
Perkataannya menyebabkan Goodman melompat dalam amarah, suara renyah terdengar saat telapak tangan Goodman yang berat menghantam wajah penjaga Suku Harimau, mengirim tubuhnya terbang.
Saat penjaga itu mendarat di tanah, sisi kanan wajahnya telah bengkak dan lebam.
"Enyahlah...!" Goodman membentak dengan tatapan tajam, tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang sangat kuat.
Beberapa penjaga Suku Harimau yang ada di tempat itu merasa ketakutan, wajah mereka menjadi pucat dan mereka bergegas pergi secepat mungkin.
Penjaga Suku Harimau yang ditampar oleh Goodman bangkit dari tanah. Terhadap Goodman dia hanya bisa mengamuk dengan amarah di dalam hati, tetapi ketika tatapannya tertuju pada Zhang En, kemarahan di matanya tidak bisa di sembunyikan.
Dia merasa, jika bukan karena manusia rendahan ini, wajahnya tidak akan bengkak seperti sekarang.
Tapi Goodman berbalik menghadap Zhang E pada saat ini dengan rasa takut dan penuh hormat, "Mereka tidak menghormati Penguasa, Aku harap Penguasa dapat memaafkan dan mengampuni mereka!"
Penjaga yang ada sekitarnya terbelalak kaget mendengar pernyataan maaf Goodman sambil menatap Zhang En dengan heran.
"Baiklah... Mari kita masuk kedalam." Zhang En berkata kepada Goodman.
“Baik Penguasa!” Goodman dengan hormat menggeser tubuhnya sedikit ke samping, mengikuti Zhang En.
Gelombang besar keterkejutan lainnya dirasakan oleh para penjaga Suku Harimau yang menyaksikan sikap hormat Goodman terhadap ras manusia.
Penjaga yang wajahnya setengah bengkak yang dari tadi menatap tajam ke arah Zhang En dengan sorot mata tajam, langsung menjadi pucat menyaksikan adegan ini.
Saat melewati koridor pintu depan istana, para pelayan dan penjaga akan memberi hormat ketika melihat Goodman. Tak bisa di pungkiri, kehadiran Zhang En menimbulkan kebingungan dan keraguan pada hati mereka. Namun, tidak satupun dari mereka yang berani menghalangi jalan mereka.
Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di aula depan.
Sesampainya di aula depan, Goodman mengantar Zhang En masuk kedalam dan menuntunnya ke kursi utama. Orang harus tahu, kursi utama aula depan adalah kursi yang biasanya hanya di duduki oleh Patriark Suku Macan Hu Fan.
Sebagai Dewa Binatang dari seluruh Ras Beastmen, Goodman tidak berpikir ada yang salah dengan Zhang En yang menduduki Kursi utama pemimpin Suku Harimau.
"Penguasa, aku akan pergi memberi tahu Patriak, dan membawa dia kemari untuk bertemu denganmu." Ucap Goodman.
Zhang En mengangguk mengiyakan.
Goodman lalu memberi hormat sebelum dia berbalik dan pergi. Tapi, saat dia hendak keluar dari aula depan, seorang lelaki tua berjubah brokat memasuki aula depan dari luar, secara kebetulan bertemu dengan Goodman.
Orang tua ini adalah kepala pelayan istana Harimau Suci, Hu Tong. Tidak hanya sebagai kepala pelayan, Hu Tong juga salah satu dari sepuluh ahli Suku Harimau, dengan kekuatan yang sejajar dengan Goodman.
__ADS_1
Namun, dapat dikatakan kalau bahwa hubungan kedua orang itu tidak akur selama ini.
Hu Tong sedikit terkejut ketika bertemu dengan Goodman di aula depan istana.
Kika dia melihat seorang pemuda dari Ras Manusia duduk di kursi Utama Patriark Suku Harimau, hal ini langsung membuat marah Hu Tong.
“Manusian kurang ajar..! Turun dari sana sekarang juga!” Hu Tong berteriak dan menyerang Zhang En saat itu juga.
Ketika Hu Tong menyerang Zhang En, sebuah sosok muncul di antara Hu Tong dan Zhang En, memblokir serangan Hu Tong dengan lambaian tangannya.
Tubuh mereka berdua gemetar karena benturan serangan mereka masing-masing lalu mundur kebelakang satu sama lain secara bersamaan.
Hu Tong lalu memelototinya, berkata, “Apa maksudmu? Beraninya kau menghalangiku? Apa yang dilakukan manusia sialan ini disini dengan duduk di kursi Patriark Suku Harimau kita!"
Ekspresi Goodman tak enak di pandang saat dia menjawab, "Aku akan menjelaskan masalah ini kepada Patriark, kau tidak perlu merepotkan dirimu sendiri."
Kemarahan Hu Tong semakin melonjak, api kemarahan berkobar di matanya, “Maksudmu, kau sedndir yang membawa manusia ini masuk istana Harimau kita ? Selain itu, kau juga yang mengizinkannya duduk di kursi tahta Patriark! Goodman, kau semakin berani! Beraninya kau memberontak dan merencanakan mengambil alih kekuasaan Patriak!"
"Semua penjaga, kalian kesini sekarang juga!"
Raungan amarah Hu Tong bergema di aula depan.
“Goodman berencana untuk merebut posisi Patriark! Tangkap dia sekarang juga, dan manusia itu, bunuh dia di tempat!" Hu Tong menunjuk Goodman dan Zhang En saat dia memberi perintah.
Para penjaga itu saling bertukar pandang, tapi tidak ada yang berani melangkah untuk menangkap Goodman.
Mengabaikan dua identitas Goodman sebagai ahli peringkat Suku Harimau dan Pemimpin Kota Seratus Harimau, Goodman juga merupakan salah satu Tetua Suku Harimau. Bahkan jika memiliki seratus nyali sekalipun, mereka masih tidak akan berani menyinggung Goodman kecuali Patriark yang memberi perintah.
Belum lagi perselisihan Goodman dan Hu Tong bukanlah rahasia besar. Sebagai penjaga, tidak ada dari mereka yang ingin terlibat dalam persaingan di antara kedua orang ini.
Meskipun penjaga Suku Harimau tidak berani bertindak melawan Goodman, mereka masih marah ketika melihat Zhang En duduk di singgasana Patriark mereka. Kursi tahta Patriak adalah posisi tertinggi dan kepemimpinan Suku Harimau mereka, hanya Patriark Suku Harimau mereka yang memenuhi syarat untuk duduk di atas tahta kursi utama itu. Sekarang, malah ada manusia yang berani duduk di atasnya, ini adalah penghinaan buat mereka semua.
Semua penjaga itu lalu memfokuskan serangan mereka kepada Zhang En sebagai gantinya.
Melihat ini, Goodman ingin menghentikan mereka, tetapi dia di halangi oleh Hu Tong.
Dalam sepersekian detik, Hu Tong melihat manusia muda yang duduk di singgasana itu mengangkat telapak tangannya, dan dengan memutar pergelangan tangannya, aura yang seperti cincin yang bersinar melintas di udara. Semua tindakan penjaga itunlangsung berhenti.
Hu Tong tercengang melihat adegan ini. Dia tahu bahwa gerakan ini bukanlah jurus manipulasi Hukum Ruang, tetapi semacam jurus khusus pertarungan.
__ADS_1
Zhang En menggunakan jurus Tapak Buddha Pengikat Dewa untuk menghentikan penjaga Suku Harimau tetap di tempat, lalu dia mengepalkan tinjunya dan mengirim jurus Tinju Ilahi menyerang Hu Tong.
Karena merasa khawatir, Hu Tong mengangkat lengannya dengan panik untuk mempertahankan diri dari serangan mendadak Zhang En.
Tabrakan tinju Zhang En mengguncang seluruh aula depan istana, gelombang kejut dari energi yang dahsyat memaksa Hu Tong terhuyung-huyung sampai di tepi aula depan istana.
Jatuh pada posisi yang tidak menguntungkan melawan manusia adalah penghinaan besar di mata Hu Tong.
"Siapa yang berani menimbulkan masalah di Istana Kediaman-ku!"
Suara yang terdengar marah dan agung tiba-tiba terdengar d aula depan. Dari kejauhan, sosok dengan kekuatan luar biasa terlihat bersiul di udara dengan kecepatan tinggi.
Satu detik kemudian, sosok itu mendarat tepat di aula depan, getaran berdesir di tanah seolah-olah gunung yang berat telah jatuh di atasnya.
Orang ini tidak lain adalah Patriark Suku Harimau, Hu Fan, seorang ahli ranah Alam Dewa Surgawi Puncak tingkat menengah.
Begitu Hu Fan tiba, tekanan aura yang mencekik menekan Zhang En.
"Patriak!"
Goodman maupun Hu Tong serempak bergegas maju untuk menyambut kedatangan Hu Fan.
Hu Fan mengangguk bertanya, "Apa yang terjadi di sini?" Tatapannya diarahkan pada banyak penjaga yang sedang diam dan terlihat membeku di tempat.
“Patriark, manusia ini dibawa masuk ke dalam istana oleh Goodman. Ketika aku baru saja tiba di aula depan, aku melihat manusia ini sudah duduk di kursi singgasana Partriak."
Sebelum Goodman berbicara, Hu Tong memanfaatkan kesempatan itu ntuk berbicara terlebih dahulu, "Aku akan memenggal kepala manusia ini sebagai hukuman, tetapi Goodman malah mencoba menghentikanku..!"
"Apakah itu benar?"
Hu Fan memandang Goodman sambil bertanya, kilatan tajam kemarahan muncul di matanya.
-
-
-
Jangan lupa Like & Vote !
__ADS_1