Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 715 - Pergi Melanjutkan Pengembaraan


__ADS_3

Akan tetapi, sebelum melakukan pengembaraan di Alam Iblis, Zhang En harus menunggu setelah dia menikah dengan Lue Hue.


(NB : Lie Hue saya ganti jadi Lue Hue, karena terkadang author salah ngetik Lie menjadi Lue. Mohon dimaklumi.)


Zhang En lalu memanggil semua anggota Klan Zhang untuk memasuki Artefak Gunung Harimau dan berkultivasi di dalamnya. Lagi pula, tingkat energi spiritual yang luar biasa di dalam artefak itu sangat bermanfaat bagi kultivasi mereka semua dalam meningkatkan kekuatan, tetapi yang paling penting dari semuanya, bahkan jika ada musuh dari Sekte Menara Langit datang saat ini juga, selama itu bukan berada di Ranah Dewa Emas Bintang 10, Zhang En tidak perlu khawatir untuk keselamatan seluruh anggota klannya dan bisa bertempur seorang diri.


Kemudian Zhang En menghabiskan beberapa waktu berbicara untuk mengarahkan dan memberi petunjuk pada kultivasi setiap orang, lalu mencari ruang tersembunyi melanjutkan kultivasinya juga.


....


Zhang En perlahan membuka matanya.


Dia merasakan peningkatan yang signifikan dalam kultivasinya, terutama pada tiga kekuatan Buddha, Iblis dan Naga dalam jiwanya yang tampaknya mengalami semacam perubahan, menjadi lebih lebih kuat.


Hari pernikahan Zhang En dan Lue Hue akhirnya tiba.


Setelah Istana Klan Zhang telah dibangun kembali, Kediaman Klan Zhang telah memulihkan kemegahan sebelumnya. Bahkan, seluruh istana Klan Zhang bahkan lebih megah dari sebelumnya, dipenuhi dengan suasana meriah.


Sebelumnya, karena Klan Yu dan Klan Tang menyerang Klan Zhang, tidak banyak orang yang berani hadir di pernikahannya waktu itu.


Namun, kali ini, para pembudidaya dari seluruh Alam Menengah dan Alam Bawah, datang ke Dunia Zhang En untuk menghadiri pesta pernikahan Zhang En, dengan membawa hadiah.


Pesta dengan orang banyak seperti itu belum pernah terjadi di seluruh Alam Mennengah dan Bawah selama jutaan tahun.


Hadiah ditumpuk setinggi beberapa gunung, berbaris di samping satu sama lain.


Par pelayan Klan Zhang sampai-sampai memesan sebuah ruang kotak yang sangat langka dan bisa menyimpan dan menempatkan hadiah-hadiah ini dalam jumlah bnyk, tetapi seiring berjalannya waktu mereka menyadari bahwa ruang kotak itu jauh dari cukup.


Setelah melalui serangkaian ritual pernikahan yang meliputi upacara membungkuk dan upacara minum teh dalam adat pernikahan, kedua orang tua Lue Hue dan yang lainnya dengan senang hati mengantar Lue Hue ke kamar pengantin, sementara Zhang En ditinggalkan untuk menemani para tamu yang bersulang di jamuan makan.


Semua Pemimpin Sekte, Patriark Klan, dan Tetua tingkat tinggi yang hadir dalam perjamuan itu, semuanya terlihat bingung ketika bersulang untuk Zhang En, mereka membungkuk dengan gugup sambil mengucapkan kata-kata sanjungan dan berkata hati-hati seolah-olah di hadapan Zhang En, mereka takut Zhang En akan tersinggung dan akan kesal dengan mereka, sehingga akan membantai mereka semua.

__ADS_1


Kegelapan secara bertahap menutupi langit, dan para tamu yang hadir semuanya mengucapkan selamat tinggal dan pergi kembali ke Klan, Sekte dan dunia mereka masing-masing.


Setelah semua orang pergi, Zhang En berjalan ke sebuah Mansion megah yang telah dihias, berhenti di depan kamar pengantin. Telapak tangannya mendorong membuka pintu di depannya dan melangkah ke dalam di mana Lue Hue telah lama menunggunya, duduk di tepi ranjang pengantin.


Meskipun mereka berada di posisi dalam ruangan yang sama, Zhang En dapat mendengar detak jantung mengebu-gebu Lue Hue.


Zhang En kemudian perlahan mendekati Lue Hue, yang sepenuhnya masih mengenakan gaun pengantin, dan duduk di depannya, menyebabkan detak jantung wanitanya menjadi lebih cepat.


Zhang En lalu melepas syal yang menutupi kepalanya, memperlihatkan wajah cantik Lue Hue, yang sedikit merah karena malu.


Zhang En dengan lembut memanggil namanya, "Hue'er."


