Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 609 - Dunia Tungau


__ADS_3

Mendengar ini, hati Zhang En terasa bergetar, kesedihan karena perpisahan dari Gurunya berdesir di hatinya.


Setelah hening sejenak, Dewi Hao Shie mengeluarkan satu armor dan tombak hitam, berkata, “Ini adalah Armor dan tombak Dewa Air yang aku temukan di masa lalu. Aku juga memberikannya kepadamu.”


Mulut Zhang En bergerak, tetapi tidak ada kata yang terucap, diam-diam menerima armor dan tombak hitam itu.


Selanjutnya, Dewi Hao Shie juga mengingatkan Zhang En banyak hal lain, termasuk di mana harta Sekte Hao Shie berada dan metode rahasia untuk membukanya.


Satu jam kemudian, merasa bahwa dia tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan kepada Zhang En, Dewi Hao Shie berkata, “Kau kembali dulu. Besok, ketika aku pergi, datanglah menemuiku.”


Zhang En mengangguk, lalu memberi hormat lalu berbalik untuk pergi ke tempat kediamannya.


Kembali ke kediaman tempat tinggalnya, Zhang En melompat dan duduk di atap. Entah bagaimana, dia menghabiskan malam di atap otu sampai pagi tiba dan dia menuju Kediaman Dewi Hao Shie. Ketika dia tiba, tiga puluh lebih pelayan Hao Shie sudah ada di sana.


Melihat Zhang En tiba, seperti yang telah dia lakukan berkali-kali dalam satu setengah tahun terakhir, Dewi Hao Shie memegang tangan Zhang En dengan senyum lembut di wajahnya. 


Setelah menasihati Zhang En tentang beberapa hal yang sudah dia katakan kemarin, dia memanggil semua pelayannya ke depannya, memberitahu mereka untuk memperlakukan Zhang En seperti mereka memperlakukannya setelah dia pergi dari Alam Dewa menuju Alam Surga tertinggi atau Alam Ilahi.


Semua pelayan ini adalah anak yatim yang diambil oleh Dewi Hao Shie dan mengasuh mereka semua, dan dengan demikian, instruksinya sangat mereka patuhi dengan sangat hormat.


Mengetahui bahwa tuan mereka akan pergi, masing-masing dari mereka meneteskan air mata, isak tangis dan tangisan memenuhi aula kediaman Dewi Hao Shie.


Setelah dia menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, Dewi Hao Shie berbalik dan terbang ke udara, merobek ruang hampa dan menghilang. 


Para pelayan itu menangis lebih keras dan tersedu-sedu.


Zhang En tetap berdiri di tempatnya untuk waktu yang lama. 


Perlahan-lahan, para pelayan itu berhenti menangis dan Zhang En memerintahkan mereka, "Semuanya, bubar."


Para pelayan itu menyeka air mata dari wajah mereka dan dengan hormat mengakui perintahnya, pergi ke arah yang berbeda.


...


Beberapa hari kemudian.

__ADS_1


Puncak Istana Gunung Hao Shie kembali tenang dam damai seperti sebelumnya.


Zhang En menyesuaikan kembali keadaan emosinya, lalu mulai mencoba menemukan Batu Dewa Air yang ada di Dunia itu menggunakan Teknil Pengorbanan Darah.


Namun, hasilnya mengecewakan. 


Setelah memriksa seluruh Dunia Air, tidak ada jekak sedikitpun energi Batu Dewa Air yang dia rasakan. Tetapi Zhang En menemukan banyak harta karun lain yang tersembunyi jauh di dalam bumi dan gua-gua tersembunyi di dalam Dunia Air.


Harta karun ini mungkin tak ternilai harganya di mata orang lain, tetapi itu tidak begitu berguna bagi Zhang En.


...


Satu bulan lagi berlalu.


Pada hari ini, Zhang En memutuskan untuk segera pergi melanjutkan pengembaraannya.


Untuk memenangkan tempat pertama dalam Daftar Pertempuran Dewa Surgawi, meningkatkan kekuatannya adalah fokus utama Zhang En.


Sedangkan untuk Wang Nio yang selalu mencari masalah kepadanya, juga Klan Fu, Klan Du, dan yang lainnya, dia akan mengurus mereka dalam satu gerakan setelah Pertempuran Dewa Surgawi Dan Pertempuran Dewa Emas selesai.


Zhang En lalu meminta semua pelayan Istana Hao Shie berkumpul, memberi tahu mereka bahwa dia akan pergi untuk beberapa waktu dan mengingatkan mereka juga untuk selalu harus fokus pada kultivasi mereka..


