
Ketika serangan keempat orang itu hendak mengenai Zhang En, cahaya menyilaukan bersinar dari tubuhnya, memukul mundur keempatnya. Keempat orang itu merasa tubuh mereka seolah-olah menabrak sebuah gunung, sehingga mereka terlempar dan terbang keluar dari restoran melalui jendela.
Semua orang yang sedang menonton mundur dari tempat mereka masing-masing karena merasa ketakutan. Mengabaikan tatapan semua orang, Zhang En melangkah mendekati Hu Guang.
Pangkal tenggorokan Hu Guang menjadi gugup untuk bisa mengeluarkan suaranya, matanya tertuju pada Zhang En yang datang mendekat. Dia mencoba untuk meningkatkan keberaniannya sendiri dengan mengatakan, "Ayahku adalah Tetua Sekte Dewa Bintang, dan Guruku adalah Pemimpin Kota Treasure Oblast, Apa kau berani me ...!"
Sebelum Hu Guang bisa menyelesaikan perkataan ancaman yang ingin diankatakan, Zhang En sudah menyerang dengan telapak tangan dari jarak dekat dan mengenai Dantian Hu Guang, membuatnya terbang mundur kebelakang.
Darah muncrat tak terkendali keluar dari mulut Hu Guang.
Murid Gerbang Naga, Deng Cong dan semua penonton tercengang dan kaget mendengar ayah Hu Guang ini adalah salah satu Tetua Sekte Dewa Bintang, dan kaget karena baru mengetahui bahwa Pemimpin Kota Treasure Oblast adalah Gurunya.
Dan mereka benar-benar tidak memahami kalau pemuda berambut hitam ini masih berani melukai Hu Guang begitu parahnya meski sudah mengetahui latar belakang Hu Guang.
Zhang En masih menatap Hu Guang. Dia tidak bermaksud untuk langsung membunuh Hu Guang pada saat ini dan hanya menghancurkan Dantiannya. Bagi setiap Kultivator, dengan menghancurkan Dantian mereka, maka hidup mereka berakhir seperti sampah yang tidak berguna dan jauh lebih menyakitkan daripada kematian.
Tiba-tiba, dari luar restoran itu, sekelompok orang yang berjumlah seratus orang masuk ke dalam restoran.
"Itu adalah murid dari Pasukan Aula Penegak Hukum Gerbang Naga!"
Kerumunan itu berteriak, dengan cepat memberi jalan.
Wajah Zhang En sedikit terlihat suram melihat kedatangan mereka. Kedatangan murid-murid Penegak Hukum Gerbang Naga ini sangat tepat waktu, sebelumnya seseorang dari mereka bahkan tidak terlihat satu orangpun, tetapi sekarang mereka baru muncul dan menampakkan diri mereka.
__ADS_1
Pada saat ini, sekitar seratus murid Penegak Hukum Gerbang Naga telah memasuki restoran.
Pemimpin pasukan Penegak Hulum Gerbang Naga, Qing Wu, memasuki restoran dan wajahnya memucat ketika melihat Hu Guang berlumuran darah. Dengan langkah cepat, dia mencapai sisi Hu Guang, berkata sambil membantu Hu Guang berdiri, "Tuan Muda Hu, apakah kau baik-baik saja ?!" Kepanikan terlihat jelas di wajah Qing Wu, terlihat jelas bahwa keduanya adalah kenalan, apalagi Qing Wu ini sepertinya mengetahui identitas Hu Guang.
Hu Guang akhirnya berdiri dan atas pertanyaan Qing Wu, amarahnya meledak seketika itu dengan telapak tangannya menghantam wajah Qing Wu, bekas telapak tangan lima jari mewarnai pipi Qing Wu. Teriakan amarah Hu Guang bergema di seluruh ruangan restoran, "Kenapa kau baru datang sekarang?!" Sikap dan nada suara Hu Guang ini terdengar seperti memarahi bawahannya sendiri.
Pemimpin Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga Qing Wu menekuk pinggangnya untuk meminta maaf dan merendahkandirinya dihadapan Hu Guang. Setelah mendapat tamparan keras dari Hu Guang di depan orang banyak, dia malah berkata, “Maafkan aku Tuan Muda Hu, aku bersalah! Yang kecil ini pantas mendapat hukuman mati!"
Zhang En menyaksikan semuanya dengan mata dingin dan amarahnya mulai memuncak.
