Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 254. Paviliun Bunga Anggrek (5)


__ADS_3

“Terima kasih banyak atas pujiannya saudara Tang. Perjalanan ke Kota Moli ini, aku benar-benar akan mendapat keuntungan yang sangat berlimpah! ” 


Setelah mengucapkan beberapa kata, sosoknya menghilang dari dalam ruangan Paviliun Bunga Anggrek. She Dong langsung keluar dari Kota Moli dan terbang dengan kecepatan sangat tinggi menyusul ke arah kelompok Zhang En.


Tidak butuh waktu lama untuk menyusul kelompok itu.


Saat melihat mereka, She Dong mempercepat gerakannya dan melayang dengan anggun, mendarat tepat di depan kelompok Zhang En dengan tangan tergenggam di belakang punggungnya. Dia menggunakan punggungnya untuk membelakangi Zhang En, meniru gaya seperti seorang ahli hebat yang datang dari surga.


"Bajingan kecil, kenapa kau ingin pergi begitu cepat?" She Dong terkekeh dengan niat jahat yang tidak disamarkan saat dia perlahan berbalik, melihat ke arah Zhang En dan Putri Hong Xiao.


Tapi, tepat saat kata-katanya keluar dari mulutnya, entah dari mana, sebuah gelombang aura hantu yang sangat kuat menyelimuti She Dong dari segala arah, disertai dengan teriakan hantu yang tak ada habisnya.


She Dong terkejut saat melihat segerombolan makhluk roh jahat menuju ke arahnya.


''Apa yang terjadi ?!' Kemudian sebuah kemungkinan muncul di benaknya, "I-ini, formasi array ?!"


Dengan cepat, dia mengumpulkan Qi miliknya, tangannya menyerang ke depan mengirimkan beberapa jejak telapak tangan berwarna hijau menembus udara, meledakkan semua roh jahat yang datang ke arahnya menjadi asap.


"Bajingan kecil, aku tidak berharap kau memiliki alat roh yang bisa mengatur formasi susunan formasi array!" Tawa She Dong menjadi buruk, "Sepertinya, setelah membunuhmu, alat roh formasi array itu akan menjadi milikku!" Sepuluh jarinya menekuk menjadi cakar, ingin menebas Zhang En.


Jejak cakarnya menembus ruang dan mencapai Zhang En dalam sekejap mata.


Sebelum serangan She Dong mengenai Zhang En, aura hantu yang sangat pekat bermunculan di sekitar Zhang En, aura hantu berubah menjadi roh jahat yang tak terhitung jumlahnya memblokir serangan cakar She Dong. Pada saat yang bersamaan, siluet Zhang En menghilang dari dalam formasi array.


Berdiri di luar formasi array, Zhang En menyaksikan She Dong dikepung oleh roh jahat yang tak terhitung jumlahnya dengan tatapan mata yang mirip seperti Elang.


Dalam periode beberapa bulan ini, Bendera Hantu milik Zhang En telah menelan sejumlah besar jiwa ahli Pertapa Dewa dan mengubahnya menjadi roh jahat yang ada di dalam bendera, Hal itu juga sangat meningkatkan kekuatannya. Aura hantu yang dipancarkan bisa berubah menjadi roh jahat yang memiliki kekuatan setara dengan ranah Pertapa Dewa tingkat awal.


Meskipun hantu ini tidak mungkin bisa membunuh She Dong, yang merupakan seorang ahli Pertapa Dewa puncak tingkat tinggi, dengan formasi array hantu itu sudah cukup untuk menjebaknya dalam beberapa waktu.


Zhang En sudah memasukkan hal ini dalam perhitungannya bahwa She Dong ini akan mengejar mereka, dan dalam perjalanan mereka tadi, dia telah mempersiapkan formasi Array Bendera Hantu untuk dia gunakan.

__ADS_1


"Dasar baj1ngan, sebaiknya kau keluarkan aku sekarang juga, jika tidak, saat aku menghancurkan formasi ini, jangan pernah kau bermimpi untuk memohon agar cepat mati!" Dari dalam barisan foramsi hantu itu, teriakan She Dong bergema saat tangannya membanting ke bawah, sekali lagi dia menghancurkan segerombolan hantu yang terbang ke arahnya.


"Benarkah?" Zhang En mencibir. 


Dengan melambaikan tangannya, Koloni Kumbang Mayat Beracun terbang dan masuk ke dalam formasi array. Setelah itu, Kumbang Mayat Beracun itu bergegas mengelilingi She Dong.


Di dalam formasi susunan array, She Dong baru saja menghancurkan sekumpulan hantu dan bersiap untuk mencari letak pusat formasi yang menghalanginya sehingga dia bisa keluar dari susunan formasi ketika serangga hitam yang tak terhitung jumlahnya datang ke arahnya. 


Dengan reaksi yang refleks, She Dong memukul ke arah serangga hitam itu dengan telapak tangannya. Dia berasumsi bahwa serangga hitam itu juga makhluk yang diciptakan oleh formasi susunan dan tidak terlalu memikirkannya.


