Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 29. Turnament Kekaisaran - Babak 10 Besar


__ADS_3

Zhang En mengeluarkan hampir 80 persen Qi yang dimikinya saat ini. Zhang En kembali menyerang secara bertubi-tubi ke arah Wei Gu. Mereka berdua saling memberikan tekanan dan serangan mematikan membuat arena dan sekitarnya kembali berguncang.


Wei Gu memutar tombak nya di atas kepala nya dan menusuk ke arah perut Zhang En. Zhang En memutar pergelangan tangannya dan menangkis tusukan tombak Wei Gu yang hampir mengoyak perutnya.


Jurus tombak Wei Gu sedikit merepotkan Zhang En dan hanya bisa menangkis nya. Wei Gu selalu memberikan tusukan mengarah badan Zhang En, setiap tusukan tombak yang di arahkan tidak mengenai lawan nya, Wei gu melesat kebawah sambil memutar ujung tombak yang dia pegang dan melakukan gerakan memukul mengarah bagian depan tubuh Zhang En.


Zhang En sekali-sekali melompat ke belakang dan kemudian maju sambil mengayunkan pedang miliknya untuk melakukan serang tebasan secara vertikal.


Setiap pedang dan tombak mereka tidak mengenai sasaran, Mereka juga menggunakan kaki mereka untuk saling memberikan tendangan dan pukulan ke badan lawan mereka masing-masing.


Sekarang serangan mereka kembali meningkat dan aura yang mereka keluarkan semakin membuat udara sekitarnya menjadi sedikit terganggu. Gelombang kejut dari setiap ayunan dan pedang mereka menyebabkan arena juga retak dan hancur sebagian akibat serangan mereka yang meleset.


"Aku sangat senang mendapatkan lawan yang bisa menahan semua jurus tombak ku" Kata Wei Gu sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"Aku ingin melihat sampai dimana kau akan bertahan"


Wei Gu segera mengambil posisi dan memasang kuda-kuda untuk melakukan serangan. Wei Gu segera mengambil kembali Tombak miliknya yang sudah menancap dibagian sudut arena. Karena serangan sebelumnya meleset dan tidak mengenai tubuh Zhang En, Tombak itu hanya melewati tubuh Zhang En dan tertancap berdiri disudut arena.


WOOSHHH!!


Aura yang menutupi tubuh nya mengeluarkan energi berwarna hitam gelap, Tangan sebelah kiri yang sedang memegang tombak juga mengeluarkan semacam aura kematian yang bisa mengancam nyawa setiap orang yang menjadi lawan nya.


Zhang En tidak merasakan ketakutan sama sekali dan bersiap menghadapi jurus yang akan dikeluarkan Wei Gu. Dengan memasang Kuda-kuda, Zhang En memegang pedang miliknya dan bersiap menyambut serangan Wei Gu.

__ADS_1


Saat ini, Wei Gu terlihat sangat menakutkan, kedua bola matanya kehitaman, Otot-otot nya terlihat membesar dan tubuh nya mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat.


"Apakah dia ingin membunuh lawan nya dengan serangan yang terlihat menakutkan itu?" ucap salah satu penonton.


"Habis sudah, Wei Gu sudah mengeluarkan salah satu jurus menakutkan miliknya" kata salah satu murid sekte gagak hitam yang berdiri dikursi penonton.


"Aku yakin, Pemuda yang menjadi lawan Wei Gu akan menjadi abu dan tidak akan bisa menahan serangan tombak milik Wei Gu"


Sebagian murid dari sekte gagak hitam saling memberi komentar dan memandang ke arah Zhang En dengan tatapan kasihan. Selama ini, Wei Gu salah satu murid paling elit yang ada di sekte mereka. Kekuatan nya sangat diperhitungkan di antara murid elit sekte gagak hitam. Dia akan membunuh setiap lawan yang dia hadapi dan tidak akan membiarkan lawan yang dia temui selama ini mati tanpa dibiarkan hidup.


Dikursi lain, Fang Yao dan Ching Li merasakan ke khawatiran kepada Zhang En. Mereka berharap Zhang En dapat bertahan sampai akhir pertarungan.


Semua orang yang hadir ditempat dan menyaksikan pertarungan antara Zhang En dan Wei Gu semakin yakin bahwa Zhang En akan kalah telak dalam pertandingan kali ini.


