabut.
Para beastmen itu tercengang menyaksikan adegan ini.
Roh jahat itu selama ini sangat sulit untuk dibunuh, mereka tidak memiliki tubuh asli yang terbuat dari daging dan darah, roh-roh itu juga tidak takut pada pedang atau pisau. Patriark suku mereka pernah dikepung oleh dua roh jahat itu dan beberapa jam setelah melakukan pertempuran, sebelum Patriark mereka mampu membunuh roh-roh jahat itu, dia langsung kabur dan meninggalkan hutan.
“Mari kita lanjutkan lagi perjalanan kita.” Zhang En berkata dan terus bergerak di depan.
Huo wing dan yang lainnya juga bergegas mengejar Zhang En.
Beberapa saat kemudian, mereka krmbali bertemu dengan sekelompok roh jahat lainnya, dan kali ini tindakan Zhang En bahkan tidak melakukan tindakan yang berlebihan. Dia bahkan tidak mengangkat tangannya, hanya dengan satu pandangan, roh-roh jahat yang menerjang ke arah mereka itu terbakar di udara, dan hanya meninggalkan kabut asap.
Setengah hari kemudian, ketika mereka berhasil keluar dari Hutan Jiwa, semua beastmen itu memandang Zhang En seperti orang yang dapat menghancurkan bumi. Jika sebelumnya mereka mulai merasa kagum, sekarang mereka menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap Zhang En.
Satu jam kemudian, kelompok itu tiba di Kota Seratus Harimau.
__ADS_1
Kota Seratus Harimau sangat besar, bahkan menyaingi beberapa kota kekaisaran Benua Di benua Awan Bintang maupun Benua Angin Salju.
Orang-orang di kota itu atau lebih tepatnya para beastmen, terlihat datang dan pergi keluar masuk Kota dan datang dari segala arah.
Tetapi sebagian beastmen yang melihat kelompok ras mereka bersama Zhang En seperti memiliki tatapan aneh melihat keberadaan mereka, tidak setiap hari para beastmen ini melihat manusia berjalan di depan sekelompok beberapa ratus beastmen yang seperti menunjukkan rasa hormat mereka. Beastmen di sekitarnya tidak dapat mengalihkan pandangan mereka dari pemandangan aneh ini.
“Hehe, bukankah kau ini Hou Wing?” Pada saat itu, sekelompok beastmen yang terdiri dari beberapa orang beastmen berjalan ke arah kelompok Huo Wing dari depan. Orang yang berbicara adalah seorang beastmen muda seperti kucing yang tingginya mencapai dua setengah meter.
“Huo Wing, aku melihat hidupmu benar-benar berubah menjadi seperti a*jing!” Beastman muda itu mencibir, "Sebagai ras beastmen yang kuat, bagaimana kau bisa mengikuti dan berjalan di belakang ras manusia yang lemah, belum lagi ekspresi menjilat menjijikkan di wajahmu, lebih buruk dari sekedar budak menjijikkan..!"
Beberapa beastmen di belakang beastman kucing muda itu tertawa terbahak-bahak.
"Kurang ajar!" Huo Wing melangkah keluar barisan dengan amarah, kemudian meninju beastman muda itu, "Xie Guang, beraninya kau tidak menghormati Tuan Muda..!"
Xie Guang tidak menyangka Huo Wing akan menyerangnya secara tiba-tiba. Meskipun terkejut, dia masih berhasil mengangkat lengannya untuk bertahan, tetapi dia gagal mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk memblokir serangan itu. Tubuhnya terhuyung-huyung mundur ke belakang, Xie Guang merasakan sakit yang berdenyut-denyut di lengannya.
"Beraninya kau menyerangku..!" Xie Guang berteriak, "Huo Wing, kau sudah gila!"
Hari ini, untuk membela manusia yang lemah di depannya, Huo Wing benar-benar menyerangnya.
Huo Wing memelototinya dengan tatapan dingin, "Xie Guang, berlututlah sekarang dan mohon ampun kepada Tuan Muda!"
Xie Guang tercengang saat dia menatap Huo Wing dengan tidak percaya.