Detik berikutnya, dia menyadari bahwa setelah terkena kekuatan telapak tangannya, serangga hitam itu tetap tidak terluka selain terlempar kebelakan beberapa meter, lalu dengan cepat kembali terbang ke arahnya lagi.


She Dong mengerutkan kening, dia berusaha menyerang dengan menggunakan kedua telapak tangannya pada serangga yang masuk untuk kedua kalinya, bahkan meningkatkan kekuatan serangannya menjadi seperempat dari kekuatannya, tetapi yang membuatnya ngeri, serangga hitam itu masih tetap utuh.


"Ini, tidak mungkin!" Ucapnya kaget.


Kemudian sebuah pikiran muncul di benaknya, 'Mungkinkah?! Serangga hitam ini adalah Kumbang Mayat Beracun?" Ada getaran kecil dalam suara She Dong saat mengatakan hal itu.


Awalnya, She Dong berpikir bahwa dia salah menebak, tetapi setelah mendengar ucapan Zhang En, dia benar-benar merasa harapan terakhirnya untuk bertahan hidup langsung sirna.


“Kalau begitu,,, K-kau adalah Zhang En!” She Dong kembali menyerang serangga hitam itu dengan kedua telapak tangannya, ada sedikit ketakutan dalam nada suaranya.


"P-penguasa Sekte Gerbang Naga, Zhang En.!"


Akhirnya, rasa takut meenutupi wajah She Dong. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan memprovokasi seorang yang akhir-akhir ini terkenal dan sangat menakutkan..


"Ahhh... Kalau begitu, saudara muda ini adalah Penguasa Sekte Gerbang Naga" Secara tiba-tiba, She Dong mengubah nadanya, dia tertawa ketika dia menyatakan niat baiknya, “Ada kesalahpahaman diantara kita sebelumnya, aku harap saudara muda ini dapat melupakan masalah yang terjadi di antara kita. Seperti kata pepatah, bertukar pukulan bisa mengarah pada persahabatan. Jika saudara muda masih tertarik dengan empat batang Rumput Dewa Naga, aku akan memberikan kepadamu sebagai hadiah."


Tidak ada jawaban yang datang dari Zhang En, namun, serangan dari Kumbang Mayat Beracun semakin menggila saat menyerbu dirinya.


Dibandingkan dengan waktu pertempuran sebelumnya, Kumbang Mayat Beracun saat ini, dalam hal kecepatan, pertahanan, dan serangan, jauh melebihi keadaan mereka sebelum-sebelumnya. Zhang En menebak bahwa She Dong ini tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.

__ADS_1


Benar saja, seperti yang diprediksi Zhang En, She Dong mengalami kesulitan saat mencoba menghindari gigitan dan serangan Kumbang Mayat Beracun yang menyerang dari segala arah, dia hampir digigit oleh mereka beberapa kali. 


Perkataan serta niat baik yang dia tunjukkan kepada Zhang En sebelumnya dengan cepat digantikan oleh kutukan keras.


"B4ngsat, dengan membunuhku, Sekte Pintu Misterius akan segera tahu, Mereka tidak akan melepaskanmu!"


“Cepat keluarkan aku dari dalam formasi ini!” She Dong berteriak sekuat tenaga.


Zhang En tetap diam dan mengabaikannya.


Beberapa saat kemudian, She Dong yang terperangkap di dalam Array Lautan Hantu dan Roh Jahat, menjadi makanan bagi Kumbang Mayat Beracun yang perlahan menggigit dan menggerogoti dagingnya. Perjuangan, ketakutan, kesakitan, derita, dan jeritannya membuat ketiga wanita yang tidak jauh dari Zhang En memandang adegan ini dengan wajah yang pucat pasi.


Meskipun ketiga wanita itu merasa bahwa She Dong pantas mati, mereka tidak dapat membayangkan metode Zhang En terlalu kejam, sampai-sampai mereka merasa ngeri.


Setelah Kumbang Mayat Beracun melakukan pekerjaan mereka, Zhang En melakukan segel tangan pada formasi Bendera Hantu miliknya untuk menelan jiwa She Dong, mengubah jiwanya menjadi roh jahat.


Setelah itu, Zhang En mengambil dan membuka cincin spasial milik She Dong. 


Isi cincin itu dipenuhi dengan koin emas yang menggunung, juga berbagai pil roh, ramuan tanaman obat dan lain sebagainya. 


Sebagai Tetua Agung Sekte besar di Benua Awan Binatang ini, kekayaannya bukanlah sesuatu yang bisa dibandingkan dengan Tetua Sekte yang biasa-biasa saja.


Di antara tumpukan tumbuhan dan ramuan itu, Zhang En menemukan empat batang Rumput Dewa Naga.


“Kakak Zhang, apakah kita akan pulang ke Sekte kakak milikmu?” Putri Hong Xiaofei bertanya.


“Tidak,” Zhang En menggelengkan kepalanya, “Kita kembali mengunjungi Paviliun Bunga Anggrek!”


***


Pada saat ini, di salah satu ruangan yang ada di dalam aula Paviliun Bunga Anggrek, Tang Li sedang menyesap teh sambil menunggu kepulangan She Dong.

__ADS_1


__ADS_2