Pemimpin Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga sebenarnya menyebut dirinya sebagai 'yang kecil' di hadapan murid Kultus Dewa Bintang! Dia tidak hanya tidak marah saat ditampar di depan orang banyak, dia masih terlihat seperti penjilat dan terlihat ketakutan di hadapan Hu Guang.
Sebagai Penguasa Gerbang Naga, menyaksikan semuanyang terjadi tepat di depan matanya, api kemarahan terbakar lebih kuat di hati Zhang En setiap detiknya.
Pada saat ini, Hu Guang menunjuk Zhang En sambil meneriaki Ketua Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga, Qing Wu, "Tangkap setan kecil itu hidup-hidup!"
Qing Wu menerima perintah Hu Guang dengan sikap hormat sebelum menoleh ke arah Zhang En, “Bajingan, beraninya kau bertindak dengan berani sampai menyakiti orang di Kota ini dan mengabaikan aturan Kota Naga. Semua murid Gerbang Naga dengarkan aku, tangkap bajingan ini dan lempar dia ke penjara bawah tanah! "
Ratusan murid Gerbang Naga yang ada di sekitarnya menjawab dengan dengan keras, "Baik!" Akan tetapi, tepat ketika mereka akan bergerak, sebuah teriakan suara keras terdengar.
"Tunggu!" Murid Gerbang Naga, Deng Cong, berteriak-kepada mereka, “Qing Wu, sebagai Pemimpin Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga, beraninya kau bersekongkol dengan murid Sekte Dewa Bintang itu. Mereka datang mencari masalah di Kota Naga kita dan menyakiti orang yang tidak bersalah, tetapi kau menutup mata berpura-pura tidak melihat. Sekarang, sebagai Pemimpin Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga, kau benar-benar mendengar dan mengikuti perintah dari murid Kultus Dewa Bintang? Qing Wu, apa kau tahu kejahatanmu ?!”
Tatapan cemoohan Qing Wu tertuju pada Deng Cong, “Jadi itu kau, Deng Cong! Hmph, murid Sekte Dewa Bintang membuat masalah di Kota Naga ini? Aku tidak melihat mereka melakukan hal seperti yang kau katakan!"
__ADS_1
Deng Cong hanya bisa terdiam dan marah atas jawaban Qing Wu.
Qing Wu kemudian menambahkan, “Dari apa yang aku lihat, kau malah bersekongkol dengan bajingan ini. Sebagai murid Gerbang Naga, kau dengan sengaja melanggar aturan, kau pantas mendapatkan hukuman yang lebih berat! Kalian semua, tangkap dia juga dan lempar ke penjara bawah tanah bersama bajingan itu!"
Deng Cong sangat marah, “Qing Wu! Apakah kau mencoba menjebakku !" Sepertinya ada dendam pribadi antara Deng Cong dan Qing Wu.
Qing Wu hanya mencibir tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia melambaikan tangannya dan sekelompok besar murid Gerbang Naga menanggapi dengan memperketat pengepungan mereka di sekitar Zhang En dan Deng Cong.
Zhang En mengamati sekelilingnya. Sebagai Penguasa Gerbang Naga, dia akan ditangkap oleh Pasukan Penegakan Hukum Gerbang Naga untuk diberikan hukuman. Zhang En hanya menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba Zhang En tertawa. Tawa yang berasal dari amarah yang tak bisa dia ungkapkan yang saat ini memenuhi hatinya.
Sebelum ada yang bisa bergerak melancarkan serangan, telapak tangan Zhang En muncul di udara. Cahaya cemerlang membumbung ke langit saat banyak bayangan telapak tangan muncul di udara, setiap bayangan telapak tangan itu mengenai murid Gerbang Naga, mengirim mereka terbang beberapa meter jauhnya dan sebagian besar menghancurkan isi restorant itu.
Mata semua orang terbelalak kaget menyaksikan murid Gerbang Naga dikirim terbang keluar restoran, untuk bisa menjadi murid Pasukan penegak Hulum Gerbang Naga, syarat untuk bisa menjadi bagian dari pasukan itu, harus memiliki setidaknya kekuatan ranah Pendekar Dewa.
Lebih dari seratus murid ranah Pendekar Dewa dikirim terbang hanya dalam satu gerakan. Kekuatan yang diekspos Zhang En membuat hati orang banyak berdetak tidak karuan.
Mengabaikan ekspresi terkejut semua orang yang ada di sekitarnya, Zhang En tidak menahan diri lagi, dia memusatkan perhatiannya pada satu orang saja, yaitu Pemimpin Pasukan Penegak Hukum Gerbang Naga, Qing Wu.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote!