Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 247. Menyelamatkan Putri Hong Xiao (7)


__ADS_3

Bahkan para ahli dan sepuluh kekuatan besar Benua Awan Bintang tercengang, Tuan Muda Sekte Dewa Bintang, Xie Dan langsung turun tangan untuk berurusan dengan penyusup yang membuat keributan di Kota mereka.


Xie Dan, seorang jenius muda Benua Awan Bintang ini dan di juluki sebagai Dewa Perang dan berada di urutan pertama diantara generasi muda lainnya, sudah lama tidak terlibat dalam pertempuran selama bertahun-tahun.


Tidak ada dianatara mereka yang membayangkan bahwa dia akan bertarung pada hari ini.


Diatas langit, Zhang En sedikit merasa tegang melihat bayangan kepalan tangan datang ke arahnya secara tiba-tiba. Dengan gerakan refleks, tinjunya juga terangkat ke depan untuk memblokir, Namun, pada saat itu, Xie Dan sudah muncul di depan Zhang En.


"Sangat cepat!"


Mata Zhang En menyipit dan Pedang Raksasa di tangannya membuat tebasan horizontal, baik dalam melakukan serangan maupun pertahanan.


Duarrrrr!


Serangan mereka bertabrakan membuat Zhang En terhuyung mundur lebih dari beberapa ratus meter ke belakang sebelum berhasil menetralkan auranya.


Meski begitu, tangan Zhang En masih seperti mati rasa karena tabrakan serangan barusan, bahkan, dia hampir kehilangan pegangan tangannya pada pedang raksasa saat ledakan itu.


Matanya menyipit mengamati pria muda yang mengenakan jubah pengantin pria brokat berwarna merah cerah, yang tidak lain adalah Xie Dan.


Sedangkan orang banyak yang berada di bawah, menyaksikan Xie Dan memukul mundur Zhang En hanya dengan satu serangan, mereka semua merasa karena lega.


“Sudah lama sejak Tuan Muda terakhir kali menunjukkan kekuatannya. Sekarang Tuan Muda menyelesaikan masalah ini dengan tangannya sendiri, itu adalah sebuah keberuntungan jika bajingan itu bisa mati di tangan Tuan Muda."


“Kehebatan Tuan Muda kita tidak tertandingi, berurusan dengan dia akan menhadapi lawannya seperti menghancurkan semut.” 


Beberapa Tetua dan murid Sekte Dewa Bintang melontarkan komentar dan pujian kepada Xie Dan.


Karena tidak ada dari mereka yang pernah melihat Zhang En, tidak satupun dari antara mereka yang mengetahui identitas Zhang En sebenarnya karena selama ini, mereka hanya pernah mendengar rumor keganasannya, tapi tidak dengan orangnya.


Xie Dan melayang tinggi di atas udara dengan tangan di belakang punggung, mendengar komentar semua orang yang ada di bawah. Dia menatap acuh tak acuh ke arah Zhang En sambil berkata, “Tadi malam, Hong Xiao mengatakan bahwa dia telah memiliki seseorang yang dia suka di dalam hatinya. Dia bilang aku bahkan tidak memenuhi syarat untuk membawa sepatu orang itu, tapi dari apa yang bisa kulihat, kau ini hanya orang biasa yang bukan apa-apa di mataku.” Jelas terlihat penghinaan dan ejekan dalam suaranya.


Alis Zhang En berkerut... bergumam, " Seseorang yang Hong Xiao sukai ...? Aku..?!"

__ADS_1


Namun, hal itu bukanlah saat yang tepat untuk merenungkan perkataan Xie Dan. Zhang En lalu menyebarkan kesadaran spiritualnya dan langsung menemukan posisi Hong Xiao yang sedang berdiri di bawah.


Zhang En milhat Hong Xiao mengenakan gaun pengantin. Hong Xiao menatap tanpa berkedip ke arah Zhang En sejak tadi, sehingga mata mereka bertemu dari kejauhan.


"Sebentar lagi, aku akan memotong semua bagian tubuhmu..! Setelah itu, mayatmu akan aku jadikan sebagai makanan lawanan anj1ng liar!" Suara marah Xie Den terdengar. 


Pada awalnya, dia berasumsi kalau orang yang disebutkan Hong Xiao setidaknya akan menjadi lawan terkuatnya, tetapi melihat kekuatan Zhang En barusan, dia benar-benar menganggap remeh Zhang En.


"Benarkah..? Aku rasa kau tidak akan bisa membunuhku.. He..He.. He!" Ucap Zhang En sambil tertawa, tetapi ekspresinya tetap dingin meskipun dia merasa sangat lega setelah memastikan bahwa Hong Xiao dalam keadaan baik-baik saja. 


Dia tahu bahwa Hong Xiao masih belum kehilangan kesuciannya, jika tidak, dia benar-benar tidak akan bisa menghadap Kakak Seniornya, Raja Hong Bei.


Dalam sepersekian detik, tangan kanan Xie Dan membentuk cakar dan menyerang ke arah dada Zhang En dengan sangat cepat, tepat mengarah ke jantung.


