
Berdasarkan kekuatan Zhang En saat ini, dia sudah cukup untuk menangkap binatang iblis Level Dewa Sejati Bintang dua atau tiga. Jika dia bisa menjinakkan sekelompok binatang iblis level Dewa Sejati dan menempatkanya untuk menjaga Klannya, maka, ahli di Benua Awan Laut di ranah Dewa Leluhur tingkat tinggi tidak akan mampu membunuh atau menyerang anggota klannya.
Namun, hanya ada 36 bulan lagi tersisa sampai turnament di adakan, Zhang En harus memanfaatkan waktu untuk berlatih, sehingga dia tidak bisa membuang terlalu banyak waktu di dunia hitam ini untuk mencoba mengumpulkan beberapa binatang iblis. Meskipun telah menerobos ke Alam Dewa Sejati, Zhang En tahu bahwa kekuatannya masih kurang.
Sepertinya keberuntungan Zhang En dalam perjalanan ini memang sangat baik. Tidak lama setelah menaklukkan Naga Batu Api, dia kembali bertemu dengan dua binatang iblis Dewa Sejati Bintang Dua.
Kedua binatang iblis ini adalah sepasang Monyet jantan dan betina. Meskipun Monyet ini bukanlah binatang buas kuno, mereka masih merupakan salah satu dari jenis binatang roh langka.
Zhang En lalu memerintahkan Naga Batu Api untuk berdiri di samping dan membiarkannya melihat dia bertempur dengan kedua monyet iblis itu.
Zhang En lalu bergerak saat dia mengayunkan tangannya dalam pertempuran jarak dekat dengan dua monyet besar secara bersamaan dan tertawa terbahak-bahak.
Kedua monyet itu didorong mundur beberapa ratus meter oleh pukulan Zhang En.
Jika seseorang melihat kultivator Alam Dewa Sejati Bintang satu tahap awal benar-benar memukul mundur dua Monyet Iblis Level Alam Dewa Sejati Bintang Dua dengan tangan kosong, bola mata mereka mungkin akan keluar dari tempatnya.
Lengan monyet ini memiliki kekuatan luar biasa, berdasarkan kekuatan mereka saja, kekuatan mereka bahkan sedikit di atas Naga Batu Api. Satu pukulan tangan mereka dapat menyebabkan gunung yang membentang beberapa ratus meter hancur menjadi rata.
Namun, mereka dipaksa mundur oleh kekuatan pukulan Zhang En. Orang tidak bisa membayangkan sejauh mana kekuatan ledakan yang bisa dia berikan oleh Zhang En.
Melihat bahwa seorang anak manusia Alam Dewa Sejati Bintang Satu benar-benar berhasil mendorong mereka beberapa ratus meter jauhnya, sedikit ketakutan memenuhi mata mereka. Belum lagi Naga Batu Api yang sedang menonton dengan tenang di samping, ketakutan yang dirasakannya bahkan lebih kuat dari dua Monyet ini.
__ADS_1
Setelah dia mendorong kedua monyet itu ke belakang, siluet Zhang En lalu melesat kearah mereka, mengambil langkah selanjuynya untuk menyerang lagim
Setelah 30 menit pertempuran yang menghancurkan bukit kecil di sekitar mereka, kedua monyet ini akhirnya ditundukkan oleh Zhang En. Sama seperti yang dia lakukan dengan Naga Batu Api, Zhang En menandai jiwa mereka dengan Teknnik Pengendalian Jiwa miliknya.
Mengendarai Binatang Iblis Naga Batu Api dengan dua monyet yang mengikuti di belakang, Zhang En dengan santai menghirup udara Dunia Hitam yang kaya akan energi spiritual, dia mendesah diam-diam pada dirinya sendiri, 'Sungguh hari yang luar biasa bisa berlatih di Dunia ini..!'
Sebuah bayangan muncul di benak Zhang En saat dia mengendarai Naga Batu Api, jika dia berhasil menaklukkan seratus binatang iblis Alam Dewa Sejati Bintang Dua keatas,, Dengan ratusan binatang itu mengikuti di belakangnya, sungguh pemandangan yang luar biasa.
Saat Zhang En terus memimpin tiga binatang iblis bersamanya untuk mencari lebih banyak binatang iblis Alam Dewa Sejati, fluktuasi energi yang kuat beriak dari kejauhan menerpa di mana Zhang En berada.
