Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 277. Kemarahan Lion Se


__ADS_3

Mata Zhang En menyipit meihat ketiga orang ini jelas merupakan bagian dari satu kelompok. Apalagi dilihat dari pakaian dan penampilan mereka, ketiganya adalah dari Suku Singa.


Dua dari tiga orang ini adalah ahli alam Dewa Sergawi menengah tingkat awal, sedangkan yang termuda dari antara mereka sedikit lebih lemah,Ranah Pertapa Dewa tahap Puncak


Yang termuda diantara mereka berjalan, mengamati Zhang En dari atas ke bawah, "Ras manusia?" Dia menunjuk ke arah tiga batang Rumput Dewa Naga di dinding tebing dan berkata kepada Zhang En , “Aku ingin tiga batang Rumput Dewa Naga itu. Kau boleh pergi dari sini, aku tidak akan membunuhmu!” Nada merendahkan keluar dari mulutnya.


"Dan jika aku tidak pergi?" Zhang En membalas.


Beastmen muda itu mengungkapkan senyuman jahat, “Apa menurutmu kau bisa melawan kami bertiga? Izinkan aku memberi tahumu, Aku adalah calon penerus Patriak Suku Singa anak Patriak Suku Singa Lion Zi , dan keduanya adalah Tetua dari suku Singa kami. Keduanya adalah ahli ranah Alam Dewa Surgawi menengah tingkat awal..."


Ekspresi Zhang En tetap tenang mendengar penjelasannya.


Sebenarnya, Zhang En kurang lebih telah menebak identitas beastman muda, Tuan Muda dari Suku Singa Lion Se , sedangkan dua Tetua yang bersamanya adalah Lion Re dan yang satunya lagi bernama Lion Chi.


Beberapa hari yang lalu, sebelum memasuki Lembah Naga Beracun, Zhang En telah menanyakan tentang situasi Suku Singa dari Patriark Suku Harimau Hu Fan, termasuk sepuluh suku beastmen utama lainnya, terutama para ahli suku mereka. Dia memasukkan informasi ini ke dalam ingatannya.


Lion Se melanjutkan, berkata “Jika kau memasuki Lembah Naga Beracun ini untuk mendapatkan Rumput Dewa Naga, lebih baik kau pergi sekarang juga, tidak hanya tiga batang Rumput Dewa Naga ini menjadi milikku , tetapi semua Rumput Dewa Naga di dalam Lemba ini adalah milikku. Bahkan lembah ini juga adalah milikku!" dia menyatakan dengan melipat lengan di dadanya.


Zhang En mencibirnya, “Itu berarti kau memiliki banyak Rumput Dewa Naga? Sekarang, keluarkan semua Rumput Dewa Naga dan serahkan padaku!"


Rupanya mereka ini juga membidik Rumput Dewa Naga yang ada di Lembah Naga Beracun. Mereka mungkin sudah berhasil mengumpulkan cukup banyak dari Rumput Dewa Naga.


Ketiga beastmen itu tercengang dan wajah mereka jelek karena marah.


“Apa yang kau katakan barusan ?!” Wajah Lion Se menjadi muram, niat membunuh meledak di matanya.


"Aku akan mengambil semua Rumput Dewa Naga di dalam Lembah Naga Beracun ini!" Zhang En melanjutkan dengan tenang, "Juga, keluarkan semua Rumput Dewa Naga yang kau miliki dan enyahlah dari hadapanku!"


"Bocah, kau mencari kematian!" Mata Lion Se menyala seperti api, lalu dia menoleh ke dua Tetua yang ada di belakangnya, "Bunuh sampah manusia rendahan ini!"


Lion Re dan Lion Chi mengangguk. Tanpa sepatah kata pun, keduanya melompat maju menyerang Zhang En secara bersamaan.


Zhang En mendengus, mengarahkan jurus Tinju Ilahi nya dengan tangan kirinya dan Cakar Naga Iblis dengan tangan kanannya menyerang dengan kedua tangan sekaligus.


DUAARRRR!!!!

__ADS_1


Benturan keras terdengar menggelegar di udara.


Tubuh kedua orang itu dipaksa mundur, bahkan Zhang En terhuyung mundur hanya beberapa langkah saja.


"Kau!" 


Lion Re dan Lion Chi memandang Zhang En dengan keterkejutan di wajah mereka. Dengan kekuatan mereka di ranah Alam Dewa Surgawi menengah, budidaya ranah Alam Dewa Surgawi awal tingkat puncak Zhang En hampir tidak bisa disembunyikan, tetapi sekarang ranah satu tingkat di bawah mereka benar-benar menangkis serangan mereka.


Mata Kecil Lion Se juga membelalak kaget.


Melihat wajah mereka, senyum sinis melintas di wajah Zhang En saat sosoknya lenyap dari pandangan mereka. Ketika dia muncul lagi, Lion Re dan Lion Chi berada dalam jarak satu lengan, sehingga mengejutkan mereka berdua. 


Tepat ketika mereka mengira manusia itu akan menyerang, sebuah lingkaran mata vertikal terbelah di tengah dahinya. Cahaya merah yang menyilaukan berkedip dan keduanya merasa pusing dan bingung.


Hal berikutnya yang mereka tahu, momentum kuat tepat menghantam dada mereka, membuat mereka terlempar ke belakang.


