Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 219. Pulau Buji


__ADS_3

Kelompok yang berjumlah enam orang itu perlahan turun dari puncak bukit.


“Aku tau, kalian berdua merasa bingung kenapa aku tidak mengambil kesempatan untuk membunuh mereka semua?” Zhang En memperhatikan ekspresi bingung di wajah Zhao Shu dan Zhang Fu, menebak keraguan yang mereka miliki yang terlintas di wajah mereka.


Mendengar Zhang En berbicara, Zhao Shu dan Zhang Fu mengangguk membenarkan hal itu.


Zhang En berkata dalam kalimat sederhana, "Musuh utamaku adalah Sekte Gagak Hitam."


Zhao Shu dan Zhang Fu keduanya tercengang pada awalnya dan kemudian mengangguk, memahami arti perkataan Zhang En.


"Tapi... Penguasa, setelah insiden ini, Sekte Gagak Hitam dan Chen Tianqi akan segera menyadari gerakan kita, mengetahui bahwa kita telah tiba di Benua Awan Bintang." Zhao Shu memperingatkan.


"Aku tidak pernah bermaksud untuk menutupi jejak kita." Zhang En menambahkan, "Aku ingin menggunakan kesempatan ini agar mereka semua tahu tahu bahwa aku berada di Benua Awan Bintang!" Kilatan tajam meledak di bola mata Zhang En saat dia mengatakan ini.


"Malam ini, kita akan beristirahat di sini." Kata Zhang En sambil melihat langit yang semakin gelap.


Zha Shu dan Zhang Fu mengangguk setuju.


Xiao Tian menimpali, "Kakak, aku akan pergi berburu beberapa Tyrant Boars!"


Zhang En tersenyum mendengar kata-kata Xiao Tian, ​​mengangguk: "Baik." Zhang En tidak mengkhawatirkan keselamatan Xiao Tian dengan kekuatannya saat ini.


Tyrant Boars adalah binatang iblis tingkat terendah dan juga binatang iblis yang paling umum di temui. Di sebagian besar daerah pegunungan atau hutan, akan selalu ada Tyrant Boars yang berkeliaran.


Zhang En baru saja menyalakan api, tapi Xiao Tian sudah kembali membawa beberapa Tyrant Boars, dua ekor Tyrant Boars di masing-masing ada ditangan dan dua ekornya lagi di atas pundaknya.


Melihat adegan ini, ketiga orang itu tertawa.


Segera setelah beberapa saat kemudian, aroma daging panggang tercium di udara.

__ADS_1


Setelah berurusan dengan daging Tyrant Boar, Zhang En beristrahat sejenak dan memasuki Kuil Gunung Dewa Emas, saat dirinya sudah berada di dalam kuil, dia mengamati dua belas patung naga dewa primordial dan berlatih Dua Belas Bentuk Dewa Naga.


Setiap saat, tubuh Zhang En terus menyerap esensi naga sejati yang dilepaskan oleh Mutiara Naga. Esensi naga sejati tidak hanya dapat meningkatkan budidaya Qi pertempuran seseorang, hal itu juga dapat memperkuat jiwa mereka.


Oleh karena itu, kekuatan spiritualnya terus tumbuh lebih kuat setiap hari.


Setelah satu jam mengamati dua belas patung kristal Dewa Naga, Zhang En menutup matanya. Gambar dua belas naga dewa primordial muncul di benaknya dan tangannya meniru gerakan mereka.


Pukulan, telapak tangan, cakar… Qi naga sejati berubah menjadi bayangan naga sungguhan didalam Kuil.


Zhang En yang tenggelam dalam berlatih Dua Belas Bentuk Dewa Naga, merasakan perubahan mendadak di Lautan Qi nya di sertai gelombang energi keluar dari tubuhnya.


Secara bertahap, gelombang kejut energi ini menyebar dari Qi naga sejati kembali ke tubuh dalam tubuhnya. Kilatan cahaya emas bersinar di pupil Zhang En saat dia membuka matanya. Merasakan kekuatan bergelombang yang melimpah mengalir di dalam tubuhnya, Zhang En mengangkat tangannya dan meninju udara.


Seperti badai yang mengamuk, angin badai itu menderu-deru sepertinya tidak pernah berhenti, diikuti oleh ledakan yang menggelegar agak jauh di depan.