Setelah mengamati fluktuasi energi yang menerpanya, senyum bahagia terlihat di wajah Zhang En. Fluktuasi energi ini milik binatang iblis Alam Dewa Sejati Bintang Dua lainnya. Lalu, Zhang En menepuk kepala Naga Batu Api di bawahnya menuju sumber energi itu.
Ketika Zhang En mendekat, dia melihat di area terbuka dan sekelompok murid yang menyerang binatang iblis berekor sembilan yang sangat mirip dengan ras Harimau, tapi bentuk binatang ini adalah seekor musang.
Musang Ekor Sembilan ini mirip dengan Ras Naga Batu Api yang bisa dibilang adalah binatang iblis yang sangat buas yang terkenal di zaman kuno, memiliki bakat alami.
Musang Ekor Sembilan di depannya telah mencapai Alam Dewa Sejati bintang dua. Meskipun dikepung oleh sekelompok murid yang memiliki jumlah puluhan orang, dia tidak tersudutkan. Sedangkan kelompok murid itu yang terus-menerus terluka terkena cakar Musang Ekor Sembilan.
"Ini, murid dari Klan Hu?" Setelah melihat dengan jelas pakaian murid-murid ini. Keluarga Hu juga merupakan salah satu Klan Besar dari Galaksi Bintang.
Ada 30 puluh lebih orang dalam kelompok murid Keluarga Hu ini yang mengepung dan menyerang Musang berekor sembilan, 10 di antara mereka adalah Alam Dewa Sejati Bintang Dua sedangkan sisanya berada di Alam Dewa Sejati Bintang satu dan di bawahnya. Dengan pandangan sekilas, yang terkuat di antara mereka adalah Alam Dewa Sejati bintang dua tahap menengah.
__ADS_1
Melihat dari di kejauhan, Zhang En memutuskan untuk tidak ikut bersenang-senang untuk saat ini. Lagi pula, dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Klan Hu.
Tidak lama setelah beberapa lama pertempuran itu berlangsung, lebih dari setengah murid Keluarga Hu yang menyerang Musang Ekor Sembilan terluka. Membuat murid yang tersisa marah dan takut pada saat yang sama. Ketika mereka kebetulan bertemu dengan Musang Ekor Sembilan ini, mereka semua sangat gembira, berpikir bahwa dengan kekuatan gabungan mereka akan menjamin mereka dapat dengan mudah menangkap binatang itu. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa kekuatan Musang ini jauh melebihi perkiraan mereka.
Apa yang benar-benar membuat mereka kesal adalah kemampuan penyembuhan Musang Ekor Sembilan ini. Mereka baru saja meninggalkan tiga luka pedang yang dalam di tubuhnya, tetapi luka pedang itu menghilang hanya dalam beberapa saat. Sekarang, hanya ada goresan ringan, luka berdarah yang dalam tubuhnya telah sembuh total.
Sementara para murid ini kesal dengan situasi ini, Musang Ekor Sembilan tiba-tiba mundur dalam sekejap, dan sebelum kelompok murid Klan Hu terkejut atas situasi mereka, Musang Ekor Sembilan berbalik dan terbang dengan mudah di udara untuk melarikan diri.
Tindakan melarikan diri yang tiba-tiba dari Musang Ekor Sembilan mengejutkan murid-murid Keluarga Hu dan tidak bisa menghalanginya untuk kabur.
Zhang En, yang telah menyembunyikan auranya untuk menyembunyikan dirinya saat dia menyaksikan pertempuran itu juga terkejut.
Melihat Musang Ekor Sembilan yang telah melarikan diri agak jauh, Zhang En tidak memiliki waktu untuk berpikir terlalu banyak saat dia dengan cepat melompat keatas pedangnya dan mengejar.
Wushhhh....!
Berubah menjadi seberkas cahaya diudara, Zhang En memotong jalur pelarian Musang Ekor Sembilan hanya dalam beberapa napas. Tanpa ragu-ragu, dia memukul Musang itu dengan kedua tinjunya.
GROAAARRRHHH!
Raungan dari Musang Ekor Sembilan bergemuruh saat tubuhnya dihempaskan kembali ke tanah terkena tinju Zhang En.
__ADS_1
Duaarrr!!!
Tanah dimana Musang Ekor Sembilan itu jatuh bergetar hebat membentuk kawah dan retak.