
GEMURUHHH!!!
BOOOMMMMM!!!
Beberapa planet yang hancur dikirim terbang ke arah Zhang En oleh badai ruang angkasa, memotong penghalang yang dibuatnya.
SWOOOSSSHHHH!!!
Zhang En mengelak, dan tubuh naganya berguling memutar di udara, tapi tidak terlalu mendapat cedera seperti sebelumnya.
Setelah menstabilkan posisnya, Zhang En kembali melihat raksasa itu lagi.
Raksasa itu mengangkat tombaknya lagi, membelah ruang angkasa.
BDEBARRRR!!!
BOOOMMMM!!!!
BOOOMMMM!!!
BOOOMMMM!!!
Kali ini, raksasa itu melakukan gerakan berurutan, membuat Zhang En kembali terpental lebih jauh berkali-kali.
Setiap serangan tombak raksasa itu lebih kuat dari yang seelumnya.
Meskipun Zhang En berusaha bertahan, dengan serangan berturut-turut daei raksasa itu, tubuhnya sekarang dipenuhi dengan luka, darah menggumpal di sisiknya.
Pada serangan raksasa berikutnya, tubuh Zhang En dalam bentuk naga itu akhirnya tidak tahan oleh dampaknya, meledak berkeping-keping, hanya menyisakan kepalanya.
Namun, dari bagian kepala naganya, daging Zhang En yang telah meledak dan hncur mulai pulih, menumbuhkan tubuh baru. Sisik naga baru kemudian menutupi daging barunya.
Sementara proses pemlnyembuhan tubuh baru Zhang En sedang berlangsung, sebagian besar perhatiannya masih tertuju pada raksasa yang sedang memegang tombaknya.
Raksasa itu mengangkat kapaknya lagi, mengayunkan tombaknya untuk kesekian kalinya.
Dalam pandangan Zhang En, sepertinya seluruh alam semesta ini bergetar hebat, tidak tahu apakah dia sendiri yang merasa terbalik karena ruang yang kacau atau alam semesta yang dia lihat ini yang terbalik.
Sesaat setelah itu, lingkungan sekitarnya menjadi sunyi.
Di kejauhan, celah dan retakan ruang hampa muncul di mana tombak itu jatuh disaat serangan terakhir.
__ADS_1
KRAKKK!! KRAKKK!! KRAKKKK!!!!
RUMBLEEEEE!!!
Retakan ruang semakin meluas, semakin dalam, menciptakan gelombang energi yang bergejolak yang mendatangkan malapetaka.
BOOOMMMMMM!!!
Dipengaruhi oleh gelombang kejut yang luar biasa ini, tubuh naga Zhang En yang baru saja di terbentuk meledak lagi. Potongan daging dan darah melayang di udara, hanya menyisakan tiga kristal jiwa milik Zhang En yang memancarkan pancaran cahaya terang.
Kristal Buddha memancarkan warna putih keemasan.
Kristal Naga memancarkan warna merah.
Dan Kristal Iblis memancarkn warna Hitam pekat.
Di bawah lingkungan gelap dan ruang yang sangat luas, daging naga yang berserakan perlahan berkumpul menutupi ketiga kristal jiwa Zhang En, lalu menyatu, diikuti sisik naga baru yang tumbuh dari kulitnya.
Pada saat ini, raksasa yang mengguncang alam semesta kekakacaun itu telah menghilang, menyebabkan semua lingkungan luas yang tambah kacau balau sebelumnya karena serangan tombak dari raksasa itu, secara bertahap kembali tenang dan hening.
Zhang En kembali ke wujud manusianya, lalu memasang pose meditasi dan menutup matanya sambil memulihkan tubuhnya.
Ada 15 gerakan tombak yang dia lihat secara berurutan dan berulang kali dia ulang kembali di dalam pikirannya.
Seiring waktu berlalu, jiwa dan pikiran Zhang En sepertinya menyatu dengan dunia tempat dia berada saat ini.
Aliran energi kekuatan alam dan bintang berkilauan mengalir keluar dari kedalaman alam semesta yang kacau itu, memasuki tubuh Zhang En.
1 tahun berlalu.
Zhang En benar-benar audah tenggelam dalam suasana mistis, dan terus menyerap kekuatan bintang dan energi alam dari alam semesta yang kacau tempat dia berada saat ini.