Zhang En memperhatikan kedua sosok itu dengan wajah yang masih terlihat tenang.


Meskipun dua Tetua Suku Singa ini adalah ranah Alam Dewa Surgawi menengah, mereka hanya ranah menengah tingkat awal. Dengan kekuatan Zhang En saat ini, mengalahkan keduanya hampir tidak membutuhkan usaha sama sekali.


Lion Se menyaksikan Zhang En mendekat dengan pelan ke arahnya, memulihkan diri saat ketakutan merayap di matanya, dia berteriak saat dia mundur kebelakang, "Kau, jika kau berani ...!"


Zhang En menendang Lion Se dan mengirimnya terbang beberapa ratus meter, menabrak dinding tebing. Setelah itu, Lion Se meluncur ke bawah dinding tebing, Lion Se membungkuk dan memegangi perutnya saat mendaratdi atas tanah. 


Erangan keras terdengar saat darah muncrat dari mulutnya. Tendangan dari Zhang En cukup keras untuk menghancurkan kantong empedunya.


Zhang En perlahan berjalan mendekati dinding tebing tempat dia mendarat.


“Tidak, jangan, aku bisa memberikan semua Rumput Dewa Naga yang kumiliki untukmu!” Lion Se berseru dalam ketakutan, tangannya melambai dengan liar saat dia mengeluarkan semua Rumput Dewa Naga dari cincin spasialnya, total ada lima batang.


Kekuatan hisap datang dari telapak tangan Zhang En, membungkus batang Rumput Dewa Naga dan menyimpannya ke dalam cincin spasialnya.


“Aku akan segera pergi dari sini, aku tidak menginginkan Rumput Dewa Naga yang ada di Lembah Naga Beracun ini, aku tidak menginginkannya lagi..” Lion Se tersandung dan jatuh ke tanah saat dia bergegas berdiri untuk melarikan diri. 


Lion Re dan Lion Chi juga berjuang untuk berdiri, mengikuti di belakang Lion Se, menghilang dalam waktu kurang dari satu detik.

__ADS_1


Zhang En menyaksikan tiga sosok itu melarikan diri, tetapi dia tidak mengejar.


Ketika ketiga sosok itu menghilang dari pandangan Zhang En, dia melompat ke dinding tebing, mengumpulkan tiga batang Rumput Dewa Naga yang menempel di sana.


Dia menerima lima batang Rumput Dewa Naga dari Lion Se, dan menambahkan tiga batang dari tebing dinding, dia memiliki total delapan batang Rumput Dewa Naga. Zhang En masih memiliki beberapa sisa Rumput Dewa Naga sebelumnya, jadi dia bisa memperbaiki naga ilahi lainnya jika ada waktu.


Tapi dia tidak terburu-buru untuk pergi dari tempat itu, malah dia melangkah masuk ke dalam tebing Lembah Naga Beracun, melanjutkan pencarian.


***


Lion Se dan dua Tetua yang ikut bersamanya berlari secepat yang mereka bisa dengan panik, dan ketika mereka yakin bahwa manusia itu tidak mengejar mereka, mereka bertiga akhirmya berhenti di puncak tebing. 


Jari-jari Lion Se menusuk telapak tangannya saat dia menatap ke arah Zhang En dari jauh, matanya dipenuhi dengan amarah dan kebencian, “Manusia rendah! Akan datang suatu hari ketika aku akan membiarkanmu mati tanpa mayat utuh!”


"Tuan Muda, hanya dalam beberapa hari lagi, pertemuan suku setiap tahun akan berlangsung, dan pada saat itu Patriak pasti akan dipilih sebagai Dewa Binatang yang baru, yang akan memerintah semua suku beastmen!" Lion Re menambahkan, "Kita akan menyiksa manusia bajingan itu!"


"Ras Manusia!" Mata Lion Se berubah merah, "Ketika Ayah memerintah atas seluruh Ras Beastmen, orang pertama yang akan aku hancurkan tidak lain adalah Ras manusia itu!"


"Tuan Muda, lebih baik kita kembali ke Kota Lion sekarang?" Tetua Lion Chi menyarankan.


Lion Se tidak mau pergi begitu saja, tetapi dia tahu bahwa mereka bertiga bukanlah lawan Zhang En. Pada akhirnya, dia mengangguk dengan enggan.


"Mari kita tinggalkan tempat ini!" 


Ketiganya lalu terbang menjauh.


***


Sepuluh hari berlalu dengan sangat cepat.


Dalam waktu sepuluh hari, Zhang En secara praktis menelusuri semua Lembah Naga Beracun, dia menemukan lebih dari dua puluh batang Rumput Dewa Naga. Menghasilkan panen banyak dalam perjalanannya kali ini, Zhang En lalu segera meninggalkan Lembah Naga Beracun.


Dalam perjalanan, Zhang En juga membunuh banyak makhluk beracun tingkat tinggi yang menjadi makanan Kumbang Mayat Beracun, sehinggu memicu transformasi kawanan kumbang itu, Lautan Iblis dan Array Hantu miliknya juga menjadi lebih kuat dengan tambahan jiwa-jiwa makhluk binatang beracun ini.


Ketika Zhang En kembali ke Kota Harimau Suci, tinggal sepuluh hari lagi tersisa saat Pertemuan seluruh Suku Beastmen diadakan.

__ADS_1


__ADS_2