Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 49. Penyergapan


__ADS_3

Zhang En akhirnya meninggalkan sekte, dia tidak menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk sampai ke kota Tianjin. Karena dia ingin berjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan alam setiap tempat yang dia lalui.


Tidak terasa, sudah setengah hari dia terus berjalan tanpa henti. Ketika dia sudah merasa lelah, ditengah perjalanan Zhang En akhirnya berhenti disebuah telaga dan disana tidak terlihat ada orang sedikitpun di telaga itu, dia kemudian melepas lelahnya di salah satu sudut telaga yang teduh sambil mengeluarkan peta untuk melihat dan menandai jalan yang akan dia lalui.


Setelah tenaganya sudah pulih, dia kembali melanjutkan perjalanannnya. Beberapa saat setelah meninggalkan telaga, Zhang En melewati beberapa jalan setapak dan menyusuri jalan itu. Pada saat yang sama, ada beberapa kelompok berjubah hitam tanpa sengaja melihat Zhang En, mereka kemudian terbang diatas pohon dan berhenti disana menunggu Zhang En melewati tempat itu.


Zhang En yang sedang melewati jalan itu tiba-tiba berhenti. Ekspresi wajah yang tenang di wajahnya juga perlahan menghilang menjadi waspada karena dia merasakan firasat buruk saat hendak melewati jalan berbelok yang ada di depannya.


Swoosh!


Pada saat langkah Zhang En berhenti, sebuah suara ledakan keras yang sangat besar terdengar. Ternyata sebuah panah meleset meledak saat melewati bagian atas kepalanya dan mengenai salah satu pohon dan meledak seperti kilatan petir. Tidak hanya sampai disitu saja, dari arah yang dia tidak ketahui, sebuah panah kembali melesat mengarah punggung Zhang En dari belakang.


Serangan mendadak itu menyebabkan ekspresi wajah Zhang En mulai tegang dan saat dia menoleh ke belakang dan berbalik, dia melihat sebuah panah mengarah kepadanya dan melihat panah itu sudah mendekatinya dan dia sepertinya tidak punya waktu lagi untuk menghindar.


Pada saat kritis dan dalam keadaan posisi tidak siap, Zhang En berusaha menenangkan pikirannya agar tidak panik. Tanpa berpikir panjang, Zhang En mengeluarkan Energi Qi yang padat keluar dari tubuhnya sambil mengeluarkan jurusnya.


"Jurus Auman Naga"


"Roaaarrrrr!"


Panah itu seketika berhenti di udara, hanya setengah inci panah itu hampir menembus tubuhnya. Udara disekitarnya samar-samar tercium bau menyengat dan terlihat dari ujung panah itu ada noda hitam. Ternyata panah itu telah diolesi dengan racun mematikan dan jika Zhang En terkena, sudah dipastikan dia pasti akan tewas seketika terkena racun dari panah itu.


"Seseorang ingin membunuhku dengan panah mematikan ini" ucapnya.


Saat pikiran itu melintas di benaknya, Zhang En segera mundur kebelakang dan saat itu juga panah yang melayang di depannya jatuh ke tanah. Tiba-tiba, hembusan udara disertai ledakan kembali terdengar di sekelilingnya di sertai hujan panah mengarah kepadanya dengan cepat.


Dengan memasang ekspresi dingin terlihat di wajahnya, Energi Qi yang sangat padat dan kuat bergelombang di sekitar Zhang En. Dia perlahan-lahan memperluas Energi Qi untuk memprediksi serta merasakan arah lintasan semua panah yang melesat ke arahnya dan setelah itu dia dengan lincah menghindarinya.

__ADS_1


Swoosh Swoosh Swoosh


Anak panah itu tidak mengenai Zhang En dan hanya mengenai menembus pohon di sekitarnya hingga roboh.


Duarrr-!


Saat ini juga, sebuah tatapan dingin terlihat di matanya. Zhang En lalu menggerakan kedua tangannya dan terlihat energi keluar dari telapak tangannya saat sepuluh bayangan hitam segera terbang keluar dari tempat persembunyian mereka. Zhang En lalu bergerak secepat kilat menebas mereka semua sekaligus.


Jurus Seni Pedang Naga Surgawi


Wooosh wooosh wooosh


Sesaat setelah Zhang En memberi serangan penuhnya, suara rintihan terdengar lalu sepuluh pria berjubah hitam yang memegang busur jatuh dari atas pohon dan tewas ambruk ke tanah dengan luka lebar di bagian leher mereka.