Meski begitu, karena energi yang dibutuhkan tubuhnya lima kali lipat dari orang biasa untuk berkultivasi, kultivasinya sekarang akan membawanya ke puncak Dewa Emas Bintang 6.
Pada saat yang sama, ketiga kekutan Buddha, Iblis dan Naga di lautan jiwa Zhang En sedang mengalami perubahan, memancarkan cahaya yang kuat.
Sementara dia sedang dalam keadaan menyerap energi bintang dan energi alam kekacauan itu, Tian Fu yang saat ini berada di lantai enam tidak dapat lagi menahan serangan angin iblis dan api suci iblis di tempat itu, sehingga dia dikirim ke dunia luar dari dalam menara lantai enam.
Di luar menara, perhatian orang banyak masih fokus pada lantai dua belas ketika Tian Fu dikirim keluar.
Ketika orang banyak melihat wajah ini, kebanyakan dari mereka terkejut.
__ADS_1
“Bukankah itu Tian Fu?!”
“Bukankah dia naik ke lantai delapan? Atau, mungkinkah yang ada di lantai delapan bukan dia?!”
Gelombang pembahasan akan hal ini menyebar luas dalam kerumunan.
Patriark klan iblis, Mu Jing, juga sama terkejutnya dengan semua orang, karena dia juga berpikir bahwa Tian Fulah yang telah memasuki lantai kedelapan. Siapa sangka Tian Fu malah di kirim keluar dari lantai enam.
Alis Mu Jing sedikit berkerut, berkata, "Mungkinkah Yang Xue yang berada di lantai delapan?"
Salah satu Tetua bernama Mu Ru dengan cepat setuju, “Mungkin saja. Sepertinya kita salah menebak, Yang Xue sebenarnya adalah orang yang saat ini berada di lantai delapan.”
Beberapa hari lagi berlalu sementara semua orang banyak di luar menerima kenyataan bahwa orang yang saat ini berada di lantai delapan tidak diragukan lagi adalah Yang Xue, ketika tiba-tiba, sosok lain dikirim keluar dari lantai enam lagi
Melihat orang yang baru saja muncul, kerumunan terlihat bingung.
"Yang Xue?!"
"Bagaimana mungkin itu dia ?!"
Semua tempat itu sekarang dipenuhi pertanyaan.
Melihat ini juga, alis lebat Mu Jing berkerut erat dan bertanya pada diri sendiri, "Kalau di lantai delapan juga bukan Yang Xue, lalu siapa?
Semua Tetua yang ada di sekitar Mu Jing juga saling bertukar pandang dalam diam, memasang wajah yang serius. Sedangkn semua Patriark Klan dan Pemimpin Sekte lainnya memasang ekspresi serius yang sama.
Saat ini, sejumlah orang bertanya-tanya apakah orang di lantai dua belas itu adalah Mu Hawk.
Di tempat lain, seorang Tetua tingkat tinggi dari Sekte Menara Langit, yang juga telah datang karena undangan Mu Jing, yang tidak lain adalah Mou Li terlihat ragu-ragu sebelum berbisik kepada Patriak Sekte Menara Langit, Zheng Yan, "Ketua Sekte, menurutmu, apakah orang yang berada di lantai dua belas adalah bajingan Zhang En itu?"
Wajah Zheng Yan berubah menjadi gelap dalam sekejap, tetapi pulih dengan sangat cepat, menggelengkan kepalanya karena tidak setuju, “Mou Li, kau terlalu banyak berpikir, tidak mungkin itu adalah Zhang En. Jika itu adalah dia, menurutmu, apakah keberadaan Zhang En ini dapat disembunyikan dari klan iblis? Selain itu, kita telah mengetahui sebelumnya bahwa Zhang En sedang menuju ke Alam Iblis ini. Aku juga telah memerintahkan Tetua kita beserta murid cabang kita untuk mengawasi setiap orang yang masuk melalui gerbang kota dan di sekitar menara ini. Tapi bocah Zhang En itu tidak pernah terlihat keberadaannya.
Mou Li mengangguk sejenak, lalu menjawab, "Mungkin hanya aku yang terlalu banyak berpikir."
Berapa hari lagi berlalu.
"Lihat!!! Lantai sembilan bersinar!"
“Ini artinya ada seseorang yang memasuki lantai sembilan, tapi siapa?!”
Saat itu juga, semua orang di kerumunan mulai membuat keributan lagi.
__ADS_1