Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 309. Menyebarkan Berita


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, luka Monyet Pemakan Roh sembuh total.


Setelah monyet berwujud manusia muda itu pulih, Zhang En duduk di sampingnya, menanyakan pengalamannya ini.


Pria muda itu menceritakan awal dia berkelana dan berpindah-pindah tempat untuk bertahan hidup hingga sampai dia menceritakan keatangannya beberapa hari yang lalu ke tempat ini.


Saat dia melewati area Gunung Kera, tanpa sengaja dia merasakan jalau tempat ini sangat familiar dan karena penasaran, dia mulai menjelajahi di sekitar gua untuk melihat apakah dia bisa menemukan harta karun.


Ketika dia menemukan gua ini, dia bertemu dengan Feng Peng. Jika bukan karena Zhang En tiba pada saat kritis, akhirnya hidupnya pasti sudah bisa di pastikan.


Meskipun si pria muda ini menceritakan pengalamannya dengan sederhana, Zhang Eb bisa membayangkan kehidupan keras yang telah dia jalani selama enam belas tahun ini.


"Mulai sekarang, kau jangan memanggilku Tuan Dewa, aku adalah Kakak laki-lakimu, tidak ada yang bisa membuatmu terancam lagi!" 


Memang, dengan status dan kekuatan Zhang En pada saat ini, tidak ada yang bisa mengancam keberadaanya dan bersembunyi untuk hidupnya lagi.


"Kakak laki-laki?!" 


Monyet Pemakan Roh berwujud manusia muda itu memandang Zhang En, hatinya sangat sangat tersentuh.


Zhang En mengangguk sambil berkata, "Ikut aku melihat barang bagus apa yang ada di dalam gua ini." 


Zhang En lalu berdiri, tertawa saat mengatakan itu.


Monyet Pemakan Roh dengan cepat mengikuti.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua menemukan teknik budidaya yang ditinggalkan oleh Kaisar Dewa Kera bernama Kitab Suci Dewa Kera. 


Zhang En sudah memiliki banyak teknik, jadi Kitab Suci Dewa Kera ini tidak berguna bagi Zhang En. Itu menjadi milik pria muda yang bersamanya.

__ADS_1


Selain Kitab Suci Dewa Kera, mereka juga menemukan banyak pil Dewa Kera, teknik budidaya dan keterampilan bertempur, dan tumbuhan berusia di atas seribu tahun.


Zhang En membersihkan semuanya tanpa meninggalkan sedikitpun.


Setengah hari kemudian, Zhang En dan Monyet Pemakan Roh meninggalkan Puncak itu menuju Kuil Dewa Kera.


Ketika Zhang En kembali ke Kuil Dewa Kera, dia memanggil Shen Kun dan Lion Mu untuk mengumpulkan Wakil Kuil Dewa Kera, Tetua, dan beberapa Kepala Aula di aula besar.


Di dalam aula besar itj, semuanya disuruh untuk membuka penghalang jiwa mereka dan dicap dengan tanda jiwa.


Mereka yang menolak, tidak mau menyerah, semuanya dipindahkan ke dalam Pagoda Gunung Dewa sebagai makanan tambahan untuk Kumbang Mayat Beracun.


Ketika hari sudah mau malam. Zhang En telah mengambil kendali penuh atas Kuil Dewa Kera. 


Dengan tiga Kuil di bawah kendalinya; Kuil Sembilan Naga, Kuil Singa Emas, dan Kuil Dewa Kera, dapat dikatakan bahwa Zhang En mengendalikan sembilan puluh persen dari seluruh kekuatan klan binatang iblis. 


Namun, Feng Peng telah dibunuh oleh Zhang En, membuat Kuil Dewa Kera kehilangan seorang pemimpin.


Meskipun Monyet Pemakan Roh berwujud manusia muda itu hanyalah ranah Alam Dewa Surgawi awal dasar, mengingat seratus tahun untuk terus tumbuh, kekuatannya pasti akan melampaui Shen Kun.


Keesokan paginya, Zhang En duduk di kursi utama di aula besar. Master Kuil dari ketiga kuil dipanggil ke aula besar.


Tiga ahli Klan binatang iblis besar berkumpul, mengisi aula besar dengan Qi iblis yang melonjak. Di udara di atas Kuil Dewa Kera, Qi iblis yang melimpah membentuk awan tebal yang menggelinding.


