
Kereta terbang yang dinaiki oleh Zhang En tiba di gedung Persatuan Alkemis dalam waktu dua jam.
Turun dari kereta terbang, Zhang En, Chu Bai, Chu Pai, dan murid Klan Chu lainnya berjalan menuju pintu masuk utama, melangkah masuk.
Aula utama tidak diragukan lagi dibangun dan didekorasi dengan megah, namun saat ini penuh sesak dengan orang.
Melihat sekeliling aula, Zhang En melihat sederet murid dalam jubah dengan berbagai gaya dan warna, berasal dari banyak klan dan sekte dari seluruh Alam Menengah. Ada begitu banyak orang di aula utama itu sehingga orang sulit menemukan ruang untuk lewat.
Karena kelompok Chu Pai sudah memiliki tanda Alkemis resmi dari Dunia Ghuang sebelumnya, mereka ada di sini untuk mendaftar yang berbeda dari lokasi di mana Zhang En pergi untuk penilaian. Dengan demikian, Zhang En berpisah dari murid Klan Chu, pergi sendiri.
Ketika dia sampai di aula samping pendaftaran penilaian, dia bertemu dengan dua baris antrian pamjang, dengan beberapa ratus orang di masing-masing antrian.
Zhang En mengerutkan kening. Berbaris dan menunggu orang-orang ini menyelesaikan penilaian mereka satu per satu, masih belum tiba gilirannya setelah menunggu sebulan.
"Rekan Tao, kau juga di sini untuk mengikuti ujian menjadi seorang Alkemis, kan?" Pada saat ini, seorang murid mendekati dan berbicara dengan Zhang En.
Zhang En memandang orang ini dengan aneh, tetapi menjawab, "Benar."
“Bagaimana kalau kau berbaris di tempat dua puluh dalam antrian ini, apakah kau menginginkannya? Aku bisa menjual tempat itu kepadamu.” Murid itu langsung menyatakan niatnya.
Zhang En terkejut, lalu langsung mengerti tujuan murid ini. Murid-murid ini pada dasarnya berdiri di sini untuk membuat antrian lebih panjang, lalu menjual tempat mereka kepada orang-orang yang benar-benar datang untuk mengikuti penilaian.
Namun, ini adalah kejutan baik yang tak terduga bagi Zhang En.
"Apakah kau memiliki tempat yang lebih dekat ke depan?" Zhang En mengajukan pertanyaan yang paling ingin dia ketahui.
Murid itu menatap Zhang En, lalu terkekeh dengan kilatan nakal di matanya, “Ada beberapa tempat antrian yang lebih dekat. Satu di urutan ke tujuh, satu lagi di urutan sebelas, dan ada satu lagi di urutan delapan belas, rekan Tao tertarik untuk membeli yang tempat yang mana? Kau harus tahu, semakin jauh di depan, semakin tinggi harganya.”
Zhang En bertanya tidak mau tau, "Berapa harga tempat antrian nomor tujuh?"
Murid itu mengangkat satu jarinya, berkata, "Harganya adalah satu batu roh kelas dewa."
"Semurah itu kah? " Ucap Zhang En dalam hati.
__ADS_1
Tapi, untuk orang biasa, mendapatkan satu batu roh kelas dewa, bisa di tukarkan menjadi uang sebanyak 100 juta keping emas.
Zhang En lalu melemparkan batu roh kelas dewa kepada murid.
Murid itu memandang dengan bingung ke batu roh di tangannya, tetapi di detik berikutnya wajahnya memerah karena bahagia saat dia dengan semangat membawa Zhang En ke dalam antrian nomor tujuh.
Meskipun adegan ini disaksikan oleh lebih dari beberapa orang murid Persatuan Alkemis, tidak ada yang melakukan apa pun untuk menghentikan mereka.
Jelas, karena orang-orang ini berani melakukan ini, mereka telah berkomunikasi dengan murid dari Persatuan Alkemis sebelumnya.
Karena berada di antrian ketujuh, tak butuh waktu lama giliran Zhang En dalam penilaian kali ini.
Namun, ketika dia menyebutkan namanya, mata orang yang bertanggung jawab atas pendaftarannya bernama Mengshen, tampak menyala, bertanya, "Kau juara Pertempuran Dewa, Zhang En?"
Zhang En mengerutkan kening mendengar ini, menjawab, "Ya!"
"Apa?! Dia adalah Zhang En itu!”
Dalam sekejap, Zhang En menjadi pusat perhatian di aula penilaian.
Mengshen berdiri, terkekeh penuh arti dan berkata kepada Zhang En, “Jadi, aku adalah orangnya, tetapi tampaknya, aku tidak bisa melihat apa yang hebat pada dirimu.”
Zhang En bertanya dengan santai, "Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?"
