Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 87. Rencana Untuk Beraliansi (2)


__ADS_3

Wajah Cui Ming memerah karena menahan amarah, tapi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi. Dia keluar dari aula besar dan langsung pulang ke Sektenya.


Di aula besar Sekte Penjilat Darah.


"Chen Xiaotian benar-benar berkata begitu, dia ingin aku pergi sendiri membawa hadiah?" Ketika Jiang Tianhua mendengar laporan Cui Ming, dia merasa terkejut. Selanjutnya, ekspresinya menjadi gelap.


"Patriak, Chen Xiaotian ini terlalu lancang!" Seorang Tetua Sekte Penjilat Darah kehilangan kesabarannya, "Seorang Penguasa Sekte yang sangat kecil berani mengucapkan kata-kata yang kurang ajar seperti itu, meminta Patriak Sekte kita untuk datang sendiri, membawa hadiah! Kita akan pergi sekarang dan pertama-tama memusnahkan Sekte Penyihir Langit sialan itu!"


“Itu benar, kita harus menghancurkan mereka terlebih dahulu!” Tetua lainnya menyuarakan kemarahan mereka.


Cui Ming melangkah maju kedapan, “Patriak, kita bisa dengan mudah jika kita ingin memusnahkan Chen Xiaotian dan mengambil alih Sekte Penyihir Langit. Dengan begitu, kita akan cukup kuat untuk bersaing dengan Sekte Sembilan Iblis, bukankah itu membunuh dua burung sekaligus?"


"Itu benar, Patriak, setelah mengambil kendali atas Sekte Penyihir Langit, kita akan menghancurkan Sekte Sembilan Iblis, dan kemudian, Kota Kematian akan menjadi wilayah kekuasaan kita sepenuhnya!" Tetua lainnya juga mengucapkan dukungannya atas saran Cui Ming.


Jiang Tianhuan mengangkat tangannya, melambai agar semua orang tenang. Dia mengamati semua Tetua Sekitarnya di dalam ruangan itu, berkata, "Menaklukkan dan memusnahkan Sekte Penyihir Langit memang tidak bisa dihindari, cepat atau lambat kita akan menyerang mereka. Akan tetapi sekarang bukan waktunya." Ucapnya karwna Fisik Iblis Mayat Hidupnya belum mencapai penyelesaian besar.


"Sudah waktunya bagi Li Yunhua dan Liu Liyang untuk kembali, bukan?" Jiang Tianhua bertanya.


“Ya, Penatua Liu Liyang mengirim pesan sehari sebelumnya, dia mengatakan bahwa dalam satu bulan lagi, mereka akan kembali dengan membawa Manik Roh dari Domain Kematian.” Cui Ming melaporkan.


Agar tidak menimbulkan kecurigaan Jiang Tianhua, Zhang En menginstruksikan Liu Liyang untuk mengirim berita kembali ke Sekte Penjilat Darah dari waktu ke waktu.


Mendengar ini, Jiang Tianhua mengangguk, "Biarkan Chen Xiaotian menikmati hidupnya dua bulan lagi."


"Kalau begitu, Patriak, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Cui Ming bertanya.


Jiang Tianhua mengamati aula besar, pandangannya akhirnya berhenti saat melihat Cui Ming, berkata, "Di dalam Sekte Penyihir Langit, Chen Xiaotian bukanlah seseorang yang menentukan keputusan akhir."


Mata Cui Ming berbinar, "Apakah Patriak mengatakan kalau keputusan akhir ada pada Geng Ken?"


Jiang Tianhua tersenyum tipis, "Benar."

__ADS_1


“Baiklah, aku tahu apa yang harus aku lakukan.” Cui Ming menjawab. Sambil membungkuk hormat, Cui Ming meninggalkan aula besar, menuju kediaman Geng Ken.


Meskipun Jiang Tianhua tidak menguraikan detailnya, Cui Ming sudah memahami niatnya untuk bersekutu dengan Geng Ken. Status dan pengaruh Geng Ken dalam Sekte Penyihir Langit setara dengan Chen Xiaotian, dengan menemui Geng Ken, persetujuan mereka dalam beraliansi akan tercapai. Jika Geng Ken bersedia bekerja sama dengan Sekte Penjilat Darah, dilihat dari aspek yang berbeda, itu lebih menguntungkan daripada bekerja sama dengan Chen Xiaotian, karena hubungan antara dia dan Geng Ken selalu baik selama ini.


Memasuki kediaman Geng Ken, Cui Ming langsung menuju aula utama menunggu Geng Ken sambil menikmati teh. Beberapa saat kemudian, Cui Ming melihat Geng Ken masuk ke aula utama dari luar.