Ketika Array ilusi kuno diaktifkan dengan kekuatan penuhnya, bahkan ahli Dewa Emas Bintang Satu dan Dua tidak akan bisa masuk ke wilayah Gunung Hao shie. 


Selain itu, para pelayan itu juga bukan gadis yang lemah dan tidak berdaya. Semua kultivasi mereka berada di Alam Dewa Surgawi tahap awal ke atas, beberapa dari mereka bahkan dapat dibandingkan dengan kutivator Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir.


Setelah memberi arahan kepada mereka tentang beberapa hal, Zhang En meninggalkan Gunung Hao Shie, lalu keluar dari Dunia Air. 


Kemudian, dia terbang menuju bagian timur dari wilayah Galaksi Naga Langit.


Melewati gerbang teleportasi antar dunia yang berbeda-beda tempatnya.


Tiga hari kemudian, Zhang En tiba di tempat tujuannya, Dunia Tungau yang ada di wilayah dunia yang ada di ujung timur dari Galaksi Naga Langit.


Merobek penghalang luar Dunia Tungau, Zhang En memasuki atmosfer dunia itu. 

__ADS_1


Melayang tinggi di udara, Zhang En menentukan arahnya dan terbang ke utara.


Menurut pengetahuannya saat dia mendapatkan banyak informasi dari Aula Informasi Sekte Phoenix, daerah yang ada di dalam Dunia Tungau sebagian besar terdiri dari rawa-rawa, bukit tandus, dan hutan kuno di mana banyak binatang iblis menghuni dunia itu. Menurut pendapatnya, bagian dari tubuh Raja Seribu Jiwa kemungkinan besar disegel di sisi utara Dunia Tungau..


Zhang En lalu tiba tiba di utara Dunia Tangau


Dia dengan hati-hati menyembunyikan auranya, terbang rendah dan hati-hati.


Saat terus terbang, Zhang En dengan hati-hati menyebarkan indera dewanya, segala sesuatu dalam radius sepuluh ribu meter terlihat jelas dalam penglihatannya..


Tiba-tiba, Zhang En memperhatikan bahwa beberapa ribu meter dan dari tempat jauh di depan, dia melihat sekelompok ahli dari klan binatang iblis terbang dengan panik ke arahnya. 


Dibelakang mereka, makhluk aneh berbentuk manusia yang ditutupi bulu hitam, dengan pupil hijau tua sedang mengejar mereka.


Tapi gerakan binatang aneh berbentuk manusia itu terlihat lambat, membuat kelompok ahli klan binatang iblis dengan mudah mengungguli kecepatan makhluk aneh itu setelah beberapa waktu.


“Sial! Mengapa kita bertemu dengan makhluk itu?” Setelah lolos pengejaran makhluk aneh itu, salah satu dari kelompok itu angkat bicara dan marah.


“Bagian tubuh Raja Seribu Jiwa itu tidak mungkin disegel di di tempat ini! Kita telah mencari selama lebih dari puluhan tahun, jika itu benar-benar ada di sini, kenapa Kita tidak menemukan petunjuk apa pun setelah sekian lama memcarinya?!”


“Apakah bagian tubuh itu disegel di hutan kuno atau bukit tandus di area sekitarnya, ini adalah perintah Raja kita. Jika kita gagal menemukan keberadaan bagian tubuh tersegel Raja Binatang Seribu Jiwa, kita tidak boleh kembali untuk menemuinya.” Salah satu dari mereka membentak, "Sekarang, kalian harus tetap mencari dan menemukannya!"


"Baik, Komandan!"


Kelompok ahli klan binatang iblis itu terbang lagi, melanjutkan pencarian mereka.


Tiba-tiba..


SWOSSHHHH!!!


Cahaya pedang yang menyilaukan melintas di udara. 


Mereka semua membeku di udara sesaat sebelum jatuh ke tanah dari udara yang tinggi, kepala mereka terpisah dari tubuh mereka, menyisakan komandan mereka.


Komandan itu pulih dari keterkejutannya, segera berbalik untuk melarikan diri.

__ADS_1


Siluet Zhang En lalu muncul di udara. 


Ketika melihat bahwa Komandan klan binatang iblis ini ingin melarikan diri, kekuatan hisap yang kuat datang dari kekuatan hisap tangannya, menarik tubuh Komandan itu menuju tempat dia berada.


__ADS_2