"Mmm," Jawab Lue Hue, hampir tidak bisa bersuara. Seolah-olah apa yang akan terjadi selanjutnya berkelebat di benaknya, wajahnya yang lembut berubah menjadi merah seperti apel.


Zhang En beringsut lebih dekat, mendekatkan bibirnya ke telinganya, berbisik, "Malam ini, kau akan menjadi milikku seutuhnya. Hehehee!."


Tubuh langsing dan montok Lue Hue menggigil mendengar bisikan Zhang En, rasa malu seorang gadis sepenuhnya ditampilkan di wajahnya yang halus. Telinganya merah sampai ke daun telinganya.


Zhang En bisa merasakan suhu tubuh Lue Hue yang meningkat.


Karena sudah merasakan hawa keinginan yang tak terbantahkan, tangan kekar Zhang En mulai berkeliaran nakal


Seiring berjalannya waktu, kedua tangan Zhang En telah menyalakan api asmara di tubuh Lue Hue di mana pun kedua tangan itu menyentuh setiap lekuk di tubuhnya, menyebabkan napasnya perlahan menjadi berat terputus-putus.


Kepalanya Zhang En menunduk, setelah itu bibirnya bertemu dengan sepasang bibir merah ceri Lue Hue, mengirimkan getaran aduhai ke tubuh Lue Hue.


Mereka berdua menjadi asyik saat menempelkan bibir mereka dan semakin dalam, seolah-olah mereka telah menyatu dengan langit dan bumi, melupakan segalanya. Perlahan, tidak tahu siapa atau kapan, pakaian mereka telah terlepas dan bertumpuk di kaki mereka, menyisakan kulit mereka yang saling menempel erat.


Tatapan Zhang En menelusuri setiap inci kulit putih yang seperti batu giok namun memiliki rona merah muda yang terlihat. Menatap setiap lekuk tubuh Lue Hue yang memesona, gunung kembar tinggi, bulat dan besar, memacu adrenalin tombak Zhang En yang sudah memanjang dan mengeras, bersiap untuk mencari sasarannya.


Sedangkan Lue Hue, pandangannya sekarang dipenuhi dengan pahatan otot-otot kekar Zhang En, terutama saat melihat tombak nan panjang milik Zhang En yang sangat besar, membuat wajahnya merah tak terkendali.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, rintihan dan erangan lembut terdengar dari kamar pengantin serta memenuhi ruangan itu.


Mereka melakukan pertempuran mereka entah sudah berapa kali dan berapa lama di dalam ruangan itu.


...


Satu minggu akhirnya berlalu.


Zhang En dan Lue Hue akhirnya keluar dari kamar pengantin.


Ketika mereka memasuki aula dan melihat semua orang di sana dengan mata merah menatap mereka berdua, mereka berdua tidak bisa menahan diri untuk tidak memasang wajah memerah.


Para pemuda nakal yang berada di dekat Zhang En, diam-diam memberi jempol pada Zhang En.


Zhang En memutar kepalanya dan pura-pura tidak melihat.


Selanjutnya, mereka mengadakan perjamun makan seluruh anggota Klan, bercanda dan bergurau.


Dalam sekejap mata, satu bulan berlalu.


Dalam satu bulan ini, hari-hari Zhang En dihabiskan menemani istrinya untuk berkultivasi, serta memberi bantuan kepada seluruh anggota Klannya dalam kemacetan kultivasi mereka masing-masing.


Selain itu, Zhang En juga tidak lupa berkultivasi dan meningkatkan potensi semua kekuatan apinya dan menyerap energi api baru yang terbentuk dari mereka, sementara malam harinya, Zhang En menghabiskan waktunya dengan bertempur dengan Lue Hue di atas ranjang. 


Di sela-sela itu, dia juga tidak lupa membawa Lie Hue dan yang lainnya melakukan perjalanan kecil di sekitar Dunia mereka.


Waktu berlalu dan satu bulan lagi berlalu.


Kultivasi Zhang En sekarang meningkat secara signifikan. Apa lagi setelah penggabungan energi Yang dan Yin di atas ranjang, Zhang En memperoleh bagian dari esensi Yin milik Lue Hue, sehingga kecepatan kultivasinya menjadi lebih cepat. Peningkatan ini bahkan lebih jelas melihat kultivasi Lue Hue yang juga bertambah cepat karena telah memiliki esensi energi Yang milik Zhang En di dalam tubuhnya.


Beberapa hari kemudian, Zhang En mengumpulkan semua anggota Klan Zhang dan pamit untuk kembali melanjutkan pengembaraannya. Kemudian, dia meninggalkan Alam Bawah menuju Alam Iblis.

__ADS_1


Sebelum pergi, dia membuat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Long Xioba, Master Kun, serta kepada semua bawahannya untuk menjaga Klannya selama kepergiannya.


__ADS_2