Mata Zhang En berbinar merasa senang melihat hasil ini. Hanya dari tes kecil ini, dia menemukan bahwa kekuatannya meningkat setidaknya lima hingga enam kali lipat.


Di luar, langit sudah cerah dengan matahari menggantung tepat di atas kepala mereka.


"Penguasa, kau sudah keluar !" Melihat Zhang En muncul, Zhao Shu dan Zhang Fu langsung menyapa Zhang En.


Mendeteksi jejak kekhawatiran di wajah mereka, Zhang En bertanya, "Berapa lama aku melakukan latihan tertutup kali ini?"


Zhang Fu menjawab, "Penguasa Muda, kali ini, sudah sebelas hari!"


“Sebelas hari ?!” Zhang En sedikit terkejut. Dia berasumsi bahwa di dalam Kuil Gunung Dewa paling lama dia hanya berlatih hanya tujuh hari, tapi dia menghabiskan waktu selama sebelas hari.


Pada saat itu, Xiao Tian berlari ke sisi Zhang En, berkata, “Kakak, kau sudah keluar dari latihanmu! Kalau begitu malam ini kita bisa makan daging Tyrant Boar!”

__ADS_1


Zhang En terkekeh, "Malam ini, kita akan memanggang sepuluh ekor dari mereka!"


"Sepuluh hari!!" Mata Xao Tian berbinar mendengar kata-kata Zhang En.


Beberapa saat kemudian, kelompok Zhang En meninggalkan tempat itu melanjutkan perjalanan mereka.


Beberapa hari kemudian, mereka meninggalkan Perbatasan Domain Selatan Benua Awan Bintang.


•••


Markas Gerbang Naga terletak di pusat kota Benua Awan Bintang. Untuk mencapai Pusat Kota Benua Awan Bintang, kelompok Zhang En harus melakukan perjalanan dengan melewati kurang lebih dua puluh kota. Dengan kecepatan terbang mereka saat ini, mereka membutuhkan waktu dua bulan untuk mencapai Pusat Kota Benua Awan Bintang.


Meskipun Benua Awan Bintang tidak dipenuhi binatang iblis yang berkeliaran, kelompok Zhang En masih mempertahankan rutinitas perjalanan pada siang hari sambil berhenti untuk beristirahat atau berkultivasi di malam hari.


Selama satu bulan ini, Zhang En telah sepenuhnya menaklukkan semua Kumbang Mayat Beracun yang berjumlah tiga puluh ribu.


Dua bulan kemudian...


Di atas udara disebuah wilayah laut tertentu yang terletak di Pusat Kota Benua Awan Bintang, Siluet Zhang En, Xiao Tian, ​​dan yang lainnya muncul.


Setelah melakukan perjalanan selama dua bulan, kelompok Zhang En akhirnya mencapai wilayah Pusat Benua Awan Bintang.


Bagian laut ini berada di sisi timur Pusat Kota Benua Awan Bintang bernama Laut Bunga Persik. Pulau-pulau yang berada disekitar laut ini dipenuhi dengan bunga persik yang berbunga, kelopak berawarna merah muda memenuhi laut sepanjang tahun, itulah mengapa laut dinamai Laut Bunga Persik.


"Penguasa, salah satu cabang Gerbang Naga kita ada di salah satu pulau yang ada di depan, tapi orang yang bertanggung jawab atas cabang ini adalah orang kepercayaan Chen Tianqi. Chen Tianqi ini adalah orang yang menganggap dirinya selama ini adalah penguasa Gerbang Naga dan pria yang memimpin cabang Gerbang Naga di pulau itu bernama Wang Gang." Zhao Shu berkata sambil menjelaskan.


"Mari kita pergi kesana!"


Zhang En dan yang lainnya terbang ke arah yang ditunjukkan Zhao Shu sebelumnya. Cabang salah satu Gerbang Naga yang berada di Pulau ini bernama Pulau Buji yang terletak di sisi selatan Laut Bunga Persik, sebenarnya, lokasi mereka dekat dengan tempat dimana mereka muncul sebelumnya. Jadi, dalam waktu kurang dari setengah jam, mereka sudah bisa melihat Pulau Buji dari kejauhan.

__ADS_1


Berhenti diatas udara tepat di atas Pulau Buji, Zhang En dapat melihat bahwa pulau itu memiliki daratan yang luas dengan kota yang menjulang tinggi yang telah didirikan di tengah pulau. 


“Ayo turun.” Ucap Zhang En.


__ADS_2