Zhang En berpikir sejenak sebelum berbicara, “Shen Kun, Lion Mu, beritahu bawahanmu untuk menyebarkan berita bahwa Kuil Sembilan Naga, Kuil Singa Emas, dan Kuil Dewa Kera telah menyerah kepadaku ke seluruh penjuru Benua Mata Angin dan seluruh penjuru Benua."


Karena dia telah mengendalikan ketiga kuil Klan Bintang Iblis, sudah waktunya untuk membiarkan seluruh panggung Dunia Roh Bela Diri menyadari hal ini.


"Baik, Penguasa!" Shen Kun dan Lion Mu menjawab dengan sangat hormat.

__ADS_1


“Satu hal lahi, dalam waktu satu bulan, aku ingin mengadakan acara penyatuan antara Suku Beastmen dan klan Binatang Iblis. Atur undangan untuk dikirim ke semua ahli Benua Mata Angin, termasuk semua Patriark klan dan wakil mereka, Tetua Agung dan semua ahli alam Pertapa Dewa Dan Dewa Surgawi untuk menyaksikan acara!" 


Suara nyaring Zhang En bergema di aula besar itu. Inilah alasan utama mengapa Zhang En menginginkan Shen Kun dan yang lainnya menyebarkan berita tentang tiga kuil yang tunduk padanya.


Tentu saja, niat tak terucapkan untuk mengundang para ahli ini adalah untuk membuat mereka tunduk padanya juga. Dan Zhang En percaya bahwa para Leluhur dan ahli yang menerima undangan itu akan memahami makna yang tersirat juga.


Pada saat itu, orang yang tidak hadir, atau mereka yang hadir tetapi menolak untuk tunduk, akan dibunuh untuk menghilangkan gangguan yang tidak perlu di masa depan. 


Ini adalah dunia di mana yang lemah menjadi mangsa bagi yang kuat. Apa yang diinginkan Zhang En adalah untuk menyatukan semua kekuatan Benua Mata Angin di bawahnya.


"Baik, Penguasa!" Shen Kun menurut, segera memahami niat Zhang En.


Meskipun dengan menyatukan kekuatan suku beastmen dan klan binatang iblis, dia telah mengendalikan tujuh hingga sembilan puluh persen dari kekuatan Benua Mata Angin, dia masih perlu melanjutkan rencananya dengan hati-hati. 


Siapa bilang Sekte Gagak Hitam tidak akan mengirim orang untuk mengganggu Acara penggabungan, bahkan mereka juga menghasut para ahli untuk bergandengan tangan dengan mereka untuk menentang Zhang En.


"Apa?! Kuil Sembilan Naga, Kuil Singa Emas dan Kuil Dewa Kera telah tunduk kepada Zhang En?!”


"Itu berarti dia telah memerintah klan binatang iblis, ah!"


“Zhang En telah mengambil alih suku beastmen dan klan binatang iblis, bahkan tanpa Sekte Gerbang Naga, itu adalah kekuatan terkuat di seluruh benua.! Yang disebut upacara penggabungan suku beastmen dan klan binatang iblis yang ingin dia selenggarakan, mengundang semua ahli Benua untuk menyaksikan, sangat jelas dia ingin kita semua tunduk padanya juga!"


"Apa yang harus kita lakukan?! Apa yang bisa kita lakukan?!"


"Zhang En telah menaklukkan separuh lebih Benua ini, itu berarti dia akan menargetkan Sekte Dewa Bintang kita selanjutnya!"


Setelah Shen Kun dan Lion Mu memerintahkan bawahan mereka untuk menyebarkan berita tentang tiga kuil yang tunduk pada Zhang En, seluruh Dunia Roh Bela Diri menjadi gempar. Kekuatan besar dan kecil sama-sama disambar petir tiba-tiba.


Reaksi terhadap berita ini bahkan lebih besar daripada saat Zhang En menjadi Dewa Binatang baru dari suku beastmen, bahkan lebih mencengangkan.

__ADS_1


Dalam sekejap, seluruh Dunia Roh Bela Diri dipenuhi dengan ketakutan, kegelisahan, ketakutan, keputusasaan, dan sedikit kegembiraan bercampur dengan kebahagiaan.


__ADS_2