“Saudara Geng Ken, aku tidak melihat kau selama beberapa bulan, wajahmu terlihat sangat bersinar.” Melihat Geng Ken masuk, Cui Ming berdiri, menyapanya dengan senyum lebar.


Namun, reaksi Geng Ken agak dingin, dia kemudian duduk setelah melirik Cui Ming. Senyum Cui Ming terlihat membeku di wajahnya, canggung dan malu, dia kembali ke tempat duduk sebelumnya.


"Apa tujuan Tetua Agung Cui Ming mengunjungi rumahku?" Geng Ken bertanya pada Cui Ming secara langsung begitu dia duduk.


Cui Ming memandang Geng Ken dan menyatakan tujuan kunjungannya, menambahkan, "Patriak kami memberikan kabar bahwa ketika dia mengambil kendali seliruh Kota Kematian, dia pasti tidak akan menghukum Saudara Geng Ken."


“Mengambil alih Kota Kematian?” Bibir Geng Ken melengkung tersenyum mengejek saat dia menatap Cui Ming, "Cari aku ketika Patriak kalian telah mengambil alih Kota Kematian, kita akan bicara lagi setelah itu."


Cui Ming menegang, "Maksud Saudara Geng Ken adalah?"


Seketika, wajah Cui Ming menegang; bukankah saingan berat Geng Ken adalah Chen Xiaotian? Bagaimana dia menunjukkan sikap kerjasama dengan Chen Xiaotian sekarang?


"Tolong, lihat dirimu sendiri." Pada saat itu, Geng Ken berdiri, menunjukkan kepada Cui Ming bahwa kehadirannya tidak diterima. Meskipun Geng Ken tidak menggunakan kata kasar seperti Chen Xiaotian, pada intinya, maksud perkataan mereka sama.


Cui Ming berdiri, api berkobar di dalam hatinya, tetapi pada akhirnya, dia tetap diam, meninggalkan kediaman Geng Ken.


•••


"Apa katamu!?" Wajah Jiang Tianhua sangat murung mendengarkan laporan Cui Ming.


"Geng Ken mengatakan ..." Cui Ming ragu-ragu untuk mengatakannya.


Niat membunuh yang kuat bersinar di mata Jiang Tianhua.

__ADS_1


Para Tetua yang hadir di aula utama menundukkan kepala mereka, gemetar, dan berusaha untuk tenang.


"Hubungan Patriak, Geng Ken dan Chen Xiaotian tidak pernah harmonis, tapi kali ini mereka benar-benar saling memihak, ada yang aneh tentang ini." Setelah sekian lama, Cui Ming maju, berbisik dengan hati-hati.


Sebuah cahaya berkedip di mata Jiang Tianhuan ini adalah hal yang tidak bisa dia pahami. Berbicara secara logis, Geng Ken seharusnya sangat senang tawaran beraliansi yang ditawarkan oleh Cui Ming, merasa terhormat untuk bekerja sama dengan Sekte Penjilat Darah, namun, tidak hanya Geng Ken yang menolak, tetapi dia bahkan menyelaraskan pemikirannya dengan Chen Xiaotian?


"Kirim orang untuk menyelidiki, apa sebenarnya yang terjadi di dalam Sekte Penyihir Langit yang bisa membuat Chen Xiaotian dan Geng Ken bersatu?" Beberapa saat kemudian, Jiang Tianhua memberi perintah.


"Baik Patriak." Cui Ming menjawab dengan hormat.


Tetapi sepuluh hari kemudian, Cui Ming kembali tanpa petunjuk. Alis Jiang Tianhua terkunci rapat, dia merasa kalau hal ini terasa janggal.


•••


Di dalam Gunung Dewa, Zhang En berdiri di tengah Formasi Sepuluh Buddha, Cahaya menyilaukan yang terlihat terang bersinar di sekelilingnya.


Zhang En membuka Mata Langit di dahinya dan bersinar merah menyilaukan, menimbulkan badai yang menyapu empat arah, mengguncang seluruh aula kuil.


Beberapa hari yang lalu, Zhang En telah mempelajari ke tingkat kedua Seni Pengendalian Boneka Kuno, dan selanjutnya meningkatkan kekuatan spiritualnya. Dengan begitu, secara tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan serangan Mata Langit dibandingkan sebelumnya.


Selain itu, pada tingkat kedua, kekuatan spiritualnya cukup kuat untuk menciptakan badai spiritual. Serangan sebelumnya yang dihasilkan oleh Mata Langit yang merah menyala semakin kuat dan mematikan.


"Saatnya untuk mengambil alih dan menghadapi Sekte Penjilat Darah telah tiba." Ucap Zhang En saat menutup kembali Mata Langit ditengah dahinya.


-


-


-


Jangan lupa Like & Vote.

__ADS_1


__ADS_2