Jejak cakar keabu-abuan mencabik-cabik ruang sekitarnya, dan serangan cakar itu terlihat sangat cepat.


Kecepatan Xie Dan sangat cepat, mendekati Zhang En yang hampir tidak bisa melihat gerakannya. Tepat ketika cakar tangan Xie Dan beberapa inci lagi dari dadanya, Zhang En melakukan gerakan mencoba untuk menghindar, dia hampir nyaris lolos dari serangan cakarlawannya.


Meskipun begitu, jubah Zhang En di bagian dada robek dan tanda cakar sepanjang lima inci melapisi kulit di dadanya, tepat di atas jantungnya. Darah mengalir keluar dari bekas luka cakar itu.


Saat kalimatnya berakhir, cahaya gelap menyelimuti tangan Xie Dan, aura yang sangat kuat terasa saat kedua tangannya menyebarkan aura kematian yang menakutkan.


Namun, di dalam aura kematian itu, terlihat lapisan tipis benang energi berwarna hijau. Kedua energi itu muncul secara bersamaan di telapak tangan Xie Dan.


Teknik Iblis Dewa Kematian ~!


Selama era pada zaman kuno, salah satu dari enam raja kuno yaitu Raja Hantu memiliki dua bawahan yang sangat terkenal, dan salah satunya disebut sebagai 'Dewa Kematian'.


Beberapa tahun yang lalu, di dalam Kota Hantu yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun, Xie Dan juga ada di sana. Meskipun dia gagal mendapatkan warisan Raja Hantu, dia mendapatkan Teknik Dewa Kematian dan juga teknik yang sangat jahat.


Dalam beberapa tahun terakhir ini, dia diam-diam mempraktikkan dan mempelajari Teknik Dewa Kematian itu.


Hari ini adalah kesempatan besar untuknya menampilkan dan menguji teknik ini.

__ADS_1


Xie Dan menatap Zhang En dengan ganas. Dalam sekejap mata, dia menerjang ke arah Zhang En dengan kedua tangan ditekuk menjadi cakar, siap untuk menyerang.


Cakar Dewa Kematian ~!


Aura kematian bergejolak seperti awan tebal bergerak di atas langit, membentuk bayangan dewa kematian yang sangat banyak, yang juga melambaikan cakar tajam serta mengeluarkan suara mengancam dan rengekan menakutkan, menjebak Zhang En dalam lingkaran bulat tanpa memberi jalan keluar.


Mata Zhang En menjadi dingin melihat bayangan dewa kematian yang mengelilinginya, lalu, dia memicu pertahanan tubuhnya dengan menggunakan transformasi Fisik Naga Iblis. Di belakangnya, sayap Naga Iblis berwarna hitam dan sangat besar muncul di punggungnya.


Sejak Zhang En memurnikan garis darah Naga Iblis, kekuatan Teknik Naga miliknya semakin kuat.


Ketika sayap Naga Iblis muncul seutuhnya, Zhang En mengayunkan pedang besar di tangannya.


Kemarahan Naga Mengguncang Langit ~!


ROOAAARHHHHH!!!


Siluet Naga seperti yang turun dari surga bergerak dengan cepat dan menabrak bayangan dewa kematian.


Di atas langit, dua cahaya berbeda berkedip tanpa henti serta ledakan bergemuruh mengguncang langit dan menggetarkan tanah seperti gempa susulan.


Aura kematian yang tebal dan energi pembantaian yang mencekik terus bertabrakan, membentuk gelombang gelombang kejut yang menghantam Istana Kota dan daerah sekitarnya seperti gempa bumi.


Dengan setiap tabrakan ernergi yang kuat itu, tubuh Zhang En bergetar sedikit dan mundur beberapa kali. Meskipun Pedang Naga Raksasa itu adalah senjata harta karun Klan Naga kuno, dan salah satu ledang terkuat pada saat itu, kekuatan pertempuran Qi Zhang En kalah dari lawannya karena setiap dia mengayunkan pedang raksasa itu, energi Qi miliknya banyak terkuras.


Xie Dan mencibir, "Keterampilan pedangmu tidak buruk, tapi sayang sekali, kau tidak bisa mengeluarkan kemampuan penuh teknik pedangmu."


Xie Dan mengucapkan kata-kata ini untuk mengejek Zhang En, padahal di dalam hati, dia terkejut. Level kekuatannya berada di atas Zhang En.


Dari serangan awalnya, dia pikir dia bisa dengan mudah melukai dan membunuh Zhang En.


Xie Dan kemudian melesat ke depan, aura kematian berputar-putar di sekitar tubuhnya seperti gelombang amarah yang tiada henti. Simbol kecil di dahinya berkilauan saat tekanan auranya semakin tinggi, seolah dia berubah menjadi dewa kematian.


Semua orang yang ada di bawah menatap Xie Dan dengan ketakutan.

__ADS_1


"Sepertinya, aku harus bertransformasi dengan roh bela diri Nagaku dan menggabungkannya dengan Fisik Naga Iblis!" Gumam Zhang En dalam hati ketika menyaksikan momentum peningkatan kekuatan Xie Dan.


__ADS_2