Sudah jelas dalam benak Zhang En bahwa Mengshen ini pasti diinstruksikan oleh Mou Li untuk mempersulitnya. Dia sudah menduga sejak awal bahwa Mou Li tidak akan mengizinkannya lolos dari penilaian alkemis di Dunia Ghuang.
Melihat sikap tenang Zhang En, Mengshen diam-diam terkejut, tetapi mencibir, “Zhang En, bakat kultivasimu dianggap tinggi, jadi aku bertanya-tanya apakah keterampilan alkemismu sama mengejutkannya dengan bakat kultivasimu. Untuk penilaian kali ini, selama kau dapat membuat pil Langit Surgawi di depan semua orang, aku akan menganggap kau telah lulus penilaian.!"
"Apa? Dia benar-benar menyuruh Zhang En untuk membuat pil Langit Surgawi! Bukankah persyaratan penilaian selalu membuat pil Bulan Merah?"
"Pil Langit Surgawi, bahkan Tetua Alkemis di sinipun pun tidak bisa berhasil membuatnya di tempat!"
“Sangat jelas mereka sengaja mempersulit Zhang En! Itu karena telah membunuh Xu Lang dari Sekte Menara Langit, dan Mou Li adalah Gurunya yang juga salah satu Tetua Agung dari Persatuan Alkemis Ghuang ini.!"
__ADS_1
“Mou Li adalah salah satu Tetua Agung Persatuan Alkemis tingkat tinggi dan tidak ada yang bisa mengubah aturannya, sepertinya ada pertunjukan bagus kali ini. Jika Zhang En gagal dalam penilaian kali ini, berapa banyak orang yang hadir di sini yang akan tertawa?"
Berbagai suara terdengar di aula penilaian, mulai menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa dari mereka ada yang berharap akan menonton pertunjukan yang bagus, ada juga yang marah atas nama Zhang En, sementara beberapa merasa kasihan.
Mengshen mengabaikan perkataan dan ejekan di sekitarnya, hanya menatap Zhang En, “Kenapa? Apakah kau tidak ingin mengikuti penilaian? Jangan bilang setelah mendengar persyaratan untuk lulus, kau jadi harimau penakut. Jika kau tidak punya nyali, keluarlah dari sini sekarang juga, masih banyak murid lain yang menunggu untuk mengikuti penilaian.!"
Sinar tajam bersinar di mata Zhang En. Pada saat berikutnya, tekanan luar biasa yang tiba-tiba melonjak memenuhi aula itu.
HOONNGGGGG!!!!
Menghadapi tekanan menakutkan
Zhang En, apa lagi jarak antara keduanya sangat dekat, Mengshen merasakan jiwanya bergetar, lututnya saling bertabrakan dan jatuh ke lantai.
Sekelompok murid yang berisik mengejek di belakang, bahkan sudah memucat melihat Zhang En.
"Ini adalah aura kultivasi Dewa Emas Bintang Lima !!"
“Sebenarnya Zhang En ini adalah kultivator Dewa Emas Bintang lima, bukankah rumor mengatakan bahwa Zhang En hanyalah Dewa Emas Bintang tiga saat Pertempuran Dewa?"
Semua murid yang antrian berada aula penilaian menjadi terkejut, sekaligus takut.
Meskipun sebenarnya Zhang En telah menembus ke Ranah Dewa Emas Bintang Tujuh, masih belum waktunya mengungkapkan kekuatannya yang sebenarnya untuk saat ini, sehingga dia telah menekan kekuatannya ke ranah Dewa Emas Bintang lima. Tapi meski begitu, tekanan ini sudah terlalu berat bagi murid-murid ini.
“Z-Zhang En, k-kau, apa yang ingin kau lakukan?! Apakah kau berani melakukan pembunuhan di sini?” Mengshen mendeteksi aura kematian dari tubuh Zhang En, memaksa dirinya untuk tenang meski suaranya bergetar hebat dan sudah ketakutan.
SWOOOSSSHHHH!!!
Tekanan luar biasa yang datang dari tubuh Zhang En menghilang dengan tiba-tiba, menatap Mengshen dengan suara dingin, "Aku tidak akan membunuhmu sekarang." Kemudian melanjutkan, "Bisakah kita memulai penilaiannya sekarang?"
Mendengar Zhang En setuju untuk penilaian membuat pil Langit Surgawi, Mengshen terlihat bingung, dan begitu juga semua murid yang hadir di aula itu.
Namun, setelah merasakan aura kematian mengerikan oleh tekanan menakutkan Zhang En sebelumnya, Mengshen tidak berani melontarkan kalimat ejekan lagi dari mulutnya dan mengangguk seperti anak ayam yang sedang mematuk biji-bijian.
__ADS_1