Setelah mengumpulkan tenaga dan mengaliri Qi ke dalam tombak yang dia pegang, Wei Gu langsung melompat dan mengayunkan tombak itu ke arah Zhang En yang sedang dalam posisi berdiri.


BOOMMMMM!!


Tombak Wei Gu meluncur sangat cepat di udara di sertai gelombang dahsyat yang sangat menakutkan dan menuju Zhang En. Merasakan adanya bahaya yang akan datang menghampiri dirinya, Zhang En berusaha memblokir dan bersiap menahan serangan dari jurus tombak mematikan Wei Gu.


Zhang En memundurkan kaki sebelah kirinya ke belakang untuk menjadi tumpuan badan sedangkan ke dua tangan nya di arahkan ke depan sambil mengaliri sebagian besar Qi miliknya ke dalam pedang untuk menahan tombak milik Wei Gu.


DUUUUAAARRRRRRR!!!

__ADS_1


Zhang En terlempar dan badan nya menghantam dinding pembatas panggung arena dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Zhang En tenyata mendapat luka dalam akibat menahan jurus tombak Wei Gu.


Dengan tatapan yang sangat arogan dan mengintimidasi, Wei Gu segera mengambil kembali tombak miliknya dan bersiap melakukan serangan berikutnya untuk menyerang Zhang En.


"Cuihhhh! Tidak aku sangka kamu masih bisa selamat dan bertahan dari jurus terkuat ku" Kata Wei Gu sambil mengeluarkan ludah nya dan mengejek Zhang En.


Zhang En yang sedang merasakan sakit dan sesak didalam dadanya segera berusaha berdiri sambil mengatur nafas dan memulihkan kekuatan fisik nya dengan mengalirkan sebagian Qi pada bagian tubuhnya yang sakit.


"Baiklah, Sepertinya aku harus bertarung dengan serius dan mengalahkan dirimu terlebih dahulu sebagai bayaran pembuka untuk sekte gagak hitam karena telah membantai seluruh penduduk desa serta keluargaku" gumam Zhang En.


Zhang En tidak lagi meremehkan kekuatan Wei Gu yang dari tadi hanya menerima serangan, sekarang Zhang En akan menyerang dengan seluruh kekuatan nya sambil mengeluarkan aura tahap pendekar suci awal.


Wei Gu merasa tekanan di pundaknya dan hampir berlutut ke lantai arena, bahkan seluruh orang yang tidak memiliki kultivasi dan juga yang masih berada diranah tingkat langit akhir kebawah, merasakan tekanan yang sangat kuat dari arah panggung yang membuat mereka sulit untuk bernafas.


Melihat situasi yang sedang terjadi, beberapa orang tetua yang melihat kejadian itu langsung turun tangan dan membuat dinding formasi perlindungan untuk menahan tekanan yang dikeluarkan oleh Zhang En.


Kaisar Zhu dan semua Ketua Sekte yang ada dikursi utama terkejut karena merasakan aura yang dikeluarkan oleh Zhang En sudah berada pada tahap pendekar suci awal. Kultivasi yang ditunjukan oleh Zhang En saat ini sudah melebihi perkiraan mereka semua, karena murid-murid elit mereka yang ada di sekte mereka yang berada pada tahap pendekar Langit akhir sudah dianggap paling Jenius dan dianggap berbakat dengan umur Zhang En saat ini.


"Aku akan merekrutnya ke sekte ku dan tidak akan melepaskan nya" Salah satu ketua sekte mengucapkan kata-katanya dengan mata yang berbinar-binar seperti menemukan harta yang sangat berharga.


"Ingat, Masih ada kami disini yang juga akan merekrutnya dari pada sektemu itu" Kata ketua sekte lainnya.


Ketua Xin Long yang tidak terkejut sama sekali hanya diam saja tidak memperdulikan semua perdebatan setiap orang yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


Wei Gu merasakan ke dua kakinya bergetar dan nyalinya langsung ciut melihat kekuatan Zhang En yang sebenarnya. kesombongan dan sikap arogan yang selama ini dia miliki, langsung hilang berganti dengan wajah ketakutan serta keringat dingin yang menjalar keluar dari keningnya. Saat ini, Wajah Wei Gu terlihat sangat pucat pasi dan masih berusaha melawan tekanan aura yang di keluarkan oleh Zhang En


♡ Jangan lupa Like dan Vote teman-teman. sampai ketemu pada bab selanjutnya. ♡


__ADS_2