"Sekte Gagak Hitam” sontak Zhang En terkejut melihat lambang di jubah yang mereka kenakan.


Ketika dia melihat lambang pada jubah hitam yang mereka kenakan, ekspresi wajah Zhang En sedikit berubah menjadi marah. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu orang-orang dari sekte gagak hitam saat pertama sekali keluar dari sektenya.


Ekspresi Zhang En yang terlihat marah lalu menatap ke arah suara itu dan tatapannya menjadi sedingin es saat dia menoleh, dia melihat dua orang pria tersenyum padanya dari jarak dekat.


"Kau!"


Ketika Zhang En melihat pria muda di sebelah kiri, alisnya berkerut. Secara alami, dia tahu bahwa ke dua orang ini adalah pria yang pernah memimpin kelompoknya mencari masalah dan mengeroyoknya pada saat dia akan mengikuti turnament kekaisaran.


Dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan mereka tanpa dia duga saat ini. Dari jubah yang mereka kenakan, mereka berdua saat ini jelas bahwa berasal dari sekte gagak hitam.


Setelah Zhang En memperhatikan mereka sejenak, dia melihat keduanya setidaknya sudah berada di ranah pendekar tahap suci menengah satu tingkat di bawahnya. Baru setahun lebih sejak mereka bertarung, kultivasi mereka sekarang sudah meningkat pesat.

__ADS_1


“Kamu memang hebat. Hanya dalam satu gerakan saja, Kau telah membunuh sepuluh anggota kami. Kami saat ini akan mengambil nyawamu." Pria itu berkata sambil tersenyum. Namun, sesuatu yang terkandung dalam senyumannya terlihat ada niat tersembunyi dan membunuh.


Zhang En menarik napas dalam-dalam. Di wajahnya yang tenang, ekspresi yang sulit diartikan muncul saat dia segera menginjak tanah dan menyerang ke arah pemuda itu dan rekannya.


“Aku takut hanya dengan kalian berdua, kalian tidak memiliki kualifikasi untuk membunuhku!”


Melihat bahwa Zhang En benar-benar mengambil inisiatif untuk menyerang mereka duluan, wajah seram muncul di wajah salah satu pemuda itu dan duluan bergerak mendahului rekannya untuk bertarung dengan Zhang En.


Pemuda itu mengambil langkah maju saat aura Qi yang kuat menyembur keluar dari dalam tubuhnya. Dia langsung mengeluarkan tinjunya dengan Kekuatan penuh sehingga gelombang suhu udara di sekitarnya menjadi kacau.


Pemuda itu menyambut Zhang En dangan meninju kedepan. Dia berencana untuk memberi Zhang En sebuah pukulan telak.


Tinju yang disertai gelombang Qi dahsyat yang menakutkan dengan cepat mengarah di wajah Zhang En. Namun, dalam sekejap dan gerakan terlihat, telapak tangan Zhang En tiba-tiba berubah menangkis tinju pemuda itu. Zhang En lalu meraih pergelangan tangan pemuda itu dengan menariknya kebelakang menyebabkan tubuh pemuda itu tertarik ke depan.


Dengan cepat, Zhang En menendang ke atas dengan keras menghantam leher pemuda itu.


Tendangan Zhang Ebbegitu cepat membuat lawannya sendiri panik sejenak. Namun, dia langsung mendapatkan kembali situasinya saat tangannya buru-buru memutar badannya dan memukul kaki Zhang En dengan tinjunya.


Baam-!


Tinjunya berhasil memukul keras lutut Zhang En dan malah dia merasakan sakit ditangannya. Dia merasa seperti telah memukul sebuah batu besar yang kokoh. Namun, dia juga berusaha untuk segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak dengan Zhang En.


Kemudian dia dengan marah menyerang ke depan menggunakan tinjunya. Zhang En tidak mau kalah, di juga melompat ke depan menggunakan tinjunya.


BOOM!


Tinju mereka saling bertemu sehingga gelombang kejut yang kuat meledak di udara. Zhang En masih berdiri tegap di tempatnya sementara lawannya terhuyung mundur beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


"Tahap suci tingkat akhir!" pemuda itu terkejut setelah melihat kekuatan yang sangat mendominasi dari Zhang En.


Jangan lupa like dan vote jika berkenan karena dengan begitu kalian sudah mendukung saya untuk tetap menulis dan juga memberikan support kepada saya. Terimakasih!


__ADS_2