"Kau ternyata sudah gila!" Xie Guang berteriak sekuat tenaga. Dia melambaikan tangannya ke beastmen yang datang bersamanya, "Mari kita pergi dari sini!" Penampilan gila Huo Wing membuat Xie Guang takut dan dia tidak ingin tinggal di sana lebih lama lagi.
Melihat bahwa Xie Guang ingin pergi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Huo Wing bergerak maju, ingin menghalangi jalan Xie Guang tetapi suara Zhang En terdengar di telinganya.
"Sudahlah.. Tidak udah di tanggapi."
__ADS_1
Saat itulah Huo Wing baru mengalah, membungkuk hormat kepada Zhang En, "Baik, Tuan Muda ...!"
Saat suasana sekitar itu tampak tenang, seorang beastman berlari melalui kerumunan tepat ke arah Huo Wing, "Saudara Huo, ini tidak baik, Nona Shi Mei dibawa pergi oleh orang-orang dari Suku Harimau!"
Wajah Huo Wing menjadi pucat mendengar hal itu.
Shi Mei adalah tunangannya, mereka berdua adalah kekasih masa kecil. Saat kehilangan keluarga pada usia dini, Huo Wing dan Shi Mei saling mengandalkan satu sama lain sejak saat itu.
Bahkan Tong Li dan yang lainnya juga menjadi pucat mendengar tentang itu.
"Dai Yao, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi!" Huo Wing mendesak dengan nada putus asa dalam suaranya.
Dai Yao menjawab, "Baru saja, Ping An dari Suku Harimau datang dan mengatakan bahwa Shi Mei telah dipilih untuk Ritual Pengorbanan Dewa Binatang tahun ini, itu sebabnya dia membawa sekelompok orang dan membawanya pergi!"
“Ritual Pengorbanan Dewa Binatang!” Huo Wing saat ini benar-benar sangat marah: “Ini bukan giliran Kota Seratus Macan kita untuk mempersembahkan korban tahun ini untuk Ritual Dewa Binatang. Ping An ini seperti merebut seorang wanita yang tak berdaya dari jalanan di siang bolong."
"Ritual Pengorbanan Dewa Binatang?" Ketertarikan Zhang En terpicu dan bertanya, "Jelaskan padaku, apa yang terjadi?"
Mendengar pertanyaan Zhang En, Huo Wing secara singkat menjelaskan situasinya kepada Zhang En dengan hormat meskipun ada kecemasan di dalam hatinya.
Sejak ribuan tahun yang lalu, suku Dewa Binatang akan melakukan Ritual Pengorbanan Dewa Binatang setiap tahun, dan korbannya adalah seorang perawan muda dari suku-suku tersebut.
Suku Singa, Suku Harimau, Suku Serigala, dan sepuluh suku teratas lainnya akan memilih seorang perawan muda dari kota-kota di bawah pemerintahan mereka. Gadis-gadis muda itu dikirim ke Kuil Dewa Binatang untuk dipersembahkan sebagai korban selama upacara.
Dan pengorbanan perawan muda untuk tahun ini telah diputuskan setengah bulan yang lalu, nama Shi Mei tidak ada dalam daftar.
Selain itu, tahun ini bukan giliran Kota Seratus Harimau yang mempersembahkan pengorbanan.
Ping An dari Suku Harimau ini mengambil Shi Mei jelas karena dia mendambakan Shi Mei karena kecantikannya, soal menjadi pengorbanan tak lain adalah karena alasan. Ping An sudah sering melakukan tindakan tercela semacam ini, banyak wanita muda yang baik telah dinodai Ping An setiap tahun.
__ADS_1
Masalahnya, Ping An ini adalah keturunan murni dari Suku Harimau, ayahnya adalah kapten kepala Pengawal Kota Seratus Harimau. Orang biasa yang tidak berdaya seperti mereka hanya bisa bertahan.
"Tuan Muda, tolong selamatkan Shi Mei!" Tiba-tiba, Huo Wing menoleh ke arah Zhang En, berlutut sambil memohon, “Selama Tuan bisa menyelamatkan Shi Mei, aku bersedia melakukan apapun yang Tuan perintahkan! Tuan Muda, tolong, tolong selamatkan Shi Mei!”